NovelToon NovelToon
Takdir Kita Yang Belum Selesai

Takdir Kita Yang Belum Selesai

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Reinkarnasi / Romansa Fantasi
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nita_001

Setelah dikhianati dan meledakkan diri bersama musuhnya, Chongyue, kapten tim elit pemburu vampir, justru terlahir kembali di dunia kultivasi dalam tubuh Nona Kelima Kediaman Jenderal Kerajaan Dong—seorang gadis yang dianggap bodoh dan tidak berguna.

Namun, tidak ada yang tahu bahwa di balik tubuh lemahnya itu tersembunyi sebuah segel misterius.

Ketika segelnya terbuka, Chongyue berubah menjadi seorang jenius dengan kekuatan luar biasa. Dalam perjalanannya menjadi kuat, dia bertemu Bei Mingye, Pangeran Keenam yang dijuluki Raja Hantu—pria dingin yang ditakuti seluruh Benua Timur, tetapi justru rela menjadi pelindung Chongyue.

Bersama-sama, mereka menghadapi keluarga, sekte kuno, musuh dari alam atas, serta rahasia besar tentang asal-usul Chongyue.

Di tengah takdir yang terus mempermainkan mereka, mampukah dua hati yang telah dipertemukan itu bertahan hingga akhir?

Yuk ikuti kisah lengkapnya dalam sebuah kisah berjudul: TAKDIR KITA YANG BELUM SELESAI

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita_001, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 - Menghajar Xuan Qingqing

Xuan Qingqing terdiam sejenak, mencoba memahami perubahan yang terjadi pada wanita di hadapannya. Namun, bukannya menemukan jawaban, amarah justru semakin memenuhi dadanya.

Dia kemudian berbalik dan mengambil cambuk yang telah disiapkan oleh pelayannya.

"Xuan Chongyue, berani-beraninya kau bicara dengan nada seperti itu padaku! Kau benar-benar bosan hidup!"

Dia baru meninggalkan kediaman selama sebulan untuk mengurus beberapa hal. Siapa sangka, selama dirinya pergi, Xuan Chongyue justru berubah menjadi begitu lancang.

Mata Chongyue sedikit menyipit. Tatapannya tetap dingin dan tanpa emosi.

"Xuan Chongyue, hari ini aku akan memberimu pelajaran, dasar sampah tak berguna!" Ucap Xuan Qingqing lalu mengayunkan cambuknya.

Cambuk itu melesat cepat dan mengarah tepat ke tubuh Chongyue.

Xuan Qingqing adalah seorang seniman bela diri tingkat tiga. Kekuatannya tergolong rata-rata di antara orang-orang seusianya. Namun, dia tidak memiliki kekuatan elemen dan murni hanya seorang seniman bela diri biasa.

Memikirkan hal itu, Chongyue tersenyum tipis.

Bukan seorang Master Elemen, hanya seniman bela diri biasa.

Hal ini justru membuat segalanya menjadi jauh lebih mudah.

Tepat ketika kibasan cambuk itu hampir mengenai tubuhnya, Chongyue bergerak secepat kilat. Tangannya terulur dan langsung mencengkeram ujung cambuk tersebut.

Kemudian, dia menyentaknya dengan kuat.

Tubuh Xuan Qingqing seketika tertarik ke depan dan kehilangan keseimbangan.

BRAK

Wanita itu tersungkur keras ke tanah.

Para pelayan yang menyaksikan kejadian itu langsung tercengang.

Nona Muda mereka baru saja jatuh ke tanah dengan posisi yang sangat memalukan.

Pemandangan seperti itu benar-benar asing dan sulit dipercaya.

Xuan Qingqing sendiri tidak menyangka Chongyue memiliki tenaga sekuat itu. Atau lebih tepatnya, dia tidak mengira Xuan Chongyue akan berani membalas serangannya.

Sebelum Chongyue bertransmigrasi, kondisi fisik tubuh ini memang sangat lemah. Namun, setelah sebulan berlatih keras dan memulihkan kondisinya, kekuatan tubuhnya telah meningkat drastis.

Ditambah latihan jurus yang dilakukan setiap hari, daya fisiknya kini jauh melampaui Xuan Qingqing, seorang nona muda manja yang tidak pernah benar-benar melatih tubuhnya.

Chongyue melirik Xuan Qingqing yang masih tersungkur di tanah. Setelah itu, dia bersedekap dan menyandarkan punggungnya pada daun pintu dengan senyum puas.

