NovelToon NovelToon
Kembalinya Sang Kaisar Bayang

Kembalinya Sang Kaisar Bayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Action
Popularitas:910
Nilai: 5
Nama Author: Muhamad Aditiar

SINOPSIS:

"Lima ratus tahun di dunia kultivasi mengajarkanku satu hal: kebaikan adalah kelemahan, dan pengkhianatan hanya bisa dibayar dengan darah."

Ethan Mahendra adalah seorang pemuda genius yang hidupnya dihancurkan dalam semalam oleh keserakahan Keluarga Wijaya—konglomerat penguasa kota. Dianiaya hingga sekarat di sebuah gang gelap, jiwanya justru terlempar ke Alam Kultivasi Bawah. Di sana, ia merangkak dari dasar lumpur, bertarung melintasi lautan darah, hingga berhasil menyentuh puncak tertinggi sebagai kultivator "Alam Kenaikan Abadi Bintang 9". Namun, tepat sebelum ia melangkah ke Alam Keabadian, sembilan sekte besar mengkhianatinya.

Alih-alih binasa, ledakan jiwanya justru melempar Ethan kembali ke masa lalu—masuk ke dalam tubuh mortal aslinya di Bumi, tepat beberapa menit setelah ia dipukuli hingga hampir mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhamad Aditiar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Raungan dari Segel Pertama

Bab 11: Raungan dari Segel Pertama

Aura buas itu menyapu seluruh taman seperti badai yang tak kasatmata.

Lampu-lampu jalan meledak satu demi satu. Kaca gedung-gedung di sekitar taman bergetar hingga retak, sementara pepohonan tua membungkuk seolah ditekan oleh gunung yang tak terlihat. Bahkan para anggota Divisi Khusus yang telah mundur puluhan meter masih merasakan sesak napas yang luar biasa.

Tangan raksasa bersisik hitam terus merangkak keluar dari pusaran.

Setiap sisiknya sebesar telapak tangan manusia, memantulkan kilau logam gelap yang dipenuhi ukiran rune merah darah. Kuku-kukunya menghancurkan batu tepi kolam hanya dengan sentuhan ringan.

Suara geraman rendah menggema dari dalam pusaran.

Geraman itu bukan sekadar suara.

Ia membawa tekanan jiwa.

Beberapa kultivator muda langsung jatuh pingsan, sementara yang lain berlutut dengan darah mengalir dari hidung mereka.

Master Raka memaksa dirinya tetap berdiri.

"Wujud ini..."

"Bukan iblis biasa."

Pria tua berjubah sederhana yang baru datang mengangguk tipis.

"Itu memang bukan iblis."

"Ia adalah Penjaga Segel."

Semua orang menoleh kepadanya.

Kapten Arga mengernyit.

"Penjaga... segel?"

Pria tua itu tidak segera menjawab. Tatapannya tidak pernah lepas dari tangan raksasa yang perlahan keluar dari pusaran.

"Makhluk yang diciptakan untuk menjaga sesuatu."

"Tetapi..."

"Jika segelnya rusak, penjaga akan kehilangan tujuan."

"Ia akan menyerang siapa pun."

Ethan menyipitkan mata.

Penjelasan itu sesuai dengan sebagian pengetahuannya.

Di dunia kultivasi, memang ada makhluk buatan yang lahir dari formasi kuno. Mereka bukan manusia, bukan iblis, bukan pula roh.

Mereka hanyalah senjata.

Namun aura makhluk di hadapannya berbeda.

Ada sesuatu yang tersembunyi jauh di dalam inti energinya.

"Seseorang mengubahnya..." gumam Ethan pelan.

Pria tua itu melirik sekilas ke arahnya.

Tatapan mereka bertemu.

Untuk sesaat, pria tua itu tampak terkejut.

"Anak ini..."

"Dalam sekali penglihatannya."

Ledakan kembali terdengar.

Separuh tubuh makhluk itu akhirnya keluar.

Tubuhnya menyerupai manusia raksasa setinggi hampir lima meter, tetapi seluruh kulitnya tertutup sisik hitam pekat. Di dadanya terdapat sebuah lambang berbentuk mata tertutup yang disegel oleh rantai cahaya.

Mata.

Ethan langsung mengenal simbol itu.

