Hai Teman-teman" Perkenalkan ini Novel baru Mala. Sebenarnya ini Novel pindahan dari akun lama Mala, Semoga suka.
"Halo namaku NAIRI, dan aku adalah gadis kampung biasa.
"hem...." Tidak terlalu cantik dan hidup sederhana.
Aku memiliki sahabat yang bernama Lina. Dia gadis yang baik, pengertian dan yang pastinya selalu ada disaat aku butuh dukungan.
Yuk langsung intip kisahku. 🤭🤭🤭🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah mala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aska Nyidam
🍒 Happy Reading 🍒
''Aku tidak apa-apa.'' Kata Nairi.
''Oh'', Benarkah! kenapa kamu menangis?'' Tanya Aska.
"Kak, boleh aku tanya sesuatu,'' Kata Nairi.
''Oh tentu saja. Katakanlah!'' Ucap Aska.
"Kak, apa benar rumah ini, rumah yang kalian buat untuk masa depan kalian?'' Tanya Nairi.
"Kalian?'' Maksud kalian siapa?, aku dan kluarga.'' Ucap Aska yang belum faham maksud Nairi.
"Bukan!, maksud aku, kalian itu! kamu dan tania.'' Ucap Nairi karna sebal Aska sama sekali tidak Faham.
''Omong kosong apa itu!, Sayang siapa yang bilang?, Sayang rumah ini, aku baru beli 1 minggu yang lalu. Sebelum kita menikah. Karena aku tadinya hanya tinggal di apartemen. Makanya aku sengaja membeli rumah ini, karena kita kan gak mungkin hanya tinggal ber2 saja. Sayang nanti kan ada anak-anak kita. Sudahlah jangan dengarkan omongan orang yang gak penting. Ok sayang, sudah jangan menangis lagi.'' Ucap Aska sambil memeluk Nairi.
"Tadinya yang hanya pelukan biasa, eh malah Aska mencium Nairi, sontak membuat Nairi sedikit terkejut.
''Sayang,'' Kita kan sudah menikah, apa kamu belum bisa membuka pintu hatimu untukku?" Tanya Aska.
Nairi pun mulai berpikir, ''Iya juga, sampai kapan aku akan seperti ini. Lagi pula, Kak Aska sudah menjadi suami aku. Kata Ibu dosa kalau tidak mau melayani suaminya.'' Batin Nairi.
"Baiklah!, Aku akan berusaha membuka hatiku untukmu kak,'' Kata Nairi.
Nairi pun membalas ciuman Aska. Skip ya---
Malam ini, memang bukan malam pertama bagi Nairi, tapi Aska tidak pernah mempermasalahkan tentang semua itu. Yah!, Sepertinya malam ini, akan menjadi malam yang panjang.
..........
2 Bulan kemudian......
"Hari-hari dilewati penuh dengan kebahagiaan, walau kadang ada sedikit percecokan, wajarlah dalam rumah tangga pasti ada. Sebenarnya bukan hal yang penting yang menjadi permasalahannya, kadang bahkan hal sepele, seperti rebutan makanan, atau rebutan tempat tidur. Karena terkadang Aska selalu saja menempel ke Nairi.
"Pagi ini, Nairi terlambat bangun. Badanya terasa lemas. Aska sudah rapi dan hendak berangkat kekantor.
''Sayang, apa kamu baik-baik saja?, apa perlu kita kedokter.'' Tanya Aska.
''Tidak usahlah!, mungkin ini hanya kecapean saja. Istirahat nanti sembuh.'' Kata Nairi.
"Mereka pun turun untuk sarapan, Nairi menemani suaminya makan. Akan tetapi, saat Aska hendak duduk, ia langsung lari kekamar mandi dan muntah-muntah. Nairi pun menyusul suaminya.
"Ada apa kak?, apa kamu kurang enak badan?. Istirahatlah saja, hari ini jangan kekantor dulu.'' Kata Nairi.
''Aku tidak apa-apa. Aku juga tidak tau, tiba-tiba saat aku mencium bau makanan, rasanya mau muntah.'' Kata Aska, yang kelelahan karena muntah.
"Kak, perasaan aku deh yang gak enak badan. Kok kamu yang muntah.'' Kata Nairi, yang merasa heran dengan tingkah suaminya.
''Entahlah!'' Jawab Aska.
Dan sudah 1 minggu ini, Aska tidak dapat makan dengan benar. Nairi menjadi khawatir, karena Aska setiap pagi muntah-muntah setiap kali mencium bau makanan. Nairi jadi kawatir, lalu akhirnya, Nairi pun memaksa Aska untuk pergi kedokter, dan mau tidak mau Aska hanya bisa menurut.
Sampai diRumah sakit Dokter pun langsung memeriksanya, dan Dokter malah tersenyum dan bertanya,
"Tuan, Sejak kapan anda merasa mual dan muntah?'' Tanya dokter.
"Sekitar 1 minggu ini Dok.'' Ucap Aska.
Lalu sang Dokter pun malah bertanya pada Nairi.
''Nyonya, boleh saya periksa anda juga?'' Kata Dokter.
''Loh Dok?, kan suami saya yang sakit. Kok malah saya yang diperiksa.'' Ucap Nairi.
Dokter pun mulai memeriksa Nairi, dan benar dugaan Dokter.
''Nyonya ini sudah biasa terjadi, memang kadang sang Ibulah yang merasakan gejala seperti mual dan pusing, Tapi sepertinya putra nyonya ingin Ayahnya ikut merasakan masa nyidam.'' Ucap Dokter.
"Maksud dokter. tanya aska dan nairi kompak.
