NovelToon NovelToon
Azzura

Azzura

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:3.9M
Nilai: 4.5
Nama Author: Rani

Dialah Azzura. Wanita yang gagal dalam pernikahannya. Dia ditalak setelah kata sah yang diucapkan oleh para saksi. Wanita yang menyandang status istri belum genap satu menit saja. Bahkan, harus kehilangan nyawa sang ayah karena tuduhan kejam yang suaminya lontarkan.

Namun, dia tidak pernah bersedia untuk menyerah. Kegagalan itu ia jadikan sebagai senjata terbesar untuk bangkit agar bisa membalaskan rasa sakit hatinya pada orang-orang yang sudah menyakiti dia.

Bagaimana kisah Azzura selanjutnya? Akankah mantan suami akan menyesali kata talak yang telah ia ucap? Mungkinkah Azzura mampu membalas rasa sakitnya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

*Bab 11

Zura bersama dua pengawal dengan pakaian biasa itupun akhirnya tiba ke kediaman pamannya. Saat mobil mewah itu ia parkir kan di depan rumah, tentu saja langsung mengundang perhatian para penghuni komplek yang dulunya sangat tidak menghargai dia. Tepatnya, sejak ia dicampakkan oleh Angga.

"Siapa yang datang?" Salah satu ibu-ibu bertanya pada ibu-ibu yang sudah datang di sana duluan.

"Tidak tahu. Tapi sepertinya, itu orang yang sangat kaya deh."

Pintu mobil masih belum di buka

Dari dalam rumah, Mirna langsung kalang kabut memanggil mamanya untuk melihat tamu yang saat ini sedang memarkirkan mobil mewah tepat di depan rumah mereka.

"Ma. Ada tamu, Ma. Cepat lihat, Ma!"

"Tamu? Siapa?"

"Gak tahu, Ma. Kek nya orang kaya tuh. Aduh, kalo tamunya cowok, cari cara buat aku deketin dia ya, Mah."

"Apaan sih kamu. Jangan bicara sembarangan dong, Mir. Gimana kalau itu keluarga nya si Reno. Bisa bahaya kamu, tahu gak?"

"Ih, mama."

Namun, seketika obrolan ibu dan anak itu langsung terhenti ketika pintu mobil di buka oleh salah satu pengawal. Mata mereka juga langsung membulat tatkala yang turun dari mobil dengan anggunnya adalah Zura. Orang yang sangat tidak ingin mereka lihat kehadirannya.

"Zu-- Zura."

Seketika, para tetangga pun langsung riuh akibat nama Zura yang disebut oleh tantenya barusan. Mereka bahkan sangat tidak percaya kalau orang yang memiliki mobil mewah itu adalah Zura yang dulunya mereka kecam secara sebelah pihak.

"Halo, tante. Apa kabar?"

"Oh, aku lihat baik-baik saja, bukan?"

"Zu-- Zura. Kenapa bisa kamu?"

"Kenapa bisa aku? Pertanyaan macam apa itu, Tan? Aku datang ya karena aku kangen sama kalian berdua."

"Aduh, lupa. Kalian sedang gemetaran karena apa? Jangan bilang kalau kalian takut sama aku sekarang. Karena kalian punya dosa yang sangat besar padaku. Iya, kan?"

"Zura! Bicara apa kamu, ha? Jangan kamu pikir karena sekarang kamu muncul dengan tampilan yang berbeda, kamu bisa berbuat sesuka hati. Tidak akan. Jangan mimpi kamu. Jangan berangan terlalh tinggi, Azzura." Mirna malah langsung bicara dengan nada tinggi.

"Iya. Jangan pikir kami akan takut padamu setelah kamu menghilang lalu kembali dengan dandanan modis plus mobil mewah. Kamu pikir kami akan terkejut, gitu? Ngga akan."

Zura malah tertawa lepas.

"Maling kok teriak dengan nada keras sih? Gak takut kalau nanti akan ketahuan oleh orang lain?"

"Ups. Maaf, lupa kalau kalian ngga punya rasa takut. Iya, kan?"

"Ah! Lupakan saja. Aku datang hanya untuk memberikan sebuah peringatan buat kalian berdua. Kembalikan rumah peninggalan kedua orang tuaku. Jika tidak, kalian akan tahu sendiri apa akibatnya. Dan satu lagi, bereskan dengan baik barang-baranga pamanku sekarang juga, jika kalian tidak ingin aku bertindak diluar logika kalian."

Ibu dan anak itupun langsung bertukar pandang. Tapi hati mereka yang tidak yakin akan ancaman yang baru saja Zura berikan, malah mengabaikan apa yang Zura katakan. Mirna malah tertawa lepas sekarang.

