NovelToon NovelToon
ELEA (Tak Pantaskah Aku Dicintai?)

ELEA (Tak Pantaskah Aku Dicintai?)

Status: tamat
Genre:Gadis nakal / Teen Angst / Selingkuh / Percintaan Konglomerat / Tunangan Sejak Bayi / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:193.4k
Nilai: 5
Nama Author: Dhanvi Hrieya

Dunia Elea jungkir-balik di saat dirinya tahu, ia adalah anak yang diculik. Menemukan keluarga aslinya yang bukan orang sembarangan, tidak mudah untuk Elea beradaptasi. Meskipun ia adalah darah keturunan dari Baskara, Elea harus membuktikan diri jika ia pantas menjadi bagian dari Baskara. Lantas bagaimana jika Elea merasa tempat itu terlalu tinggi untuk ia raih, terlalu terjal untuk ia daki.

"Lo cuma punya darah Baskara doang tapi, gue yang layak jadi bagian dari Baskara," ujar Rania lantang.

Senyum sinis terbit di bibir Elea. "Ya, udah ambil aja. Tapi, jangan nangis jika gue bakalan rebut cowo yang lo suka."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhanvi Hrieya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11| Berikan Alasan

"Gala!"

Langkah kaki pemuda itu berhenti mendadak di saat namanya dipanggil, Gala mengedar menatap sekeliling yang sepi. Derap langkah kaki terburu-buru mendekati dirinya, gadis itu menatap lambat ke arah wajah Gala.

"Kita bisa bicara bentar?" tanya Rania lirih, ia menatap sang mantan kekasih dengan sorot mata berharap.

Gala mendesah kasar, dan menjawab, "Gue nggak punya waktu buat ngobrol apapun sama lo."

Bibir Rania terbuka, di saat Gala melewati dirinya begitu saja. Keras kepala Gala sangat gadis remaja satu ini sukai, Rania membalikkan tubuhnya menghadap ke arah punggung belakang Gala.

"Jauhin Elea, Ga!" seruan keras mengalun, "lo boleh ngelakuin apapun tapi, tidak dengan cara ngedeketin Elea."

Langkah kaki Gala berhenti mendadak, Gala mendengus. Mereka saling cinta, itu fakta yang harus disembunyikan. Menjalin hubungan secara diam-diam dengan Rania, karena dirinya sangat mencintai gadis satu ini. Ia rela mundur untuk kebahagiaan Rania, gadis cantik satu ini tidak akan pernah mau berpaling meninggalkan Saka demi dirinya.

"Emang apa hubungannya ini sama lo?" Gala menoleh ke belakang.

Rania mengigit bibirnya, jelas ada hubungannya. Gadis sialan itu tahu bagaimana perasaan Rania pada Gala, dan memanfaatkan pria di depannya ini.

"Dia cuman pingin jadiin lo sebagai alat buat nyakitin gue, Gala." Rania menjawab lirih.

Sebelah alis mata tebal Gala ditarik tinggi ke atas, lama sekali kedua manik mata mereka saling bertatapan. Menyelam perasan masing-masing, Gala mendesah kasar.

"So, apakah lo tersakiti karena gue bersama dengan Elea?" Gala melemparkan pertanyaan yang sulit untuk Rania jawab dengan berterus terang.

Dua kali kelopak mata Rania berkedip, bibirnya terkunci rapat. Melihat bagaimana reaksi Rania, Gala mendengus.

"Lo bahkan nggak bisa jawab, dan lo berharap gue akan ngambil keputusan yang berbeda. Cuman karena keegoisan lo doang," lanjut Gala.

Kedua tangan Rania mengepal kuat, Gala kembali melanjutkan langkah kakinya meninggalkan Rania. Kepala Rania menunduk perlahan, kedua matanya tampak sedih.

"Gue cuman berharap lo nggak ikut dalam pertikaian ini, Gala. Gue cuman nggak mau lo ikut terluka untuk kedua kalinya, karena gue tau lo nggak akan sanggup terluka untuk kedua kalinya, Gala. Please trust me, Gala," monolog Rania, intonasi nada suaranya bergetar.

Senyum kecut terbit di bibirnya, disandarkan punggung lebar di dinding. Melihat drama picisan di depan mata agaknya membuat ia muak, gadis itu menangisi pria seperti Gala. Sementara di sisi lain Rania menginginkan dirinya, Saka mengulum bibir.

'Gue yang bisa nyelamatin lo dari neraka dunia ini Rania, dan hati lo malah mencintai dia. Gue maafin setiap pengkhianatan yang lo lakuin di belakang gue tapi, sampai kapan gue harus terus berbelas kasih dengan perasan bego lo itu, Rania.' Saka mengetatkan kedua sisi gerahamnya.

...***...