Simbol yang sama pernah ia lihat di dinding ruang bawah tanah tempat artefak pertama ditemukan.

"Jadi..."

"Semuanya memang saling terhubung."

Belum sempat pikirannya selesai...

Makhluk itu membuka matanya.

Sepasang mata merah menyala.

Raungan keras mengguncang langit malam.

ROOOAAARRR!

Gelombang suara menghantam semua orang.

Pria bertopeng dari Organisasi Gerhana bahkan terpental beberapa langkah.

Kabut hitam yang membentuk proyeksi bermata emas ikut bergetar.

Untuk pertama kalinya, suara dingin itu terdengar tergesa.

"Hancurkan dia!"

Perintah itu jelas ditujukan kepada pria bertopeng.

Namun pria tersebut tidak bergerak.

Sebaliknya, ia menatap makhluk itu dengan waspada.

"Kalau aku menyerangnya sekarang..."

"...aku juga akan menjadi target."

Makhluk bersisik itu menggerakkan kepalanya perlahan.

Tatapannya menyapu seluruh taman.

Kemudian...

Ia berhenti pada Ethan.

Bukan karena kebencian.

Melainkan karena artefak yang melayang di dekatnya.

Kotak kayu hitam masih memancarkan cahaya lembut.

Makhluk itu mengangkat satu tangan perlahan.

Aura di sekelilingnya berubah.

Udara terasa semakin berat.

Pria tua berjubah sederhana langsung berseru,

"Anak muda!"

"Jangan biarkan dia menyentuh artefak!"

Ethan sudah bergerak bahkan sebelum peringatan itu selesai.

Ia menangkap kotak kayu hitam yang melayang.

Begitu artefak itu kembali berada di tangannya, sebuah aliran hangat mengalir melalui telapak tangannya.

Namun bukan Qi.

Melainkan...

Ingatan.

Sepotong bayangan muncul di benaknya.

Sebuah aula batu raksasa.

Tujuh pilar menjulang ke langit.

Di tengah aula berdiri seorang pria berjubah hitam dengan wajah yang tidak dapat dilihat.

Suara pria itu bergema.

"Jika suatu hari tujuh simpul mulai terbuka..."

"Jangan pernah biarkan Mata Pertama bangkit."

Bayangan itu menghilang secepat kemunculannya.

Ethan membuka mata.

"Mata Pertama..."

Tatapannya jatuh pada lambang mata di dada makhluk itu.

Jadi itulah yang dimaksud.

Makhluk bersisik itu melangkah maju.

Setiap langkah membuat tanah bergetar.

Namun Ethan tidak memilih melawannya secara langsung.

Ia tahu kekuatan mereka terlalu jauh berbeda.

Sebaliknya, ia berlari ke sisi kanan taman.

Pria bertopeng mengernyit.

"Apa yang dia lakukan?"

Master Raka pun kebingungan.

Hanya pria tua berjubah sederhana yang perlahan tersenyum.

"Bagus."

"Kau menyadarinya."

Makhluk itu tidak mengejar siapa pun selain Ethan.

Persis seperti dugaan Ethan.

Ia sedang dipandu oleh artefak.

Artinya...

Ia tidak memiliki kecerdasan penuh.

Hanya mengikuti naluri.

Ethan mulai menghitung jarak.

Tiga puluh meter.

Dua puluh lima.

Dua puluh.

Di depan terdapat reruntuhan formasi yang sebelumnya ia buat saat melawan pria bertopeng.

Rune-rune itu memang telah rusak.

Namun belum sepenuhnya menghilang.

"Itu cukup."

Ia menusukkan dua jari ke tanah.

Qi tipis mengalir.

Rune-rune lama kembali menyala.

Namun kali ini bukan untuk menyerang.

Melainkan mengubah arah energi.

Makhluk bersisik itu menginjak tepat di atas formasi.

"Sekarang."

Ethan menghentakkan tangan.

Puluhan garis cahaya langsung mengikat kaki makhluk itu.

Ikatan tersebut jelas tidak cukup kuat untuk menyegelnya.

Tetapi berhasil memperlambat gerakannya selama beberapa detik.

"Itu saja yang kubutuhkan."

Pria tua berjubah sederhana akhirnya bergerak.