Xuan Qingqing segera bangkit berdiri.

Wajahnya merah padam karena amarah yang telah mencapai puncaknya.

Xuan Chongyue sialan!

Berani-beraninya wanita itu melawan!

Sambil mencengkeram erat gagang cambuknya, dia kembali mengayunkannya ke arah Chongyue.

Cambuk itu melesat cepat.

Namun, Chongyue hanya menggeser tubuhnya dengan santai, membuat serangan cambuk itu meleset dan justru menghantam pintu kayu di sampingnya.

Melihat serangannya kembali luput, Xuan Qingqing semakin marah. Dia menerjang maju tanpa memberi Chongyue kesempatan untuk bernapas.

Bagi orang biasa, gerakan Xuan Qingqing mungkin tergolong cepat.

Namun, bagi penglihatan Chongyue, setiap gerakannya terlihat sangat lambat.

Xuan Qingqing mengepalkan tangannya dan melayangkan pukulan tanpa ampun ke arah wajah Chongyue.

Sorot mata Chongyue semakin menyipit.

Sebenarnya, dia sudah berusaha menahan diri. Namun, kesabarannya memiliki batas. Dia juga tidak ingin terus membuang waktu hanya untuk menghadapi pertarungan konyol seperti ini.

Ketika pukulan itu mendekat, dia mengulurkan tangan dan mencengkeram pergelangan tangan kanan Xuan Qingqing.

Kemudian, dia memutarnya dengan sentakan keras.

KREK

Suara retakan tulang yang tajam terdengar jelas di halaman.

"Ahkkk..." Xuan Qingqing menjerit histeris.

Tubuhnya terhuyung mundur beberapa langkah sambil berusaha menggerakkan lengannya. Namun, gerakan sekecil apa pun justru membuat rasa sakitnya semakin hebat.

Dia menatap Chongyue dengan penuh kebencian.

"Dasar jalang sialan! Apa yang telah kau lakukan pada tanganku?!"

Chongyue menghela napas pelan dan menjawab, "Hanya terkilir sedikit. Mengapa kau harus menjerit seheboh itu? Reaksimu seolah-olah aku baru saja mematahkan tulangmu."

"Kau..."

Wajah Xuan Qingqing semakin pucat sekaligus memerah karena marah.

"Aku akan membunuhmu!"

Dia kembali menerjang dan menyerang Chongyue dengan membabi buta.

Namun, pergerakannya terlalu lambat.

Chongyue dengan mudah menggeser tubuhnya ke kiri dan ke kanan. Setiap serangan yang dilancarkan Xuan Qingqing selalu berhasil dihindarinya tanpa kesulitan.

Sebaliknya, wajah Xuan Qingqing yang semula rupawan kini membengkak seperti bakpao setelah berkali-kali menerima tamparan keras dari Chongyue.

Melihat wajahnya yang sudah berubah bentuk, beberapa pelayan di belakangnya tidak mampu lagi menahan tawa.

Selama ini, Xuan Qingqing seringkali memukuli mereka setiap kali suasana hatinya sedang buruk. Kini, melihatnya dihajar hingga babak belur memberi mereka kepuasan tersendiri.

Di sisi lain, mereka juga merasa sangat heran.

Bagaimana mungkin Nona Kelima yang biasanya penakut dan bodoh tiba-tiba berubah begitu berani hingga mampu menghajar Nona Sulung sampai tidak berdaya?

Hal seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Dulu, setiap kali melihat Nona Sulung, Nona Kelima selalu berusaha bersembunyi. Bahkan jika tidak sempat melarikan diri, dia hanya bisa pasrah menyerahkan tubuhnya untuk dipukuli.

Sementara itu, di atas dahan pohon yang rimbun di sudut halaman, seorang pria berjubah putih tampak duduk santai. Sepasang mata abu-abu keunguan miliknya memancarkan pesona yang misterius sekaligus memikat.

Awalnya, pria itu hanya memeriksa area Kediaman Jenderal untuk melacak keberadaan Mutiara Api Merah. Namun, dia tidak menyangka akan menyaksikan pertunjukan menarik di halaman kumuh ini. Sungguh sayang jika dilewatkan begitu saja.

Rumor yang beredar di luar menyebutkan bahwa Nona Kelima Kediaman Jenderal, Xuan Chongyue, hanyalah seorang idiot tak berguna. Tetapi, wanita yang sedang berdiri di halaman itu sama sekali tidak mencerminkan dua julukan itu.

