Menampar si muka dua, menginjak si pria berengsek, cara belas dendam yang berbeda dengan biasanya. Mau liat bagimana sang ratu menyiksa pria berengsek dan si muka dua sampai ketakutan tapi tidak bisa kabur?
Namun kenapa kali ini, dia tidak bersembunyi atau menghindar? Kenapa dia malah terus mengikuti ku?
perhatian!!!
"Ratu" tanda kaya gini artinya itu percakapan bisa
'Ratu' tanda ini tanda nya si tokoh lagi berpikir dalam hati atau bicara di dalam hati
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurelie Valaska, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 11
Di sebuah ruang tamu dari rumah mewah terlihat seekor kucing yang lucu gemuk berwarna putih dan coklat sedang mengeong
MEOW!
Sebuah tangan mengelus kucing itu dengan sangat lembut membuat kucing itu mendengkur halus. Di televisi terlihat Mona sedang melakukan konferensi pers di televisi itu juga banyak kata-kata hujatan untuk Elva dari penggemar tuan Hazard
"Elva Kirana tidak tahu malu!"
"Elva Kirana mendapatkan apa yang pantas dia dapatkan kan!"
"Elva Kirana meninggal, itu pasti pantas untuk nya, aktris yang memalukan tidak layak di gosip kan!"
"persetan! Elva Kirana dua penghancur hubungan orang yang tidak tahu malu!"
"Mohon maafkan almarhum, kata-kata kalian terlalu kasar!"
"Dari mana datangnya jalang suci ini?"
"Kaulah salah satu nya temen si pelakor Elva Kirana, persetan!"
"Aku akan melindungi aktor terbaik tuan Hazard dan aku ingin membawa nya pergi!"
"Idolaku tuan Hazard tidak ada hubungannya dengan Elva Kirana, tolong jangan samakan mereka"
"Elva Kirana harus minta maaf kepada tuan Hazard"
"bahkan kematian Elva Kirana membuat kita sakit Dau adalah kambing hitam keluarga nya"
"Aku hanya bersimpati pada tuan Hazard?"
di lokasi konferensi pers argumen dari para wartawan semakin memanas di saat itu tiba-tiba saja ada suara seorang perempuan berkata dari belakang mereka
"Nona Elva Kirana menyukai tuan Hazard? Skandal seperti itu tidak aku ketahui?"
Semua wartawan pun menoleh ke belakang di belakang mereka Elva Kirana bejalan dengan anggun semua perhatian dan kamera pun menyorot ke arah Elva Kirana
Tap...tap...tap
CEKREK...CEKREK...CEKREK..
"Elva Kirana!"Mona berseru kaget dengan wajah pucat
"Mona, aku kembali! Kau tidak terlihat begitu senang!"Elva berkata sambil menghampiri mona
"Oh, aku sangat senang melihat mu lagi. Kau baik-baik saja, itu sangat bagus!"Mona berkata dengan senyum canggung
"Aku hanya bercanda saja!"Elva berkata dengan senang sambil berhambur memeluk Mona
"Aku mengenal mu dengan baik karena kau adalah sahabat terbaik ku"Elva memeluk Mona yang tersenyum canggung
"Apa kau takut bahwa aku akan kembali"Elva berbisik di telinga mona
Mona mendengar bisikan itu menjadi sangat pucat dan tidak bisa berkata-kata hanya bisa berkata dalam hati
'Apa yang dia maksud? Apakah dia tahu bahwa aku dan Adnan terlibat dalam insiden malam itu?'
'Dia seharusnya sudah mati di laut! Persetan! Adnan dan aku akan benar-benar di caci maki jika dia mengungkapkan kebenaran nya sekarang!'
'Apa yang harus aku lakukan?'
"Nona elva, apakah anda benar-benar mencoba melakukan bunuh diri?"salah satu wartawan bertanya
"Nona elva, bagimana bis kau lolos dari maut?"wartawan wanita bertanya
"Bunuh diri? Bagaimana mungkin aku melakukan itu!"Elva berkata sambil terkekeh geli
"Bagaimana anda akan menjelaskan bahwa anda melompat ke laut? Jangan-jangan kau merencanakan sendiri sandiwara ini?" wartawan wanita bertanya dengan penasaran
"Pada malam itu aku berniat untuk melihat bintang, karena aku mendengar akan ada hujan meteor dan aku ingin membuat permintaan, yang akan menjadi rahasia ku" Evla menjelaskan sambil terlihat malu-malu
"Tapi waktu itu terlalu gelap untuk berjalan di pantai Nyang Nyang. Selain itu hujan turun di siang hari dan aku terpeleset di atas batu, kemudian aku jatuh ke laut"Elva berkata dengan nada yang Taruma sambil memeluk tubuh nya sendiri yang gemetar
"Aku tidak bisa melihat apapun di dalam air yang gelap dan sedingin es itu! Air masuk ke mata ku hidung dan mulut ku. Aku tidak bisa bernafas.... kemudian aku kehilangan kesadaran"lanjut Elva sambil menutup mata dan mulut nya setitik air mata mengalir