NovelToon NovelToon
"Transmigrasi: Putri Lemah Berhati Bar-Bar!"

"Transmigrasi: Putri Lemah Berhati Bar-Bar!"

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: acep maulana

PENGUMUMAN PENTING!

Saya Acep Maulana memohon maaf kepada para pembaca. Karena satu dan novel ini akan saya Remake Total.
Saya sadar masih banyak belajar sebagai pemula, dan saya ingin memberikan karya yang lebih layak untuk kalian baca. Versi baru akan segera hadir dengan judul yang sama namun dengan kualitas tulisan yang jauh lebih baik.

Sampai jumpa di versi terbaru yang lebih bar-bar!

‎"Sial beneran! Erika, mantan agen rahasia yang energinya tak habis-habis, malah transmigrasi ke dalam novel tragis menjadi Rosalind von Astride, sang Putri Terbuang yang lemah dan sakit-sakitan!
‎Lebih parahnya lagi, keluarganya adalah kumpulan orang 'Tampan tapi Telmi (Telat Mikir)' yang ditakdirkan hancur total dalam dua tahun. Beruntung, Erika punya Sistem Makan Melon (Gosip) yang bisa membongkar semua rahasia musuh.
‎Sambil menikmati martabak diskon dari Ruang Sistem, Erika bertekad merombak takdir tragis keluarganya. Tapi masalahnya... radio batin Erika ternyata bocor ke seluruh keluarganya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon acep maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 11 Fragmen Luka Sang Mawar Putih

​[KEMBALI KE REALITA: PAVILIUN MUSIM SEMI]

​Rosalind menarik napas panjang, paru-parunya terasa sesak saat memori itu berakhir dan ia kembali ke tubuh Rosalind. Dadanya berdenyut kencang oleh amarah yang meledak-ledak. Ia menatap Julian, Lyon, Baskara, dan Ratna yang berdiri mematung di depannya dengan tatapan predator yang benar-benar siap untuk menerkam dan menghancurkan harga diri mereka.

​[Batin Erika (Rosalind)

["Brengsek! Mereka ini sebenarnya punya hati nurani manusia atau cuma punya gumpalan daging busuk di dada mereka?! Apakah mereka benar-benar tidak menggunakan otak cerdas mereka untuk menyelidiki dulu kejadian ini sebelum meludahi martabat seorang wanita yang tidak bersalah?! Kalian menyebut diri kalian bangsawan elit, pemilik peradaban, tapi cara berpikir kalian lebih rendah dan lebih kotor dari lumpur di selokan terdalam!"]

​Rosalind mendengus kasar, suaranya terdengar seperti desisan ular berbisa di tengah sunyi nya ruangan yang membeku.

​[Batin Erika (Rosalind):]

"[Julian Wiraatmadja! Kau pikir kau adalah korban yang paling menderita di sini? Kau hanya seorang pengecut yang butuh kambing hitam untuk menutupi kecerobohanmu sendiri yang mabuk berat! Kau membiarkan istrimu dihina oleh pelayan rendahan, dicaci-maki oleh keluargamu sendiri, dan kau sendiri menatapnya seolah dia adalah tumpukan sampah? Padahal dialah satu-satunya alasan kenapa kau tidak diseret ke pengadilan atas tuduhan pelecehan oleh Baron Teddy Alaric! Karena Clara terlalu mencintaimu, ia memilih diam, menanggung semua fitnah, dan membiarkan ayahnya Teddy, ibunya Sera, serta adiknya Leo hidup dalam kehinaan demi menjaga nama baikmu!"]

​Julian jatuh berlutut, suara lututnya menghantam lantai kayu terdengar sangat keras. Tangannya gemetar hebat. Ia tidak tahu... ia benar-benar tidak pernah tahu bahwa Clara menderita sebanyak itu di balik pintu paviliun yang tertutup, dan ia baru menyadari betapa besarnya pengorbanan keluarga Alaric.

​[Batin Erika (Rosalind):]

["Dan Paman Baskara... Bibi Ratna... kalian berdua adalah contoh manusia paling munafik yang pernah kutahu di semesta ini. Kalian menghina keluarga Alaric karena dianggap 'haus harta', padahal kalian sendiri sedang dirampok oleh Hans si mata-mata itu tanpa sadar! Kalian memandang remeh Clara yang tulus, sementara kalian sujud menyembah pada Seraphina si ular yang sedang menyiapkan racun untuk melenyapkan kalian!"]

​Rosalind memandang Lady Clara yang kini sudah bercucuran air mata di sudut ruangan, tubuhnya gemetar karena rahasia penderitaannya akhirnya terungkap.

