Buat kalian yang suka alur cerita panjang lebar kayak sinetron, kuy lah baca cerita ini. Novel ini mengandung cerita yang terus berlanjut dari Ibu sampai anak, sampai ke cucu bahkan cicit mereka... 😂😂
Author memutuskan untuk melanjutkan sekuel ceritanya dalam satu novel.
Kisah pertama di mulai dengan cinta pemeran utama Izzah dan Reyhan... Berlanjut dengan kisah cinta anak kembar mereka, Arka dan Alia dengan pasangan mereka masing-masing...
Lanjut lagi kisahnya berfokus pada Arka yang mendapat cinta kedua setelah istrinya meninggal. Setelah itu dilanjutkan kembali dengan kisah anak dari Arka yaitu Dafa dengan kisah cintanya yang masih on going...😁😁
So, buat kalian yang suka baca cerita yang panjang dan berjilid-jilid, silahkan mulai dibaca. Dijamin alur ceritanya bikin happy, ngakak, sakit hati juga ada... 😂😂
Oh ya, ini sebenarnya novel pertama yg author publish di aplikasi NT. So enjoy ya guys.... 😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BEKERJA DI KANTOR
Hari ini untuk pertama kalinya Izzah melangkahkan kaki memasuki sebuah gedung megah yang tinggi menjulang. Izzah sedikit bingung karena tidak tahu harus memulai dari mana. Izzah datang ke kantor diantar supir, karena tidak mungkin baginya untuk datang bersamaan dengan Rayhan. Memasuki lobi kantor, seorang gadis berperawakan langsing menghampirinya.
"Mbak Izzah yaa? Mari mbak lewat sini. Pak Rayhan sudah menunggu diruangan beliau."
"Baik. Terima kasih." balas Izzah.
Mereka berjalan memasuki lift, Izzah melihat wanita yang bername tag Lisa itu menekan tombol angka 10 di dalam lift. Saat pintu lift terbuka, Izzah semakin dibuat takjub dengan ruangan tempatnya berdiri. Maklum saja Izzah hanya seorang gadis kampung yang sehari-hari hanya melihat hamparan sawah dan burung-burung.
"Mbak Izzah...! Kok bengong? Mari Pak Rayhan sudah menunggu." ucap Lisa yg membuatnya kaget.
"Eeh baik mbak Lisa." jawab Izzah.
Rayhan terlihat begitu gagah mengenakan jas berwarna blue navi, senyumnya terukir saat melihat Izzah dan Lisa memasuki ruangan.
"Pak Rayhan, maaf agak....." ucap Lisa yang langsung dipotong oleh Rayhan.
"Anindia Azizzah bukan?" ucap Rayhan sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan Izzah.
Ingin sekali Izzah tertawa, 'pintar sekali dia berakting' ucap Izzah dalam hati.
"Benar Pak Rayhan, saya Anindia Azizzah. Panggil saja saya Izzah." timpal Izzah tak mau kalah berakting.
"Lisa kau boleh keluar. Aku sendiri yang akan menjelaskan pada Izzah tugas-tugasnya. Nanti jika Izzah kesulitan bantulah dia." ucap Rayhan dengan tegas.
"Baik Pak, saya permisi." jawab Lisa.
Setelah memastikan Lisa telah pergi, Rayhan langsung merangkul Izzah. Dengan gemas dia mencium pipi Izzah. Pelukannya begitu hangat membuat Izzah merasa nyaman dan aman bersamanya. Baru saja Rayhan melepaskan pelukannya tiba-tiba pintu ruangan Rayhan terbuka yang membuat mereka berdua kaget.
"Mami....!!" seru Rayhan.
Sontak Izzah kaget sekali, 'apakah tadi Ibu mertuaku ini melihat kami bermesraan. Bagaimana ini?' gumam Izzah.
"Mami ngapain kesini pagi-pagi?" ucap Rayhan menghampiri wanita yang tampil begitu modis diusianya yang sudah menginjak lima puluh tahun.
"Aduh Ray, masa Mami mau ketemu kamu aja harus ada alasannya."
"Bukan gitu Mi. Tumben aja Mami ke kantor, pagi-pagi gini lagi. Oh yaa sampai lupa, kenalin Mi ini Izzah sekretaris baru Rayhan. Izzah ini Mamiku, Ibu Rosita" ucap Rayhan.
Baru saja Izzah hendak mengulurkan tangan Ibu Rosita sudah memalingkan wajahnya dan berjalan menuju sofa yang tersedia diruangan itu. Ibu Rosita ini terlihat begitu anggun diusianya yang tak lagi muda. Dia masih terlihat begitu cantik, dengan gaya sosialita orang kaya.
"Memang si Lisa kemana sampai kamu harus punya sekretaris baru?" tanya Bu Rosita.
"Eemm anu Mi, si Lisa Ray tugaskan dibagian manager produksi. Jadi Ray gantikan dia dengan Izzah." jawab Rayhan.
"Terserah kau sajalah Ray. Oh ya Mami kesini mau ngajak kamu makan siang bareng tante Mila. Kamu ingatkan sama Bella anaknya tante Mila teman masa kecil kamu dulu. Nah kemarin dia balik dari London. Mami pengen kamu sekalian ketemu sama Bella siapa tau...."
"Aduh Mi, Ray gak punya waktu. Ray sibuk Mi." ucap Rayhan sambil melihat ke arah Izzah.
"Pokoknya Mami gak mau tau. Nanti makan siang Mami tunggu kamu di caffe langganan Mami. Awas aja kalau kamu gak datang." Ucap Bu Rosita seraya berlalu meninggalkan ruangan itu.
Izzah hanya diam mematung. Rayhan menghampirinya dan memegang tangannya.
"Izzah. Apa Abang boleh pergi?"
"Hah. Kenapa Abang harus bertanya. Izzah gak ada hak untuk melarang Abang." jawab Izzah.
"Izzah sayang, kau istriku. Abang gak mau Izzah mikir yang macam-macam. Tapi perlu Izzah tau, Abang paling tidak bisa menolak permintaan Mami. Bella itu teman masa kecil Abang. Abang tidak akan...."
"Pergilah Bang" ucap Izzah memotong omongan Rayhan.
"Baiklah sayang." ucap Rayhan seraya mencium kening Izzah.
Saat jam makan siang Izzah memilih berdiam diri didalam ruangan yang bersebelahan dengan ruangan Rayhan. Ruangan mereka hanya dipisahkan oleh sekat kaca transparan. Sebelumnya Rayhan sudah berpamitan untuk pergi menemui Bu Rosita. Sesaat Izzah melamun, namun Lisa datang membuyarkan lamunannya.
"Mbak Izzah, kita makan siang yuk ke kantin." Ajak Lisa.
"Eeeh Lisa. Boleh. Tapi gak usah manggil aku mbak yaa, cukup Izzah aja. Biar lebih akrab." ucap Izzah.
"Baiklah Zah." jawab Lisa.
Sepanjang waktu makan siang mereka menghabiskan waktu untuk bertukar cerita. Dari Lisa, Izzah sedikit tau tentang kehidupan Rayhan karena ternyata Lisa teman baik Rayhan sejak SMP. Sementara Izzah hanya menceritakan bahwa dia bisa sampai bekerja dengan Rayhan karena seorang temannya yang kebetulan kolega Rayhan mengajukan namanya pada Rayhan.
lanjutkan Thor Q
q selalu menanti update mu
😘😘😘😘😘😘
tetap semangat selalu Thor
😘😘😘😘😘😘😘