Comedy - Romance - Fantasy.
Tidak untuk anak-anak karena banyak konflik kerajaan.
Putri Becca Malcon, mendapatkan kesempatan hidup yang kedua, setelah sebelumnya mendapatkan hukuman mati oleh tunangannya sendiri, yaitu Pangeran Mahkota Ebert Oswald. Karena di fitnah telah menyakiti wanita kesayangan sang putra mahkota.
Jiwanya kembali ke masa lalu, saat dia memenangkan sayembara yang di adakan oleh Keluarga Kerajaan Oswald, dan sebelum dia mengucapkan keinginannya melamar Pangeran Ebert.
Di tengah kebimbangan antara takut akan kematian dan juga tidak mau menghancurkan harga diri keluarganya, Becca justru terpesona dengan ketampanan sang raja hingga tanpa sadar mengucapkan sebuah kalimat di hadapan ayah mertuanya.
“Sebagai hadiah, saya ingin.. Melamar Yang Mulia Raja Basilio Oswald.”
Dan saat Becca tersadar, dirinya tidak bisa mundur lagi saat sang ayah mertua atau Raja Basilio justru tersenyum miring, serta menyetujui lamaran itu bahkan berniat menikahinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1. Kesempatan hidup yang kedua.
Hay semua, kali ini Author membawakan cerita fantasi yang ada romance juga, hehehehehe sekali-kali nyoba buat cerita berbeda, siapa tahu bisa lebih banyak pembaca 😆😆
Happy reading 😄😄
“Pangeran Ebert.. Saya tolong dengarkan penjelasan saya..”
“Cukup !! Kau hanyalah wanita murahan yang menginginkan tahta saja ?! Dan kau bahkan menyakiti Selina !! Aku tidak akan memaafkanmu !!”
“Pangeran Ebert !! Tolong dengarkan saya !!! Saya tidak melakukan apapun !!”
Dia tidak menyangka semua kehidupannya tidak sesuai dengan keinginannya, dia memang belum mencintai sang putra mahkota, tapi dia tidak pernah menginginkan tahta, dia hanya ingin perlindungan untuk keluarganya dan dirinya, tapi disini dia harus mengalami tuduhan yang tidak pernah dia lakukan.
Tubuhnya di seret secara paksa, dan hingga ke atas panggung yang memang di sediakan bagi orang yang akan menerima hukuman mati. Hukuman yang tidak sebanding, dengan apa yang tidak pernah dia perbuat. Matanya menoleh ke arah keluarganya, ayahnya, ibunya bahkan adiknya menangisi dirinya, mereka tidak bisa berbuat apapun saat ini.
Becca menutup matanya, saat sang penjagal mempersiapkan pedangnya di atas tubuhnya. Seakan dia sudah siap jika harus meninggalkan dunia ini, lalu..
.
.
.
“Putri Becca Malcon.. Apa yang anda inginkan ?? Sebagai hadiah atas kemenangan anda di sayembara yang di adakan Keluarga Oswald ??”
Becca sedikit tersentak mendengarkan suara itu, dia terkejut saat berdiri di hadapan seorang lelaki yang dia kenali sebagai asisten pribadi raja, bahkan dia bisa melihat Raja Basilio duduk di kursi singgasananya dengan tegap dan terlihat berwibawa, di sebelahnya Pangeran Mahkota Ebert, lalu ada Pangeran Aldert yang duduk di kursi ketiga.
Becca seakan berusaha mengingat sesuatu, bukankah dia seharusnya di atas panggung kematian itu ?? Bukankah seharusnya dia sudah mati ?? Kenapa dia berada disini ?? Dan apa katanya ?? Memenangkan sayembara ??
“Putri Becca Malcon ?? Apa anda baik-baik saja ??” Tanya asisten lelaki itu dengan sopan dan juga bingung, karena Becca tidak berbicara apapun.
Dirinya malah memperhatikan sekitar, dan benar itu adalah Kerajaan Varilia. Kerajaan yang di kuasai oleh Raja Utama, Raja Basilio Oswald. Dia kemudian mengingat saat-saat yang terjadi disini.
