jeon jungkook gadis manis itu menyimpan sebuah rasa kepada sahabat masa kecilnya kim taehyung tapi sayang kim taehyung mencintai wanita lain.
hingga sebuah perjodohan membuat keduanya tinggal serumah.
akankah jungkook bisa mengungkapkan perasaannya?? atau justru dia akan memilih diam?
bagaimana nasib rumah tangga mereka dengan berbagai konflik yg hadir khususnya orang ketiga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sakit tak berdarah
Makan malam di mansion jeon menguarkan atmosfer canggung, terlihat jungkook yang sedari tadi diam dan menunduk memandang makan malamnya.
“Sayang kenapa? Apa kamu sakit?" Tanya nyonya jeon dan jungkook pun menggeleng.
Jungkook melirik ke arah taehyung yang asyik menikmati makanannya.
“Dasar brengsek sudah menciumku dua kali tapi bisa setenang itu" batin jungkook kesal.
“Ada apa? Kenapa memandangku seperti itu?" Tanya taehyung.
“Ciiihh siapa juga yang ngliatin kamu" elak jungkook lalu melanjutkan makan malamnya.
“Kamu ga pulang? Betah banget tidur sini", kata jungkook tanpa memandang taehyung.
Saat ini mereka sedang di balkon kamar jungkook setelah makan malam.
"Kamu ngusir aku?”, tanya taehyumg sambil menatap jungkook.
"Aku ga ngusir, aku ga mau irene nuduh aku ngrebut kamu terus fitnah aku lagi. Aku malas berdebat dengannya”, jelas jungkook sambil menatap taehyung.
Taehyung menatap jungkook lalu mengelus pipinya pelan.
“Atas nama irene aku minta maaf", kata taehyung.
“Kenapa kamu yang harus minta maaf?" Tanya jungkook sambil mengerutkan keningnya.
“Karena aku kekasihnya, jadi aku yang mewakili dia untuk minta maaf", jelas taehyung.
“Oh" jawab jungkook singkat lalu beranjak dari balkon dan menuju ranjangnya dan merebahkan diri.
Taehyung memandang jungkook dengan pandangan yang sulit diartikan.
“Aku pulang" kata taehyung singkat lalu keluar dari kamar jungkook tanpa menunggu jawaban dari jungkook.
Setelah pintu tertutup sebuah isakan kecil lolos dari bibir si manis.
"Dasar jungkook bodoh hiks harusnya kamu tahu diri jika kamu hanya sahabatnya hiks dan ciuman itu hanya ciuman biasa” jungkook meringkuk di atas tempat tidur dengan air mata yang mengalir deras.
“Kenapa semakin ke sini semakin sakit tae, rasa sakit dan cinta itu tumbuh bersama dan itu menyiksaku" isak jungkook lirih.
*****
Taehyung tiba di apartemen irene dan irene dengan senang hati menyambutnya.
"Sayang kamu datang, kenapa baru datang aku menunggumu dari tadi” kata irene manja.
"Maaf”, kata taehyung singkat lalu duduk di salah satu sofa.
Perasaan taehyung saat ini sedang bingung dan entah kenapa dirinya justru ketempat irene saat ini.
"Sayang kamu kenapa? Apakah pekerjaan kantor ada masalah?” Tanya irene sambil mengelus lengan taehyung pelan.
"Tidak ada, aku hanya letih saja sayang” jawab taehyung singkat.
"Aku akan memijitmu supaya kamu lebih rileks” kata irene lalu mulai memijit pelipis taehyung pelan.
Taehyung yang merasakan kepalanya sedikit berdenyut sama sekali tidak menolaknya, taehyung menikmati pijatan irene di kepalanya.
Dengan perlahan irene naik ke atas pangkuan taehyung dengan taehyung yang sama sekali tidak mempermasalahkannya.
“Bagaimana sayang sudah lebih baik kah?" Tanya irene dengan senyumnya dan taehyung mengangguk.
“Ini minum dulu" tawar irene sambil menyerahkan segelas air kepada taehyung dan taehyung tanpa curiga meminumnya.
“Irene kembali memijit taehyung dengan posisi masih duduk di pangkuannya, irene sengaja bergerak di bawah sana yang membuat taehyung merasa tidak nyaman.
“Ssshhhh jangan bergerak irene", peringat taehyung berusaha menahan sesuatu yang hampir meledak.
Entah kenapa tubuhnya merasa panas dan taehyung menginginkan lebih.
“Jangan di tahan tae" bisik irene sensual di telinga taehyung dengan tangan yang membuka kancing kemeja taehyung.
Seketika logika taehyung hilang entah kemana tanpa berpikir panjang taehyung menggendong irene menuju kamar.
Setelahnya yang terdengar hanyalah suara desahan di kamar tersebut, taehyung sama sekali tidak bisa berpikir jernih yang dirinya inginkan adalah bagaimana tubuhnya mencapai nikmat tanpa dia sadari ada hati yang hancur setelah ini.