Sebaliknya, dia justru tampak seperti seekor anak kucing liar yang sedang memamerkan cakar-cakar tajamnya.

Mengamati setiap gerakan Xuan Chongyue, entah mengapa pria itu tiba-tiba teringat pada wanita yang ditemuinya di pegunungan sebulan lalu, seorang wanita berparas luar biasa cantik dengan sepasang mata biru yang begitu unik.

Sepulang dari sana, dia segera mengerahkan pasukan rahasianya untuk mencari wanita itu. Namun, mereka tidak menemukan sedikit pun jejaknya, seolah-olah wanita itu tidak pernah ada di dunia ini.

"Apa yang kalian tertawakan, hah?! Cepat tangkap jalang sialan ini!" bentak Xuan Qingqing sambil menoleh ke arah para pengawal di belakangnya.

Teriakannya yang melengking seketika membuat para pelayan dan pengawal menghentikan tawa mereka.

Empat pria bertubuh kekar segera melangkah maju.

"Kalian semua, cepat tangkap dia!" perintah Xuan Qingqing dengan senyum dingin yang mengerikan.

"Baik, Nona Muda!" sahut keempat pria itu serempak sebelum menerjang ke arah Chongyue.

Mereka merupakan seniman bela diri tingkat empat yang bertugas sebagai pengawal pribadi Xuan Qingqing.

Meskipun mereka semua telah mencapai tingkat empat, Chongyue sama sekali tidak takut. Dia yakin bisa mengalahkan mereka.

Sembari menyelipkan beberapa jarum perak di sela-sela jemarinya, Xia bersiap menghadapi serangan yang datang.

Salah satu pengawal bergerak paling cepat dan langsung menyerangnya.

Chongyue segera bergeser menghindarinya. Saat tubuhnya bergerak ke samping, dia memanfaatkan celah yang terbuka dan menusukkan sebuah jarum perak ke lengan pengawal itu.

Pria kekar itu tidak memperdulikannya. Dia mengira tusukan kecil itu hanyalah goresan kuku biasa. Karena tidak menganggapnya sebagai ancaman, dia kembali mengayunkan tinjunya ke arah Chongyue.

Namun, baru saja tinjunya melesat, seluruh lengannya tiba-tiba mati rasa dan kehilangan tenaga.

Gerakannya seketika melambat.

Chongyue tentu tidak akan melewatkan kesempatan ini. Dia segera memutar tubuhnya, mengangkat kakinya, lalu melayangkan tendangan keras tepat ke arah pelipis pria itu.

BRAK

Tendangan itu langsung membuat darah segar menyembur dari hidung dan mulut sang pengawal. Tubuh besarnya terpental akibat hantaman itu sebelum akhirnya menghantam tanah dengan bunyi gedebuk keras.

Pria itu tergeletak sambil kejang-kejang.

Melihat lawannya tumbang, Chongyue menarik kembali kakinya dan menyunggingkan senyum tipis.

Satu orang berhasil dibereskan.

Tiga pengawal lainnya terperanjat. Mereka tidak menyangka Chongyue mampu menjatuhkan seorang seniman bela diri tingkat empat hanya dalam sekejap mata.

"Tunggu apa lagi?! Cepat tangkap dia!" bentak Xuan Qingqing dengan ekspresi yang semakin memerah karena amarah.

Sialan! Dia baru meninggalkan kediaman selama sebulan. Apa sebenarnya yang telah terjadi? Xuan Chongyue yang biasanya bodoh kini bukan hanya menjadi pintar, tetapi bahkan mampu melumpuhkan seniman bela diri tingkat empat!

Tidak ingin memberi kesempatan kepada Chongyue untuk kembali menyerang, pengawal kedua segera maju. Tubuhnya jauh lebih besar dibandingkan pengawal sebelumnya, membuat gerakannya terlihat lebih berat, tetapi kekuatannya jelas tidak bisa diremehkan.

1
marlaina marliana
beraninya main keroyokan dasar iblis
marlaina marliana
semangat chongyue, balas dendam musnahkan semua musuh 💪💪
marlaina marliana
nah baru tau cerita awalnya pertemuan mereka ternyata seperti itu ya 🤔
marlaina marliana
masih menyimak 😊😊❤❤
marlaina marliana
kakak syantik ini sama seperti yg yg f**z* ya.
Author Nita_001: Iya kak say, aku pindah kesini, karena disana sepi pembacanya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!