NovelToon NovelToon
Aku Dan Rahasiaku

Aku Dan Rahasiaku

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / One Night Stand / Karir / Cintapertama / Tamat
Popularitas:104.2k
Nilai: 5
Nama Author: CHIBEL

Menceritakan tentang seorang wanita berusia 25 tahun yang memiliki 2 pekerjaan yang bertolak belakang. Pekerjaan yang sepertinya hanya bisa dilakukan oleh wanita tersebut. Sebuah pekerjaan yang memiliki resiko tinggi jika terungkap salah satunya. Dibalik itu semua, dia memiliki alasan kuat kenapa memilih untuk melakukannya.

"Layani aku, atau aku sebar rahasiamu."

Hanya suara desahan dan erangan kenikmatan yang terdengar di sebuah kamar yang minim penerangan. Seorang wanita berusaha keras memuaskan sang dominan. Mereka memang menyatu, tetapi mereka melakukannya demi tujuannya masing-masing. Kepuasan dan uang.

Bertahun-tahun wanita itu menjaga rahasianya. Tetapi seiring berjalannya waktu, apa yang dia jaga mulai terungkap satu persatu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CHIBEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 - Taktik

Dengan di robeknya surat kontrak itu, sudah tidak ada dinding tak kasat mata yang menghalangi Ayana untuk mendekati Sean lebih jauh. Tanpa di robek pun seharusnya hari ini sudah tepat satu bulan kontrak itu selesai.

Sekarang Ayana tidak perlu merasa takut atau sungkan kepada pria itu. Apalagi setelah pria itu memberinya tantangan yang harus dia taklukkan selama 3 bulan ke depan. Sisi jahat Ayana mengatakan jika dia harus menempuh jalur licik, tetapi hati kecil Ayana masih berfungsi dengan baik.

Jika sebelumnya dia yang menggoda dan menarik perhatian Sean terlebih dahulu. Kali ini dia akan membuat pria itu merasa penasaran dengan dirinya.

Sikap yang dia berikan beberapa hari ini sudah pasti termasuk dalam rencananya. Dengan penolakan-penolakan dan kemarahan yang dia berikan kepada pria itu, dia harapkan bisa menarik Sean lebih dekat lagi.

Sepertinya itu cukup berhasil, terlihat dari sikap Sean yang langsung datang ke apartemennya ketika dia mengatakan jika perutnya sakit.

Singkatnya, dia akan menarik ulur perasaan Sean terlebih dahulu. Dia akan membuat Sean jatuh sejatuh-jatuhnya kepada dirinya, hingga pria itu tidak memiliki niat untuk meninggalkan dirinya nantinya jika dia sudah siap untuk berkata jujur.

Ini bukan licik, ini adalah taktik permainan. Jika dia kembali memakai cara lama, pria itu pasti akan semakin besar kepala dan akan sulit untuk menumbuhkan perasaan cinta di hatinya.

Dengan taktik ini, Sean akan merasakan beragam perasaan di hatinya yang dengan sendirinya akan menumbuhkan kembali tunas cinta yang baru.

"Bisakah aku bertemu dengan Sky?" ucap Ayana yang masih menelungkupkan tubuhnya di atas kasur dengan selimut tebal yang menutup tubuh polosnya. Di sampingnya, ada Sean yang menyandarkan tubuhnya pada headboard. Kalian pasti sudah tau apa yang baru saja mereka lakukan.

"Untuk apa?" jawab Sean tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel yang dia pegang.

"Aku merindukannya," balas Ayana pelan dengan pandangan sendu. Setiap hari dia merindukan bocah pintar dan tampan itu. Di pisahkan dengan orang yang sangat kita sayangi itu tidak enak.

Sean menaruh ponselnya di atas nakas yang ada di sampingnya. Dia menatap Ayana yang sedang memilin ujung selimut. "Dengan satu syarat," ucap Sean.

