NovelToon NovelToon
Married To Mr CEO

Married To Mr CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Nikahmuda / Aliansi Pernikahan / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:12.7M
Nilai: 5
Nama Author: Adinasya mahila

Mina bertemu dengan Nic saat masih duduk di bangku SMA. Gadis itu tidak pernah menyangka akan jatuh cinta kepada sosok Pria yang berumur sepuluh tahun lebih tua darinya. Tak bertepuk sebelah tangan, Nic ternyata juga menaruh hati pada sosoknya yang sederhana.

Namun, saat mereka hampir bersama, sebuah kesalah pahaman membuat Mina memilih menjauh dari kehidupan Nic. Hingga, Tiga tahun kemudian dia harus kembali bertemu dengan Nic dan terjebak dalam ikatan pernikahan.

Jungkir balik kehidupan mereka menjadi cerita tersendiri.

_
_
_

Note :
JANGAN PLAGIAT ATAU TAMBAL SULAM!
INGAT AZAB
Carilah Rezeki yang halal dengan mencari ide sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adinasya mahila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11 : Bocah Tua Nakal

Menatap pantulan dirinya di depan cermin, Nic menjambak rambutnya sendiri. Sial mamanya datang dan melihat dia dalam kondisi patah hati, lagi-lagi Seri melihat sang anak lembek bak squishy.

Melangkahkan kaki turun ke ruang makan, Nic mencoba untuk bersikap biasa seoalah tidak terjadi apa-apa. Tersenyum dan duduk di samping Evan dengan manisnya.

Ceroboh, begitu pikir Nic, bagaimana bisa dia mabuk di depan sang mama. Wanita paruh baya itu pasti akan mencibirnya habis-habisan, menggali informasi kemudian kepo menemui gadis yang dia sukai.

Tak ingin membuat sang anak sulung malu di depan anggota keluarganya yang lain, Seri memilih menanyakan kegiatan Evan selama dirinya pergi menemani sang suami berkeliling negeri. Bocah itu terlihat bersikap dingin menanggapi pertanyaan sang mama.

Evan memilih menikmati dan mengunyah sarapannya dengan elegan, sepertinya kelak saat dewasa Evan akan menjadi sosok laki-laki yang dingin bak seorang CEO yang merupakan tokoh utama di sebuah novel cinta, berbeda dengan kakaknya, Nic tegas terkesan sombong tapi terkadang lucu.

Evan yang masih berumur enam tahun tergolong anak yang cerdas, di umurnya sekarang ia sudah duduk di kelas satu sekolah dasar, bahkan setiap hari anak itu mengikuti les tambahan setara dengan anak kelas tiga di sebuah bimbingan belajar.

"Mama tidak usah basa-basi, bukankah yang harus mama khawatirkan adalah bayi besar mama."

Semua orang melotot mendengar ucapan bocah itu. Nic hampir saja mendorong kepala Evan, tapi secepat kilat anak itu menatap ke arahnya.

"Jangan coba-coba menyentuh kepala berhargaku!" larangnya.

Nic menurunkan tangannya, mencibir adiknya dengan senjata andalannya.

"Evan kamu tahu? kamu itu bukan anak papa dan mama makanya kamu sama sekali tidak mirip denganku, kamu itu anak pungut, mama dan papa menemukanmu di tempat sampah," ejek Nic.

Seperti yang ia duga, mulut Evan terlihat mulai mengkerut, matanya mulai berkaca-kaca, sedetik kemudian buliran bening menetes diikuti raungan dari mulut bocah itu.

Seri langsung berdiri dan memeluk si putra bungsu, sementara Nic yang puas mengerjai adiknya tertawa terbahak-bahak.

"Nic.... "

Dengan sorot matanya Adam meminta sang putra sulung diam. Seberapa cerdas dan tinggi IQ yang dimiliki Evan, dia tetaplah bocah berumur enam tahun.

