NovelToon NovelToon
Kultivator Tanpa Bakat

Kultivator Tanpa Bakat

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Action / Tamat
Popularitas:10k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Apa jadinya jika kau lahir tanpa bakat dan harus kehilangan satu-satunya orang yang kau cintai? itulah hal yang di alami oleh Xiao Chen.

Tapi suatu hari dia menemukan Kristal yang dapat memutar balikan waktu dan ini tidak gratis.

Apakah ini keberuntungan atau justru kutukan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Mendapatkan Gingseng berumur seratus tahun

​Xiao Chen mengeluarkan ramuan dan beberapa daun herbal dari tasnya untuk mengobati luka cakaran di tubuhnya. Luka dari Monyet Giok Hitam itu cukup dalam. Dengan bantuan Jun Fei, ia selesai membalut perban di dadanya.

​"Sekarang kita lanjut atau pulang saja, Kak Xiao? Sepertinya Kak Xiao butuh istirahat." usul Jun Fei, wajahnya menunjukkan kekhawatiran yang tulus.

​Xiao Chen berdiri, menolak usulan adiknya. Rasa sakit memang menyengat, tetapi tujuan mereka sudah sangat dekat. "Tidak perlu! Lagi pula, Ginseng Seratus Tahun itu sudah dekat. Tapi, kita harus sangat berhati-hati dengan Laba-Laba Beracun yang menjaganya. Aku punya rencana."

​Xiao Chen mendekat dan membisikkan rencana yang sudah ia rancang selama bertahun-tahun di kehidupan sebelumnya. Jun Fei mengangguk, matanya menunjukkan pemahaman dan antusiasme.

​Setelah itu, mereka kembali berjalan ke dalam hutan dengan langkah yang lebih waspada. Tak lama kemudian, Xiao Chen akhirnya sampai di tujuannya. Ginseng Seratus Tahun yang ia cari berada di bawah pohon besar yang sangat tua di depannya.

​Namun, seperti yang sudah diperkirakan, pohon itu memiliki penunggu: seekor Laba-Laba Racun Perunggu berukuran anjing, yang siap menerkam.

​"Seperti yang aku bilang, kau tunggu aku di sini." perintah Xiao Chen. Ia mengambil posisi dan mulai melaksanakan rencana.

​"Baik, Kak Xiao. Aku akan siap-siap." Jun Fei bersembunyi di balik semak tebal, menyiapkan busur panahnya.

​Xiao Chen berjalan ke depan dengan hati-hati. Ia menyadari ada banyak pasang mata yang mengawasinya dari atas dahan dan jaring-jaring tebal.

​Xiao Chen kemudian mulai menggali tanah di dekat akar pohon besar tersebut, sengaja membuat suara gaduh. Monyet itu sudah mati, kini tinggal Laba-Laba. Laba-Laba Racun yang mengintai di dahan mulai bergerak turun, bersiap menyerang.

​PLAK!

​Sebuah anak panah menghantam salah satu kaki laba-laba tersebut. Itu ulah Jun Fei. "Jangan mengganggu Kak Xiao Chen, dasar mata delapan!" teriak Jun Fei.

​Xiao Chen berusaha menggali secepat mungkin. Laba-Laba itu marah, dan alih-alih menyerang Jun Fei, ia melontarkan semburan racun hijau pekat ke arah Xiao Chen.

​Xiao Chen berhasil mendapatkan Ginseng Seratus Tahun itu. Ia segera melompat ke samping, untung saja ia tidak terkena semburan racun yang bisa melelehkan kulit.

​"SEKARANG, JUN FEI! KITA SUDAH BERHASIL! WAKTUNYA KITA LARIII!" teriak Xiao Chen.

​Xiao Chen dan Jun Fei langsung berlari kencang meninggalkan tempat itu. Laba-Laba yang marah mengejar, bergerak cepat dari pohon ke pohon lain. Beberapa kali ia menembakkan racunnya, tetapi setelah mengejar dalam jarak tertentu, ia kembali ke sarangnya.

​Xiao Chen dan Jun Fei, yang sudah sangat kelelahan, akhirnya berhenti di tempat yang aman. Mereka saling pandang dan tertawa bersama.

​"Hahaha! Lihat ini, Jun Fei," Xiao Chen mengangkat Ginseng yang berharga itu. "Setidaknya dengan ini kita akan mendapatkan uang yang sangat banyak!"

​"Hahaha, kau benar, Kak! Kita bisa makan enak sepuasnya!" Jun Fei, sang mantan pengemis, hanya memikirkan makanan.

​"Hanya makanan?" Xiao Chen tersenyum mengejek. "Ha! Bahkan kita dapat membeli rumah dengan ini, Jun Fei! Sekarang, kita harus menjualnya."

​"Di mana? Di pasar biasa?" tanya Jun Fei.

​Xiao Chen menggeleng. "Bukan! Kita akan menjualnya di Pasar Gelap! Di sana Ginseng ini akan dihargai jauh lebih mahal oleh para kultivator berpengalaman. Dan untuk itu, kita membutuhkan penyamaran."

​Mereka berdua pun kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah, karena waktu sudah akan sore lagi.

​"Kita akan menyamar jadi apa, Kak?" tanya Jun Fei penuh harap.

​"Menjadi sepasang Pedagang Misterius yang tidak ingin diketahui identitasnya!"

1
Galih Agung
ceritanya bagus.. MC nggak naif
Galih Agung
lanjutannya nggak adakah
Galih Agung
selesai ini??
A 170 RI
ok thor
A 170 RI
lanjut thor
Aman Wijaya
lanjut terus Thor semangat semangat semangat
Aman Wijaya
lanjut
Agen One: siapppp
total 1 replies
Aman Wijaya
arti sebuah kebersamaan walaupun bukan saudara kandung
Aman Wijaya
rasa tanggung jawab dan kepercayaan harus dijunjung tinggi dalam sebuah ikatan persahabatan dan persaudaraan.mantab Thor lanjut terus semangat semangat semangat
Aman Wijaya
gaaas terus Thor
Aman Wijaya
mantab Thor lanjut
Aman Wijaya
Mereka bertiga siap beraksi di pasar gelap untuk meraup emas dan perak.semoga sukses
Aman Wijaya
jooooz jooooz pooolll mantab Thor
Aman Wijaya
jiwa pedagang kalian bertiga
Aman Wijaya
gaaas terus Thor lanjut
Aman Wijaya
gaaas terus Thor
Aman Wijaya
lanjut terus
Aman Wijaya
markotop top top top
Aman Wijaya
semangat kalian bertiga pasti bisa bertahan hidup dan melindungi ibu kalian
Aman Wijaya
bertambah lagi saudara semoga kedepannya mereka tetap bersaudara tidak berkhianat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!