Seorang Kaisar Abadi yang sedang melewati rangkaian Ujian Langit, mengalami kegagalan karena diserang oleh Pasukan Berjubah. Dirinya yang mengalami luka cukup parah sebab gagal melewati Ujian Langit, serta merasa geram terhadap Pasukan Berjubah. Menggunakan sebuah Teknik Terlarang untuk melawan Pasukan Berjubah hingga menyebabkan tubuh dan jiwanya hancur.
Lima Ribu Tahun kemudian, Ia terlahir kembali sebagai seorang Tuan Muda dari Klan Xiao. Namun sayangnya, Ia terlahir dengan kondisi lautan energi yang tersegel sehingga membuat dirinya tidak bisa berkultivasi.
Tetapi, kondisi yang kurang baik tersebut tidak membuat dirinya menyerah. Ia akan berusaha keras untuk mendapatkan kembali seluruh kekuatannya seperti di masa lalu, demi membalaskan dendamnya serta melindungi orang yang ia cintai!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnginBiru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 11 - Serangan Xiao Yun
Setelah menghindar cepat dari tendangan kaki Xiao Lin. Xiao Yun kembali menyerang Xiao Lin dengan gerakan yang semakin cepat dan kuat dari sebelumnya.
TRANG! TRANG!
BAMM!
Suara dentingan bilah pedang serta mata tombak yang berbenturan, menjadi sebuah kebisingan menegangkan di Lapangan Bela Diri. Xiao Yun terus menyerang Xiao Lin tanpa henti. Ia tidak memberikan kesempatan bagi Xiao Lin untuk mengambil napas panjang sedetikpun. Gerakan kaki dan pedang yang sangat lincah nan terukur, namun selalu memiliki kekuatan yang mengerikan.
Xiao Yun benar-benar menunjukkan kemampuan serta insting bertarungnya, sebagai seseorang yang pernah berdiri di puncak dunia bela diri. Situasinya kini pun menjadi berbalik. Xiao Lin terus disudutkan oleh serangan pedang Xiao Yun. Hingga akhirnya, tubuh Xiao Lin kehilangan keseimbangan. Melihat celah yang menguntungkan ini, Xiao Yun langsung menghentikan serangan pedangnya. Lalu, segera melancarkan tendangan yang sangat kuat dengan kaki kanannya ke arah wajah Xiao Lin.
BAMM!
Tubuh Xiao Lin langsung terlempar beberapa meter setelah mendapatkan tendangan yang sangat kuat di wajahnya. "Kerja bagus, Yun! Itulah yang kuinginkan sejak tadi. Serangan selanjutnya harus lebih kuat dan mematikan!" Yan tampak lebih bersemangat dibandingkan Xiao Yun
"Kau terlalu berlebihan, Yan. Bukankah katamu ini hanyalah Latihan Bertarung?" ucap Xiao Yun seraya tersenyum
"Cih! Menyebalkan!"
Sementara itu, semua orang tampak terkejut setelah melihat kejadian yang baru saja terjadi. Mereka semua tidak menyangka, kalau Xiao Yun memiliki kemampuan yang cukup untuk menandingi dominasi Xiao Lin. Di sisi lain, Xiao Lin terlihat masih terbaring di permukaan lapangan setelah dirinya mendapatkan tendangan keras dari Xiao Yun. Tak lama kemudian, Xiao Lin kembali bangkit seraya menyeka bibir bagian kirinya yang mengeluarkan sedikit darah. "Dasar sampah! Beraninya kau menendang wajahku. Akan kubalas perbuatanmu ini!!"
WUSH!
Tombak hitam milik Xiao Lin seketika terselimuti oleh kumpulan energi berwarna ungu. Aura dari tombaknya mendadak terasa sangat kuat setelah diselimuti oleh energi berwarna ungu tersebut. Xiao Yun pun segera mengatur kuda-kudanya kembali, saat melihat perubahan besar yang terjadi pada tombak Xiao Lin. "Aku harus kembali fokus dan tidak boleh lengah sedetikpun." ujarnya seraya mengeluarkan pedangnya kembali
Di saat bersamaan, Xiao Lin segera mengatur tubuhnya agar sedikit condong ke depan. Kumpulan energi berwarna ungu yang menyelimuti tombaknya juga langsung terpusat pada mata tombak. Kemudian, Xiao Lin langsung melesat cepat ke arah Xiao Yun dengan posisi tombaknya yang mengarah lurus ke depan.
Serangan Xiao Lin tampak lebih mengerikan dari sebelumnya. Namun, alih-alih mengambil sikap untuk menahan serangan tombak tersebut. Xiao Yun justru menyimpan kembali pedangnya. Mata semua orang sontak melebar ketika melihat tindakan Xiao Yun. Lalu, saat serangan tombak Xiao Lin sudah berjarak tiga inci dari wajahnya. Sebuah senyum kecil tiba-tiba muncul di wajahnya. "Terlalu lambat."
