Ada apa dengan istriku?
Tak seperti biasanya istriku terlihat diam tak banyak bicara lagi, seolah bukan orang yang kukenal selama ini.
Diam bukan berarti tak mengerti apapun - Luna.
Maafkan, sungguh diriku menyesali semua itu - Akbar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MS.Tika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
Merasa penasaran akan pesan kemarin, dirinya sedikit tak yakin datang memenuhi apa yang diharapkan pada pesan tersebut. Tapi dia tampak senang karena semalam suaminya tak kembali lagi kamarnya.
"Untung Akbar tak kembali lagi, kegelisahanku gak akan diketahuinya. Datang enggak ini, hiisshh.. Tapi aku juga penasaran siapa yang mau bertemu denganku," ucap Luna sambil mondar-mandir dikamarnya.
"Dari pada nanti kepikiran terus lebih baik aku datang aja, masih ada 2 jam lagi waktu yang ditentukan. lebih baik minta tolong Adam nemenin aku jadi jaga-jaga kalau nanti ada apa-apa denganku."kata Luna sambil melihat kearah jam yang tertempel didinding kamar.
{Dam, aku minta tolong temenin buat bertemu orang} pesan Luna
{Oke, meluncur abis ini} balasan pesan Adam
"Adam udah setuju, lebih baik saat ini aku siap-siap." kata Luna
Luna pun mengganti pakaian dan bersiap keluar sambil menunggu Adam datang menjemputnya.
Ting...
{Aku di lobby} pesan Adam
{Wait, five minute} balas Luna.
Setelah mendapat pesan Adam kalau dia sudah sampai dilobby hotel, Luna keluar dari kamarnya dan menyusul sahabatnya ke lobby tak ingin membuat laki-laki itu menunggunya. Luna tampak anggun dengan penampilan dress selutut berwarna biru muda dengan sedikit motif bunga dan make up tipis diwajahnya yang semakin menambah kecantikannya.
Adam yang tengah menunggu Luna lantas melihat kearah depan dan sedikit tampak tak percaya dengan penampilan sahabatnya.
"Waw, so beautiful. Mau kemana kamu dengan dandanan secantik ini?" tanya Adam yang melihat penampilan Luna yang seperti orang akan berkencan dengan kekasih.
"Apa ini tak cocok denganku?" ucap balas Luna
"Cocok malah terlihat cantik Lun, Mau ditemenin kemana?" ucap Adam
"Cafe LOU, antar aku kesitu dam."kata Luna
"Oke, ayo kalau begitu. Suamimu semalam kembali kekamarmu?" tanya Adam sambil menyetir mobilnya yang mulai terlihat jauh dari hotel tempat Luna menginap.
"Enggak, udahlah jangan membahas dia." Ucap Luna menggeleng-gelengkan kepalanya
Adam hanya tersenyum tipis nyaris tak nampak keliatan oleh Luna, tiga puluh menit perjalanan ke tempat yang minta sahabatnya. Dilihatnya cafe yang akan dituju tampak terlihat sepi tapi suasana disekitarnya sangat asri dan sejuk banyak pepohonan yang mengelilinginya.
"Kamu yakin cafe itu yang dimaksud?" tanya Adam.
"Sepertinya memang itu cafenya, papan nama tertera jelas cafe LOU." ucap Luna
"Aku temenin kamu atau aku menunggumu diluar saja."kata Adam
"Kamu tunggu aja diluar, mungkin tak akan lama aku didalam sana."ucap Luna.
"Baiklah.."kata Adam.
Mobil Adam berhenti diparkiran cafe yang tersedia,dirinya hanya akan menunggu Luna didalam mobil sedangkan Luna masuk kedalam cafe.
"Be careful, kalau ada apa-apa langsung hubungin aku Lun."kata Adam pada Luna yang terlihat akan keluar mobil
"Siap dam."jawab Luna
Luna berjalan sedikit pelan dan tampak ragu-ragu akan masuk kedalam cafe didepannya.
"Ayo Luna, kamu ingin tahu siapa yang ingin bertemu dirimu. Jangan takut ada Adam diluar." gumam Luna yang menyemangati dirinya jangan takut apa yang akan terjadi didepan.
Kring...
Suara lonceng berada tepat diatas pintu masuk Cafe menyambut kedatangan Luna, dia yang sedikt gugup tampak tercengang melihat decor ruangan cafe yang sangat indah didalamnya.
