Finn kembali untuk membalaskan dendam kematian kedua orang tuanya. Dengan bantuan ayah angkatnya, Finn meminta dijodohkan dengan putri dari pembunuh kedua orang tuanya, yaitu Selena.
Ditengah rencana perjodohan, seorang gadis bernama Giselle muncul dan mulai mengganggu hidup Finn.
"Jika aku boleh memilih, aku tidak ingin terlahir menjadi keturunan keluarga Milano. Aku ingin melihat dunia luar, Finn... Merasakan hidup layaknya manusia pada umumnya," ~ Giselle.
"Aku akan membawamu keluar dan melihat dunia. Jika aku memintamu untuk menikah denganku, apa kamu mau?" ~ Finn.
Cinta yang mulai tumbuh diantara keduanya akankah mampu meluluhkan dendam yang sudah mendarah daging?
100% fiksi, bagi yang tidak suka boleh langsung skip tanpa meninggalkan rating atau komentar jelek. Selamat membaca dan salam dunia perhaluan, Terimakasih 🙏 🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fajar Riyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11 : TDCDD
Prang...
Tuan Andreas melemparkan gelas ditangannya. Hampir saja mengenai kepala Reno, beruntung dia cepat menghindar sehingga gelas itu menghantam tembok.
Dua puluh tahun lebih dia menjalankan bisnis gelap ini, baru kali ini dia mendapatkan kabar seperti ini, barang-barang yang akan dikirimkan musnah terlalap api. Kerugiannya tentu sangat besar.
Reno memilih diam dan membiarkan Tuannya itu meluapkan emosinya. Suara ledakan tadi begitu keras hingga Reno yang belum jauh dari pelabuhan bisa mendengarnya dengan sangat jelas.
Setelah mendengar suara ledakan itu, Reno langsung menyuruh anak buahnya yang lain untuk memastikan jika suara ledakan itu adalah kapal mereka yang mengangkut barang. Mereka menemukan satu orang selamat dari ledakan dan sekarang sedang diobati di markas.
"Gali keterangan darinya dan kabari aku secepatnya!"
"Baik Tuan," jawab Reno.
💚
💚
💚
Cring...
Finn dan Riyan tengah merayakan keberhasilan mereka karena Finn telah berhasil menggagalkan rencana pengiriman barang-barang ilegal milik Tuan Andreas.
"Satu orang selamat dari ledakan itu, bagaimana menurutmu?"
"Justru itu bagus, dengan begitu Andreas akan merasa terancam," jawab Finn santai.
Riyan menatap sekelilingnya.
"Gadis itu, dimana dia?" tanya Riyan lagi, kali aja Finn masih menyembunyikan gadis yang tempo hari diruangan apartemennya. "Apakah dia sudah pergi?"
Finn meneguk wine ditangannya, "Aku kehilangan dia, saat aku bangun dia sudah tidak ada,"
Siang itu Finn sudah mencoba mencari, dia menanyai pelayan yang bertugas untuk membersihkan apartemennya, namun wanita itu tidak melihat siapa-siapa saat dia datang. Selain itu Finn juga meminta petugas untuk memeriksa cctv, dari rekaman cctv Finn melihat Giselle yang keluar dari ruangan apartemennya dengan buru-buru, gadis itu keluar tepat jam lima pagi.
Tak selesai sampai disana, Finn juga mendatangi setiap tempat dimana dia pernah bertemu dengan Giselle, namun dia tidak menemukan jejaknya sedikitpun.
"Apa kamu tertarik padanya?" Riyan menyipitkan matanya, dia penasaran.
Finn terdiam sebentar.
"Aku tidak tau. Saat ini tujuanku adalah untuk membalas dendam, bukan untuk memikirkan wanita," Finn meneguk kembali minumnya.
"Bantu aku untuk mencarinya," sambungnya. Finn merasa sangat bersalah karena telah menuduh Giselle sebagai seorang wanita malam, terlebih dia adalah orang pertama yang sudah merenggut kesuciannya.
"Siapa namanya?"
"Aku tidak tahu,"
Riyan tertawa, menggeleng-gelengkan kepalanya, "Sudah menghabiskan malam bersama tapi tidak tau namanya. Kamu ini sangat lucu,"
"Ada barangnya yang tertinggal, dan aku ingin mengembalikannya!" dusta Finn, selain bercak darah, memang tidak ada barang apapun milik gadis itu yang tertinggal dikamarnya.
Finn meletakkan gelasnya diatas meja, "Aku mau istirahat, besok aku harus menjemput Selena. Kami akan memilih cincin."
"Sepertinya kalian bisa langsung akrab, kamu yakin tidak akan tertarik padanya?" goda Riyan.
"Dia hanya aku jadikan alat untuk balas dendam, tidak lebih dari itu!
Finn berdiri, meninggalkan Riyan diruangan depan dan masuk ke kamarnya. Dia teringat pergulatan malam itu saat menatap ranjang kamarnya, bagaimana dia menyentuh tubuh Giselle, melakukan penyatuan, mengarungi gelombang kenikmatan berdua. Rasanya begitu nikmat.
Sebelumnya dia belum pernah memikirkan seorang wanita sampai seperti ini, rasanya membuatnya hampir gila. Mungkinkah ini hanya sekedar rasa bersalah, atau dia yang sudah mulai jatuh cinta?
"Siapa kamu sebenarnya? Kenapa kamu begitu misterius,"
Sebuah pesan masuk, Finn segera meraih ponselnya yang tergeletak di atas nakas. Ada sebuah pesan masuk dari Selena.
[ Apa kamu sudah tidur Finn? Tiba-tiba saja aku teringat padamu, besok kamu jadi jemput aku kan kerumah? ]
Finn membalas pesan dari Selena.
[ Ya, aku akan datang untuk menjemput kamu. ]
Hanya kata-kata itu yang Finn kirim sebagai jawaban, tanpa berniat untuk bertanya balik atau memperpanjang obrolan chat mereka. Selena memang cantik, tapi dia sama sekali tidak tertarik. Jika bukan demi membalas dendam pada Tuan Andreas, Finn tidak ada keinginan untuk mendekati gadis itu apalagi sampai bertunangan dengannya.
💙
💙
💙
Seorang dokter khusus diundang ke markas untuk memeriksa korban yang selamat, sekarang laki-laki itu sudah sadar. Reno langsung menghujaninya dengan banyak pertanyaan.
"Seseorang datang dan naik ke atas kapal, dia menyerang kami dan mengeluarkan sebuah bom," anak buah Reno bercerita, kondisinya masih sedikit lemah.
"Bom? Seperti apa wajahnya?" Reno mulai penasaran dengan sosok si pelaku yang mengebom kapalnya.
"Saya tidak tau bos, dia memakai masker dan topi. Dia datang dengan menaiki jetski,"
Tangan Reno mengepalkan kuat, hampir satu bulan dia menyiapkan untuk pengiriman barang-barang itu, namun malam ini seseorang telah merusak rencananya. Tapi, siapa yang sudah berani merusaknya? Polisi saja bisa dia suap untuk tutup mulut, lalu kenapa sekarang bisa ada orang luar yang tahu tentang rencana pengiriman barang malam ini? Mungkinkah ada orang dalam yang berkhianat?
...✨✨✨...
finn udah ketagihan ya...
kk ku 3 orang pandai bela diri tapi gak pernah buat masalah😅