NovelToon NovelToon
Love Me Back

Love Me Back

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:406
Nilai: 5
Nama Author: Aan Iman

Zhao Ryn, gadis manis dua puluh tahun menganggap Sian Lee penerus Lee Group adalah cahaya terang dalam gelapnya hidup.

"Bawa dia pergi!" Perintah dingin seorang Sian berhasil meruntuhkan benteng kokoh Ryn.

"Sian, kumohon tolong aku." Ryn memohon belas kasih Sian agar bisa membantunya namun kembali mendapat penolakan darinya.

"Nona Ryn, mohon kerja samanya." Asisten Jun memberi isyarat agar Ryn bergegas meninggalkan klub nomer satu di kota Jasata.

Bisakah Ryn menemukan kebahagiaan hidupnya? Atau dia benar-benar harus bertahan sendirian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aan Iman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

lmb11

'Dua puluh tahun hidup di dunia ini, pernah aku sesali mengapa aku harus dilahirkan. Ibuku selalu memperlakukan aku layaknya anak pembawa kesialan. Aku lupa kapan terakhir dia memelukku, memasak masakan yang aku suka. Yang ada dia hanya menyuruhku menghasilkan uang, memukulku ketika aku hanya berusaha melindungi diri.

Lalu Sian hadir, dalam episode baru ini dia sangat mengesankan bagiku. Kata orang dia dingin, pemarah dan pemain. Tapi untukku, caranya menghadapi wanita sepertiku terlalu lembut dan istimewa.

Pernah kami salah saling memahami. Sian mengira aku wanita malam yang selalu melayani pelanggan. Sedangkan kupikir Sian juga sering berganti wanita. Kenyataannya kami sama-sama pertama dalam hal berhubungan.

Sian, bisakah aku tetap memilikimu? Apa terlalu serakah jika di kehidupan ini aku menginginkanmu? '

Sian tertidur setelah melepas jutaan sel miliknya kedalam Ryn. Sementara Ryn asik memandangi wajah damai pria itu. Pelajaran yang di maksud Sian merupakan siksaan di atas tempat tidur yang membuatnya berteriak meminta ampun.

Drt...

Ponsel Sian diatas nakas bergetar tanda pesan masuk. Tak sengaja Ryn mengintip kolom pesan yang muncul.

'Hei, miss you'

Jelas itu bukan dari putri keluarga Chen. Fotonya mirip gadis yang Ryn lihat di koper Sian. Banyak hal ingin Ryn tanyakan pada Sian namun hanya sampai ditenggorokan. Merasa Ryn tidak berhak mengakses diri Sian lebih dalam lagi.

Lalu Ryn bangun dari tempat tidur, berjalan mengambil obat di dalam tas dan langsung meminumnya sebelum ke kamar mandi untuk membersihkan sisa percintaan mereka.

Sian menyadari pergerakan Ryn, dia tahu apa yang Ryn lakukan tadi. Entah kenapa dia tidak suka Ryn memilih mencegahnya dibanding bersedia mengandung calon anaknya. Sian pikir Ryn akan seperti wanita pada umumnya, yaitu menyerahkan jiwa raga juga masa depan ke tangan orang yang dicintai. Sedangkan Sian lupa fakta bahwa dia meminta Ryn hanya menjadi kekasih pura-pura.

"Ini aku, lakukan sesuatu untukku." Sian menghubungi seseorang, dia mengambil rokok di atas nakas kemudian keluar kamar menikmati angin malam di balkon kamar.

"Apa itu tidak masalah baginya?'" Sian terdiam sejenak mendapat pertanyaan tersebut.

"Dia harus melakukannya, tidak ada yang cocok selain Zhao Ryn." Tegas Sian meyakinkan.

"Kau memang bajingan tuan muda Lee." Segera Sian akhiri sambungan tak terima mendapat umpatan.

Ryn keluar kamar mandi hanya mengenakan bathrobe mencari keberadaan Sian. Saat melihat pintu balkon terbuka diapun menyusul Sian.

"Masih marah?" Tanya Ryn berdiri disamping Sian mengamati wajahnya.