"Ha ha ha. Kamu mau mengancam kami, Zura? Besar sekali nyali mu itu untuk melawan aku. Asal kamu tahu, sekarang aku adalah calon istri tuan muda Sanjaya. Reno Sanjaya adalah calon sumiku. Dia sangat berkuasa setelah mantan suami tak habis satu menit yang sudah mencampakkan dirimu tiga tahun yang lalu."

"Hm, benar. Setakat rumah buruk itu bukan apa-apa bagi calon menantuku. Dan lagi, kamu juga tidak akan bisa melawannya, Zura. Jadi, jangan sok berkuasa kamu. Jika ingin barang-barang pamanmu, kemas saja sendiri. Ngga banyak juga lagi. Karena aku sudah membuang sebagian barangnya agar tidak mengotori rumahku."

Mendidih rasanya hati Zura sekarang. Tapi sekuat tenaga ia tahan. Dia sudah berjanji pada mama angkatnya kalau tidak akan ada keributan yang akan terjadi. Tapi sepertinya, ibu dan anak ini sungguh sangat tidak bisa ia ajak berbaikan.

"Kalian berdua. Aku ingin sekali menampar wajah dua manusia yang punya mulut besar ini. Tolong, izinkan aku memukulnya beberapa pukulan saja," kata Zura bicara pada dua pengawalnya.

Kedua pengawal yang sangat memahami apa maksud dari perkataan Zura barusan langsung maju untuk menghampiri Mirna dan mamanya. Sontak, keduanya langsung bertingkah dengan wajah takut berusaha menghindar.

"Apa yang kalian lakukan, hah? Kalian tidak akan bebas jika berani menyentuh aku. Kalian harus tahu, Zura itu tidak punya apa-apa. Apalagi sekarang, dia tidak lebih dari pemulung yang sok-sokan kaya."

"Benar. Sebaiknya kalian jangan mendengarkan apa yang Zura katakan. Entah uang siapa yang ia gunakan sekarang untuk menyewa kalian. Jika orang yang mendukungnya tahu, maka kalian juga tidak akan dapat apa-apa"

Kedua pengawal itu tentu saja tidak akan mendengarkan apa yang dikatakan oleh ibu dan anak ini. Maklum, mereka adalah pengawal bayaran yang sangat terpercaya. Hani saja sudah menggunakan jasa mereka sejak lama.

"Lepaskan! Kalian gila ya!"

"Lepas! Aku akan buat kalian menyesalinya nanti. Lihat saja. Kalian akan nangis darah mengharap pengampunan dariku."

Keduanya memberontak. Zura malah tersenyum lebar. Sambil memainkan kukuknya yang sama sekali tidak panjang, Zura nyengir kuda sekilas pada Mirna dan mamanya.

"Kalian sangat tidak punya rasa malu. Rumah ini juga bukan hak kalian. Pamanku membelikannya dengan uang dari keringatnya sendiri. Tapi kalian malah berkuasa di ruamh ini sekarang. Untuk itu, aku akan berikan kalian sedikit pelajaran agar kalian sadar."

Plak! Satu tamparan mendaran di wajah Mirna. Dia duluan yang kena tamparan dari Zura karena bibirnya ingin menjawab perkataan Zura dengan cepat.

"Kamu!"

Plak! Lagi, Mirna menerimanya lagi sekarang. Mata tantenya langsung membulat ketika Zura memberikan tamparan ketiga pada pipi mulus anaknya yang tidak pernah ia sentuh satu kali pun sejak kecil hingga dewasa seperti saat ini.

"Cukup, Zura! Kamu sungguh sangat keterlaluan! Jangan sentuh Mirna lagi. Apakah kamu sudah bosan hidup, hah?"

"Oh, tante sangat sayang pada anak tante ini ya? Kalau gitu, dengarkan aku. Kembalikan rumah mendiang orang tuaku dalam eaktu dekat. Jika tidak, tante tidak akan bisa tinggal di rumah ini lagi. Dan, tidak hanya itu saja. Tante akan melihat bagaimana anak tante tersayang ini hancur. Bagaimana, tan? Setuju?"

"Kamu tidak waras, Zura! Tidak waras!"

Azzura malah nyengir kuda dengan tatapan tajam yang menusuk. "Aku tidak waras? Karena siapa? Karena ulah kalian yang sangat tidak punya hati. Bukan hanya mengambil uang yang bukan hak kalian, rumah mendiang orang tuaku yang tidak ada sedikitpun sangkut-pautnya dengan kalian pun malah kalian lahap. Sungguh sangat rakus."