*

*

*

*

*

*

Nicholas mencoba kembali ke kehidupan nyata seolah telah menerima kesialannya dalam urusan cinta. Ia beranggapan perasaannya ke Mina hanyalah rasa kagum biasa, begitulah pikir Nic untuk menampik rasa malunya.

Duduk di kursi kerjanya, Nic membaca laporan dan berkas yang diberikan oleh Monica. Sayang seribu sayang, baru saja ia berniat melupakan Mina, tapi foto gadis itu malah terpampang di hadapannya dalam laporan acara reality show ABI TV bertajuk Bintang Sekolah.

Nicholas menarik laci meja kerjanya, mengambil selembar kertas berisi coretan Mina yang ia temukan terselip di dalam novel beberapa waktu yang lalu. Nic membacanya kembali, diremasnya kertas itu dan sejurus kemudian ia melemparnya ke tempat sampah begitu saja.

"Yes.... Nicholas, bangunlah! masih banyak gadis di dunia ini," ucapnya menyemangati diri sendiri.

Disisi lain, Mina berjalan lunglai setelah menyerahkan surat pernyataannya ke Bu As. Ia dimarahi habis-habisan oleh kedua orang tuanya.

"Mina, weekend kita harus menyelesaikan semua endorse-an yang masuk, banyak online shop yang sudah tidak sabar menunggu giliran produknya kamu posting." Menyodorkan sekotak jus ke saudara tirinya, Kimi sadar bahwa Mina benar-benar sedang berada dalam dilema.

"Kim, kok aku tiba-tiba mikirin om om itu ya," cicit Mina yang merebahkan kepalanya di meja bangkunya.

"Om yang mana?"

"Om yang kamu tabrak."

"Ih Mina, dia masih muda lho, panggil kakak aja ngapa." Kimi meletakkan cemilan kesukaan Mina di depan muka saudaranya. Namun, dengan malas Mina menjauhkan snack kentang itu dari hadapannya.

"Tumben kamu ga ngelirik Citata, biasanya kamu nyamber aja tanpa diminta," ucap Kimi heran mendapati Citata tak disentuh oleh Mina. Kalau Na sukanya Citato sih eh.

Ga napsu Kimi. "Namanya Nic kan Kim? Nicholas," tanya Mina.

"Hem ... kenapa? kamu pasti kasih nama kontak dia yang aneh-aneh ya kan?" tebak Kimi.

Mina hanya mengangguk, mengingat kembali nama yang diberikannya ke nomor Nic di kontak ponselnya.

" BOCAH TUA NAKAL"

*

*

*

*

*

*

Seperti hari-hari biasanya, setelah pulang sekolah Mina pergi ke sebuah bimbingan pelajar. Bimbel yang Mina ikuti cukup terkenal dan sangat elit, hanya anak-anak dari golongan menengah keatas saja yang bisa masuk kesana, dengan bangunan lima belas lantai berisi beberapa kelas sesuai tingkatan, gedung Bimbel itu mirip sebuah bangunan apartemen.

Mina merapikan bukunya, gadis itu berjalan keluar gedung untuk bersiap pulang saat gadis yang terilbat pertengkaran dengannya kemarin menghadang dan seolah ingin mencari keributan lagi dengannya.

"Apa lagi?" tanya Mina malas, wajahnya terlihat sangat lelah.

Kimi yang berbeda kelas dengannya hanya bisa melihat dari kejauhan, meskipun tidak sampai harus membuat surat pernyataan seperti saudaranya, Kimi terkena marah juga dari sang mami dan papi.

"Kamu yakin Gaga benar-benar suka sama kamu? dan kamu bukan pelampiasannya saja?" tanya Alilea.

"Udah ah, aku ga mau bahas itu sama kamu." Menghindar, Mina memilih berjalan menjauhi mantan kekasih Gaga itu.

Lea mencekal tangan Mina saat berada di halaman depan bimbel, membuat gadis itu mau tak mau menghentikan langkah kakinya dan berpaling menatap gadis blasteran Jerman yang sekarang tengah mencengkeram erat pergelangan tangannya.

