NovelToon NovelToon
Gravitasi Terbalik

Gravitasi Terbalik

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:68
Nilai: 5
Nama Author: Aarav Rafandra01

Saat si badboy jatuh cinta pada kebaikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aarav Rafandra01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah Aturan dan perjanjian.

Aruna memperhatikan sikap Faisal yang kini jauh lebih tenang dan dewasa. seragamnya rapih, bahkan potongan rambutnya diubah menjadi sesuai dengan aturan sekolah.

Mereka berdua merayakan hari jadi hubungan mereka di warung kecil dekat rumah Faisal.

" Aku bener bener jadi orang paling beruntung sekarang." Ucap Faisal, sembari menyeruput kopi.

Aruna tertawa, tawa bahagia tanpa ada nada tertahan.

Faisal meraih tangan Aruna, tangan yang selalu menjadi saksi kerasnya hidup, kini perlahan melembut karena terlalu sering menggenggam tangan kekasihnya.

" Aku seneng kak..... Kamu maksudnya. Udah bener bener berjuang buat lebih baik."

Faisal mengangguk, ia memegang tangan Aruna semakin erat.

" Kamu adalah guru yang paling tenang, yang berhasil aku taklukan di tengah keributan yang ada disekolah. Kamu ga pernah nuntut apapun." Ucap Faisal sambil mengecup lembut tangan kekasihnya.

Faisal tak tahu cara merangkai kata kata romantis. Tapi dia berjanji pada dirinya, untuk selalu ada dan selalu siap menjadi pelindung bagi Aruna.

Air mata Aruna menetes. Ia tak pernah meragukan kesetiaan Faisal, hubungan mereka dibangun atas dasar pembenaran yang jauh dari kata palsu.

Aruna menggenggam tangan Faisal, penuh keyakinan. Faisal tersenyum lebar, senyumnya kini tak lagi mengandung bahaya, melainkan kedamaian yang Aruna temukan.

Aruna si pendiam yang baik hati, akhirnya berhasil diluluhkan oleh Faisal. Mereka berdua berjanji untuk saling menjaga, dan saling melengkapi satu sama lain. Aruna akan selalu menjadi tempatnya kembali dari segala kekacauan.

..........

Keesokan harinya.

koridor sekolah sangat ramai, dipenuhi bisik bisik tentang hubungan mereka berdua . Namun, Faisal dan Aruna berjalan seperti gelembung kedap suara.

" Sekarang aku bisa dengan bangga mencantumkan namamu sebagai pacar terbaik yang tidak sengaja mengabaikan hukum sekolah, di bio instagramku."

Faisal menyunggingkan senyum khasnya yang mengundang masalah.

Aruna mengeratkan pegangannya pada buku.

" Faisal, aku kan udah bilang. Jangan terlalu berlebihan."

" ko berlebihan sih, kenapa? Kamu malu pacaran sama....."

" Bukan gitu," Potong Aruna. Menatap Faisal, tidak ada ekspresi cemas, hanya ketenangan yang dingin. " Aku gak malu, aku cuman realistis, kita baru jadian beberapa hari lalu."

" Baiklah, kalo gitu. Kasih tau aku hal apa aja yang ga boleh aku lakukan?" Faisal tersenyum.

Aruna mendekatkan wajahnya, suaranya pelan tapi tegas.

" Selama kita bersama, kamu gaboleh buat masalah yang berpotensi dikeluarkan dari sekolah. Aku gamau ngabisin waktu sama orang yang ga serius sama masa depannya."

Faisal terdiam sejenak, terkejut dengan perkataan Aruna. Jika diberi pertanyaan seperti itu, biasanya gadis gadis lain akan tersipu atau tertawa genit. Tapi Aruna, dia sangat berbeda. Seperti sedang membuat perjanjian formal.

" kamu serius?"

" Aku selalu serius, Faisal. Kamu harus ngeri, aku gini karena aku suka sama kamu. Kalo gak ngapain aku larang larang kamu."

Mendengar pengakuan Aruna yang jujur, Faisal merasa ada sesuatu yang bergetar di dalam hatinya, sesuatu yang lebih besar dari sekedar sensasi kemenangan.

" Aku juga, Na. Sayang banget sama kamu. Tapi kamu harus tau, aku butuh proses, aku gabisa langsung ninggalin semua kebiasaan jelek aku, kalo sewaktu waktu aku lupa, aku harap kamu mau ngasih tau aku."

Aruna tersenyum tipis.

" Kalo gitu, aku harus selalu ada disamping kamu. jadi pengawas yang siap ngehukum kamu kalo ngulangin kesalahan yang sama."

Faisal tertawa pecah.

Bel sekolah berbunyi nyaring, menandakan jam pelajaran akan segera dimulai.

" Sal aku duluan ya." Aruna tersenyum singkat dan berbalik, bergegas meninggalkan tanpa menunggu balasan dari Faisal.

