🥉 Juara 3 YAAWS 8
Eklusif hanya di Noveltoon dan pemilik akun Less22, jika ada di tempat lain tau pemilik akun berbeda berarti plagiat! LAPORKAN!
Seorang pria bernama Chasyn, ia hanya anak orang miskin, tinggal bersama ayahnya yang hanya seorang petani di ladang orang, 2 bulan kemudian ayahnya meninggal karena sakit jantung, sedangkan ia tak punya uang untuk berobat dan hanya melihat sang ayah meninggal di pangkuannya.
Hari ini ia bersekolah seperti biasa di sekolah SMAN 4, ia di buli habis-habisan oleh teman sekelasnya, hari itu di malah di suruh terjun dari lantai 4 dan tanpa sengaja, salah satu teman sekelasnya ini mendorongnya dan ia pun jatuh ke bawah.
Seketika ia mati, namun saat di bawa ke rumah sakit, ia mendapatkan system' teknologi canggih yang membantunya untuk berkembang, akhirnya ia pun menjadi penguasa.
Follow Ig, Erna Less22
FB Erna Liasman
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8
Chasyn duduk di tepi jalan menunggu tengah malam, biasanya gentayangan lewat itu tengah malam.
"Kamu sedang apa di sini?" tanya seseorang dari belakang. Chasyn melihat ke belakang dan ia sangat kaget.
"Ka-kamu," ucap Chasyn gugup. Siapa yang tidak gugup bertemu dengan sang idol bahkan dia menyapa.
"Bukankah tempat tinggalnya jauh dari sini? Kenapa kamu di sini?" tanya Chelsea mengulangi pertanyaannya.
"Hm… sebenarnya rumah ku tidak jauh dari sini, aku baru pindah barusan, aku ke sini sedang menghirup udara segar, oh ya katanya rumah kamu ada di dekat sini, lalu di mana rumahmu?" tanya Chasyn.
"Rumahku tidak jauh dari sini juga, itu rumahku," ucap Chelsea menunjuk gedung tinggi yang terang oleh lampu.
"Astaga itu rumahmu? Ya ampun besar sekali, itu bukan rumah, tapi istana," ucap Chasyn.
Chelsea tersenyum. "Baiklah aku pulang dulu ya," ucap Chelsea.
"I-iya," jawab Chasyn.
Chelsea pun pergi meninggalkan Chasyn menuju ke rumahnya.
Malam pun semakin larut, jalanan pun sudah sepi.
Teng!
Jam sudah menunjukkan pukul 12:00 malam, Chasyn berdiri di tengah jalan.
[Ding]
[Sesuatu mendekat]
"Hm… aku melihat bayangan, apa itu gentayangan?" tanya Chasyn.
Benar saja, bayangan putih mendekat.
"Astaga! Ini benar-benar hantu," ucap Chasyn gemetar.
"Benar juga, aku punya poin, aku gunakan untuk mendapat keberanian," ucap Chasyn.
Gunakan poin untuk menambah keberanian
Memuat…
Loading…
Mulai…
10%…
20%…
30%…
40%…
50%…
60%…
70%…
80%…
90%…
100%…
Selesai.
Poin Anda di potong 10 poin
Sisa poin Anda [6]
[Keberanian di tambahkan ke program]
"Aku jadi berani sekarang," ucap Chasyn.
Chasyn mengejar bayangan putih tersebut. "Hey! Tunggu!" teriak Chasyn.
Gentayangan itu berhenti dan melihat ke arah Chasyn.
"Eh, kau melihat ku?" tanya Chasyn.
"Kau memanggilku?" tanya gentayangan itu.
"Iya," jawab Chasyn. "Kau lebih baik jangan bergentayangan di tengah jalan malam seperti ini, kau menakuti orang yang lewat," ucap Chasyn.
"Aku sedang mencari sesuatu, jika sudah di temukan aku akan pulang ke alam ku," ucap bayangan itu.
"Apa yang kau cari? Aku akan membantu mu," ucap Chasyn.
"Mencari pelaku yang membunuhku, aku sangat ingin tenang, karena kau ada di sini, maka bantulah aku mencarinya," ucap gentayangan itu.
"Pelaku? Bagaimana aku akan mencarinya? Sedangkan kau tidak tahu siapa orangnya. Hm… oh iya, aku gunakan kecerdasanku," ucap Chasyn.
Gunakan kecerdasan
[Ding]
[Kecerdasan Anda terpakai]
[Kecerdasan 2/1000]
"Hm… di mana terakhir kamu meninggal?" tanya Chasyn.
"Di sebuah rumah tua," ucap bayangan itu.
"Bawa aku ke sana," pinta Chasyn.
Bayangan itu berbalik arah dan terbang melayang, Chasyn mengikuti bayangan itu menuju tujuannya.
Tak lama kemudian mereka sampai di rumah tua yang reot.
"Di mana mayatnya?" tanya Chasyn.
"Di sana," ucap bayangan itu menunjuk di pojok kiri.
"Ini tubuhmu? Tidak adakah yang menemukannya sehingga tinggal tulang seperti ini?" tanya Chasyn.
"Iya, aku ingin pembunuh itu merasa tidak nyaman dan ia merasa hidupnya tidak tenang lalu mencari mayat ku dan menyerahkan diri ke polisi," ucap bayangan itu.
Chasyn memeriksa tubuh mayat itu mencari sesuatu yang berguna.
"Aku telpon polisi saja, masalah pembunuh itu biar polisi saja yang mencarinya," saran Chasyn.
"Tidak bisa, aku ingin menemuinya sendiri, aku ingin barang ku di kembalikan, jika hanya ditemukan polisi ia hanya di hukum saja, tapi polisi tidak akan menemukan sesuatu itu," ucap bayangan itu.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih