NovelToon NovelToon
Kembalinya Sang Penguasa Abadi

Kembalinya Sang Penguasa Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:15.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Lin Feng, seorang Kaisar Abadi yang tak tertandingi di generasinya, yang dikenal sebagai "Penguasa Abadi," tewas dalam sebuah pengkhianatan keji. Murid terdekat dan wanita yang paling dicintainya bersekongkol untuk merebut Kitab Suci Kekacauan Abadi miliknya, sebuah teknik kultivasi tertinggi, tepat saat ia mencoba naik ke Alam Dewa. Meskipun raganya hancur, seutas jiwa ilahinya berhasil lolos dan bereinkarnasi ke dalam tubuh seorang pemuda yang baru saja mati di dunia fana yang terpencil.

Tubuh baru ini, yang juga bernama Lin Feng, dianggap sebagai "sampah" dengan meridian yang hancur, dikucilkan oleh klannya sendiri, dan dihina oleh tunangannya. Berbekal ingatan dan pengetahuan dari kehidupan masa lalunya yang gemilang, Lin Feng harus memulai segalanya dari nol. Dia akan menggunakan pemahamannya yang tak tertandingi tentang Dao agung untuk menempa kembali takdirnya, menantang langit, dan menapaki jalan menuju puncak kekuasaan sekali lagi, sambil merencanakan balas dendam yang akan m

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Pertemuan yang Dinanti

Pengundian untuk babak perempat final berlangsung dalam suasana yang tegang. Setiap kali seorang peserta mengambil nomor, jantung mereka berdebar kencang, berharap tidak mendapatkan lawan yang paling mereka takuti.

Liu Xue'er menarik nomor "Satu." Lawannya adalah seorang murid tingkat tujuh yang cukup kuat.

Lin Tian tersenyum arogan saat dia menarik nomor "Dua." Lawannya adalah salah satu murid yang tersisa, seorang tingkat enam akhir yang langsung pucat pasi melihat nasibnya.

Akhirnya, giliran Lin Feng. Dia berjalan dengan tenang dan menarik bola kayu terakhir yang tersisa. Dia tidak perlu melihat lawannya, karena hanya ada satu bola yang tersisa di dalam kotak.

Dia membuka tangannya. Nomor "Tiga."

Seorang pemuda lain di antara delapan besar, yang juga memegang nomor "Tiga," melihat ke arah Lin Feng, wajahnya dipenuhi keputusasaan. Dia adalah seorang jenius tingkat tujuh yang baru saja menerobos, tetapi setelah menyaksikan penampilan dominan Lin Feng, dia tahu dia tidak punya kesempatan.

"Aku... aku menyerah," katanya dengan suara pelan namun tegas sebelum pertarungan dimulai.

Penonton terkesiap, tetapi tidak ada yang menyalahkannya. Melawan monster seperti Lin Feng hanya akan berakhir dengan cedera parah. Kemenangan tanpa perlawanan ini semakin memperkuat citra tak terkalahkan Lin Feng.

Di Arena Satu, Liu Xue'er dengan mudah mengalahkan lawannya dalam waktu kurang dari sepuluh gerakan. Teknik esnya yang elegan dan mematikan membuat penonton berdecak kagum.

Di Arena Dua, Lin Tian bahkan lebih brutal. Dia tidak memberi lawannya kesempatan sama sekali. Dengan satu serangan telapak tangan yang dahsyat, dia menghancurkan pertahanan lawannya dan membuatnya pingsan seketika. Dia melirik ke arah Lin Feng dengan tatapan provokatif, seolah ingin menunjukkan bahwa kekuatan Lin Feng bukanlah apa-apa di hadapannya.

Dengan demikian, empat besar telah ditentukan: Lin Feng, Lin Tian, Liu Xue'er, dan satu murid tingkat tujuh lainnya yang berhasil menang dengan susah payah.

"Sekarang, kita akan memasuki babak semifinal!" suara diaken menggema. "Para tetua telah memutuskan bahwa pengundian akan dilakukan secara langsung di atas panggung!"

Ini adalah momen yang ditunggu-tunggu semua orang. Siapa yang akan melawan siapa? Akankah dua monster terkuat, Lin Tian dan Lin Feng, bertemu lebih awal? Atau akankah Lin Feng berhadapan dengan mantan tunangannya, Liu Xue'er?

Di bawah tatapan puluhan ribu orang, Kepala Klan Lin Zhennan secara pribadi mengambil dua dari empat bola bernomor dan mengangkatnya tinggi-tinggi.

