NovelToon NovelToon
Hari Aku Memilih Untuk Menghilang

Hari Aku Memilih Untuk Menghilang

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Clarissa19

lelah, satu kata yang mewakili keadaan yang Rania rasakan saat ini. sudah 3 tahun pernikahan nya dan kevin berjalan. namun tidak sehari pun Kevin menganggap Rania sebagai istrinya.
" kapan kamu berhenti berselingkuh? dan menganggap aku sebagai istri mu?" tanya Rania dengan suara pelan dan nada lelah.
" saat kau mati" jawab Kevin dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 11_ maaf tuan, saya benar benar lupa.

Hari ini gizel sudah bisa pulang. Dia tidak pulang dengan Luna karena Luna harus berkerja. Dia pulang di antar oleh Alaska.

Luna sudah menceritakan semuanya pada Alaska dan Haruna. dia juga meminta pada mereka agar tidak ada yang membahas tentang Kevin di depan gizel.

" biar aku antar sampai ke apartemen" ujar Alaska

" nggak usah ka, Lo ada meeting 20 menit lagi kan? " ujar gizel " thank udah anterin aku"

" baiklah kalau gitu aku pergi dulu" ujar Alaska tidak memaksa karena memang dia ada meeting sebentar lagi.

Gizel turun dari mobil Alaska. Dia berdiri di sana sampai mobil Alaska menghilang dari pandangan.

" baru jam 11, mending aku ke toko deh. banyak pekerjaan yang menumpuk" gumam nya lalu berjalan ke apartemen.

Gizel masuk ke unit apartment miliknya. Dia bergegas berganti baju, mengambil tas khusus miliknya yang di bawa untuk bekerja. setelah itu dia mengambil kunci mobilnya dan segera pergi dari apartemen.

Gizel tiba di tokonya pada pukul setengah 12. Begitu tiba di sana dia segera masuk dan menyapa beberapa karyawan yang berpapasan dengan nya.

" Bu bos" panggil karin saat melihat kehadiran gizel.

" yaa, ada apa Karin?" tanya gizel

" Bu bos, kemarin CEO Aprilio company datang ke toko, beliau ingin bertemu dengan anda" ujar kari.

Aprilio company, siapa yang tidak mengetahui perubahan tersebut. Perusahaan yang bergerak di bidang properti, perusahaan yang lumayan besar.

" apa dia menyampaikan sesuatu? Atau meninggalkan kartu namanya?" tanya gizel.

Gizel tidak memiliki kontak Aprilio company, dia tidak memiliki hubungan perkejaan dengan perusahaan tersebut.

" tidak bu bos, saya lupa meminta nya"

" oh tidak papa, jika dia datang lagi segera panggil saya"

" baik Bu bos"

Setelah itu gizel segera menaiki tangga untuk pergi ke ruangan nya. di lantai 2 hanya ada Marina karena disini memang hanya ada ruangan dirinya dan juga ruangan Marina yang berstatus sebagai sekretaris nya. Dan juga satu ruangan meeting.

" selamat datang Bu gizel, apa kabar anda?" tanya Marina

" Alhamdulillah baik Rina, kabar mu bagaimana? " tanya gizel balik.

" baik juga Bu" jawab Marina

Setelah berbasa-basi sebentar gizel segera masuk ke ruangan nya. Toko yang disini memang lebih kecil dari yang di London. Bahkan pabrik nya saja ada di London. rencananya gizel akan membangunkan pabrik kedua Disini.

Gizel sibuk dengan pekerjaan nya. matanya fokus pada laptop dan berkas. Dia juga mengikuti zoom meeting dengan karyawan intinya yang di London.

Tok tok

" masuk saja" ujar gizel.

Marina masuk dan berdiri sopan di depan meja kerja gizel.

" Bu gizel, tuan Kevin sudah datang, beliau ada diluar " ujar Marina.

Kevin? kencing gizel berkerut bingung mendengar nama tersebut. Dia ingat Luna pernah menyebutkan nama Kevin kemarin. siapa Kevin? Kenapa dia kesini?

" siapa Kevin?" tanya gizel

" CEO Aprilio company Bu, apa beliau boleh masuk?" tanya Marina

gizel mengangguk pelan. Ternyata CEO aprilio. " suruh masuk saja" ujarnya

" baik Bu"

Marina bergegas keluar, tidak lama setelah itu pintu kembali terbuka dan terlihat seorang pria bertubuh tegap dan berwajah tampan masuk.

" selamat datang di toko kami, tuan Kevin" ujar gizel menyambut kedatangan Kevin. Dia mempersilahkan Kevin untuk duduk di sofa " silahkan duduk tuan, anda ingin minum sesuatu?"