"Le, kenapa kamu ga tanya sendiri ke Gaga sih? aku capek mau pulang!" jelas Mina tidak ingin lagi terlibat pertengkaran. Empat bulan aku hanya butuh menjaga sikap selama empat bulan.

"Kamu hanya diperalat Gaga!"

Ucapan Lea sukses menusuk tajam ke jantung Mina, tapi secepat kilat gadis itu meredam emosi dan menyembunyikan ekspresi wajahnya. Bagaimana bisa diperalat kalau dia juga mendapatkan keuntungan dari Gaga.

Kedua gadis itu masih saling bersitegang, sampai sebuah suara memanggil nama Mina. Gadis itu menoleh, mendapati Gaga berjalan mendekat ke arahnya dan Lea.

"Ngapain kamu kesini?" tanya Mina heran.

Gaga memandangi wajahnya, kemudian beralih ke Lea, dipegangnya tangan mantan pacarnya itu hanya untuk agar bisa melepaskan tangan Mina.

"Jangan ganggu Mina! kamu sama aku udah selesai Ai, kita udah finished," ucap Gaga ke Lea. "Aku mau jemput kamu," imbuhnya sambil menatap Mina.

"Kita udah selesai tapi kamu masih manggil aku dengan panggilan kesayangan," cibir Alilea.

Ucapan Lea membuat Mina memutar bola matanya, ia tidak ingin terlibat hubungan rumit di antara dua mahkluk yang baru putus cinta itu. Beruntung bagi Mina, ia melihat sosok yang dia kenal keluar dari mobil dan masuk ke dalam halaman bimbingan belajar itu.

Mina berniat untuk menghindar dengan cara menyapa orang itu. Namun, belum sempat Mina menyapa, orang itu langsung berbalik keluar saat seorang anak kecil berjalan mendekat dan mulai mengekor dari belakang.

"Dasar, dia bilang tidak mau dipanggil Om, tapi ternyata dia malah sudah punya anak," gerutu Mina. "Pasti dia melakukan operasi plastik agar terlihat lebih muda."

_

_

_

_

_

_

_

_

_

_

_

_

_

_

...Kuminta kalian bisa bagi...

...LIKE...

...KOMEN...

...RATE BINTANG LIMA...

...VOTE...

...di cerita ini...

Reader : Tor, hilal sablengnya belum nampak

Otor : Nah kan udah ada disini

Reader : Mana

Otor : kamu itu Reader

1
Evi Nopianti
Nicna... Kuliahnya akhirnya kelar juga, selamat ya... /Kiss//Kiss//Kiss/
Dewi Shandra
kacau
Dewi Shandra
😂😂😂😂😂
vit
bagus 😍😍
vit
Jd ttg nic yg anak kandung kedua ortunya nggak ada lanjutannya ya kk author?
Evi Yolanda
🤣🤣🤣 Thor novel mu menggemaskan .. semangat Thor
Ria Rifantiani
baca lagi dan baru ngeh klo novelnya kak na itu sambung menyambung menjadi satu,itulah karya kak na.
ada dewa anaknya bu dewan,ada aqilla dan adara anaknya bu Erin istrinya raja minyak pak rhoma klo gak salah hihihiiiii
suliana bru
suka
amihcint
katanya ortu nya nick kecelakaa meninggal ?
amihcint
hadir
Mulya Tuti
udah 3 kali baca
Novhye
Luar biasa
An'nazzyla Auria
sangat cocok bagi yang membaca
Mirna Verawati
mantappp !!
Lisstia
romantisnya mereka
Lisstia
si monica ampe di persiapkan duduk di sofa biar nyaman bergosipnya
Lisstia
segitu cintanya nic ke kamu mina
Lisstia
ngakak abis
Lisstia
mau ketemu skala gk segampang itu nic
Lisstia
bacanya maraton,terimakasih kak na,, novel kak na menghibur banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!