Ayana mendongak ke arah pria itu. "Aku sudah tidak bernafsu untuk melayani nafsu gilamu itu!" teriaknya. Pria di hadapannya ini pasti sedang mencari kesempatan dalam kesempitan, pikirnya.

Sean menggeleng. "Bukan. Bukan itu yang aku inginkan," jawabnya.

Sean adalah pria yang lumayan sulit untuk mengungkapkan perasaan di hatinya. Dulu saja istrinya yang terlebih dahulu menyatakan cinta kepadanya. Jika bukan karena Sky yang hadir telebih dahulu di antara dia dan istrinya, Sean pasti belum menikah sampai sekarang.

"Ceritakan tentang dirimu."

Tiga kata yang membuat Ayana merubah posisinya menjadi duduk dan menyandar pada headboard. "Tentangku?" ucapnya bingung.

Sean mengangguk pelan. "Untuk apa? Tidak ada yang menarik tentang diriku." balas Ayana. Hidupnya memang datar dan tidak ada yang menarik selama ini. Yang dia lakukan hanya bekerja untuk menghasilkan uang.

"Ceritakan saja bagaimana kau bisa memiliki pekerjaanmu itu. Wanita penghibur dan guru secara bersamaan," ujar Sean masih mencoba mengorek informasi dari wanita itu. Biasanya Sean tidak tertarik dengan kehidupan orang lain, tetapi wanita ini rasanya berbeda.

"Setelah itu aku bisa bebas bertemu dengan Sky?" tanya Ayana. Sean kembali mengangguk sebagai jawaban.

"Baiklah. Seperti yang kau tau sebelumnya, aku bekerja di club karena di sana bisa menghasilkan uang dengan banyak dan cepat. Sedangkan jika menjadi guru karena aku sangat menyukai anak kecil."

"Hanya itu?" ucap Sean. "Aku tidak mempermasalahkan pekerjaan malammu. Bagaimana jika ada orang tua murid yang tau jika guru yang mengajar anaknya itu adalah seorang wanita malam?"

"Kau orangnya," jawab Ayana dengan malas. Tidak salah, kan? Itu semua karena dirinya sendiri yang terlalu ceroboh sehingga membuat pria ini curiga dan mencari tau.

Sean menghela napas pelan. "Selain aku." jawab Sean dan menatap Ayana dengan lembut. Yang ditatap, balik menatap pria itu dengan dalam.

"Tidak akan aku biarkan hal itu terjadi. Aku harus bisa menjaga rahasiaku itu, setidaknya untuk satu setengah tahun lagi," jawab Ayana lalu menunduk. Pikirannya berkecamuk, dia juga belum datang ke club kembali untuk mengundurkan diri. Alasan terkuatnya bekerja di club itu sudah ada di depan matanya sekarang.

"Kenapa harus satu setengah tahun?" tanya Sean dengan raut penasaran. "Apa itu kontrakmu di sana?"

Ayana menggeleng dengan kepala yang masih menunduk. Bukan karena hal itu dia bertahan di sana. Hanya ini yang bisa di lakukan untuk melihat dan menemani anak itu belajar. Dia sungguh tidak berguna menjadi orang tua.

"Hanya ingin," jawabnya singkat. Setelah itu dia berdiri dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri.

Sepeninggalan Ayana, Sean menutup matanya menggunakan lengannya. Sepertinya ada yang di sembunyikan oleh wanita itu, pikirnya. Jika dia bisa sampai berkuliah dan menjadi guru, sudah dipastikan dia bukan dari kalangan bawah, minimal dari kalangan menengah.

Ayana! Sebentar lagi rahasia besar yang kamu jaga itu akan terungkap.

...****************...

Seperti yang sudah dijanjikan sebelumnya, sekarang Ayana sedang memeluk Sky di atas kasur kamar Sean. Anak itu sudah lelah seharian karena bermain bersama dirinya. Ini sudah memasuki musim panas di mana para murid sudah mulai libur.

"Jika Daddy tidak ada di rumah, Sky tidur dengan siapa?" tanya Ayana.

