NovelToon NovelToon
Aku, Kamu Dan Sebuah Rasa

Aku, Kamu Dan Sebuah Rasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:507
Nilai: 5
Nama Author: Madelyn_Sa

Setelah bertahun-tahun memendam perasaan tanpa kepastian, Kiara akhirnya memilih mundur dan membuka hati hingga menerima lamaran Dimas, pria dewasa yang memberinya komitmen nyata. Namun, tepat sebulan sebelum akad nikah, sebuah rahasia masa lalu terbongkar...
Rahasia apakah itu???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Madelyn_Sa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 : Riak Kecil di Muara yang Tenang

Pagi di Kelurahan Damai selalu dimulai dengan aroma kopi hitam dan harum minyak kayu putih. Tak terasa sudah Enam Tahun biduk rumah tangga Arga dengan Menik jalani.

Di teras rumahnya, Arga sedang berlutut merapikan tali sepatu anak perempuan berumur lima tahun yang tampak menggemaskan dengan seragam TK berwarna kuning terang.

"Jangan lari-lari di sekolah ya, Nabila. Dengarkan kata Bu Guru," bisik Arga lembut, mengusap kepala putrinya sebelum mengecup dahinya.

"Siap, Ayah!" seru Nabila riang, lalu berlari kecil menuju Menik yang sudah menunggu di dekat sepeda motor dengan perutnya yang mulai membuncit masuk bulan keenam.

Arga berdiri, menatap istri dan anaknya dengan binar mata yang penuh rasa syukur. Pria yang belasan tahun lalu mengurung diri dalam ketakutan dan keheningan itu, kini telah bertransformasi menjadi sosok ayah dan suami yang begitu hangat, terbuka, dan sigap.

"Mas Arga berangkat jam berapa hari ini?" tanya Menik lembut sambil mengulurkan tangan untuk disalami.

"Sebentar lagi, Dek. Hari ini ada rapat direksi di kantor," jawab Arga seraya mencium punggung tangan Menik dan mengelus lembut perut istrinya.

"Hati-hati antar Nabila ya. naik motornya jangan ngebut..."

Menik tersenyum manis. "Iya, Mas. Mas Arga juga hati-hati."

Namun, di balik senyuman dan ketenangan pagi itu, ada beban tebal yang disembunyikan Arga di dalam tas kerjanya.

Sebuah surat pemberitahuan efisiensi perusahaan yang diterimanya kemarin sore. Perusahaan tekstil tempatnya bekerja sebagai manajer logistik terancam bangkrut, dan gelombang PHK massal sudah di depan mata.

Sementara itu, di Kelurahan Sukamaju, suasana pagi di rumah Kiara dan Dimas terasa tak kalah hangat. Kiara sedang menyiapkan sarapan nasi goreng kesukaan Dimas, sementara putra mereka yang berusia enam tahun, Rayyan, sedang duduk menyusun balok mainan di ruang tengah.

"Mas, berkas buat sidang verifikasi proyek nanti siang udah masuk tas?" tanya Kiara dari dapur.

Dimas yang baru turun dari tangga dengan kemeja rapinya tersenyum, melangkah mendekati Kiara dari belakang lalu merangkul bahu istrinya dengan lembut.

"Sudah lengkap semua, Sayang. Terima kasih ya udah diingetin."

Kiara membalikkan badan, menatap wajah suaminya. Meski Dimas tersenyum, Kiara yang sangat peka bisa melihat raut lelah dan sedikit kecemasan di sudut mata pria itu.

Sejak seminggu terakhir, proyek pelayanan publik yang dipimpin Dimas di dinas sedang disorot akibat dugaan penyelewengan dana oleh oknum bawahannya, dan Dimas ikut terseret sebagai penanggung jawab utama.

"Mas Dimas ada masalah di kantor?" tanya Kiara pelan, menangkupkan kedua tangannya di pipi Dimas.

Dimas menghela napas pendek, lalu menggenggam jemari Kiara.

"Ada sedikit kendala administrasi dari tim audit, Ra. Tapi kamu tenang aja, Mas bisa selesaikan kok.."

"Jangan ditanggung sendiri ya, Mas," bisik Kiara tegas namun penuh kasih.

"Kita hadapi bareng-bareng."

Siang harinya, di sebuah kedai kopi dekat pusat kota, Arga duduk berhadapan dengan Daffa dan Bagas.

"Beneran, Ga? Divisi kamu kena imbas PHK juga?" tanya Bagas kaget, menghentikan ketukan jarinya di meja.

Arga mengangguk pelan, menyesap kopinya yang mulai dingin. "Iya, Gas. Bulan depan kemungkinan besar kantor tutup permanen. Aku bingung... Menik sebentar lagi mau melahirkan anak kedua, Nabila juga baru masuk TK."

Daffa menepuk bahu Arga kuat-kuat. "Kamu jangan balik jadi Arga yang dulu ya, Ga. Jangan dipendam sendiri. Kalau ada masalah keuangan atau butuh modal awal buat bikin usaha baru, bilang sama kita. Geng band kita kan bukan cuma buat hore-hore latihan musik doang."

Arga tersenyum tipis, terharu dengan solidaritas sahabat-sahabat lamanya.

"Makasih, Daf, Gas. Aku cuma... aku cuma takut nggak sanggup jadi kepala keluarga yang baik buat Menik."

"Kamu udah jadi suami dan ayah yang hebat, Ga," tegas Daffa

"Dulu kamu gagal karena kamu takut buat melangkah. Sekarang kamu udah terbukti kamu udah nggak jadi penakut lagi.... Kamu pasti bisa melewati ini."

"Ga, daripada lo galau meratapi nasib di PHK mending kita bikin duit!" teriak Bagas saat itu.

"Kita punya skill musik, kita punya properti, kita punya tenaga kuli yang kuat. Kenapa nggak bikin Event Organizer aja?!"

​Dan begitulah Harmony Event Organizer lahir. Bukan karena ide bisnis yang brilian, tapi karena keterpaksaan agar dapur tetap ngebul.

Saat mereka bertiga sedang berbincang, pintu kedai kopi terbuka.

Kiara melangkah masuk bersama seorang pengacara wanita rekan kerjanya. Kiara tampak begitu profesional dengan pakaian kerjanya, membawa beberapa map dokumen tebal.

Secara tak sengaja, pandangan Kiara dan Arga saling berpapasan di antara deretan meja kedai kopi.

Tidak ada lagi debar canggung, tidak ada lagi kecanggungan masa lalu. Yang tersisa hanyalah dua manusia dewasa yang saling mengenal perjalanan hidup masing-masing.

Kiara menganggukkan kepala dan mengukir senyum ramah, menyapa Arga, Daffa, dan Bagas dari kejauhan. Arga membalas anggukan dan senyuman itu dengan tulus dan tenang.

Namun, saat Kiara duduk di mejanya dan membuka dokumen, Arga tak sengaja mendengar percakapan tipis antara Kiara dan rekannya tentang berkas pemeriksaan dinas terkait nama Dimas.

Arga menatap Kiara dari kejauhan. Ia menyadari, setelah bertahun-tahun hidup dalam kedamaian masing-masing, roda kehidupan kini sedang membawa ujian baru untuk mereka berdua—bukan ujian tentang perasaan masa lalu, melainkan ujian tentang bagaimana menjaga rumah tangga yang telah mereka bangun dengan susah payah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!