Apakah itu artinya, aku kembali ke masa lalu ??? Mungkin Tuhan memberikan aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Batin Becca dengan senang di dalam hatinya, dia kemudian mengubah ekspresinya, dan memberikan senyuman kecil dan sopan.
“Maafkan saya, ya.. Ada sesuatu yang saya inginkan, jika boleh saya ucapkan..”
“Tentu Tuan Putri Becca Malcon, apapun yang anda inginkan, akan di turuti.”
Pertama adalah perlindungan untuk ayah, lalu harga diri keluarga ini. Oke Becca, kau bisa melakukannya dalam hatinya Becca berusaha menyemangati dirinya sendiri.
Becca segera mengangkat kepalanya, dan matanya menatap ke arah wajah Raja Basilio. Tiba-tiba saja, nyali Becca sejenak menciut. Tatapan ayah mertuanya yang selalu tajam dan tidak memberikan ekspresi apapun ke arahnya, membuat Becca merasa salah tingkah.
Dia sangat menyeramkan ?! tapi dia juga sangat tampan~ Astaga sadar Becca !! Dia dulu calon ayah mertuamu di masa lalu !! Aku harus mengajukan perlindungan untuk keluargaku !! Batin Becca dengan gelisah dan salah tingkah.
Lalu dia mengeluarkan suara sedikit kecil, tapi masih terdengar oleh semua orang, dengan ragu-ragu dia kemudian mengucapkan kalimat yang tanpa dia sadari malah membuat hidupnya akan semakin kacau ke depannya.
“Hadiah yang saya inginkan adalah... Melamar Yang Mulia Raja Basilio Oswald.”
Becca langsung menutup mulutnya, merutuki kebodohannya. Dia terlalu terpesona dengan ketampanan sang raja, dan juga teringat kalimatnya sendiri di masa lalu, saat melamar pangeran mahkota.
Krik... Krik... Krik.. Krik...
Semua orang terdiam sejenak, seakan mereka juga baru memahami perkataan asing itu, hingga akhirnya orang-orang membulatkan mata saat otak mereka berhasil mengolah kalimat yang di ucapkan Becca.
“HAH ?!” Semua bangsawan melupakan tata krama dan bahkan menampilkan ekspresi terkejut serta ternganga. Di depan barisan, Raja Gilbert Malcon, Ratu Adela dan Putri Benica juga menepuk kening mereka, serta menggelengkan kepala melihat tingkah putri dan kakaknya.
Perlindungan Becca !! Perlindungan !! Bukan lamaran !! Kenapa malah aku melamar ayah mertuaku di masa lalu ?! Batin Becca menutup wajahnya dengan kedua tangannya, merasa malu dan memanas, tapi dia berusaha menahan rasa malu itu, dan mengangkat kepalanya.
“Apa maksud perkataanmu ?! Apa kau ingin merendahkan ayah ?! Apa kau tidak mengingat darimana kau berasal-”
“Cukup Pangeran Ebert !!!” Perkataan tegas Raja Basilio menghentikan ucapan putranya yang terlihat emosi dan kesal karena permintaan dari Becca, tapi Raja Basilio malah tidak terlihat kesal sama sekali, wajahnya tetap datar dan matanya penuh menatap penuh perhitungan.
“Akulah yang mendapat lamaran, kenapa malah kau yang terlalu berisik disini !” Ujar Raja Basilio dengan nada sinis, membuat Pangeran Ebert terdiam menahan emosinya.
Semua sudah mengetahui hal umum yang terjadi, Raja Basilio dan Pangeran mahkota Ebert tidak pernah akur, bahkan mereka selalu bertentangan meskipun sebagai ayah dan anak. Anehnya Raja Basilio malah memilih Pangeran Ebert sebagai putra mahkota, meskipun sang raja sangat tidak menyukai putra pertamanya.
“Putri Becca Malcon.. Benarkah ucapanmu itu ??”