Pintu didorong setelah beberapa digit kata sandi di masukan, baru saja menutup pintu masuk. Elea terkejut di saat manik matanya menangkap keberadaan sang ibu di sofa, duduk dengan angkuhnya. Elea melepaskan sepasang sepatu sekolah, mengantikan dengan sendal rumah.

Melangkah santai menuju kamarnya yang terletak di lantai atas, Diana masih memperhatikan tingkah sang putri. Melewati dirinya begitu saja, Diana menghela napas berat.

"Mau sampai kapan kamu berada di penthouse ini, huh?" Diana menegur Elea.

Elea berhenti melangkah melirik ke arah sang ibu. "Ah, ada orang ternyata di sini," ujar Elea berpura-pura terkejut.

Diana mendesah berat, kelakuan pongah sang putri benar-benar seperti keluarga Baskara. Diana bangkit dari posisi duduknya, ia harus perang mulut dengan sang suami, lantaran Guntur meminta Diana berbicara dan meminta maaf pada Elea—putri mereka.

Apakah salah jika Diana menampar putrinya sendiri, sebab Elea dinilai kurang ajar. Putrinya melampaui batas sebagai seorang anak, membuat Diana marah.

"Maaf, Anda siapa, ya?" tanya Elea dengan ekspresi wajah datar.

Diana memutar malas kedua bola matanya. "Jangan main-main Elea, segera pulang ke rumah. Jangan sampai papimu terus mengomel membuat gendang telinga Mami sakit."

Diana mengayunkan langkah kakinya, Elea berdecak.

"Elea bakalan balik ke sana, kalo Mami mau jawab pertanyaan Elea," kata Elea dengan intonasi nada lantang.

Diana mengerutkan dahinya, ia membalik tubuhnya menghadap ke arah sang putri.

"Apa yang ingin kamu tanyain?"

Diana menatap lambat ke arah Elea.

"Kenapa Mami, ninggalin Elea kek gitu aja di malam itu?" Elea mefokuskan tatapan matanya ke arah sang ibu.

Tubuh Diana menegang, ujung jari jemarinya dingin sekali. Kedua atensi Diana bergerak acak menghindar dari tatapan mata Elea, degup jantungnya memburu.

Elea mengayunkan langkah kakinya mendekati sang ibu, wanita paruh baya yang mendadak linglung. Elea membuang asal tas ranselnya, mengikis jarak yang terbentang di antara mereka berdua. Ia dan wanita ini benarlah ibu dan anak, lantas apa alasan ibunya ini sekejam itu padanya? Salah Elea di mana.

"Apakah karena malam itu Elea ikut masuk ke mobil Mami, bersembunyi di kursi belakang. Dan melihat sesuatu yang menjijikan?" Elea kembali berkata, Diana melotot.

"A—apa yang kamu katakan Elea, Mami nggak paham." Diana membantah, suaranya bergetar.

Elea menarik sebelah sisi bibirnya ke atas, ia diam-diam melakukan hipnoterapi. Menyelami ingatan lama yang terputus-putus, atas saran Isyana. Elea merasa aneh di saat suara aneh dan kata-kata aneh tanpa gambaran jelas sekelebat di otaknya, ia terus mengetuk dan mengetuk pintu yang ditutup rapat oleh alam bawah sadarnya sendiri. Seakan ada ketakutan terdalam hingga dirinya sendiri memilih menenggelamkan semua ingatan buruk itu, Elea siap untuk menghadapi kemungkinan terburuk sekali pun.

"..., sekarang Elea mulai mengerti. Kenapa Mami selalu menatap Elea dengan tatapan seperti itu, tatapan frustrasi. Dan selalu bergumam sendiri, berkata 'kenapa kamu mirip sekali dengan ayahmu, kenapa kamu mewarisi semua hal tentang keluarga Baskara,' meskipun Mami tersenyum. Tapi, cara Mami menatap Elea seakan-akan Elea tidak seharusnya dilahirkan dan tidak seharusnya hidup," tutur Elea dengan ekspresi wajah terluka.

Diana mundur dua langkah ke belakang, kepalanya menggeleng kuat. "Ma—mami nggak ngerti kamu ngomong apa, El? Apa yang terjadi padamu," sangkal Diana panik.

"Mami tega nurunin Elea di jalan yang sepi, dan menabrak Elea dengan mobil." Elea menatap nanar ke arah ibunya.

BRUK!

Tubuh Diana merosot ke lantai, jari jemarinya bergetar hebat. Kedua matanya memerah, cairan bening itu terjun jatuh dari pelupuk mata.

Elea menekuk kedua kakinya berjongkok, di hadapan sang ibu. Ada jarak di antara mereka berdua, ibunya mengeleng dengan air mata yang terus jatuh.

"Loh, kenapa Mami harus nangis? Yang harusnya nangis adalah Elea, Mi! Elea korban di sini." Elea mengerutkan dahinya.

