Yuexin, seorang gadis dari dunia modern yang di abaikan okeh keluarga kandung nya demi sang anak angkat, ia harus mengalami nasib sial. Dirinya mati karena sengaja di dorong oleh saudara angkat nya, bukan nya mati jiwa nya terlempar ke zaman kuno dan masuk ke dalam tubuh seorang gadis miskin yang tidak memiliki keluarga.
lanjut bac yuk ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uyuuun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bagian 10
Pagi ini rumah keluarga Li kedatangan para warga sambil membawa bahan pangan untuk Yuexin dan keluarga nya. Yuexin keluar sambil membawa tahu sutra dan susu kedelai buatan nya. Ia menatap para warga dengan bingung.
"Tuan Li , nyonya Chang Sao kedatangan kami kesini ingin mengucapkan terimakasih sambil memberi hadiah kecil dari kami untuk kalian " ucap kepala desa sambil tersenyum ramah.
"Kepala desa, tidak kah ini terlalu berlebihan ? ". ucap nyonya Chang Sao.
"Itu benar, keluarga kami juga tidak kekurangan apa pun, lebih baik simpan saja hadiah kecil ini untuk kalian " sambung tuan Li Xiulan.
"Kami mohon jangan menolak, jika kalian menolak maka kami akan merasa kecewa " ucap istri dari kepala desa.
Yuexin pun tersenyum sambil menerima semua pemberian para warga, Yuexin pun menunjukkan tahu sutra buatan nya dan juga susu kedelai. Yuexin memberikan banyak bibit tanaman sayuran dan buah - buahan hingga kacang - kacangan.
Yuexin mengusulkan ide nya, ia ingin desa Tiansheng menjadi desa makmur yang di kenal oleh desa lain karena sikap warga nya yang baik dan juga tempat nya yang bagus. Yuexin mengajak para warga untuk bertani buah buahan di tanah kebun desa Tiansheng.
Jika berhasil desa mereka bisa menjadi tempat wisata alam yang dapat menghasilkan uang. Yuexin juga mengajak mereka untuk iuran membeli beberapa kereta kuda buat para bangsawan yang ingin mengelilingi desa Tiansheng tanpa harus berjalan kaki. Para warga semangat setuju, tidak hanya itu Yuexin juga mengajarkan bagaimana cara membuat tahu sutra dan susu kedelai.
Ia juga menegaskan bahwa tahu sangat bermanfaat, tahu mengandung protein yang bagus untuk tubuh. Serta olahan apa saja yang bisa di buat dari tahu. Para warga desa sangat senang setidaknya mereka memiliki pemasukan lagi.
"Kakak Yuexin memang pintar, di masa depan aku ingin pintar juga seperti kakak " ucap anak perempuan berumur 4 tahun yang mengagumi Yuexin.
"Kau pasti akan pintar bahkan jauh lebih pintar dariku "ucap Yuexin sambil mengusap kepala anak perempuan itu.
Hari ini semua orang di sibukkan dengan bertani, Yuexin menanam ceri di kebun nya sendiri. Orang - orang tidak ingin menanam pohon ceri karena rasanya yang asam dan Yuexin tidak akan memaksa. Yuexin akan menciptakan ceri manis di kebun nya sendiri. Li Xiaoshun mengumpulkan serat - serat sutra yang sudah banyak terbentuk di daun pohon murbei. Li Xiaoshun menambah lagi pohon murbei dan memisahkan beberapa ulat sutra ke pohon yang baru saja ia tanam. Yuexin hanya melihat nya saja ia sangat jijik dengan yang namanya ulat.
Uang yang ditabung Yuexin sedikit menipis, Yuexin berencana untuk menjual resep tahu pedas manis miliknya ke kedai makan Maiyaizu namun ia ingin hak jual tetap berlaku padanya. Bagaimana pun ia bisa mendapatkan keuntungan untuk dirinya dan juga untuk para warga.
"Kakak ayo antarkan aku ke kedai makan Maiyaizu, aku ingin menambah bisnis kita " ajak Yuexin namun sebelum itu Yuexin membuat susu kedelai yang banyak, tahu sutra mentah, dan tahu yang sudah ia buat menjadi tahu pedas manis.
Yuexin memasak dengan cepat, lalu ia membungkus semuanya dengan rapi, Kebetulan hari ini tidak ada pengantaran ubi semua ubi belum memasuki hasil panen. Yuexin hanya menjual semua ubi miliknya tanpa menjual milik warga.
Tuan Zubei menyambut Yuexin dengan ramah.
"Tuan kedatangan ku kesini - ".
"Panggil saja aku kakek nak " ucap tuan Zubei dan Yuexin mengangguk.
"Kakek kedatangan ku kesini membawa resep baru " Yuexin mengeluarkan tahu pedas manis buatan nya dan juga susu kedelai jahe hangat.
"Wah ini enak sekali " puji tuan Zubei.
"Seperti biasa kakek akan membelinya dengan harga kemarin " Yuexin tersenyum namun sebelum itu ia mengungkap nya keinginan nya yang ingin menjual makanan yang sama.
Tuan Zubei tersenyum melihat kejujuran Yuexin, baru kali ini menemui orang seperti Yuexin.
"Tentu saja boleh nak, lagian kau berjualan di desa Tiansheng sementara aku di ibu kota. Aku menanti nama kedai makan mu sepopuler kedai makan orang tua ini hahahaha " Yuexin pun ikut tersenyum.
Nyonya song datang berkunjung untuk menikmati ubi brulee, namun dari kejauhan ia melihat ayah nya yang duduk bersama dua orang lain nya.
"Ayah ! "
"Oh putriku, kemari lah duduk bersama ku "Nyonya song duduk di antara mereka. Yuexin dan Li Xiaoshun mendadak canggung.
"Perkenalkan dia Yuexin pemilik dari resep ubi brulee kesukaan dirimu " Yuexin menunduk hormat karena status bangsawan yang dimiliki nyonya song.
Nyonya song hanya diam sambil mengamati wajah Yuexin, Yuexin yang di perhatikan seperti itu pun mendadak ingin buang air besar.
"Emmm , kakek kalau begitu aku permisi karena mau mengunjungi kedua kakak ku ".
"Oh baiklah besok seperti biasa antarkan saja semua barang - barang pesanan itu ya " Yuexin mengangguk lalu berpamitan untuk pergi.
Yuexin datang menemui kedua kakaknya lagi setelah sekian lama, ia pun masuk kedalam kantin akademi. Bai shuyao melihat keberadaan Yuexin tersenyum lalu datang menghampiri.
"Akhirnya aku menemukan mu " ucap Bai shuyao kepada Yuexin. Yuexin hanya tersenyum manis.
"Kalian saling mengenal ? " tanya song Xuan dan Bai shuyao mengangguk.
"Dia sangat berjasa untuk ku dan juga ayah ku, kesembuhan ayah ku ada hubungan nya dengan dia. Dia telah memberiku - ".
"Aku hanya memberi nona ini jamur Lingzhi " ucap Yuexin dengan gagap. Ia memberi syarat kepada Bai shuyao agar tidak mengatakan apa pun di hadapan mereka semua.
"Emmm i - iya itu benar jamur Lingzhi sangat langka makanya aku sangat berterimakasih kepadanya. Ayah ku ingin menemui mu dan mengucapkan terimakasih secara langsung " ucap Bai shuyao juga terbata - bata.
Putri Zhao Fenyue yang sudah tahu hanya diam tanpa berniat ikut campur. Yuexin tersenyum membuat mereka terpesona dengan kecantikan Yuexin.
"Sepertinya kau memakai pakaian baru dan tusuk rambut baru ya "goda Li Yuxuan kepada Yuexin.
"Itu benar apakah terlihat bagus ? " tanya Yuexin kepada kedua Kakaknya.
" Tentu saja apa yang kau kena kan selalu bagus " jawab Li Shuo.
"Tuh kan apakah kakak dengar pakaian ini dan tusuk rambut ini bagus, kakak ketiga yang membelikan ku semua ini " ucap Yuexin membuat Li Xiaoshun bangga dan mengejek kedua kakak nya.
"Sepertinya kakak salah lihat, kau tidak bagus memakai pakaian ini kau terlihat seperti pohon hijau yang berjalan " ucap Li Shuo membuat mereka yang mendengar tersenyum. Mereka dapat melihat kecemburuan dari antara ketiga nya.
"Yang di katakan Li Shuo benar, bahkan tusuk rambut ini terlihat biasa saja tidak mewah. Bagaimana bisa dia memberikan mu sesuatu yang biasa - biasa saja " sambung Li Yuxuan membuat Li Xiaoshun kesal dan berdecih.
"Cih, kalian hanya iri padaku, bilang saja kalian kalah saing dengan ku. "ledek Li Xiaoshun membuat Li Shuo menginjak kaki nya.
"Akhhhh ! ". Li Xiaoshun berteriak dan menangis berpura - pura kesakitan.
"Adik lihatlah kaki ku di injak dia " tunjuk Li Xiaoshun ke Li Shuo.
"Injak saja gantian " perkataan Yuexin membuat hati Li Shuo merasa sakit. Sementara Li Yuxuan dan Li Xiaoshun tersenyum penuh kemenangan.
Li Shuo memasang wajah cemberut dan Yuexin meminta maaf kepadanya membuat Li Shuo kembali luluh.
"Aku sangat iri melihat hubungan kekeluargaan kalian " ucap song Xuan membuat mereka terdiam.
"Itu benar, apakah kau mau menjadi adik ku juga ? " tanya song Yanxue membuat Yuexin tidak tahu harus berkata apa.
"Maaf tuan muda song Xuan tapi adik ku hanya milik keluarga Li kami ". ucap Li Yuxuan penuh posesif.
Li Yuxuan, Li Shuo dan kedua tuan muda song itu saling berdebat. Entah sejak kapan mereka akrab namun Yuxuan menganggap itu hal bagus setidaknya kakak - kakaknya akan memiliki banyak koneksi yang dapat menguntungkan dirinya.
Yuexin berbisik di telinga Li Xiaoshun ia ingin makan mie daging yang tampak enak dari menu makanan kantin. Li Xiaoshun memesan nya dan ia mengajak Yuexin untuk duduk terpisah dari mereka. Satu suapan masuk ke dalam mulut nya, rasanya hambar bagai mie tepung yang hanya di beri daun bawang, daging dan air garam saja.
Yuexin mengedipkan kedua matanya dengan polos, Li Xiaoshun yang penasaran pun memakan mie tersebut. Rasa mie itu terlalu hambar.
"Ini tidak enak " keluh Yuexin pelan namun mampu di dengar oleh mereka.
"Jangan dimakan lagi " Li Yuxuan mengambil mangkuk mie adik nya lalu ia memakannya, mereka pun mulai membantu Li Yuxuan untuk menghabiskan mie keramat itu.
Setelah selesai melepas rindu Yuexin pun berpamitan untuk pulang, dan ia berjanji kepada Bai shuyao untuk menemui kepala hakim Bai suatu hari nanti.
tp lw badan nduth gx bisa tuh😁😁😁