Dalam keadaan hamil besar Calista harus menerima kenyataan bahwa sahabatnya yang bekerja sekantor dengan suaminya berselingkuh. Dalam perjuangan membesarkan anaknya, ternyata dia harus menerima kenyataan anaknya mengidap penyakit Kanker Leukimia, sebagai dokter dia juga ketakutan. Apakah Calista yang seorang dokter mampu mengatasi semua cobaan ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lisa Kecewa
Christian sudah tiba di Bandung, namun dia belum ke rumah Calista dan Tama. Karena dia tahu bahwa Tama belum ada di rumah mereka. Dia sangat menghargai dokter Ezra Pratama seorang tentara berpangkat Letnan Kolonel. Laki- laki yang mencintai Calista dan kedua anaknya. Terutama Daniel, dia ada dalam masa tumbuh kembang Daniel sambil merawat penyakitnya. Karena dia dokter spesialis onkologi.
Sore hari Tian baru datang kerumah Tama dan Calista. Di sambut oleh mereka. Liam sangat senang sekali.
"Papa datang menjemput Liam dan kaka???"
"Iya, tetapi tunggu ijin dari mami dan papi kalian."
"Silahkan masuk Tian."
Tama menyambut mantan suaminya Calista dengan baik. Bahkan mereka makan malam bersama. Tian tahu, bahwa makanan yang ada di meja makan ini adalah masakan Calista. Dan dia sangat rindu menikmati masakan ini. Tanpa Christian sadari dia telah menikmati sangat banyak makan malamnya.
"Kata Daniel, Papinya akan bersekolah perwira di Jakarta."
"Iya benar, dan Calista serta anakku akan menetap di Jakarta."
Liam sudah mulai tahu siapa itu Calista dan Tama. Dia sudah tahu, bahwa Calista adalah mami kandungnya. Saat ini Christian Wijaya sedang melihat keakraban Daniel dan Lian dengan adik perempuan mereka. Tampak Elina tidak mau melepas kedua kakaknya. Dan kedua kakaknya tidak mau membuat adek mereka kecewa maka Elina dipeluk oleh mereka.
"Kakak janji, pasti akan ketemu adek lagi."
"Saya ijin ya, membawa anak - anak ."
"Silahkan. Saya terutama tidak bisa menahan darah daging kamu. Tetapi kalau saya bisa memohon, jangan membatasi hubungan ibu dengan kedua anak ini. Apalagi kami akan pindah ke Jakarta."
"Saya berjanji Daniel dan Liam akan bisa bertemu dengan papi dan mami mereka."
"Terima.kasih Tian."
Karena sudah malam Christian membawa kedua anaknya di sebuh hotel bintang lima. Pagi - pagi sekali mereka akan balik ke Jakarta.
"Terima kasih sayang."
"Buat apa?"
"Mas... Bijaksana sekali."
"I love you." Tama langsung mencium bibir istrinya.
"I love you too."
Pukul sembilan pagi, Daniel tiba dengan kedua anaknya. Lisa masih menunggu kedatangan Liam anaknya. Waktu melihat Liam, Lisa langsung memeluknya.
"Jangan perna ulang hal ini ya Liam sayang." Liam hanya terdiam. Dia menjawab pertanyaan mamanya.
"Kaka kenapa tidur di rumah utama. Kenapa tidak di pavilun di rumah kita."
"Oma dan opa yang mau. Liam mau juga, oma akan memberitahu tante untuk menyiapkan satu kamar lagi buat kamu."
"Tidak usah ma, Liam akan tinggal bersama kami di pavilun." Lisa langsing menolak tawaran mama mertuanya.
"Tapi mama, Liam mau dekat dengan kakak. Papa boleh ya???"
"Liam sekali mama bilang tidak berarti tidak."
"Papa....."
"Boleh sayang. Papa akan menyuruh orang menyiapkan kamar buat Liam ditengah - tengah. Di antara kamar kaka dan tante kamu."
"Sayang........." Lisa sangat marah. Dengan muka marahnya di kembali ke pavilun mereka. Dia tidak menyangka bahwa peristiwa ini akan terbuka sangat cepat."
Selesai makan malam, Christian yang masih berbicara dengan kedua orang tuanya serta kakak perempuan satu - satunya. Dia ke kamar anak - anaknya. Ternyata Liam sedang berada bersama kakaknya Daniel di kamar , mereka berdua sedang asik berbicara dengan papi dan mami mereka di Bandung.
"Apakah papa menganggu kedua jagoan papa??"
"Tidak pa."
Akhirnya malam ini Christian memilih tidur bersama kedua anaknya,di kamar Daniel. Mamanya Tian sangat senang sekali. Omanya Daniel dan Liam begitu bahagia melihat pemandangan indah ini. Kedua cucunya tidur sambil memeluk papa mereka. Mamanya Tian tahu, bahwa anaknya sangat tersiksa dengan hidupnya. Mama dan kakaknya, tahu bahwa perempuan yang Tian cinta hanya Calista Gunawan mantan istrinya, ibu dari Daniel dan Tian. Karena bisnis keluarganya Christian memilih mengikuti kehendak papanya.
Di Pavilun Lisa sedang tidak baik - baik. Karena Tian bersama Liam tidak disini, di Pavilun ini. Dia asik menikmati minuman beralkohol di mini bar mereka. Sesekali dia tertawa, tetapi lebih banyak di menangis.
"Kamu tega sayang, tinggalin saya di pavilun ini sendiri."
"Daniel dan Liam mau kita bertiga tidur bersama dan aku sangat bahagia menikmati momen langkah itu."
"Tian kamu sebenarnya anggap saya siapa?? Kamu tidak cinta saya."
"Stop memberi pertanyaan yang sebenarnya kamu tahu jawabannya."
"Jadi ........."
"Sudah Lisa, ini masih pagi. Saya malas berdebat dengan kamu. Saya mau mandi dan mau jalan bersama anak - anak."
"CHRISTIAN !!!!" Tian sudah masuk ke kamar mandi dia tidak mau mendengar tangisan dan amukan Lisa.
"Eee.. Mama selamat pagi."
"Liam duduk dekat mama."
"Liam mau dekat kaka. " Kembali Lisa kecewa dengan sikap Liam anak yang dia besarkan selama sepuluh tahun.
"Aku bersama Tian akan membawa mereka ke lapangan golf." Tian yang sudah selesai mandi dan berpakaian baju olah raga langsung menuju ke rumah utama.