NovelToon NovelToon
Kekasih Yang Tak Akur

Kekasih Yang Tak Akur

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Romantis
Popularitas:314
Nilai: 5
Nama Author: I Putu Merta Ariana

Nono dan Ayu adalah sepasang kekasih yang unik. Mereka sering bertengkar soal hal-hal kecil—mulai dari soal baju, jalan mana yang lebih cepat, sampai soal makanan. Tetangga bilang mereka kayak air dan minyak, nggak pernah akur. Tapi siapa sangka, di balik setiap pertengkaran dan perdebatan, tersimpan rasa sayang yang besar dan perhatian yang tulus. Bagaimana kisah mereka bertahan dan tetap bersama meski sering beda pendapat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I Putu Merta Ariana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenangan Manis dan Rencana Baru

Hari libur di pantai itu akhirnya harus berakhir, tapi kenangan indahnya seolah tertanam abadi di hati Nono dan Ayu. Saat perjalanan pulang, suasana di dalam mobil terasa berbeda. Tidak lagi seheboh saat berangkat, tapi lebih tenang dan penuh dengan rasa puas serta bahagia. Ayu tidur nyenyak di kursi penumpang, kepalanya bersandar lembut di kaca jendela, dengan senyum kecil yang masih terukir di bibirnya. Nono sesekali melirik ke arahnya sambil tersenyum, merasa sangat bersyukur bisa melihat orang yang dicintainya begitu bahagia.

Sesampainya di rumah, mereka pun istirahat untuk memulihkan tenaga. Keesokan harinya, saat mereka kembali membuka kedai "Ombak & Senyum", pelanggan setia mereka langsung menyambut dengan antusias.

"Wah, Ayu sama Nono kelihatan lebih cerah dan segar nih! Liburannya seru ya?" tanya Bu Rina, salah satu pelanggan tetap yang suka datang ngopi pagi-pagi.

Ayu tersenyum lebar sambil menyajikan kopi pesanan Bu Rina. "Iya, Bu. Seru banget, pantainya indah banget. Kami senang banget bisa istirahat sebentar."

"Pantesan aja mukanya bersinar-sinar. Ya sudah, selamat beraktivitas lagi ya, Nak. Semoga kedainya makin laris," ucap Bu Rina ramah.

Hari-hari pun kembali berjalan seperti biasa, tapi ada semangat baru yang mengiringi langkah mereka. Kedai tetap ramai, perdebatan kecil masih sering terjadi, tapi semuanya berjalan dengan harmonis. Hingga suatu sore, saat kedai sedang sepi, Nono melihat Ayu sedang duduk sambil memegang buku catatan kecil "Rencana Masa Depan Kita" yang sudah sedikit tebal karena sering dibuka-tutup.

"Lagi ngapain tuh, Yu? Lagi cek daftar keinginan kita?" tanya Nono sambil duduk di sebelahnya sambil membawa dua gelas es teh manis.

Ayu menoleh dan tersenyum. "Iya, No. Aku lagi lihat-lihat rencana kita yang udah terwujud. Wah, ternyata banyak banget ya yang udah kita capai bareng-bareng. Buka kedai, liburan ke pantai, tabungan juga udah mulai nambah. Hebat ya kita?"

Nono tertawa bangga. "Iya dong! Kan kita tim yang solid. Walaupun sering ribut, tapi hasilnya nggak main-main kan?"

Ayu mendengus pelan tapi tersenyum. "Iya, iya. Kamu yang paling hebat. Tapi ngomong-ngomong, No..." Ayu tiba-tiba menatap Nono dengan tatapan serius tapi penuh semangat. "Kita kan udah selesain beberapa poin penting. Sekarang, aku punya ide buat rencana baru yang mau kita tulis di sini. Gimana menurutmu?"

Nono mengangkat alisnya penasaran. "Oh? Rencana apa itu? Ayo dong cerita, aku dengerin."

Ayu membuka halaman baru di buku catatan itu, lalu dia menulis dengan tulisan tangannya yang rapi: "Membuka Cabang Kedai di Kota Lain".

Nono terbelalak kaget. "Membuka cabang? Serius kamu, Yu? Itu ide yang besar banget lho."

Ayu mengangguk antusias. "Iya, No! Aku serius. Kan kedai kita sekarang udah jalan lancar, pelanggan udah banyak, dan sistemnya udah bagus. Aku pikir, kenapa nggak kita coba buka cabang di kota sebelah? Di sana kan belum ada kedai kayak gini. Aku yakin pasti bakal laris juga. Lagian, kan ini juga buat nambah penghasilan kita buat persiapan masa depan yang lebih jauh lagi."

Nono terdiam sejenak, memikirkan usulan Ayu. Memang, ide itu terdengar menarik dan menantang. Tapi dia juga tahu, membuka cabang baru berarti tanggung jawab yang lebih besar, modal yang lebih besar, dan kerja keras yang lebih banyak lagi.

"Gimana, No? Kamu setuju nggak?" tanya Ayu lagi, matanya memandang Nono penuh harap.

Nono menatap mata Ayu, lalu dia tersenyum lebar. "Tentu aja aku setuju, Yu! Ide kamu keren banget. Emang kamu bener, kita harus terus maju dan berkarya. Tapi..." Nono berhenti sebentar, lalu menatap Ayu dengan tatapan bercanda. "Tapi ingat ya, kalau kita buka cabang baru, nanti pasti bakal lebih banyak hal yang harus kita diskusikan. Bisa-bisa kita makin sering ribut nih soal dekorasi, menu, dan lokasi cabangnya. Kamu siap nggak?"

Ayu tertawa renyah. "Ah, masa takut sih? Kita kan emang 'Kekasih yang Tak Akur' yang hebat! Semakin sering kita berantem soal hal yang positif, semakin bagus hasilnya kan? Lagian, aku yakin kita bakal bisa cari jalan tengah kayak biasanya. Kamu kan selalu nurut sama aku akhirnya, kan?"

Nono tertawa lepas. "Ya ampun, percaya diri banget ya Tuan Putri ini. Ya udah, kalau gitu kita sepakat! Kita mulai riset dan persiapan buat buka cabang baru. Kita bakal buktiin kalau Nono dan Ayu bisa bikin 'Ombak & Senyum' makin besar dan terkenal."

Mereka pun bersalaman tanda kesepakatan, lalu tertawa bersama. Di halaman baru buku catatan itu, kini tertulis sebuah impian besar lainnya. Mereka tahu, perjalanan menuju impian ini tidak akan mudah. Pasti akan ada banyak tantangan, banyak perdebatan, dan mungkin juga ada kesulitan yang datang. Tapi mereka juga yakin, selama mereka berdua saling bergandengan tangan, saling mendukung, dan saling menyayangi, tidak ada hal yang tidak bisa mereka wujudkan.

Malam itu, saat mereka pulang ke rumah masing-masing, hati mereka penuh dengan semangat baru. Mereka tidak sabar untuk memulai langkah besar ini. Dan di dalam hati mereka, mereka tahu, cerita cinta mereka yang unik ini akan terus berlanjut, penuh dengan warna, penuh dengan tawa, dan penuh dengan cinta yang tak akan pernah pudar.

1
Ayu Suryani
Bagus Banget Kak🥰
Ayu Suryani
Bagus kak😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!