"Benar dengan nona Luna?" tanya pelayan
Salah satu pelayan menghampiri Luna yang terihat kebingungan.
"Iya betul dengan saya." jawab Luna
"Mari nona ikut dengan saya, tempat yang sudah reservasi ada disebelah sana." kata pelayan sambil menunjukkan arah meja yang dituju.
Salah satu sudut dekat jendela tempat yang dimaksud pelayan itu, melihat didalam cafe sangat sepi tak ada pengunjung selain dirinya yang berada disana.
"Kenapa disini sangat sepi sekali?" tanya Luna pada pelayan
"Maaf nona, semua tempat ini sudah di reservasi jadi terlihat sangat sepi hari ini."jawab pelayan.
Lalu Jenny duduk dan seketika lampu dalam ruangan itu padam.
"Ada apa ini, kenapa lampu padam begini?" gumam Luna terlihat kebingunan dan ketakutan
Sekitar kurang lebih lima menit lampu padam itu pun menyala,Kedua tangan Luna yang menutupi matanya nampak membuka perlahan. dirinya melihat bayangan berada didepannya dan menampilkan sesosok laki-laki berparas tampan tepat didepan Luna yang duduk satu meja dengannya.
"Halo gadis kecilku.." ucap pria itu.
Luna mengucek matanya alih-alih takut salah mengenali siapa pria yang berada didepannya ini nyata atau hanya bohongan.
"Hei berhenti mengucek matamu, ini aku nyata." kata pria
"Anda siapa, apa saya mengenal anda?" tanya Luna
"Berhenti berbicara formal denganku, apa kamu tak mengenali kakak?" ucap Edward
Laki-laki yang berada tepat didepan Luna adalah Edward, kakak masa kecilnya Luna yang sudah sangat berbeda dengan dulu. Edward yang sekarang sangat tampan bak dewa yunani, badan kekar gagah, matanya yang sangat tajam mampu menghunus tatapan mata musuh.
"Hah!! Kak Ed.. Kak Edward??" ucap Luna dengan terbata-bata.
"Ya, itu kakak." ucap Edward.
"Huuuaaaa, kak Ed kamu kemana aja selama ini kenapa meninggalku sendirian disini, Luna sangat merindukan kakak." ucap sendu seketika isak tangis menyelimuti wajah cantik Luna.
cup..cup..
"Sudah jangan menangis lagi, kakak disini sekarang kamu terlihat jelek sekarang." Ucap Edward
Edward berdiri dari duduknya dan menarik Luna masuk kedalam pelukannya, dia memeluk erat gadis kecilnya sudah memendam kerinduan selama ini yang sudah jauh darinya. Dan Luna hanya diam aja saat berada dipelukan Edward.
"Kak Ed, pergi sangat lama. Luna sendiri disini, mama udah enggak ada." kata Luna terbata-bata air mata masih menetes dimata cantik gadis itu.
"It's okay, sudah berhenti menangisnya. Ada kakak sekarang yang nemenin kamu." ucap Edward
"Kak, diluar ada Adam yang sama juga merindukan kakak." kata Luna sambil menunjuk luar jendela kearah mobil yang terparkir disana.
"Oh ya anak itu masih tetap sama mengikutimu kemana aja." ucap Edward
"Masih kak, dia tampan sekarang. Nanti kakak ikut aku kesana biar Adam tahu kalau kakak udah disini lagi." kata Luna
"Iya kakak akan ikut kamu nanti." ucap balas Edward
Pertemuan sepasang kakak dan adik dimasa kecil sungguh sangat mengharukan, Edward yang kehilangan orang tuanya karena kecelakaan terpaksa harus pergi keluar negeri melanjutkan pendidikan sekolahnya untuk bisa mengambil alih perusahaan keluarga yang cukup besar dan terpaksa meninggalkan gadis kecilnya dan adik laki-laki lainnya saat itu.
"Ayo makan dulu dulu setelah itu, kakak akan mengantarmu ke Adam yang menunggu diluar." ajak Edward
Makanan yang telah dipesan Edward sudah tersaji diatas meja, Luna yang melihat makanan itu sangat sesuai dengan seleranya dan tak menunggu lama langsung disantapnya.
"Enak kak, tau aja kalau aku sangat lapar." ucap Luna disela-sela makannya.
"Pelan-pelan makannya, itu terlihat berantakan." kata Edward
se BADAS apa kamu luna
apa mau berbagi lendir dengan mereka lun OMG
biar kamu ga sama Kaya yg lain cuma mewek doang 🤦