"Dari kecil Sky sudah tidur sendiri," jawab bocah berusia 5 tahun itu. Kasian sekali hidupmu nak. Sudah tidak mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu, di tambah ayahmu kurang perhatian kepadamu, batin Ayana.

"Kenapa Sky tidak tidur di apartemen ini bersama Daddy Sean?"

"Daddy melarang Sky," jawab anak itu pelan. Dia sudah menguap beberapa kali tanda bahwa dia sudah mengantuk.

Ayana mengusap dan menepuk punggung Sky dengan pelan. Dia menyanyangi semua anak didiknya, tetapi pengecualian untuk anak yang ada di dalam dekapannya itu. Rasa sayangnya sudah di luar batas. Rasanya dia bisa mati jika terlalu lama berjauhan dengan anak ini.

"Sepertinya kau berencana menggunakan anakku sebagai senjata untuk meluluhkanku."

Ayana baru saja memejamkan matanya, tetapi suara Sean sudah kembali membuatnya untuk membuka keduanya. Wanita itu tersenyum tipis. "Aku memang wanita rendahan, tetapi aku tidak serendah itu hingga menggunakan anak kecil sebagai jembatan untuk meluluhkanmu."

Sean tersentak mendengar penuturan wanita itu. Tetapi dia menutupi ekspresinya itu dengan senyum remeh. "Benarkah? Mungkin saja kau hanya berpura-pura menyayangi Sky. Apalagi anak itu cukup lengket denganmu."

"Terserah apa yang kau katakan. Yang penting aku menyanyangi anak ini dengan setulus hatiku," balas Ayana dan mengeratkan pelukannya kepada Sky. Tanpa mau mendengar lebih jauh lagi apa yang akan di katakan pria itu. Ayana dengan cepat menutup matanya.

Sean yang melihat respon wanita itu merasakan rasa bersalah di hatinya. Apakah dia memang salah menilai wanita ini?

Bersambung

Semoga suka dengan Bab ini☺️

1
Maria Christanti
sll semangat thor dlm berkarya.sy suka ceritanya.💪
Evi
gemesnya
Martha Amelia Susanti
Selamat Author,karyamu sudah end, semoga makin lancar dalam berkarya 👌🙏🏼
Sindy Puspita: Terimakasih sudah membaca dan memberikan supportnya kak🙏☺️
total 1 replies
Dwi Riska anggraini
aiihh ak maki. penasaran
Chai Kim
ceeitanya menarik.lanjutkan
Dwi Riska anggraini
sepertinya sky bukan ank sean,,
Chai Kim
ceritanya seru lanjutkan dong
Sindy Puspita: terimakasih sudah membaca, cerita ini udah tamat ya kak, kakak bisa baca maraton sekarang ☺️
total 1 replies
Luki Crot
ah aku ikut terharu
Luki Crot
ah terharu
Luki Crot
sukur beri pelajaran buat si sen itu biar tau rasa
Luki Crot
semoga cepat baikan
Chasanah Hidayah Nur
saya suka
Hinata Hafidzah
semangat trs untuk buat karya yg baruuuu...seruuu...bagus bgt ceritanya/Heart/
Kasiyah Kasiyah
hai kusuka ceritanya ,cerita yg lainnya pasti suka,,ayo tetap semangat utk karya2 nerikutnya
halimah abdul hayes
Boleh saman sekolah tu…sepatutnya hubungi ibu Bapa dulu sebelum membenarkan kanak2 pulang
Hinata Hafidzah
lanjut
martina melati
apakah nti sky menyadari penyamaran guruny
Aisyah Yuni Novita
kapan sean akan sadar ya thor??
Sindy Puspita: di tunggu ya kak, gak lama lagi kok☺️
Terima kasih sudah membaca
total 1 replies
Sri Utami
kenapa Adiknya Sean ambisi banget ingin test DNA
Sindy Puspita: Mungkin ada sesuatu yang dia sembunyikan ☺️
total 1 replies
Gracevic Matantu
lanjut ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!