NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:19.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ayuni

Sifa tidak pernah menyangka dengan nasib nya, ia harus menjadi Pengantin Pengganti, Kakak kandung nya sendiri yang tiba-tiba kabur di hari pernikahan nya sendiri.

Bagaimana Kisah nya.. hanya di Novel Pengantin Pengganti


Follow Me :

Ig : author.ayuni
Tiktok : author.ayuni

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11

Kampus Indonesia Merdeka

" Sifa .. " panggil Zoya.

" Yups... " Sifa yang baru saja tiba di kampus langsung menghampiri Zoya.

" Tumben Siang " tanya Zoya.

" Motor Gue harus di servis kayanya, jadi Gue berangkat pake angkutan online " jawab Sifa.

" Hmm.. Kalo dulu sih Lu masih sama Mas Novan, gak bakal ada kata dateng siang gini " Zoya menggoda Sifa.

" Mulai deh... " Sifa terlihat kurang suka jika digoda perihal Novan, jelas-jelas ia sudah benar-benar melupakan pria itu.

" Mhh.. Sorry sorry.. Eh Lu tau gak ? Di Fakultas Kesehatan lagi ada seminar " ucap Zoya.

" Oya ? Pantesan dari gerbang depan udah rame banget " balas Sifa.

" Liat yuk "

" Kita kan ada kuliah " susul Sifa.

" Nanti jam 1 siang " balas Zoya.

" Oya ? Ayo deh selesai kuliah kan "

Sifa lalu mengeluarkan ponsel dari dalam tas nya, benar saja ada pesan grup kelas yang belum ia buka yang isinya undangan seminar kesehatan.

" Gimana ? " tanya Zoya.

" Tapi ini boleh buat kita ? Buka khusus buat Fakultas Kesehatan aja ? " Sifa tanya balik.

" Boleh lah, bukan cuma buat fakultas kesehatan aja, fakultas kita juga boleh, kita kan masih satu kampus cuma beda fakultas doang " jawab Zoya.

Memang Sifa berkuliah di Fakultas Desain gedung kampus mereka dengan Fakultas Kesehatan memang berseberangan.

" Ya udah oke, Dilla masih dimana dia ? " tanya Sifa.

Disaat yang bersamaan Dilla sudah berada tidak jauh dari mereka berdua.

" Hai.. Guyssssss... " ucap Dilla dengan suara nyaring nya.

" Nah dateng dia " ucap Zoya.

" Kenapa ? Nungguin yaaaaa "

" Ayo " ajak Sifa.

Mereka bertiga berjalan menuju kelasnya karena ada kuliah Desain pagi ini.

" Eh bentar-bentar mau pada kemana nih orang-orang kok rame banget " ucap Dilla.

" Mau ada seminar tar siang " balas Zoya.

" Wahhh.. Seru tuh pasti.. Bisa ikutan kan kita ? " susul Dilla.

" Bisa dong "

" Oke oke.. Sambil ngeceng kan pasti "

" Hadeuhhhh.. Cape deh " susul Sifa.

Mereka sudah sampai di kelas, tidak lama dosen yang mengisi kuliah di kelas Sifa sudah tiba, mereka memulai perkuliahannya pagi ini.

***

Setelah perkuliahan mereka selesai, mereka bertiga sampai di Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia Merdeka. Untuk menghadiri undangan seminar kesehatan.

Mereka di sambut oleh panitia acara yang sudah berjaga di pintu masuk Fakultas.

" Siang Kak, mau ikut seminar ? " tanya Panitia, mereka sudah tahu jika Sifa dan kedua sahabat nya bukan mahasiswi dari Fakultas Kesehatan karena mereka menggunakan pakaian bebas.

Karena di fakultas kesehatan semua mahasiswa dan mahasiswi nya menggunakan seragam khusus sebagai ciri khas fakultas kesehatan.

" Iya Kak " jawab Dilla mendominasi.

" Dari fakultas mana ? "

" Desain " jawab Dilla lagi.

" Silakan isi buku tamunya dulu, ini ada snack untuk di dalam ya Kak "

" Oke.. "

" Dil, tulisin Gue " ucap Sifa.

Sifa tidak mengetahui jika pembicara pada seminar kali ini adalah Revan, ia pun tidak curiga karena tadi pagi Revan berangkat kerja seperti biasanya. Tidak ada percakapan lain antara mereka berdua.

" Udah ya semua " balas Dilla setelah menulis nama dirinya, Sifa dan Dilla pada buku tamu.

