NovelToon NovelToon
The CEO'S Speed Limit

The CEO'S Speed Limit

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: seasoulune

Raelyn Elamora, mahasiswi cerdas yang keras kepala dan doyan balapan liar, mendadak lemas saat sang papa menjodohkannya demi melunasi utang. Calon suaminya adalah Alvarez Arran Danadiaksa CEO muda super dingin dan cekatan yang menguasai bisnis sekota. Raelyn bersumpah tidak akan tunduk pada si "balok es," sementara Alvarez punya seribu cara pintar untuk menjinakkan istri liarnya. Apakah si kepala batu bisa meluluhkan hati si raja es?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon seasoulune, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 11

Selesai urusan baju, Alvarez duduk di kursi dekat ranjang. "Mau makan malam apa?" tanya Alvarez, nadanya kembali normal.

Raelyn mengetuk-ngetuk dagunya dengan jari yang tidak terluka. "Emm... mau sushi."

"Enggak," jawab Alvarez cepat.

"Ihh, kenapa sih?!" protes Raelyn, langsung cemberut.

"Kamu dari pagi cuma makan pasta. Masa makan malam cuma sushi? Perutmu bisa sakit," jelas Alvarez tegas.

"Gue lagi pengen sushi! Emang gak boleh? Lagian sushi juga ada nasinya, karbohidrat juga!" jelas Raelyn tidak mau kalah, sifat keras kepalanya kembali membumbung.

"Aku bilang enggak, Raelyn." Alvarez berdiri, berbalik, dan meninggalkan Raelyn begitu saja di dalam kamar.

"Ihh! Alvarez nyebelin banget sih!" umpat Raelyn, melempar bantal ke arah pintu yang sudah tertutup.

Satu jam kemudian, waktu makan malam tiba. Alvarez kembali masuk ke dalam kamar membawa sebuah piring besar. Namun, isinya bukan sushi, melainkan makanan rumahan komplit: nasi hangat, sup ayam, tahu goreng, dan ayam bakar yang kaya akan protein dan karbohidrat.

Raelyn melihat piring itu dengan tatapan malas dan muak.

"Makan dulu," ucap Alvarez, menyodorkan sendok.

"Gak mau," Raelyn membuang muka ke arah jendela.

"Raelyn, makan." Suara Alvarez memberat.

"Gue bilang gak mau, ya gak mau!" sentak Raelyn ngeyel.

Alvarez membuang napas panjang. Dia memijit pangkal hidungnya, menyadari bahwa memaksa Raelyn yang sedang dalam mode keras kepala tingkat tinggi hanya akan memicu perang dunia ketiga. Akhirnya, sang CEO bertekuk lutut dan mengalah.

"Makan nasi ini dulu separuh. Habis ini aku beliin sushi," ucap Alvarez menawarkan kesepakatan bisnis baru.

Raelyn meliriknya curiga. "Gak mau. Lo pasti bohong kan, biar gue mau makan doang?"

"Aku gak pernah bohong, Raelyn. Makan ini sekarang, setelah itu aku pesenin sushi yang kamu mau," tegas Alvarez.

"Pesenin dulu sekarang! Biar ada buktinya!" tuntut Raelyn cerdik.

Alvarez langsung mengambil ponselnya, menekan nomor penjaga di bawah.

"Beli satu porsi sushi paket lengkap di restoran depan mall sekarang juga," perintah Alvarez.

Setelah mematikan telepon, dia menatap Raelyn. "Sudah. Sekarang makan."

Raelyn akhirnya tersenyum puas. Dia menerima suapan nasi dari Alvarez, namun sengaja hanya makan sedikit demi menyisakan ruang di perutnya untuk menu utama yang dia inginkan.

Tiga puluh menit kemudian, pesanan sushi Raelyn akhirnya datang. Mata gadis itu langsung berbinar cerah. Dia memakan sushi tersebut dengan sangat lahap dan penuh kebahagiaan, melupakan rasa perih di tubuhnya.

Di tengah kunyahannya, dia melirik Alvarez yang setia menemaninya di samping ranjang.

"Lo mau?" ucap Raelyn, menyodorkan satu potong sushi menggunakan sumpit dengan tangan kirinya yang canggung.

"Enggak," jawab Alvarez pendek.

Dalam sekejap, seluruh sushi di wadah itu habis tak tersisa. Tidak sampai di situ, Raelyn tiba-tiba menunjuk ke arah cangkir kosong di meja.

"Aku juga mau kopi," ucap Raelyn tiba-tiba, beralih menggunakan kata 'Aku' karena suasana hatinya sedang sangat baik.

Alvarez langsung mengerutkan dahi. "Ini udah malam. Nanti kamu gak bisa tidur kalau minum kopi jam segini."

"Pokoknya aku mau kopi! Titik!" tuntut Raelyn, sifat manjanya keluar.

Alvarez menatap mata berbinar istrinya, lalu menghela napas pasrah untuk kesekian kalinya hari ini.

"Iya, aku beliin. Tapi yang tanpa kafein," mengalah Alvarez.

Setelah kopi tanpa kafein itu datang dan tandas diminum, Raelyn meregangkan tubuhnya di atas kasur.

"Kenyang banget..." ucap Raelyn lega.

Dia kemudian menarik selimutnya, bersiap untuk tidur karena efek kenyang yang luar biasa.

"Kamu baru selesai makan, Raelyn. Duduk dulu, jangan langsung tidur. Lambungmu bisa bermasalah," ucap Alvarez, menahan bahu Raelyn.

"Gue ngantuk, Al..." rengek Raelyn dengan mata terpejam.

Alvarez mendekati Raelyn, memegang kedua lengan gadis itu, dan memaksanya untuk kembali ke posisi duduk bersandar. "Duduk," perintah Alvarez dengan nada mutlak.

"Iiiih, gue ngantuk, Al! Lo hobi banget sih nyiksa gue!" kesal Raelyn, terpaksa duduk dengan wajah cemberut maksimal, sementara Alvarez hanya menatapnya dengan pandangan mengawasi.

bersambung.....

1
Muchammad Shobris
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!