"Selamat Tuan, Nyonya anda positif hamil. Mungkin sekitar 3 mingguan, untuk lebih pastinya silahkan anda periksa kedokter kandungan.'' Kata Dokter.
''Hah!, Aku hamil? beneran Dok.'' Tanya Nairi, masih belum percaya.
''Sepertinya iya nyonya, Silahkan periksakan kembali di Dokter kandungan.'' Ucap Dokter.
"Sayang, kita akan menjadi orang tua, Buah cinta kita. Mereka pun akhirnya pergi ke Dokter spesialis kandungan. Untuk memastikan kehamilan Nairi. Dan benar saja, Nairi positif hamil.
Aska tidak berhenti tersenyum terus, rasanya begitu bahagia. Bahkan sampai rumah pun senyum Aska masih merekah. Hingga membuat Nairi geleng-geleng, namun ia pun juga sangat bahagia.
Akhir-akhir ini, Tania juga sudah tidak mengganggu lagi kehidupan Aska dan Nairi, atau mungkin ia sedang merencanakan sesuatu. Tapi ya sudahlah!.
Nairi masih stay dirumah, sebenarnya rencananya dia akan pergi dengan Lina, untuk melihat-lihat lokasi untuk membuat tokonya Nairi sendiri. Karena tabungannya Nairi, dirasa sudah cukup untuk membeli tanah untuk tokonya nanti. Tapi Nairi akan patungan dengan Lina.
Karena Lina juga, rencananya ingin mebuat warung makan. Rencananya nanti jadi satu sama Nairi. Sebelahan dengan toko online Nairi. Dan yang sebelah warung makan Lina.
Sebenarnya, Aska ingin membantu Nairi, bahkan sejak menikah, Nairi sudah diberi kartu ATM, untuk kebutuhan Nairi. Cuma Nairi jarang memakainya, hampir tidak pernah malahan. Karena semua kebutuhan rumah sudah dijatah sendiri. Dan kalau untuk belanja-belanja baju atau perlengkapan make up, pun sudah ada jatahnya sendiri. Nairi juga tidak terlalu hobi belanja ataupun bermake up. Soalnya, dia jarang dandan. Paling polesan bedak tipis saja. Karena Nairi lebih suka natural. Begitu pula dengan Aska, dia memang lebih suka istrinya yang natural. Katanya cantiknya Alami.
Jadi wajar kan, Nairi jarang belanja, kalau belanja malah beli makanan, snak. 🤣🤣🤣🤣 Itu cemilan Nairi, kalau sedang berkutat dengan ponselnya.
"Sayang, aku berangkat kekantor dulu,'' Pamit Aska.
''Ya kak hati-hati, sambil mencium punggung tangan Aska. Nairi mengantarkan Aska sampai depan rumah.
''Sayang apa kamu jadi pergi hari ini?'' Tanya Aska.
"Ya, tapi soal lokasinya, aku ingin melihatnya dulu. Sepertinya aku kurang srek dengan lokasinya. Terlalu ramai karna dekat dengan jalan raya.'' Kata Nairi.
"Bukannya itu lebih bagus, nanti akan banyak orang yang tau toko kamu sayang.'' Ucap Aska.
"Iya sih kak, Hanya saja suara kendarannya yang berlalu lalang, terlalu berisik bagiku.
''Ya sudah!, tapi ingat selalu berhati-hati, dan jangan lupa makan,'' Kata Aska.
''Dan kalau urusannya sudah selesai cepat pulang dan beristirahat.'' Ucap Aska, sambil masuk mobil.
Mobil pun berlalu menjauh, sampai hilang dalam pandangan Nairi. Ada yang tidak suka dengan kedekatan mereka, orang yang slalu mengintai mereka adalah Tania.
Ya Tania bertekad, ia akan merebut Aska kembali. Baginya, Aska itu miliknya, dan akan selamanya jadi miliknya.
"Lihat saja Nairi gadis kampungan!'' Ucap Tania.
Nairi berangkat ketempat janjian, disana dia bertemu dengan Lina dan pemilik tanah itu. Mereka sedang berbincang membahas soal harga, tapi ada yang aneh dengan pemilik tanah itu. Dia dari tadi selalu melihat Nairi dengan tatapan yang sulit diartikan. Membuat Nairi merasa kurang nyaman. Karena ditatap dari tadi.
Setelah berbincang cukup lama, akhirnya Nairi dan Lina memutuskan, tidak jadi membeli tanah tersebut. Karena tiba-tiba, pemilik mengajukan harga yang lebih dari kesepakatan yang kemaren.
"Yah gagal deh!'' Kata lina sambil cemberut. Memang rencananya Lina akan berhenti dari pekerjaannya, untuk pokus ke warung. Itu pun kalau jadi, eh malah gagal.
.....
Trimakasih Mala ucapkan untuk pembaca setia karya Mala, dan untuk teman2 yang selalu mendukung Mala. Sambil menunggu Up lagi, Mari teman2 mampir dulu ke karya Teman2 Mala. Bagus2 juga lo ceritanya
ngiler nih
Ya Allah baik banget mama nya Aska, apa begitu nanti sampai jadi menantu benar-benar?
walaupun sebuah kesepakatan
semoga indah pada waktu nya
Aska
semoga kau serius
semoga bisa membuka hati Nairi
kali ini Nai, semoga kamu tidaklah bernasib buruk lagi
Aska pasti baik
Ceritamu sangat sayang dilewatkan
Semoga kunjunganku tidak membuatmu bosan
Salam dari yuppy
"Diikuti makhluk ghaib"