SYUH!
Xiao Yun dengan cepat langsung menundukkan setengah tubuhnya, lalu mencengkram erat lengan baju Xiao Lin. Kemudian, ia memusatkan aliran energi murni pada kepalan tangan kanannya dan segera meninju perut Xiao Lin dengan keras.
BAMM!!
COUGH!
Xiao Lin seketika memuntahkan seteguk darah segar. Tubuhnya pun kembali terlempar jauh ke belakang. Tangan murid-murid Klan Xiao langsung menutupi mulut mereka. Tubuh Ye Wuling tampak membeku. Mereka semua terkejut saat melihat kemampuan bertarung Xiao Yun yang sangat luar biasa. Satu gerakan menakjubkan dari Xiao Yun, segera membuka mata para murid Klan Xiao terhadapnya. Kalimat-kalimat pujian pun mulai terdengar di antara kerumunan tersebut.
"Benar-benar hebat."
"Itu bukanlah gerakan yang seharusnya dimiliki oleh seorang pemula seperti dirinya."
"Xiao Yun sungguh melakukan perhitungan dengan sangat cermat."
Ye Wuling juga tampak tersenyum puas dengan mata yang terpaku pada Xiao Yun. Ia benar-benar terpesona oleh kemampuan yang baru saja ditunjukkan putra sahabatnya tersebut. Sementara itu, Xiao Yun terlihat sedang mengatur kembali ritme napasnya setelah berhasil menunjukkan aksi yang memukau mata semua orang. Akan tetapi, Latihan Bertarung hari ini belum sepenuhnya berakhir.
WHUSH! WHUSH!
Gelombang energi murni yang sangat besar tiba-tiba datang dari tempat Xiao Lin berada. Gelombang energi tersebut tampak mengelilingi tubuh Xiao Lin yang masih dalam keadaan tengkurap. Semua mata pun langsung tertuju padanya. Lalu, tubuh Xiao Lin perlahan mulai bangkit seraya meracau, "Kenapa? Kenapa?!"
"Padahal tingkat kultivasimu jauh lebih rendah dibandingkan diriku. Padahal kau hanyalah seorang sampah. Tetapi kenapa kau berani bersikap sombong di hadapanku, Xiao Yun?!!"
DUAR!!
Kumpulan energi murni yang mengelilingi tubuh Xiao Lin seketika meledak dengan kuat ke arah langit. Mata semua orang langsung terbuka lebar. Ledakan energi tersebut memberi tahu mereka. Bahwa, kultivasi Xiao Lin telah berhasil mencapai tahap Master Energi Lapisan Pertama. Ini merupakan momen yang sangat luar biasa. Banyak hal hebat dan tak terduga yang terjadi pada hari ini.
Di sisi lain, Xiao Yun juga terlihat terkejut serta tidak menyangka. Kalau kultivasi Xiao Lin akan meningkat karena emosi berlebihan yang memenuhi kepalanya. Situasi di Lapangan Bela Diri yang sejenak berada di pihak Xiao Yun, kini dikembalikan pada Jenius Klan Xiao. Meskipun, aura serta embusan napas Xiao Lin setelah mengalami kenaikan tingkat belum sepenuhnya stabil. Namun, dengan kondisi tersebut sudah cukup untuk menyeret Xiao Yun ke dalam posisi yang berbahaya.
WUSH!
Tombak hitam Xiao Lin pun kembali diselimuti oleh energi berwarna ungu. Aura yang dipancarkan tombak Xiao Lin terasa lebih kuat dibandingkan sebelumnya. Hal tersebut menjadi sebuah alarm bahaya bagi Xiao Yun. Kemudian, Xiao Lin segera melompat tinggi ke langit lalu menerjang Xiao Yun dengan serangan yang sangat kuat.
BOOM!
KRAK! TASH!
Pedang Xiao Yun seketika hancur berkeping-keping setelah gagal menahan serangan kuat dari Xiao Lin. Kedua mata Xiao Yun sontak terbuka lebar. Xiao Lin pun segera memanfaatkan momentum ini dengan cepat. Ia langsung menyimpan kembali tombaknya, kemudian mencengkram kuat kerah baju Xiao Yun. Lalu, memusatkan aliran energi murni pada kepalan tangan kirinya dan segera meninju perut Xiao Yun dengan keras. "Terima pembalasanku ini, dasar sampah!!"
BAMM!!
Sebuah tinju kuat dari Xiao Lin langsung menerbangkan tubuh Xiao Yun hingga keluar dari Lapangan Bela Diri. Xiao Lin benar-benar melampiaskan amarahnya pada pukulan tersebut. Di sisi lain, tubuh Ye Wuling sejenak membeku saat melihat Xiao Yun terlempar cukup jauh. Kemudian, ia bergegas menghampiri putra sahabatnya tersebut untuk memastikan keadaannya. "Apa kau baik-baik saja, Xiao Yun?" tanyanya dengan penuh kegelisahan
Tubuh Xiao Yun tampak begitu lemas. Namun kesadarannya masih tetap terjaga. Ia pun segera mengambil posisi duduk saat mendengar suara Ye Wuling. "Ugh.. Aku baik-baik saja, Paman."