Selama ini ia hanya berdiri mengamati.

Kini tongkat kayunya terangkat.

Cahaya keemasan memancar dari ujung tongkat.

Rune-rune emas memenuhi langit.

Tekanan lembut namun sangat kuat menyelimuti seluruh taman.

Master Raka membelalak.

"Dao..."

"Dia menggunakan Dao."

Pria tua itu menghela napas.

"Aku sebenarnya tidak ingin memperlihatkan ini."

"Tapi sudah terlambat."

Tongkatnya menghantam tanah.

"Formasi Langit Tujuh Bintang."

Tujuh berkas cahaya turun dari langit.

Masing-masing jatuh tepat mengelilingi makhluk bersisik.

Pilar-pilar cahaya itu membentuk sangkar raksasa.

Makhluk itu mengaum marah.

Ia menghantam dinding cahaya berkali-kali.

Setiap pukulan membuat formasi bergetar hebat.

Namun belum berhasil menghancurkannya.

Ethan tidak ikut menyerang.

Ia justru memperhatikan pria tua itu.

Teknik tersebut...

Sangat asing.

Namun prinsip dasarnya mirip dengan salah satu teknik kuno yang pernah ia lihat lima abad lalu.

"Hm..."

"Menarik."

Pria tua itu tiba-tiba berbicara tanpa menoleh.

"Kau pasti punya banyak pertanyaan."

Ethan menjawab singkat.

"Benar."

"Tapi sekarang bukan waktunya."

Pria tua itu tersenyum kecil.

"Kau lebih bijaksana daripada usiamu."

Kalimat itu membuat Ethan semakin waspada.

Orang tua ini seolah mampu melihat sesuatu yang tidak diketahui orang lain.

Tiba-tiba terdengar suara retakan.

Krek...

Salah satu pilar cahaya mulai pecah.

Pria tua itu langsung mengubah ekspresinya.

"Mustahil."

"Secepat ini?"

Makhluk bersisik mengangkat kedua tangannya.

Aura hitam pekat meledak dari tubuhnya.

Retakan menyebar ke seluruh formasi.

Sosok bermata emas tertawa pelan dari balik kabut.

"Aku sudah bilang..."

"Segel itu tidak akan mampu menahannya lagi."

Di kejauhan, sirene mulai terdengar.

Namun bukan sirene polisi.

Enam kendaraan lapis baja hitam memasuki taman dari berbagai arah.

Logo pada pintunya berbentuk perisai perak dengan simbol naga.

Kapten Arga langsung membelalak.

"Mereka datang..."

Master Raka tampak terkejut.

"Divisi Naga?"

Pria tua berjubah sederhana menghela napas pelan.

"Jadi pemerintah akhirnya turun tangan."

Pintu kendaraan terbuka.

Puluhan pria dan wanita berseragam hitam keluar dengan gerakan disiplin.

Masing-masing membawa senjata yang dipenuhi rune.

Di belakang mereka...

Seorang wanita muda berusia sekitar dua puluh lima tahun melangkah turun.

Rambut hitamnya diikat sederhana.

Tatapannya tajam.

Aura yang dipancarkannya jauh melampaui Master Raka.

Ia memandang makhluk bersisik itu sekilas.

Lalu pandangannya berhenti tepat pada Ethan.

Untuk beberapa detik, ia tidak mengatakan apa pun.

Kemudian ia mengeluarkan sebuah foto lama dari sakunya.

Ia membandingkan wajah Ethan dengan foto tersebut.

Ekspresinya berubah.

"Jadi..."

"Akhirnya kami menemukanmu."

Ucapan itu membuat Ethan mengernyit.

Sebelum ia sempat bertanya, wanita itu memberi hormat singkat.

"Aku Letnan Maya Adiprana dari Divisi Naga."

"Kami telah mencarimu..."

"...sejak lima belas tahun yang lalu."

Kalimat itu membuat seluruh taman terdiam.

Termasuk Ethan.

Karena lima belas tahun yang lalu...

Ia hanyalah seorang anak biasa yang sama sekali belum mengenal dunia kultivasi. Di balik keterkejutan itu, satu pertanyaan muncul di benaknya.

Siapa sebenarnya yang telah mengetahui keberadaannya sejak masa kecil?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!