fadli seorang siswa penyendiri yang di panggil ke dunia lain bersama teman sekelas nya. namun ia justru tidak memiliki, skil, sihir mau pun kekuatan. setelah itu ia di buly oleh semua teman sekelas nya. akhirnya raja membuang dia ke hutan. saat fadli pasrah di hutan dan menunggu kematian teringat kembali hinaan yang di lontarkan teman- teman nya. ia pun memilih untuk tidak menyerah, ia mulai berpetulang dan mendapatkan skil, sihir dan kekuatan sedikit demi sedikit. sampai akhirnya ia menjadi yang terkuat di dunia itu. bagaimana kisah fadli? silakan di baca sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hilman padli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab. 11 pertarungan yang begitu mudah
Setelah beberapa jam berlalu. Seorang pelayan masuk ke kamar fadli. Ia berkata "arena nya sudah siap silakan ikuti saya," fadli mengangguk dan mengikuti pelayan itu ke arena yang sudah di siapkan.
Di arena itu ada raja, teman- telan fadli dari dunia lain dan gergio yang sudah siap dengan pedang suci nya.
Fadli bertanya pada kei, "apakah pedang itu bahaya?"
Kei.." tidak masalah sama sekali. Memang berbahaya tapi itu tergantung dari cara pedang itu di gunakan. tetapi pengguna pedang di hadapan anda masih mentah dan masih lemah sekali,"
Raja yang duduk dengan santai sambil menonton berkata, "baiklah silakan di mulai,"
Fadli melirik ke arah kenici ia terlihat marah. Kenici hanya terseyum kecil sambil menunjukan permohonan maaf. Namun saat ia sedang bersantai gergio menerjang dengan cepat, "kita sedang bertarung jangan melamun," kata gergio sambil menebas ke arah fadli. Namun fadli melompat dan menghindar. Gergio terhenti ia segera mengarahkan lengan nya ke arah fadli dan berkata, " bola api..," seketika bola api yang cukup besar menerjang ke arah fadli. Tetapi fadli lagi dan lagi menghindar dengan mudah. Saat menghindar ia tidak sengaja melihat bu diana yang sedang menonton, "dia terlihat sangat khawatir, ah.. tentu saja dia khawatir kalau gergio akan terluka," kata fadli dalam hati nya.
Geri, "apa yang kau lakukan pria bertopeng aneh, takut? Lawan dong kalau berani jangan menghindar terus,"
Gergio," benar sekali lawan aku!!!"
Gergio kembali menyerang fadli dengan membabi buta sementara fadli hanya menghindar saja. Sementara itu komandan dan raja sedang berbincang.
"Jadi menurut kamu dia adalah orang yang kamu temui dungeon?" Tanya raja memastikan.
"Aku yakin itu dia. Meski pun waktu itu dia tidak memakai topeng tapi aku yakin dia. Namun aku bertemu dengan nya dia sangat babak belur setelah melawan bos lantai dua," jelas komandan kerajaan itu.
"Sayang sekali kalau begitu. Dia benar- benat payah. Para petualang dunia lain saja sudah sampai level 10," kata raja meremehkan fadli.
"Tetapi raja, mohon maaf, dia cukup hebat, gerakan nya sangat lincah," jelas komandan itu terpukau melihat gerakan menghindar fadli.
"Benar juga. Tapi lihat dia hanya menghindar saja. Dia bahkan tidak melawan, arena sudah lumayan hancur akibat sihir gergio," jelas raja kecewa melihat penampilan fadli..
Sementara itu di arena suasana terlihat sangat kacau. Gergio terus menyerang fadli dengan bola api secara membabi buta. Sementara fadli hanya berlari dan melihat saja.
Setelah beberapa menit gergio berhenti menyerang dia duduk karena kelelahan.
Kei..." lapor, lawan mulai melemah saat nya menyerang balik, saran gunakan pedang kuning dan hajar dia habis- habisan,"
"Kei... aku rasa itu berlebihan. Cukup di pukul saja kan gampang," tanya fadli.
"Ya itu memang bisa di lakukan. Tapi lebih baik dia trauma agar dia tidak menganggu kamu lagi," jelas kei dengan tegas.
"Justru itu kei aku berusaha agar tidak mencolok. Bagaimana kalau aku mencolok dan malah di anggap musuh kerajaan bahaya," jelas fadli sambil berjalan mendekati gergio.
Saat fadli berada di hadapan gergio tiba- tiba gergio berteriak. " inferno..." lingkaran sihir terbentuk di bawah kaki fadi, fadli terkejut melihat itu ,"lapor bahaya menghindar," kata kei. Fadli segera melompat dan mengeluarkan pedang karat nya. Ia pun menangkis api besar dari atas. Kobaran api itu membuat semua orang tercenang. Raja tertawa dan berkata, "lihatlah pahlawan kita menghabisi petualang itu dengan mudah," mendengar itu komandan di sebelah nua berkata, "tidak dia masih hidup bahkan masih sehat," setelah api hilang fadli mendarat ke bawah dengan tenang.