"Dia tetap bungkam. Jika kau melakukan hal sama, kupastikan ibumu mendapat pelajaran dariku." Kali ini Sian terpaksa mengancam Ryn agar buka mulut. Pen cukup setia sehingga tidak mengatakan siapa dalang dari penculikan Ryn.

"Bukan dia Sian. Kali ini kumohon percaya padaku." Pinta Ryn berharap Sian menghentikan semuanya.

Yuri merupakan calon istri Sian yang papanya siapkan, Ryn hanya enggan memperpanjang masalah apalagi harus melibatkan orang tua mereka. Karena Ryn akan kalah menyangkut hal itu. Dia tidak memiliki sistem dukungan seperti orang lain, yaitu memiliki keluarga utuh dan terhormat. Dia seorang anak madam yang entah siapa dan dimana ayah kandungnya berada.

"Bersiap menerima hukuman saat aku mengetahuinya." Sian memperingatkan Ryn. Dia menarik pinggang Ryn agar mendekat, mencium bibir yang sudah menjadi adiksi.

Ryn melenguh ketika tangan Sian mulai menjelajah ke sembarang bagian. Pasrah adalah jalan Ryn dalam hal bercinta. Seringnya Sian mengendalikan permainan, Ryn memimpin sewaktu Sian meminta saja. Menjelang dini hari mereka memanas bersama di balkon.

"Jangan meminum obat sembarangan. Temui Lea, dia akan mengatasi urusan kewanitaanmu." Kata Sian memerintah. Keduanya saling berpelukan dibalut selimut.

"Sian,,, " Ryn ragu mengatakan bahwa dirinya tidak akan pernah merepotkan Sian dimasa depan perihal kehamilan. "Baiklah." Namun Ryn tetap menurut, yang ia pikir Sian juga tidak menginginkan anak diantara mereka.

Menemani Sian selama di Chengdu bukan berarti Ryn meninggalkan pekerjaannya. Dia pulang lebih dulu karena Sian masih harus tinggal beberapa hari lagi. Sebelum masuk kerja shift siang Ryn di antar supir ke klinik milik dokter Lea atas perintah Sian.

"Sebenarnya aku sudah meminum pil kontrasepsi dokter. Tapi Sian mungkin masih meragukannya." Kata Ryn menjelaskan.

Dokter Lea hanya bisa tersenyum kaku sebagai tanggapan. Yang Ryn tidak ketahui ialah Sian sengaja menyuruh Ryn menemuinya. Lea ditugaskan Sian untuk menyuntikkan HCG dan menukar obat Ryn dengan vitamin penyubur. Lea merasa dirinya menyalahi kode etik kedokteran karena telah membohongi pasien. Namun apa daya Sian begitu berkuasa sebagai investor di kliniknya.

"Berbaringlah." Perintah Lea, Ryn juga dibantu oleh satu perawat. Ryn menurut, dia sangat gugup karena harus menerima suntikan.

"Sudah selesai." Kata Lea memberitahu, kemudian Ryn duduk berhadapan dengan sang dokter untuk menerima beberapa instruksi tambahan. Perawat tadi diminta keluar oleh Lea.

"Terima kasih sudah menegur kedua stafku Ryn. Berkatmu toko perlahan menunjukkan peningkatan." Sebelum memulai Lea tak lupa mengucapkan terimakasih pada Ryn.

"Maafkan aku dokter, aku terlalu kekanakan saat itu." Ryn mengakui tindakannya sangat impulsif. Lea menggeleng tak setuju dengan pendapat Ryn. Baginya Ryn sangat kritis.

"Sian itu pria yang baik Ryn. Dia tidak bersalah atas kasus meninggalnya staf wanita hotel. Sian dijebak olehnya saat sedang hamil anak kekasihnya. Dia terobsesi pada Sian." Tiba-tiba Lea membahas soal Sian. Ryn tersenyum mendengarnya.

"Aku percaya padanya dokter, karena dia selalu menjaga dan melindungiku." Ucap Ryn tak sungkan menyanjung pria itu dihadapan Lea. Lea satu-satunya teman wanita Sian yang masih memiliki hubungan kekerabatan. Wajar keduanya akrab sejak masa sekolah.

"Kuharap Sian menemukan kebahagiaannya Ryn. Dan kau juga sembuh dari lukamu." Lea tulus mendoakn serta memberkati hubungan mereka.

