NovelToon NovelToon
NO DIGAS ADIÓS (Jangan Katakan Selamat Tinggal)

NO DIGAS ADIÓS (Jangan Katakan Selamat Tinggal)

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:313k
Nilai: 4.9
Nama Author: Asri Devi

NOVEL INI DALAM PROSES REVISI ‼️

Di usianya yang ke 17 tahun, Selenia sudah menyandang status sebagai seorang istri sekaligus juga masih berstatus sebagai pelajar.

Pernikahan itu terjadi karena permintaan terakhir Ibunya dan bersifat rahasia. Dia dinikahkan dengan anak dari sahabat Ibunya yang usianya terpaut 13 tahun lebih tua darinya.

Mampukah Selenia menjalani perannya sebagai istri dan murid SMA dalam waktu bersamaan?

Akahkah dia menyerah?

Cover edit by Canva
Cover pict by Pinterest

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asri Devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

NDA -11-

Rumah sepi saat Selenia turun ke bawah. Mertuanya sudah meninggalkan rumah sebelum subuh tadi dan sengaja tidak membangunkan dirinya. Bu Lisa hanya berpamitan melalui voice note yang dikirim ke ponsel Selenia. Dia juga berpesan supaya Selenia selalu menjaga diri dan 'keluarga kecilnya'.

Sembari membenarkan letak dasinya, Selenia menghambur ke dapur menemui Bik Iyah yang sedang membuat sarapan.

"Pagi, Bik!" sapa Selenia. Dia menarik kursi dan duduk. Di meja belum tersedia apapun kecuali teh panas yang masih ada di teko bening.

Bik Iyah kaget. Dia memutar tubuh dan menatap heran ke arah Selenia. Kemudian matanya beralih melihat jam dinding dan kembali menatap Selenia yang mulai memainkan ponselnya. Tumben banget Non Selenia jam segini sudah bangun. Sudah rapih lagi. Batin Bik Iyah saat melihat jam yang masih menunjukkan pukul 06.05 pagi.

"Udah bangun Non? Aduh, Bibik belum apa-apa ini. Sebentar lagi ya Non," kata Bik Iyah sembari mengaduk-aduk nasi goreng di dalam wajan dengan tergesa-gesa. Aromanya semerbak memenuhi ruangan.

"Santai aja Bik. Aku tetep berangkat seperti biasa kok," Selenia tersenyum melihat kegugupan Bik Iyah.

Bik Iyah mengecilkan api kompor. Dia kemudian menghampiri Selenia, bermaksud ingin menuangkan teh ke dalam cangkir.

"Eh nggak usah Bik," tahan Selenia. "Nanti aja biar kutuang sendiri. Nunggu Pak Adam ya."

"Nunggu...." Bik Iyah mengernyitkan kening. "...Pak..." tidak biasanya.

"Iya nunggu Pak Adam. Sebentar lagi dia balik dari nganterin Papa Mama kan?"

"Eh.. e..I-iya Non," Bik Iyah mengembalikan teko ke tempatnya. "Ya udah kalo gitu Bibik lanjutin masak nasi gorengnya dulu ya."

Selenia mengangguk.

Kok tumben Non Selenia........ Biasanya kan dia selalu sarapan sendiri kalau nggak ada Pak Edwin dan Bu Lisa di sini.... ah udahlah, aku ini mikir apa sih. Batin Bik Iyah sambil terus mengaduk nasi gorengnya.

Beberapa menit kemudian, Bik Iyah telah menyelesaikan masakannya bersamaan dengan deru mesin mobil yang terdengar memasuki halaman. Lalu tak lama setelah mesin mobil tersebut mati, seseorang muncul dari pintu garasi yang langsung terhubung dengan dapur. Adam dengan parka navy tebal dan celana joger panjang berjalan gontai menghampiri Selenia yang menyambut kedatangannya dengan senyum manis. Tentu saja dia heran mendapat sambutan yang tak biasa itu. Tapi Adam tetap berusaha bersikap sewajarnya agar tidak membuat Selenia kecewa. Dia membalas senyuman tersebut kemudian duduk di kursi di hadapan Selenia.

"Hhffsss.... dingin banget...!" ucapnya sembari mengusap-usapkan kedua tangannya.

Melihat hal itu, Selenia pun dengan cekatan langsung meletakkan ponsel di tangannya dan berdiri. Dia lalu menuangkan teh panas di teko dengan hati-hati dari ke cangkir milik Adam yang sudah tersedia. Tak lupa dia juga menuangkan teh ke cangkir miliknya sendiri.

"Papa sama Mama sudah take off?" tanya Selenia.

Adam hanya mengangguk pelan. Belum hilang keheranannya melihat sikap Selenia yang menurutnya berubah. Ada apa ini? Atau memang hanya perasaanku saja? Batin Adam. Dia menyeruput teh itu sedikit, lalu kembali melihat Selenia.

Secara fisik, Selenia tidak berubah. Dia masih tetap terlihat cantik dan imut dengan balutan seragam SMA di tubuhnya. Tapi Adam benar-benar yakin kalau ada yang lain dari sikap istrinya itu. Apalagi pada saat Bik Iyah mulai menghidangkan sarapan di meja. Selenia pun dengan cekatan langsung mengambil alih tugas tersebut. Dia menghidangkan nasi goreng ke piring Adam dan piringnya sendiri.

"Sel..." panggil Adam saat Selenia kembali ke kursinya.

"Hmm?" Selenia mendongak. "Sarapan gih, keburu siang entar. Hari ini kamu sudah mulai ngantor lagi kan?"

Mendengar ucapan sekaligus melihat ekspresi tersebut, tidak tega rasanya mau menanyakan sesuatu yang dikhawatirkan bakalan merusak suasana. Suasana pagi yang menurut Adam begitu nyaman. Hanya saja Adam benar-benar ingin tahu, apa yang membuat sikap istrinya itu tiba-tiba berubah.

"Oh... e... iya... aku hari ini mulai ngantor lagi," jawab Adam akhirnya. "Tapi aku berangkat agak siang kok."

"Ya udah, yang penting sekarang kamu sarapan dulu."

Adam tersenyum. Dia menangkap getaran perhatian dari sikap Selenia meskipun anak itu masih terlihat cuek.

Mereka sarapan berdua, bersama untuk yang pertama kalinya semenjak menikah. Bik Iyah yang sedari tadi memperhatikan mereka sambil beberes di dapur, bingung sekaligus bahagia dengan pemandangan itu. Dalam hati dia tidak berhenti mengucapkan syukur atas apa yang terjadi di rumah ini pagi ini. Semoga ini awal yang baik untuk mereka berdua.

...🌺🌺🌺...

Aku tahu mungkin kamu merasa pagi ini aku terlihat lain, Dam. Tapi hanya itu yang bisa kulakukan untuk memulai sesuatu yang baik dengan kamu. Aku mungkin belum bisa seperti kamu yang selalu tulus dan mengerti aku, tapi aku akan mencoba. Aku akan mencoba perlahan membuang egoku. Aku akan belajar dari kamu bagaimana berpikir dan berharap secara positif.

Mama.... Aku tahu Mama sayang aku. Mama ingin yang terbaik untuk aku. Apapun selalu Mama lakukan untuk membuatku bahagia. Sekarang aku mulai mengerti kenapa Mama melakukan semua ini sebelum pergi. Mama ingin seseorang yang selalu bisa menjagaku kapanpun dan di manapun, seperti Mama menjagaku dulu. Dan selama ini Adam sudah melakukan itu, Ma...

Ya Tuhan... bantu aku untuk mengerti ini semua secara utuh...

Aku tidak mau membuat orang-orang disekelilingku... orang-orang yang menyayangiku terluka karena keegoisanku...

Batin Selenia sendu di sepanjang perjalanan menuju sekolah pagi itu. Matanya berkaca-kaca menatap potret dirinya dan seorang perempuan di layar ponsel. Foto saat Mamanya masih sehat. Foto mereka berdua saat liburan di Bali.

Ditambah lagi ucapan-ucapan Adam yang sempat dia curi dengar semalam, selalu terngiang di telinga dan menghantam perasaannya. Betapa jahatnya dia selama ini?

Ini mungkin memang sudah takdir aku... cara Tuhan mempertemukan aku dengan jodohku. Aku akan selalu menerima apa yang terjadi dalam hidupku sekarang Ma. Aku akan terus berusaha mencintai Selenia... dan aku juga akan terus berusaha membuat dia bisa menerima aku.... aku cuma butuh support Mama...

Kalimat yang begitu menohok dan seketika membuat Selenia sadar bahwa orang yang bersamanya saat ini begitu mencintai dirinya.

...🌹🌹🌹...

...To be continued 👋🏻...

1
Noerlina Akbar
Luar biasa
Ummu Shafira
aku suka karyamu thor, enak dibaca, tata bahasanya, alurnya pokoknya top deh, semoga banyak yg mampir🥰🥰🥰🥰
Lindarosanti
selena kq pangil nm adam si kn lbih tua ngk sopan kyk ny
TongTji Tea
at least menyapa orang yang 13 tahun lebih tua itu pakai kata sapaan yang sopan .Kakak,abang ,mas , koko,Om .
ok lah kalo Selenia ya walaupun akward ya masak langsung panggil nama aja sama suami.
Tapi ..kalo Cia ?
Asri Devi: iya ya... aku baru sadar 🤭
makasii ya koreksinya 🙏🏼
total 1 replies
Lin
alur ceritanya menarik ringan tata bahasanya bagus cerita tidak membosankan mengalir apa adanya rekomendasi banget ..
Azz Kalif
Aamiin Thor,semoga ada produser yg baca karyamu yg keren ini thor
Asri Devi: Terimakasih sudah sudi membaca sampai cerita ini End 🙏🏻
Terimakasih untuk doa baiknya, doa baik kembali ke kamu juga.

Yuk baca sekuel dari novel ini, masih On Going. Judulnya My Husband Is Mine 🤗
total 1 replies
angie_13
Tenang Ton Tuhan pasti sdh menyediakan wanita tepat untukmu cuma mungkin kalian belum dipertemukan sekarang.
angie_13
Pasti Devan atau orang suruhannya
angie_13
Siapa tu yg memandang Adam dan Selenia dengan tatapan benci? Devan kah?
trus siapa jg yg ngirim paket ke Selenia?
angie_13
tambah runyam.nie kayaknya🤔🤔
angie_13
Pak Anton kan single parent jg, kenapa ga pak anton aja yg dekatin Renata?
angie_13
bau2nya Renata suka nih ama Adam
Nafi' thook
bumil kenapa harus dirahasiakan seh
Nafi' thook: iya, biasalah agak riweh, pegang hp sama momong
total 4 replies
Nafi' thook
Adam nggak jadi pergi ya
Navito Aditya Pradana
maakkk
Asri Devi: Apa mak???
total 1 replies
Nona Kos Anjani
🌹🌹🌹🌹🌹
Nona Kos Anjani
mampir Thor
Reni Antika
mutilasi ajj tuh c devan🤭🤭
£¢°<^>™Ling Daoyun¢©∆°•°`|√^π°
aku suka novel kaka makasih juga dh mampir kenovel Aku , nanti aku baca lagi
re
romantis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!