"Kembalikan rumah itu atau .... " Zura berucap sambil mengangkat tangannya kembali. Dia bersiap-siap untuk menampar Mirna lagi.

Tidak ingin anaknya dilukai lagi, mama Mirna langsung berteriak kencang. "Baiklah! Bail, Zura. Akan aku kembalikan rumah buruk peninggalan orang tuamu pada kamu dalam waktu dekat. Sekarang, lepaskan Mirna."

1
umi istilatun
👍
Mamah Dini11
makasih Thor ceritanya bagus keren sehat slalu Thor semangat di tunggu cerita berikutnya , 🙏💪👍👍
Rani: makasih banyak buat kamu yg udah mau baca karya aku. 😍😍😍😍
total 1 replies
Mamah Dini11
tdk sia2 pengorbananmu anggara selamat untuk kalian berdua semoga samawa angga jaga berlianmu baik2.
Mamah Dini11
sembuhkan traumamu zura itu penting berobatlah biar hilang trauma itu
Mamah Dini11
akhirnya apa yg angga mau kesampean juga, maaf zura senyum zura telah angga dapatkan, sekarang semangat untuk sembuh angga kmu sudah dapatkan semuanya dari zura,ayo cepet sembuh
Mamah Dini11
gercep banget Thor ,, makasih cerita nya keren gk bertele tele
Mamah Dini11
itu baru iyan, satu lagi tuh buat si tania samakan kayak iyan Thor biar mereka sadar diri
Mamah Dini11
Naah makan tuh ke jahatanmu iyan tania, bentar lgi karma akan jemput kalian
Mamah Dini11
mama macam apa itu, jahat banget
Mamah Dini11
ayo adya cari tau kejadian nya seperti apa, ko malahan kmu diam ayo tanya zura awal mula kejadian, dgn itu kmu bakalan tau penyebabnya gerak cepat adya.
Mamah Dini11
semoga pelaku nya cepat terbongkar dn dapat karmanya
Mamah Dini11
bagus angga gerak cepat, si tania sedang mengawasimu ingin menjalankan aksinya, ayo angga harus bisa melawan si tania dn saudara Tirimu si iyan gagalkan semua rencananya , mereka berdua orang 2 licik, kalau bisa balas dgn cara elegan.
Mamah Dini11
b ternyata oh ternyata si iyan itu bukan orang baik, aduuuhhh zura kmu salah berteman sm si iyan hati hati kmu.
Mamah Dini11
angga kmu itu ngeyel bingit udh biarkan aja, maunya zura kan kmu jgn ganggu hidupnya lgi fi coba doong siapa tau dgn sikapmu begitu zura juga gk terlalu jutek angga, semoga zura juga secepatnya tau prilaku si iya tulus apa enggak sm kmu atau hanya sekedar manas2in si angga atau sikap manis nya sm kmu zura ada maksud tertentu di blk itu
Mamah Dini11
paman tdi sebut rumah paman waktu ngusir angga, lupa ya paman itu rumah mana hani, ya mungkin kalau nanti udh resmi paman menikah dgn mana hani bisa juga itu jadi rumah paman, baru sebut rumah paman.
Mamah Dini11
angga kmu udh bisa bicara sm zura udh bisa meluapkan isi hatimu, sekarang lbh baik kmu pergi dgn baik2 daripada nanti di usir secara paksa ayo angga jaga sopan santunmu, mungkin itu lbh baik untuk sekarang, luka yg kau torehkan terlalu dlm buat zura, pergilah tenangkan hatidn pikiranmu, jgn memaksakan diri jgn mengejar yg gk mau di kejar paham kmu angga, tata hidupmu lbh baik lagi kalau emang msh berjodoh pasti tdk akan ke mana, tpi kalau tdk jgn paksakan angga ngerti kmu,
Mamah Dini11
paling si iyan Andika cowok yg merasa dirinya ganteng pdahal biasa aja he he kayak tau wajahnya di kira 2 aja Thor maaf 🙏
Mamah Dini11
iya si adya buat si lula aja Thor biar mereka berjodoh jabatan nya juga hampir sm cocok tuh!!
Mamah Dini11
kasian juga kmu angga, moga aja lain waktu atau lain kali kmu di beri kesempatan ke dua sm juta untuk sekedar minta permohonan maafmu dn untuk yg lainnya hanya author yg tau, sabar ya angga emang itu ke salahanmu yg patal tpiii bekerja keraslah dgn tulus mungkin akan berubah manis akhirnya, semangat.
Mamah Dini11
dasar perempuan gila, itu hasil kerja kerasmu tania sekarang kmu memanen nya nikmati saja perempuan licik, kalau bisa bertobatlah.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!