"Terima kasih dokter Lea." Kemudian Lea memberi satu botol obat untuk Ryn konsumsi setiap harinya. Selain itu Lea menyarankan agar Ryn ikut terapi konseling mental. Dia khawatir Ryn mengalami trauma mendalam jika tidak ditangani dengan baik.

***

Selama beberapa hari ini Ryn merasa sangat lelah dalam bekerja. Banyak event tertentu diadakan di Hall dan Ryn terlalu sering lembur. Berangkat masih gelap dan pulangpun sudah larut. Puncaknya hari ini Ryn sedikit demam dan flu.

"Sebaiknya kau pulang saja Ryn. Kami khawatir kau malah semakin parah." Kata Bandi menyarankan Ryn tidak ikut lembur lagi.

"Baiklah kak. Terima kasih sudah memberi izin." Akhirnya Ryn memutuskan pulang saja.

Ryn keluar hotel bersama Glenn yang memang kebetulan istirahat lembur. Dia sengaja ingin mengantar Ryn pulang karena takut pingsan ditengah jalan. Padahal Ryn sudah meyakinkan Glenn dirinya baik-baik saja.

Akibat terlalu pusing Ryn hampir terjatuh saat menuruni tangga jika Glenn tidak menahannya. Berita buruknya Sian menyaksikan adegan Glenn merangkul Ryn erat sekali.

Saat orang mengatakan Sian tempramen, harusnya Ryn mempercayai itu. Dia bergegas mendekat dan langsung menarik Ryn kesisinya. Menatap tajam Glenn yang terkejut.

"Jaga tanganmu untuk tidak menyentuhnya." Sian tegas memberi peringatan mengklaim Ryn miliknya.

"Tuan tidak berhak melarangku. Ryn bukan milik anda." Glenn bukannya takut melawan Sian sang pemilik tempatnya bekerja tetapi malah menantang.

"Sian cukup." Tidak ada tenaga, Ryn segera melerai perdebatan keduanya.

"Ryn beri aku penjelasan kenapa tuan Sian melarangmu dekat denganku! Bukankah aku sudah memberitahumu bahwa aku menyukaimu, jadi ini alasanmu menolakku? Kau bersama tuan Sian?" Ryn memejamkan mata mendengar Glenn membahas soal pernyataan cintanya kemarin malam.

"Glenn!" Teriak Ryn kaget, emosi Sian terpancing hingga dia memukul wajah Glenn tanpa berpikir panjang lagi.

"Ya, dia wanitaku. Jadi berhenti mendekatinya!" Sian mengakuinya, Glenn menatap Ryn tak percaya.

"Sian tolong hentikan, Glenn maaf." Tak ingin keributan berlanjut Ryn memilih menarik Sian pergi, mereka hampir menjadi tontonan di depan lobby hotel. Asisten Jun segera mengatasi keadaan.

"Jelaskan Zhao Ryn!" Di perjalanan Sian menuntut penjelasan Ryn tentang masalah tadi.

"Tidak ada Sian. Aku dan dia hanya sebatas rekan kerja." Ryn menyanggah apapun asumsi yang ada di pikiran Sian.

"Aku akan memecatnya." Pungkas Sian memberi ultimatum, Ryn menoleh tak terima dengan keputusannya.

"Aku tidak setuju, Sian dia hanya membantuku. Kumohon jangan mencampuri pekerjaan dengan masalah pribadi." Pinta Ryn berusaha membujuk Sian.

"Kau membelanya Ryn?" Sekilas Sian melirik Ryn tak percaya, jelas dia tahu modus pria seperti Glenn. Mengambil kesempatan dalam kesempitan yang ada. Sian semakin marah, dia menepikan mobil dan berucap "Turun!" Titah Sian menurunkan Ryn di jalanan tanpa belas kasihan.

Ryn membuka pintu mobil kemudian turun tanpa membantah. Sejujurnya Ryn berharap Sian tidak melakukan hal itu, dia sedang sangat lemah sekarang. Namun Sian tetap melanjutkan perjalanan, tetapi segera meminta Jun untuk menjemput Ryn. Jika dia terus bersamanya Sian takut malah tambah emosi. Jadi terpaksa menurunkan Ryn.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!