"Panas sekali..." kata nya sambil meniup kedua tangan nya.
"Kenapa kamu masih hidup?" Tanya gergio dengan wajah kesal.
"Begitu ya, kamu menggunakan jebakan untuk melawan aku. Dasar, hampir saja aku mati," kata fadli dengan kesal sambil memukul kepala gergio.
Gergio lansung terhantam ke tanah, tanah itu retak besar akibat hantaman tubuh gergio. "Gawat aku lupa melepas skil penguat ku," kata fadli dalam hati nya.
"Pertandingan selesai gergio kalah," kata diana tiba- tiba berada di hadapan fadli sambil menggunakan skil penyembuh pada gergio.
"Apa itu kei.. hijau- hijau?" Tanya fadli.
Kei.." itu adalah sihir penyembuh. Semua penyakit, luka dan kelelahan akan hilang, namun tergantung kapasitas mana seberapa lama bisa di gunakan dan seberapa banyak mana yang di butuhkan,"
Mendengar penjelasan itu fadli terlihat ingin memiliki nya. Setelah itu pertandingan berakhir.
Beberapa menit kemudian di ruangan raja.
Raja, " bagaimana menurut kamu komandan,?"
Komandan, "petualang, jelaskan apa saja kekuatan kamu?"
Fadli, " hanya tipe penguat saja,"
Raja," itu adalah sihir yang lemah. Semua petualang dan penyihir memiliki nya. Tidak ada guna nya sama sekali,"
Kenici, "mohon maaf raja, tapi aku yakin fadli berbeda.
Mendengar itu fadli berbisik dalam hati nya. " sial kenici dasar bodoh, padahal aku berusaha agar tidak repot tapi kenapa dia malah berisik sekali bodoh!!"
Raja, "tidak, kamu hanya akan di berikan kartu petualang peringkat C saja. Dengar ini gergio dia masih mentah belum matang, satu tahun latihan lagi dia akan sangat kuat. Bahkan melebihi raja iblis, dia memiliki 10 skil, sementara kamu hanya skil penguat. Kartu peringkat s itu tidak pantas untuk mu,"
Mendengar perkataan raja kenici dan komandan terlihat kesal. Sementara fadli menjawab ," ya bukan masalah. Saya juga tau gergio itu sangat kuat. bahkan kalau saya tidak bisa menghindari serangan terakhir tadi, aku bisa mati," mendengar itu raja tertawa. Ia pun berkata, " ya sudah, kenici beri dia kartu petulang tingkat C dan biarkan dia tetap tinggal di kerajaan kita," kenici mengangguk. Akhirnya fadli pun bisa pergi.
Di jalan saat kembali ke serikat bersama kenici fadli dengan kesal berkata, "kamu tidak mau meminta maaf padaku?"
Kenici terseyum, "maaf ya, aku juga tidak tau akan terjadi hal seperti ini. Tapi kamu benar- benar kuat ternyata," jelas kenici.
"Tapi untung saja aku tidak di tawari untuk bergabung dengan kerajaan," kata fadli dengan tegas.
"Benar, tapi aku terkejut kamu berbohong pada raja. Skil kamu bukan nya ada dua? Penilai dan juga penguat?" Tanya kenici terseyum sinis.
"Jangan- jangan kamu punya skil penilai?" Tanya balik fadli.
"Benar sekali, Aku punya 17 skil utama tapi cukup lemah sih, sekarang kenapa kamu berbohong?" Tanya kenici lagi.
Fadli pun menjelaskan, "aku hanya ingin hidup tenang, aku tidak ingin hidup dengan beban. Jadi aku menyembunyikan kekuatanku. Tadi juga si gergio itu sebenar nya bisa aku kalahkan dengan cepat,"
Mendengar penjelasan itu kenici mengerti ia juga tidak ingin mencampuri urusan fadli. Saat mereka tiba di serikat mereka pun bubar.
Sementara itu di istana raja gergio terlihat sangat kesal.
"Sial petualang itu akan aku habisi dia," kata nya dengan kesal.
"Jangn begitu gergio. Memang benar kamu adalah yang terkuat, tapi kamu itu masih mentah masih lemah. Ibu sendiri berharap kamu bisa membawa kita kembali ke dunia kita," kata diana yang ada di sebelah nya dengan tegas.
"Diam.. kamu hanya menganggu saja," bentak gergio marah.
Bu diana pun memutuskan untuk pergi. Ia terlihat sangat pusing menghadapi murid nya yang seperti itu. Sementara gergio memutuskan untuk membalas dendam kepada fadli suatu hari nanti.