Setelah beberapa waktu taehyung tertidur pulas sedangkan irene menatap pria di sampingnya.
"Sampai kapanpun aku tidak akan melepaskanmu kim taehyung, kita lihat apakah persahabatan kalian masih bisa bertahan setelah ini” monolog irene lalu mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan kepada seseorang.
*****
Tengah malam jungkook terbangun karena merasakan haus saat dia ingin mengambil air minum tiba-tiba ponselnya berkedip tanda ada pesan masuk.
Jungkook lantas mengambil ponselnya dan membuka pesan itu.
Jungkook terdiam saat melihat isi pesan itu bahkan tidak ada ekspresi yang ditunjukkan yang ada hanyalah tatapan kosong, tapi itu lebih mewakili ke perasaan hancur sehancurnya.
Jungkook meletakkan ponsel itu dan pergi ke balkon kamar mengabaikan hawa dingin yang menusuk tulang karena dirinya yang hanya memakai piyama tipis saat ini.
Duduk diam dengan pemandangan malam yang gelap dan dingin seperti hatinya saat ini.
“Kamu sudah mengambil keputusanmu tae, dan aku juga akan mengambil keputusanku", monolog jungkook dingin.
Semalaman jungkook di balkon tanpa ada niat sedikitpun berpindah tempat, saat ini hanya disini tempat yang membuatnya merasa jauh lebih baik.
Pagi menjelang taehyung terbangun dengan rasa pusing yang tiba-tiba menyerang.
Tiba-tiba ingatannya kembali kepada kejadian semalam dengan tergesa dirinya bangun dan mendapati irene dan dirinya dibalik selimut tanpa sehelai benangpun.
"Sial apa yang aku lakukan dasar bodoh”, umpat taehyung.
Disaat taehyung merutuki kebodohannya tiba-tiba ponselnya berdering.
"Ya ma ada apa?” Begitu panggilak tersambung.
" Kamu dimana? Cepat ke rumah sakit jungkook kritis”, sahut nyonya kim dari seberang.
Tanpa berpikir panjang taehyung segera memakai pakaiannya dan disaat dirinya membuka pintu kamar sebuah suara menghentikannya.
"Mau kemana tae?” Tanya irene.
"Aku mau kerumah sakit, jungkook kritis” kata taehyung lalu meninggalkan irene begitu saja.
"Cih menyusahkan, kenapa tidak mati saja dia” kata irene seorang diri.
Flashback on
Pagi menjelang nyonya jeon mengetuk pintu kamar putrinya berkali kali tapi tidak ada jawaban.
Dengan perlahan nyonua jeon membuka pintu kamar dan mendapati ranjang putrinya kosong.
"Mungkinkah dia sedang mandi?” Monolog nyonya jeon lalu menuju kamar mandi dan lagi-lagi tidak menemukan putrinya.
“Kookie sayang kamu dimana?" Panggil nyonya jeon tapi lagi-lagi jungkook tidak merespon.
Tak sengaja netranya mengarah ke balkon yang terbuka.
“Eoh tumben balkon pagi-pagi sudah terbuka" kata nyonya jeon laku melangkah ke arah balkon dan mendapati putrinya sedang duduk bersandar.
“Ya ampun sayang mama panggil dari tadi loo, kamu ga kesekolah?" Tanya nyonya jeon yang berdiri di belakang jungkook.
Hening 1 detik 2 detik bahkan hingga 10 detik tapi tidak ada pergerakan dari jungkook.
Perlahan nyonya jeon mendekat dan melihat putrinya seperti tertidur.
“Sayang bangun" panggil nyonya jeon sambil menggenggam tangan putrinya.
“Astaga sayang kenapa tanganmu dingin" kata nyonya jeon panik tapi lagi-lagi jungkook tak merespon.
Nyonya jeon mengecek suhu tubuh putrinya dan betapa terkejutnya dia saat mendapati putrinya demam tinggi.
Tanpa berpikir dua kali nyonya jeon memanggil tuan jeon untuk membawa putri mereka ke rumah sakit.
Flashback off
*****
Taehyung tiba di rumah sakit beberapa waktu kemudian, netranya menangkap mamanya dan kedua orang tua jungkook sedang menunggu dengan cemas di depan pintu.
“Maa, apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana jungkook?" Tanya taehyung.
“Mama juga ga tahu tae, pagi tadi mama menemukan jungkook tidak sadarkan diri di balkon kamar dengan kondisi badan yang demam tinggi" jelas nyonya jeon.
Tak beberapa lama dokter yang memeriksa jungkook pun keluar dan semua orang menghampirinya.
“Dok, bagaimana putri saya?" Tanya tuan jeon.
"Putri anda mengalami hipotermia, tapi beruntung hanya ringan tapi untuk saat ini biarkan dia dirawat beberapa hari hingga kondisinya benar-benar pulih. Kami akan memindahkan pasien ke ruang rawat dan kalian bisa menemuinya nanti”, jelas sang dokter dan diangguki oleh semua yang ada disitu.