Elea kembali berdiri perlahan, menarik napas panjang dan mengembuskan dengan kasar.

Tawa keras menyembur begitu saja, Elea tertawa terbahak-bahak sementara Diana menangis dalam diam.

Diana pikir putrinya benar-benar melupakan kejadian malam itu, kejadian yang sumpah mati bukan kesengajaan. Tetapi, apa yang terjadi bisa membahayakan dirinya dan lelaki itu, tindakan ekstrim dilakukan karena terpojok.

Pernikahan terjalin di antara Diana dan Guntur merupakan perjodohan, nikah dengan orang yang sekasta. Mati-matian Diana mencoba menumbuhkan rasa cinta tetapi, tidak kunjung berhasil. Sampai lelaki beristri itu memasuki kehidupannya, Diana terlena dengan cintanya.

Tawa Elea mereda, kedua kelopak mata Elea terpejam dan terbuka. "Sekarang, Elea nggak butuh peran orang tua. Elea nggak butuh cinta dari siapa pun, Elea nggak butuh apapun. Elea cuman butuh tau alasan kenapa harus Elea yang menderita, kenapa harus Elea yang ngerasain semua rasa sakit. Kenapa hanya Elea yang diperlakukan seperti ini?" Elea membawa atensinya ke arah sang ibu.

Diana beberapa kali membuka mulutnya tetapi, tidak ada satu pun bantahan keluar dari sana.

Bersambung....

1
Quensha Sha
alurnya rapi,sangat bagus,dan sangat berkesan menurutku.
the best ceritanya
Moertini
mantap ceritanya Author sudah tamat dengan bahagia yang dirasa semua dilanjutin berkarya Author semangat dan selalu sehat nuwun
༺⬙⃟⛅𝓙𝑬𝓜𝑨📴: Halo sahabat pembaca ✨
‎Aku baru merilis cerita terbaru berjudul BUKAN BERONDONG BIASA
‎Semua ini tentang Lucyana yang pernah disakiti, dihancurkan, dan ditinggalkan.
‎Tapi muncul seseorang dengan segala spontanitas dan ketulusannya.
‎Apakah Lucy berani jatuh cinta lagi? Kali ini pada seorang Sadewa yang jauh lebih muda darinya.
‎Mampir, ya… siapa tahu kamu ikut jatuh hati pada perjalanan mereka.
‎Dukung dengan like ❤️ & komentar 🤗, karena setiap dukunganmu berarti sekali buatku. Terimakasih💕
total 1 replies
Moertini
kacau Author semua hancur karena karma yang diperbuat nya terus yang selamat dan hidup bahagia Guntur kah dilanjutin Author seruuuu niiii meskipun ruwet semangat
Moertini
Elea gadis yang sakit hatinya se dalam-dalamnya karena kelakuan ibunya Diana dan anak-anaknya sudah tidak kata apun untuk mereka tapi cuma balas dendam se dalam-dalamnya apakah yang akan dilakukan oleh Elea untuk mereka dilanjutin Author selalu semangat
Moertini
Elea yang sifatnya sadis itu karena ada alasan karena disaat dia dianiaya ibu kandungnya sampai dibunuh karena melihat berbuatan ibunya yang tercela didalam mobil kasihan Elea sampai dia menjadi gadis yang jahat dibenci satu keluarga dilanjutin Author sehat selalu
Moertini
apakah kebaikan tidak bisa menghancurkan kejahatan Author menguras emosi kalau begini rasanya gemeees ingin ketok kepala Alea dilanjutin Author pingin tahu nasib Alea semangat
Moertini
Elea kenapa kau tidak mencari kedamaian di hidupmu tapi kehancuran ayolah masih banyak waktu untuk kamu berobah baik sekarang kamu punya teman yang mau diajak kerja sama temanmu itu bisa merubah kebaikan kepadamu dilanjutin Author semangat
Moertini
apa yang dilakukan David selajutnya karena kalau dirumah keluarganya Alea akan menjadi anak pembangkang dilanjutin Author selalu sehat
Moertini
Elea mencari perhatian satu keluarga tapi caranya salah apakah setelah dinasehati Rania dan merenungkan dengan hati bijak apakah dia mau berobah baik atau malah lebih gila dilanjutin Author semangat
Moertini
menarik Author dilanjutin sampai tamat ditunggu semangat
Fransisca Henny Kuswondo
sukaaaaaaaa
Liana Simon
seru ceritanya
Naufal
mantapp ceritanya😄😄👍👍
shena
😍😍
Niar Zahniar
semangat berkaryww
Selamet Turipno
cerita Anjing dari author anjing
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
persaingan
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
jadi rania Zion dan yuda adik kakak, wow
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
aq ngasih vote biar tambah semangat ya Thor update nya
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
semoga awal yang baik ya elea walapun dengan cara yg salah awalnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!