" tidak perlu" tolak Kevin lalu duduk di sofa dan gizel juga ikut duduk di sofa single.

" ada apa seorang CEO Aprilio company bersedia datang ke toko kecil kami?" tanya gizel

Kevin bingung melihat reaksi gizel yang sangat berbeda dari sebelumnya. Gizel bersikap seolah olah mereka belum pernah bertemu. Padahal kemaren mereka sudah pernah bertemu.

" tidak perlu bersikap terlalu profesional gizel, bukan kah kemarin kita sudah berteman?" ujar kevin.

Berteman? Ya Kevin sudah menganggap pertemuan kemaren sebagai awal pertemanan mereka.

" oh ya? Kita sudah pernah bertemu?" tanya gizel bingung karena dia tidak mengingat nya sama sekali. Seingatnya dia belum pernah bertemu dengan orang orang dari Aprilio company.

" kamu lupa? Padahal baru beberapa hari yang lalu " ujar Kevin sedikit merasa kecewa karena gizel melupakan pertemuan mereka. benar benar lupa atau pura pura lupa? Kevin tidak mengerti.

" ah! maaf tuan Kevin. Saya benar benar lupa", ujar gizel merasa tidak enak

" tidak papa, santai saja tidak perlu kaku seperti itu" ujar Kevin tidak suka dengan siap gizel yang kaku.

" baiklah, saya akan berusaha untuk bersikap santai" jawab gizel.

Kevin melirik arloji nya, jam sudah menunjukkan pukul 6 sore" kamu tidak pulang? Ini sudah jam 6 sore. ayo pulang bersama ku"

Gizel ikut melirik jam di tangan nya. Ternyata sudah jam 6, gizel terlalu fokus bekerja hingga lupa waktu.

" thanks tuan Kevin, but aku membawa mobilku sendiri" jawab gizel.

gizel tidak enak jika menumpang pada orang asing. Meskipun Kevin mengatakan mereka adalah teman namun gizel tetap merasa asing.

" oh, kalau gitu ayo kita keluar bersama " ajak Kevin.

gizel mengangguk setuju lalu dia membereskan barang-barangnya dan segera pergi bersama Kevin.

Gizel pulang menggunakan mobil nya sendiri, begitupun dengan Kevin. namun mobil mereka berada pada jarak yang dekat.

gizel membelokkan mobilnya ke arah apartemen nya. Sedangkan Kevin berhenti sejenak di depan apartemen tersebut memastikan gizel masuk ke basement apartemen.

" kenapa kamu tiba tiba berubah ? Kemaren respon kamu tidak seperti ini. Sekarang kamu sudah bisa akting? tapi sayang, kamu telat " batin Kevin.

Kevin mengira gizel berpura pura tidak mengenalnya. Pasalnya kemaren reaksinya tidak seperti ini. tapi kenapa tiba tiba dia pintar akting.

Baru saja Kevin ingin menjalankan mobilnya, tapi tiba tiba ponselnya berdering menandakan ada panggilan masuk. Dia mengambil ponselnya dan melihat nama Alaska muncul di sana.

" nongkrong nggak malam ini?" tanya Alaska di seberang sana

" nggak sama pacar Lo? Ini kan malam Minggu" tanya Kevin.

semenjak Haruna kembali mereka memang belum pernah nongkrong. Alaska sibuk menemani Haruna, menghabiskan malam nya bersama gadis itu.

" belum jadi pacar woii, rencananya langsung nikah" jawab Alaska

" kapan nikah? Lo mau kado apa biar gw beliin" tanya Kevin

" belum tahu lah, tapi secepatnya" jawab Alaska " untuk kadonya cukup kasih gw rumah di komplek grand pertama"

" ngelunjak banget lo" ujar Kevin.

Rumah di komplek grand pertama adalah rumah mewah dan elit. Harga rumah di sana ratusan miliaran. Yang tinggal di sana rata rata orang dari kalangan atas.

sebenarnya Kevin mampu untuk membelikan nya, Alaska pun mampu. Bahkan lebih dari mampu. Tapi untuk apa? Kalo Kevin sendiri lebih suka rumah yang dia bangun sendiri. Yang interior nya dia atur sendiri dan penghuni pertama nya adalah dia sendiri.

" pelit amat Lo, sama sahabat sendiri juga "

Sebenarnya Alaska hanya bercanda. Jika dia benar benar menginginkan nya sudah dia beli dari dulu. tadi dia hanya menyebutkan secara spontan.

" terserah lo, gw lagi di jalan. Lanjut nanti malam aja di tempat biasa"

" oke"

Panggilan terputus, Kevin segera menjalankan mobilnya untuk pulang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!