Adriana Kirana Ramadhani tidak menyangka bahwa jodohnya adalah Arthur Arjuna Ramadhana. Padahal Akira(panggilan Adriana Kirana Ramadhani) sangat ilfil pada Juna yang tak lain adalah orang sekantornya.
Memang benar pepatah Jawa mengatakan witing tresno jalaran Soko kulina. Yang artinya karena sering bertemu akhirnya jadi cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arnie_bebe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berbagi Masa Lalu
"Sekarang gantian Akira dong yang cerita biar afdol, masa aku saja yang cerita" ucap pak Juna.
"Tapi pak Juna jangan ledekin ya "
"Oke janji!"
"Dari sekian pacaran dengan Miko lah paling lama dan banyak kenangan, kita pacaran waktu pertama kuliah sampai mau lulus tapi belum sempat lulus kita sudah diterpa prahara karena perselingkuhan Miko. Susah senang di kota orang dengan Miko yang selalu mendampingiku, sampai akhirnya kami mengunjungi keluarga masing-masing. Hingga terjadilah kesepakatan kita nikah saat usai kuliah dan entah kenapa mungkin rasa bosan,jenuh, egois dan tidak terbukanya hubungan membuat kita renggang dan sibuk dengan hobby masing-masing. Puncak masalah saat Miko diam-diam selingkuh dengan teman satu kampusku, kenyataan pahit yang harus aku terima. Pada akhirnya aku mencoba merelakan, meskipun tiap hari aku menangis karena belum bisa lepas dari bayang-bayang Miko. Kesalahan terbesar ku adalah terlalu bersandar dan bergantung dengan Miko. Tapi pada akhirnya karma selalu ada, dan kini dia tidak bersama dengan selingkuhannya lagi. Lebih tepatnya dia yang gantian ditinggalkan. Beberapa bulan kemudian aku Deket lagi dengan pria dan dia kakak kelasku waktu SMA, dia cowok populer waktu aku SMA. Jadi saat dia deketin aku langsung tanpa ba-bi-bu aku terima saja, karena dulu aku pernah mengagumi nya.
Selain wajah yang rupawan dia Dewasa, sopan, pintar dan suka main piano. Setiap dia mainkan piano cewek-cewek satu sekolahan pasti berteriak histeris.
"Huftttt... sepertinya agak malas cerita kelanjutannya tapi harus tau endingnya kan" Lirih Akira .
"Kenapa?"tanya pak Juna.
"Pak Juna masih mau denger ceritaku, kalau tidak menarik biar aku hentikan".
"Ceritakan saja Akira siapa tau bisa membuatmu lega dan mengurangi beban hatimu selama ini"
"Baiklah sesuai permintaan pak Juna "
"Oke"ucap pak Juna .
"Kesalahanku saat berpacaran dengan kakak kelasku adalah karena terlalu percaya, dan hubungan jarak jauh. Aku pikir dia baik dan dewasa tapi ternyata aku salah, saat aku menceritakan masa laluku dia lama kelamaan berubah awalnya baik-baik saja tapi diam-diam dia menipuku. Aku langsung memutuskan hubungan LDR yang menurutku sia-sia padahal rencananya aku mau menemuinya tapi semua kacau. Dan anehnya dia menerima begitu saja waktu aku putusin.
Satu Minggu kemudian dia upload foto cewek dari situ aku yakin selama ini aku dipermainkan. Karena bukan aku saja cewek yang didekatinya, hingga aku blokir semua no hp nya. Teman SMA ku bahkan ikut-ikutan membencinya, dan dia meminta maaf tapi aku tetap mengabaikannya. Sejak kejadian itu aku malas pacaran lagi sampai sekarang".
"Pak Juna kenapa diam saja!"
"Aku tak menyangka orang sebaik dan secantik dirimu bisa disakiti, dan kamu sangat sabar sekali" ucap pak Juna sambil menatap Akira.
"Cantik tidak menjamin seseorang mencintai kita dengan tulus pak" ungkap Akira.
"Tapi aku salut padamu, Andai saja aku mengenalmu lebih cepat" gumam pak Juna pelan tapi masih bisa di dengar Akira.
"Maksud pak Juna"
"Aahh. .. tidak apa-apa kok"
"Oke terserah pak Juna kalau tidak mau katakan"
"Hemmmm .... Akira bisa gak kalau di luar kerjaan jangan panggil pak tapi Juna saja toh kita kan seumuran"
"Terserah pak Juna saja, tapi ngomong-ngomong dari mana pak Juna tau kita seumuran!"selidik Akira.
"Aduhhh keceplosan deh, sorry ya aku buka file biodatamu."