" Kebiasaan, dasar kutu buku. " Gumam Faisal dalam hati.

Faisal memandang punggung Aruna yang rapi, biang onar disekolah itu merasa seperti baru saja diinterogasi oleh detektif paling pintar di dunia.

Sepulang sekolah, Faisal menunggu Aruna di gerbang sekolah. sudah setengah jam dia berdiri, tapi Aruna tak kunjung datang. Faisal menerka nerka.

" Apa Aruna lupa ya, "

Faisal memutuskan untuk mencari Aruna ke kelasnya. Pada saat ingin melangkah, Faisal melihat Aruna sedang berjalan dengan Gibran.

" ARUNA! " Teriak Faisal.

keduanya tersentak.

" Aku nungguin kamu loh dari tadi di gerbang, kamu lupa? "

" aku mau belajar. " jawab Aruna singkat.

" Apa? Bisa kan belajarnya dirumah? Ayo pulang!." Ajak Faisal.

" Emang nya kamu siapa ngatur ngatur aku?"

" Siapa? Aku pacar kamu, Na."

Seketika Aruna teringat bahwa mereka telah jadian.

Gibran tersentak.

" APA? GUE GA SALAH DENGERKAN? KO LU MAU SIH,NA. PACARAN SAMA...."

" Sama apa? " potong Faisal.

" Udah berhenti, ayo pulang."

Aruna menarik tangan Faisal.

" Maaf aku lupa. "

" lupa apa malu karena ada Gibran? "

" Apaan sih, Sal. aku beneran lupa."

Faisal menggenggam erat tangan Aruna.

" Pokonya aku gamau ada cowo lain, yang seenaknya ngambil waktu kamu dari aku."

Aruna tersenyum.

" Kamu cemburu,Sal? "

Faisal melepas genggaman tangannya.

" Ngga lah, ngapain cemburu. Aku cuman gasuka."

Aruna tertawa mengejek.

" Cieee, ketua geng cemburu."

Faisal memerah, mendekat kan wajahnya ke Aruna.

" Kalo iya, emang kenapa? "

Aruna melangkah mencari jarak aman.

" Malu, Sal. Diliatin banyak orang."

Faisal menggelengkan kepala.

" Yaudah, iya. Maaf."

Faisal dan Aruna melanjutkan langkahnya menuju rumah masing masing.

Pagi berikutnya, Faisal mencoba menjalankan peraturan yang dibuat kekasihnya. Ia tidak bolos, tidak menyempatkan waktunya untuk sekedar nongkrong di warung belakang sekolah. Ia langsung masuk kedalam kelas, membuka beberapa buku paket pelajaran, dan mulai mempelajarinya. Pikirannya hanya tertuju pada pelajaran dan senyum menantang Aruna.

Setelah jam sekolah usai, alih alih nongkrong di tempat biasa. Faisal memilih berjalan ke arah tempat yang paling asing baginya, perpustakaan Sekolah.

Perpustakaan itu luas, sunyi, dan memiliki aroma kertas usang yang menenangkan. Faisal melangkah masuk, ia merasa seperti penyusup. Beberapa siswa dan siswi yang sedang belajar mendongak, waspada. Berjaga jaga jika Faisal usil. Faisal mengabaikan mereka, matanya mencari targetnya.

Aruna duduk dimeja paling pojok, terhalang beberapa rak buku. Ia tampak tenggelam dalam buku buku tebalnya. Mengenakan earphone, fokusnya total. Ada beberapa tumpukan buku tebal disampingnya.

Faisal mendekat, menyeret kursi diseberang Aruna. Menciptakan suara decitan yang sedikit mengganggu.

Aruna terkejut, melepas earphone nya.

" Faisal! " Aruna berbisik. " Ini perpus! Mau ngapain kamu disini? "

Faisal tersenyum.

" Aku menepati janjiku, untuk menjadi lebih baik. Aku mau menemanimu belajar, Self improvement kan? Aku sedang menjalani aturanmu. "

" kamu gausah repot repot nemenin aku, kamu ganggu yang lain. Liat orang orang, pada merhatiin kita." kata Aruna datar.

" Biarin aja, mulai sekarang, mereka akan terbiasa liat aku disini. " Bisik Faisal, mencondongkan tubuhnya kedepan.

Aruna menatap Faisal, sorot matanya tajam.

" Jadi alesan kamu Dateng kesini karena kamu bener bener serius mau ngikutin aturan aku? "

Faisal mendengus.

" Ya iyalah."

" Tapi orang orang disini kayanya ngerasa keganggu sama kehadiran kamu." ucap Aruna, kini nadanya lebih tenang dan analistis.

Faisal terdiam, Faisal merasa tidak cocok berada di perpustakaan. Seolah perpustakaan menolak kehadirannya, Faisal melangkah keluar tanpa berpamitan. Meninggalkan Aruna dengan seribu pertanyaan dipikirannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!