"Sungguh?" Ye Wuling merasa sangat khawatir ketika melihat kondisi Xiao Yun yang sangat lemas
"Kau tidak perlu memaksakan dirimu terlalu jauh. Ini hanyalah Latihan Bertarung. Lagipula, kau sudah dinyatakan kalah karena keluar dari area Lapangan Bela Diri."
Xiao Yun langsung terdiam. Lalu, ia segera berusaha bangkit seraya berkata, "Tidak, tolong tarik kembali keputusan Paman. Aku masih bisa bertarung."
COUGH!
Seteguk darah segar seketika keluar dari dalam tubuh Xiao Yun. Tubuhnya yang lemas juga tiba-tiba kehilangan keseimbangan. Ye Wuling pun dengan sigap segera menahan tubuh Xiao Yun menggunakan kedua tangannya. Sepertinya, pukulan Xiao Lin sungguh memberikan dampak besar pada tubuh Xiao Yun. "Berhentilah keras kepala, Xiao Yun! Kau hanya akan menyakiti dirimu sendiri jika terus seperti ini."
Ye Wuling berusaha membujuk Xiao Yun agar tidak melanjutkan Latihan Bertarungnya. Namun, Xiao Yun tampak mengabaikan semua perkataan dari Ye Wuling. Ia menyingkirkan kedua tangan Ye Wuling yang menopang tubuhnya dengan lembut. Lalu, segera mengatur postur tubuhnya agar berdiri tegap sambil menyeka sisa darah yang terdapat di bibir bagian kanannya. "Maafkan aku, Paman Wuling. Aku sangat menghargai usaha Paman yang berusaha untuk melindungiku."
"Tetapi, hanya untuk kali ini. Izinkan aku untuk menjadi anak yang keras kepala dan menyelesaikan semua ini dengan kekuatanku." ucap Xiao Yun dengan tegas
Xiao Yun terlihat sangat bersungguh-sungguh ingin melanjutkan kembali Latihan Bertarung, meski tubuhnya sedang tidak baik-baik saja. Keteguhan hati serta tekad milik Xiao Yun, terasa sangat jelas dari mata birunya yang bersinar terang. Ye Wuling pun dengan berat hati mengizinkan Xiao Yun untuk melanjutkan Latihan Bertarungnya. Ia tidak ingin menghancurkan keteguhan hati dan tekad milik putra sahabatnya tersebut.
"Baiklah, aku mengerti. Aku akan mengizinkanmu untuk melanjutkan kembali Latihan Bertarung. Tetapi, jika sekali lagi kau terkena serangan dari Xiao Lin. Maka aku akan mengakhiri Latihan Bertarung ini." jelas Ye Wuling
Xiao Yun segera mengangguk pelan. "Terima kasih, Paman. Aku tidak akan membiarkan Xiao Lin menyerangku lagi seperti sebelumnya." ucap Xiao Yun
"Haah.. Kau benar-benar keras kepala seperti Ayahmu."
Setelah memastikan keadaan Xiao Yun serta memutuskan untuk melanjutkan Latihan Bertarung. Sosok Ye Wuling langsung menghilang dari hadapan Xiao Yun dan kembali muncul di tempat murid Klan Xiao berada. Xiao Yun juga bergegas melangkahkan kakinya ke atas Lapangan Bela Diri. "Apa kau sungguh baik-baik saja, Yun? tanya Yan melalui transmisi suara
"Iya, ini bukan masalah besar. Aku hanya sedikit terkejut tadi. Karena, sudah sangat lama tidak ada yang menyudutkanku hingga seperti ini."
"Ini.. Ini benar-benar menarik!" ucap Xiao Yun seraya tersenyum menyeringai
"Haah.. Aku mengkhawatirkan orang yang salah."
Sebagai seseorang yang pernah berdiri di puncak bela diri. Xiao Yun justru terlihat semakin bersemangat, walaupun dirinya dipojokkan oleh serangan Xiao Lin. Mata birunya memancarkan tekad yang membara. Ketika langkah kakinya telah berada di atas Lapangan Bela Diri. Sebuah ekspresi sombong disertai senyum menyeringai dari Xiao Lin, menyambut dirinya yang berkeinginan untuk melanjutkan kembali Latihan Bertarung.
Sorak-sorai pun kembali terdengar dari tempat murid-murid Klan Xiao berada. Kembalinya Xiao Yun di atas Lapangan Bela Diri. Meningkatnya kultivasi Xiao Lin menjadi seorang Master Energi Lapisan Pertama. Mereka semua sangat menantikan, aksi-aksi memukau selanjutnya yang akan ditunjukkan dua generasi muda Klan Xiao tersebut.