"Ohhh"
"Maaf ya jadi lancang"
"Santai saja pak, kan pak Juna spv di kantor saya jadi wajar saja pak Juna harus tau tentang saya."
"Makasih ya karena gak marah"
"Woles aja pak"
"Oh iya ternyata bulan ulang tahun kita sama cuma beda tanggal saja"
"Seriussss!"
"Kalau gak percaya tanya saja sama Joe"
"Kok bisa kebetulan sama ya pak"
"Itu berarti jodoh"ucap pak Juna sambil melirik Akira.
"Dihh apaan sih pak Juna, kebetulan aja keless"
"Tuh kan masih panggil pak, Juna saja kenapa sih kan aku bukan bapakmu" kesal pak Juna.
"Oke oke ya maaf, soalnya belum terbiasa "
"Nanti lama-lama terbiasa juga, selain itu kalau di luar kerjaan gak usah formal ngomongnya biasa aja kayak aku temanmu"
"Oke Juna bawel"
"Masa aku bawel, kan cuma kasih tau saja tadi"
"Diihh pak Juna baperan gak seru, eh maksudku Juna hehehehe"
"Akira makasih ya sudah mau jadi temen aku dan dengerin ceritaku"
"Tunggu dulu kayanya kebalik deh Juna yang dengerin cerita membosankan dariku."
"Siapa bilang, aku senang malah sekarang aku jauh lebih mengenalmu "
"Tapi aneh banget gak sih kita kan baru kenal kenapa aku bisa cerita banyak tentang hidupku pada orang lain ya"gumam Akira .
"Itu tandanya Akira nyaman dengan ku"
"Maksudnya"
"maksudnya nyaman karena kita sudah menjadi teman akrab"
"Ooh "
"Aduhhh hampir aja keceplosan" batin pak Juna.
"Pak berapa harga minumannya?" tanya Akira.
""Tadi kan aku sudah bilang cukup di nasi Padang saja kamu bayar sendiri, karena aku yang ngajak kesini berarti aku yang bayar"
"Baiklah"ucap Akira datar.
"Satu hal lagi jangan panggil aku pak"gerutu pak Juna.
"Ahh iya maaf suka lupa aku, hehehe....."
"Nanti juga akan terbiasa kalau sering ketemu"ucap pak Juna.
"Maksudnya sering ketemu?"tanya Akira.
"Ya ketemu di kantor kan"jelas pak Juna.
"Oh iya juga sih, Pulang yuk sudah malem nih.." ucap Akira.
"Ayuk, tapi aku antar sampai kos Akira boleh gak?" tanya pak Juna menunggu jawaban Akira.
"Gak usah deh, lagi pula tempat tinggal kita kan beda arah"
"Tapi sebagai laki-laki dewasa harus bertanggung jawab mengantarkan pulang seorang wanita apa lagi sudah larut malam, aku gak mau ada penolakan!"
"Maksa banget sih Jun"gerutu Akira.
"Aku cuma mau memastikan kamu aman sampai kos mu, baru aku merasa lega"
"Oke, kita pulang sekarang"
"Nah gitu dong dari tadi nurut "
"Iya Juna bawel "ucap Akira sambil memanyunkan bibirnya.
"Sorry ya Akira, aku sengaja memaksa agar bisa tau kos mu jadi kapan-kapan bisa main ke kos mu" batin Juna sambil menyalakan motornya.
Mereka berdua akhirnya menaiki motor masing-masing beriringan sepanjang jalan, dengan pak Juna di belakang membututi Akira. Setelah 30 menit di perjalanan akhirnya mereka sampai di kos Akira.
"Makasih ya Juna sudah anterin sampai ke kos, maaf merepotkan."ucap Akira
"Kan aku yang mau jadi tidak merepotkan sama sekali, lagi pula aku senang bisa mengantar Akira".
" Jangan kapok berteman sama ya pak" ucap Akira.
"Tuh kan pak lagi"
"Oopss lupa lagi"ucap Akira sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Ya sudah saya pamit dulu gak enak sudah malam di kos cewek nanti di grebek warga lagi hehehhe"
"Ya udah hati-hati dijalan dan makasih sudah dianterin"
"Sama-sama Akira"kata pak Juna sambil berlalu meninggalkan Akira.
"Duuhh hari ini aku kesambet apa ya kok bisa-bisanya curhat ke pak Juna, dan kenapa sekarang pak Juna minta dipanggil Juna atau jangan-jangan dia... aahh sudahlah pusing aku mikirinnya" ucap Akira sambil menuju ke kamar kosnya.
Bersambung.
gaess jangan lupa like,coment n vote yaa...
lm bngt next mu thooooooorrr
next dong
Aku mampir
Next yh
Feedback "sweet17" ditunggu