" Makasih ya " ucap Sifa kepada panitia seminar.

" Sama-sama Kak, acaranya di aula ya "

Mereka bertiga berjalan menuju Aula, sesampainya di depan pintu Aula Sifa sedikit menghentikan langkahnya, disana sudah ada banner yang memajang foto suaminya.

" Ya Tuhan.. Mas Revan narasumber nya " batin Sifa.

" Sif, kok berhenti kenapa ? Ayo masuk " tanya Zoya yang aneh karena Sifa tiba-tiba menghentikan langkahnya.

" Euh.. Nggak kok gak apa-apa " jawab Sifa kembali melangkahkan kakinya.

Di dalam Aula ternyata belum ada Revan disana, hanya ada Direktur kampus yang sedang memberikan sambutan.

" Di depan yuk.. mumpung masih banyak yang kosong " ucap Dilla.

" Eh disini aja " balas Sifa ia lebih memilih kursi yang di belakang.

" Duh gak keliatan Sifa, mata Gue minus, Lu gak liat di banner depan, narasumber nya Dokter, ganteng lagi, masa iya mau disia-siakan sih ? " susul Dilla.

" Bener ! lumayan cuci mata di siang bolong gini " balas Zoya.

Mereka berdua tertawa, Sifa pun sedikit tertawa yang dipaksakan.

" Kalian yaa... Ck " Sifa menggerutu dalam hati.

Mau tidak mau Sifa mengikuti Zoya dan Dilla, ia pun tidak ingin teman-teman nya menjadi curiga kepadanya.

Mereka bertiga duduk di kursi ketiga dari depan, cukup dekat dengan panggung utama.

Sifa berusaha menetralkan suasana hatinya, terdengar Zoya dan Dilla berbicara tiada henti.

Sampai akhirnya, terdengar pembawa acara mulai memanggil narasumber yang akan mengisi seminar kesehatan ini.

Baik, ini pasti yang paling ditunggu-tunggu oleh teman-teman semua, yaitu kehadiran dari Dokter Revan Renaldi.. Beri tepuk tangan yang meriah..

Riuh peserta seminar memberikan tepuk tangan, dari sudut kanan yang berlawanan dengan Sifa duduk, Revan berjalan memasuki panggung utama dengan menggunakan scrub pakaian yang khas dikenakan oleh tenaga kesehatan.

Selamat siang menjelang sore semuanya..

" Siang.. "

" Siang.. "

Dilla dan Zoya begitu bersemangat.

Apa kabar hari ini ... Semoga tetap semangat ya..

Revan kembali menyapa para peserta seminar.

Dilla dan Zoya terlihat sangat antusias menghadiri seminar ini, berbeda dengan Sifa, ia selalu sedikit membungkukkan wajahnya ia berharap Revan tidak melihatnya disana, namun sepertinya Sifa salah Revan sudah melihat dirinya sejak awal berdiri di panggung utama.

Revan dengan profesional mulai memaparkan tema seminar pagi ini, sekitar 60 menit acara berlangsung akhir nya seminar telah selesai, sebelum acara ditutup pembawa acara meminta Revan untuk berfoto bersama dulu dengan para peserta seminar.

Revan diminta untuk turun dari panggung utama mendekat ke para peserta seminar, Sifa dengan tanpa di komando langsung membungkukan tubuhnya, berharap Revan tidak melihatnya.

Namun lagi-lagi Sifa salah, Revan sudah sangat tahu dimana posisi Sifa duduk, ia pun tahu jika Sifa terus-menerus berusaha menutupi wajahnya bahkan bersembunyi di balik tubuh sahabat nya.

" Sif, Lu kenapa sih ? Ndusel-ndusel mulu deh " ucap Zoya.

" Hehe gak apa-apa Gue cuma sedikit gak enak perut " jawab Sifa berbohong.

" Pantesan Lu gak bisa diem, mau ke toilet ? " tanya Zoya lagi.

" Nanti aja deh " jawab Sifa.

Setelah selesai berfoto bersama Revan pun pamit, ia kembali ke belakang panggung dan satu persatu para peserta seminar pun keluar Aula.

Baru saja Sifa dan kedua sahabat nya keluar pintu Aula tiba-tiba dari arah samping Revan berjalan keluar Aula dari pintu darurat, yang ditemani oleh Direktur Kampus juga Kepala Prodi Fakultas Kesehatan.