"Pertarungan semifinal pertama!" suaranya yang agung terdengar. "Lin Tian melawan... Lin Mu!" (Lin Mu adalah murid tingkat tujuh yang tersisa).

Kerumunan sedikit kecewa. Ini berarti pertarungan yang paling dinanti akan terjadi di final, atau...

Itu berarti pertarungan semifinal kedua adalah...

Semua mata langsung tertuju pada dua sosok yang tersisa: Lin Feng, naga hitam yang bangkit, dan Liu Xue'er, sang peri es yang agung.

Mantan pasangan tunangan yang sekarang menjadi musuh.

Kisah yang paling dramatis.

Liu Xue'er mengepalkan tangannya di dalam lengan bajunya. Jantungnya yang biasanya sedingin es berdetak sedikit lebih cepat. Meskipun dia telah mempersiapkan mentalnya, saat momen ini benar-benar tiba, dia merasakan emosi yang rumit. Dia harus mengalahkan Lin Feng untuk menghancurkan "iblis hati" yang mulai terbentuk dan membuktikan bahwa keputusannya untuk membatalkan pertunangan adalah benar.

Lin Hu dan putranya, Lin Wei, tersenyum jahat. "Bagus! Biarkan Liu Xue'er yang memberinya pelajaran! Dia pasti akan mempermalukan sampah itu!" Mereka tahu betapa bangganya Liu Xue'er, dan dipermalukan oleh mantan tunangannya di depan umum adalah sesuatu yang tidak akan ia biarkan.

Lin Tian, yang sudah berjalan ke arena, berhenti sejenak dan melihat ke belakang dengan senyum mengejek. "Aku akan menunggumu di final," katanya pada Liu Xue'er, sama sekali tidak menganggap Lin Feng sebagai ancaman baginya.

Di atas panggung utama, Tetua Ketiga Lin Bao mencondongkan tubuhnya ke depan, matanya bersinar. Inilah saatnya untuk melihat kekuatan sejati Lin Feng.

Lin Feng perlahan membuka matanya. Dia menatap Liu Xue'er yang berdiri di seberang arena. Tatapannya masih sama, tenang dan tak terduga, seolah-olah lawannya bukanlah peri yang dipuja oleh seluruh klan, melainkan hanya orang asing lain di jalannya.

Dia masih ingat kata-katanya sendiri di Puncak Bambu Hijau. "Jika kau bertemu denganku di atas panggung, menyerahlah."

Dia berjalan menuju arena pusat, tempat pertarungan semifinal akan dilangsungkan. Setiap langkahnya menarik perhatian seluruh penonton.

"Semifinal kedua! Lin Feng melawan Liu Xue'er!"

Seluruh arena menjadi sunyi. Angin bertiup pelan, membawa ketegangan yang bisa dirasakan oleh semua orang.

Liu Xue'er, dengan gaun birunya yang berkibar, melayang ringan ke atas panggung seperti dewi. Aura dingin dari ahli tingkat enam puncak menyebar, membuat suhu di sekitar arena turun beberapa derajat.

Lin Feng berjalan menaiki tangga panggung dengan langkah biasa. Dia berdiri di seberangnya, jubah hitamnya kontras dengan gaun biru langit Liu Xue'er.

Dua sosok. Satu panas seperti naga tersembunyi, satu dingin seperti es abadi. Satu mewakili penghinaan masa lalu, satu lagi mewakili kebanggaan saat ini.

1
Aman Wijaya
mantul lanjut terus Thor
Aman Wijaya
jooooz jooooz pooolll Lin Feng lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz pooolll Lin Feng lanjut terus bantai semua lawan tanpa ampun
Aman Wijaya
mantab Thor lanjut terus
Aman Wijaya
gaaas pooolll Thor 💪💪💪
Aman Wijaya
top top markotop Lin Feng
Aman Wijaya
dalam dua Minggu babat semuanya yang telah memprovokasi diri mu Lin Feng bikin kabut darah semua
Aman Wijaya
mantab Lin Feng beri pelajaran pada menejer tua Lin hu biar tau rasa
Aman Wijaya
markotop top top lanjut
Aman Wijaya
gaaas pooolll Thor
Aman Wijaya
jooooz jooooz gandos lanjut
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Aman Wijaya
semangat Lin Feng
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos lanjut terus Thor semangat semangat
Abil Amar
gassss polll trussss seru dn epic bnget ceritanya Up yg lbih bnyk lg autor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!