“Ya.. Yang Mulia.. Maafkan perkataan saya sebelumnya.. Sebenarnya saya ingin-”
“Aku menerimanya.” Perkataan singkat Raja Basilio malah membuat Becca membulatkan matanya, dan menutup mulutnya yang ternganga kecil di sana.
Raja Gilbert Malcon langsung menoleh ke arah Raja Basilio dengan tatapan terkejut bukan main, antara bingung, senang, atau bahkan mungkin takut karena putrinya.. Di nikahi oleh sang Raja Utama ?! Memang Keluarga Malcon akan mendapatkan perlindungan besar, tapi ini artinya dia seperti menumbalkan putrinya.
“Dan aku ingin minggu depan, melangsungkan pernikahan kita. Jadi Putri Becca Malcon, aku harap kau bisa mempersiapkan diri. Untuk masalah gaun, aku yang akan mengirimkannya kepadamu.” Lanjut Raja Basilio dengan santai, seakan sedang mengajak orang lain untuk piknik liburan, padahal dia sedang membahas pernikahan, sekali lagi PERNIKAHAN !!
Tubuh Becca merasa lemas di sana, tapi tidak ada yang berani maju untuk menggapainya, karena Becca sedang berdiri di hadapan Raja Utama dan keluarganya, membuat mereka semua harus menghormati sang raja.
“Dan aku tidak menerima penolakan Putri Becca Malcon, jadi sampai bertemu minggu depan di gedung utama Kerajaan Varilia.” Ujar Raja Basilio lagi, tapi kali ini tatapannya tidak tajam atau seperti sebelumnya, tatapannya sedikit berubah, dan ada senyuman tipis yang sekilas tidak terlihat oleh orang banyak, hanya Becca saja yang mengetahuinya.
“Ba.. Baik Yang Mulia.. Terima kasih.” Becca hanya bisa menunduk patuh di sana, dan akhirnya berbalik arah dan berjalan menuju kepada keluarganya yang juga berdiri menantinya.
“Wah, kakak hebat, bisa mengambil hati sang raja utama.” Ujar Benica dengan nada menggoda dan tersenyum kecil.
“Jangan sekarang Benica, aku pusing.” Ujar Becca mengusap kepalanya yang berkeringat dingin.
“Akh lebih pusing dan panik, dasar anak nakal. Astaga.” Ujar Raja Gilbert antara kesal tapi juga khawatir pada putrinya.
“Sudahlah sayang, sebaiknya kita urus Becca dulu, lihat.. Wajahnya sangat pucat seperti zombie.” Ujar Ratu Adela terkekeh pelan, meskipun dia juga sempat jantungan akibat ulah putri pertamanya itu.
👑❤️👑❤️👑❤️
Jadi ada sedikit perbedaan ya untuk bagan posisinya.
Enggak ada istilah Duke disini, adanya raja biasa, kaya Raja Gilbert itu dia cuma raja di daerah kecil, dan dia tidak memiliki kekuatan, di dunia sihir. Jadi hampir semua memakai sihir, kecuali yang enggak ada kemampuan.
Makanya enggak ada istilah keagamaan, bahkan tradisi pernikahannya berbeda, enggak pakai pendeta. Karena menurutku sihir dan agama itu bertentangan 😄😄
Nah Raja Gilbert itu harus tunduk sama Raja Utama, yaitu Raja Basilio. Kalau di bagan Kerajaan Inggris itu, istilahnya Kaisar. Tapi disini istilahnya Raja Utama, dan pasti kekuatannya menjadi pusat sihir di dunia itu.
Udah sekian dari Author, semoga kalian suka ya gebrakan cerita yang baru ini 🥹🥹
gapapa publish aja cerita baru pasti aku baca semua 😍😍😍🔥🔥🔥
gak papah lah klo masih seawet muda brad pitt🤣🤣🤣
latar kerajaaan bgini makin seru thor, berasa ky di novel2 terjemahaan. 😄
semangat thor😄