​[Batin Erika (Rosalind):]

["Clara... kau adalah bunga mawar putih yang dipaksa tumbuh di tengah ladang kotoran. Berhentilah meminta maaf kepada orang-orang yang tidak pantas mendapatkan kata maafmu! Berhentilah merasa bersalah! Kau tidak bersalah sedikit pun! Ricardo-lah yang merencanakan segalanya karena iri, dan Julian-lah yang terlalu bodoh untuk menyadarinya. Nana, tunjukkan padaku status mental Clara sekarang. Aku bersumpah, jika dia pingsan karena stres ini, aku akan membakar seluruh kediaman ini sampai menjadi abu!"]

​[Sistem Peri Nana:]

​Target: Lady Clara Wiraatmadja

​Status Mental: 15/100 (Kritis - Namun keinginan untuk mengakhiri hidup sedikit berkurang karena merasakan adanya pembelaan batin dari Inang).

​Efek: Benih Harapan Kecil mulai tumbuh di sela-sela lukanya.

​"[Hanya naik lima poin? Sialan!"] batin Rosalind murka. ["Memang benar kata orang, butuh waktu yang sangat lama untuk menyembuhkan luka sedalam itu. Tapi setidaknya sekarang mereka semua tahu kebenarannya. Lihatlah wajah kalian! Duke Lyon, kenapa kau diam saja seperti patung batu? Kenapa kau tidak menggunakan seluruh jaringan intelijen kebanggaanmu itu untuk membersihkan nama menantumu, Baron Teddy, dan keluarganya?! Apa kau terlalu takut kehilangan muka karena harus mengakui di depan publik bahwa kau salah menuduh orang selama ini?"]

​Duke Lyon menutup matanya rapat-rapat, jemarinya mencengkeram gagang pedangnya hingga memutih. Ia merasa jiwanya sedang dikuliti hidup-hidup oleh kata-kata Rosalind . Setiap hujatan itu adalah kebenaran yang pahit, kebenaran yang selama ini ia abaikan demi menjaga "stabilitas" dan "gengsi" nama besar Wiraatmadja.

​[ (Rosalind):]

["Kalian semua yang ada di sini adalah pelaku pembunuhan berencana! Kalian mungkin tidak membunuh raga Clara secara langsung, tapi kalian telah membunuh jiwanya sedikit demi sedikit setiap hari! Dan Esra... maid busuk itu... dia berani meremehkan seorang Lady? Untung aku sudah membuatnya bisu secara permanen. Kalau tidak, aku akan merobek lidahnya dengan tanganku sendiri karena sudah berani menghina mawar putih ini."]

​Rosalind memejamkan mata sejenak, memaksakan dirinya untuk mengatur napas karena tubuh Rosalind yang lemah mulai bergetar hebat akibat emosi yang meluap-luap.

[​"Nana," ] ucap Rosalind lirih, suaranya terdengar seperti bisikan kematian di tengah ruangan yang sunyi. ["Apakah dunia ini memang selalu tidak adil bagi mereka yang memiliki hati yang tulus? Mengapa orang-orang yang jujur seperti keluarga Alaric harus menanggung dosa dari orang-orang serakah dan bodoh seperti mereka ini? Apakah keadilan hanya milik mereka yang memegang pedang dan emas?"]

​[Nana berkata dengan nada yang tidak lagi ceria:]

["Inang, keadilan di dunia ini seringkali hanyalah sebuah narasi yang ditulis oleh sang pemenang. Namun, saat ini, Anda adalah pemegang kendali narasi itu. Di dunia yang gelap ini, mawar putih memang sering diinjak, tapi mawar yang memiliki duri beracun lah yang akan bertahan hingga akhir. Keadilan tidak akan datang sendiri, Anda harus menjemputnya dengan paksa menggunakan tangan Anda."]

​Rosalind menyeringai tipis, sebuah seringai yang membuat bulu kuduk semua orang di ruangan itu berdiri.

[​"Begitu ya..."] gumam Rosalind pelan. ["Kalau begitu, mari kita lihat seberapa jauh duri-duri ini bisa menembus kulit tebal para bangsawan munafik ini. Duke Lyon, aku menunggu perintah pertamamu untuk membersihkan sampah di rumah ini. Atau haruskah aku yang melakukannya sendiri dengan cara yang jauh lebih berdarah?"]

​Suasana paviliun itu kini benar-benar berubah. Bukan lagi sekadar tempat penampungan putri yang sekarat, melainkan sebuah ruang pengadilan di mana setiap dosa mulai ditagih bayarannya.

1
Manusia Ikan
sistem b like :
Manusia Ikan
ooh ada sistem nya😏👍
Manusia Ikan
bro kena mag :v
Manusia Ikan
jangan remehkan kekuatan dari lantai yang licin di kamar mandi😂
Manusia Ikan
ah biasa ini mah😏
Rina Yuli
celana dalam lagi 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rina Yuli
urusan celana dalam pakek mau dibongkar segala lagi 🤣🤣🤣🤣🤣
Rina Yuli: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
acep maulana
sama 2 kk maaf kalau cerita sebelumnya saya hapus 🤣🤣🤣🤣
acep maulana: rekomendasi untuk bab berikutnya hehehe
total 2 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Manusia Ikan: hadir thor
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!