Jag

Revan menoleh ke arah Sifa, netra mereka bertemu tidak ada kata, tidak ada kode-kode yang biasa Revan sampaikan ke Sifa. Sifa pun terdiam ia memperhatikan punggung Revan hingga tak terlihat lagi dari pandangan nya.

Sia-sia Sifa berusaha untuk menutupi wajahnya selama seminar tadi agar tidak terlihat oleh Revan, malah ia berpapasan dengan suaminya sendiri.

" Sif " panggil Zoya menepuk pundak Sifa.

Sifa sedikit terperanjat.

" Ayo.. Pulang malah bengong " ucap Zoya.

Sifa pun tersadar ia berjalan bersama Dilla dan Zoya menuju gerbang utama kampus, namun tiba-tiba langit berubah menjadi gelap, disertai petir yang menyambar.

" Duh.. Mau ujan.. Gue duluan ya... " ucap Zoya ia pun mengendarai motor khawatir keburu hujan sehingga ia pamit pulang lebih dulu

" Hati-hati " teriak Sifa dan Dilla berbarengan.

Benar saja hujan turun begitu derasnya, Sifa belum sempat memesan taksi online begitupun Dilla. Mereka terjebak di dekat pintu gerbang kampus, untung disana ada tempat berteduh.

Dari kejauhan ia melihat mobil Revan melaju keluar kampus, kali ini ia berharap jika Revan akan mengajak nya pulang, namun dugaannya salah Revan melewatinya tanpa mengajak nya pulang.

" Hah... shitttt " batin Sifa.

Revan bukan tidak melihat Sifa, hanya ia merasa kesal dengan sikap Sifa kepadanya tadi.

" Segamau nya gitu dia ketemu aku disini ? " Gumam Revan merasa dongkol.

Sifa pun sebenarnya hanya tidak ingin teman-teman nya curiga jika sebenarnya ia sudah menikah dengan Revan. Ia belum siap dengan pertanyaan-pertanyaan dari kedua sahabat nya, lagipula kalau ia ketahuan sudah menikah, ia harus melaporkan nya ke pihak kampus, bukan tidak boleh menikah tetapi kampus harus mempunyai data jika mahasiswi nya ada yang sudah menikah.

🌺🌺🌺

Jangan lupa untuk selalu dukung author dengan cara vote like dan komennya ya ❤️

1
Neng Nosita
lanjut Thor..
konyonyod an-club
Luar biasa
Wayan Ayu
sangat bagus
Soraya
lanjut
Soraya
lebih baik kmu berdamai dgn takdirmu Sifa
Soraya
mampir thor
Yuni Ngsih
Thor ko dipotongnya ceritra lg asyik ...ach ku kcwa....lanjut Thoòor💪💪💪
Yuniarti SPd: lanjut Thor
Ayuni (ig/tt : author.ayuni ): ini on going ya kak.. diusahakan tiap hari update.. tetap tunggu kelanjutannya ya ❤️
total 2 replies
Yuni Ngsih
waduuuuuh Thooooor baru nongol bikin aku ,kezel ,marah ,benci tuh ke yg namanya Sita ,klw ngga mau knp tdk sblmnya kasian syifa .....ich ceritramu bgs bikin aku ngenes dengan ceritra ini ....lanjut Thor....💪💪💪👌
Ayuni (ig/tt : author.ayuni ): lanjut yaa kak 🥰
total 1 replies
Neng Nosita
bagus,aku suka ceritamu Thor...👍💪
Neng Nosita
waaah jgn² Novan......🤔
Neng Nosita
nyesel kan?😒
Putri Chaniago
jgn sampai Sita n Novan merencanakan niat jahat pd Sifa n Revan. klo Sita mungkin krn iri Novan jgn sampai terbujuk Sita utk merusak rmh tangga Sifa Revan
Lendra malayu
next thorrr /Rose//Rose/
Putri Chaniago
jgn bilang Sita ingin kembali dg Revan setelah d selingkuhi Leon, jgn jd PELAKOR lah
Putri Chaniago
jgn sampai Revan kembali n menerima Sita lg kasihan Sifa
Lendra malayu
lanjuttt thorr
Lendra malayu
gass thorrr
Lendra malayu
mksh udah rajin up thorr /Kiss//Kiss//Rose/
Lendra malayu: so pasti thorr /Heart/
Ayuni (ig/tt : author.ayuni ): sama-sama kak.. stay trus yaaa 🥰
total 2 replies
Lendra malayu
makin seru nihhh,, semangat thorrr
Putri Chaniago
ingin lihat penyesalan Novan n Revan terutama Revan bodoh masih mencintai Sita
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!