Status adik angkat tak pernah membuatku aman dari mereka."
Bertransmigrasi ke tubuh figuran yang diangkat anak oleh keluarga Sterling, Ceira berniat kabur dari alur novel. Namun, jiwa barunya yang tangguh justru memicu obsesi gelap Kaiser dan King Sterling.
Satu tubuh adik angkat, dua raga kembar, dan empat jiwa penguasa yang terobsesi mengunci hidupnya. Lari bukanlah opsi saat jerat liar mereka sudah mengunci mati.
"Mampukah dia lolos dari jerat liar mereka?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sangkar Emas Tanpa Jalan Keluar
Pintu ruang makan utama tertutup rapat dengan suara klik mekanik yang berat, menyisakan kesunyian yang terasa begitu pekat, dingin, dan menyesakkan dada. Hari-hari pertama dari masa dua bulan pengasingan mutlak tanpa kehadiran Ayah dan Ibu Sterling resmi dimulai hari ini. Bagi Ceira, mansion megah berarsitektur klasik Eropa yang berdiri kokoh di hadapannya telah berubah wujud sepenuhnya menjadi sebuah labirin neraka tanpa titik akhir, sebuah sangkar tak kasat mata yang mengurung setiap jengkal napasnya.
Selepas ketegangan yang meremukkan mental serta pertahanan psikologisnya di meja makan, Ceira sama sekali tidak diberikan kesempatan barang sedetik pun untuk menarik napas lega atau memulihkan kesadarannya. Kaiser menarik pergelangan tangannya—bukan dengan kasar yang meninggalkan bekas lebam ungu, melainkan dengan genggaman besi mutlak yang mengalirkan sinyal dominasi tingkat tinggi, memastikan tanpa keraguan bahwa gadis itu tidak akan pernah diizinkan melangkah ke arah berlawanan, sekecil apapun jaraknya.
Mereka membawanya langsung menembus koridor panjang berkarpet tebal di lantai atas, menyusuri lorong sayap barat mansion yang selama ini menjadi area privat terlarang dan steril, sebuah zona eksklusif yang mutlak dikhususkan untuk si kembar.
Ceklek.
Pintu ganda berukiran kayu mahoni tua berkualitas tinggi terbuka lebar, memperlihatkan kemegahan interior di baliknya. Ceira terpaku di ambang pintu, matanya membelalak menatap apa yang kini menghuni ruangan tersebut. Tempat tidur bergaya klasik berukuran king size dengan seprai beludru hitam legam mendominasi bagian tengah ruangan, memancarkan aura maskulin yang pekat. Namun, bukan tempat tidur itu yang merontokkan sisa-sisa benteng pertahanannya.
Di sudut ruangan, tepat di dekat jendela kaca besar yang menghadap langsung ke halaman luar mansion yang dikelilingi pagar kawat berduri dan pengamanan militer, meja kendali digital miliknya—yang sebelumnya tersembunyi rapat di dalam studio seni anonim di pusat kota—kini sudah dipindahkan seutuhnya ke dalam kamar utama tersebut.
Layar-layar monitor beresolusi tinggi menyala terang dalam temaram cahaya ruangan, menampilkan grafik pergerakan aset kripto miliknya, galeri seni Elysian yang telah dibekukan, hingga seluruh berkas rahasia jaringan peretasan Ghost-V yang kini telah dibajak total ke dalam sistem server pusat milik Kaiser dan King. Tidak ada lagi privasi. Tidak ada lagi dunia luar.
"Mulai hari ini, ruang kerjamu resmi dipindahkan ke sini," suara King memecah keheningan ruangan yang membeku, terdengar begitu santai, ringan, namun mematikan saat ia menutup pintu kamar utama itu dan memutar kunci pengamannya dari dalam dengan bunyi klik yang berdengung panjang di telinga Ceira. "Tidak ada lagi studio tersembunyi di sudut kota mana pun. Tidak ada lagi identitas anonim di luar sana. Semua hal yang berkaitan dengan rencana pelarianmu ditarik ke satu titik pusat di mana kami bisa mengawasimu selama dua puluh empat jam penuh tanpa jeda sedetik pun."
Ceira menatap tajam kedua pria di hadapannya dengan dada yang naik-turun menahan amarah, rasa frustrasi, dan keputusasaan yang hampir meledak melewati batas ambang kewarasannya.
Harga diri, kerja keras siang dan malam, serta waktu bertahun-tahun yang ia pertaruhkan dengan penuh perhitungan kini dihancurkan begitu saja dalam sekejap mata oleh keangkuhan mereka.
Sialan... mereka merampas semuanya! batin Ceira berteriak histeris di dalam kepalanya, giginya mengatup rapat hingga rahangnya terasa sakit menahan getaran emosi. Semua usahaku, kerja keras malam-malamku di depan layar monitor, jerih payahku menyusun kode demi kode... semuanya hancur lebur begitu saja hanya karena mereka memutuskan untuk pulang jauh lebih cepat dari alur aslinya! Kenapa takdir terus mempermainkanku?!
"Kalian tidak berhak melakukan semua ini!" desis Ceira tajam, suaranya bergetar hebat bukan karena dilanda rasa takut, melainkan karena gejolak perlawanan terakhir yang memberontak di dalam dadanya. "Kalian merampas privasiku! Kalian memata-mataiku selayaknya narapidana di sel isolasi tingkat tinggi!"
Kaiser, yang sejak tadi berdiri melipat tangan di depan dada bidangnya dengan tatapan dingin membeku seperti patung es, perlahan melangkah maju memangkas jarak. Aura dominasi mutlak yang dipancarkannya membuat suhu di dalam kamar mewah itu seolah merosot drastis hingga membekukan udara di sekitarnya.
Dalam satu gerakan kilat yang sama sekali tidak sempat diantisipasi atau dihindari oleh refleks tubuhnya, Kaiser mencengkeram kedua bahu Ceira, mendorong tubuh gadis itu mundur secara perlahan namun tegas hingga punggungnya membentur dinding kamar yang kokoh.
Wajah tampan Kaiser yang berhias garis rahang tegas, hidung mancung sempurna, dan manik mata hitam kelam terpampang hanya berjarak beberapa sentimeter di depan wajah Ceira. Hawa panas dari napas mereka saling beradu, membagi oksigen yang sama di ruang sempit dan menyesakkan tersebut.
"Privasi?" suara Kaiser begitu rendah, berat, serak, dan bernada dingin mutlak yang sanggup membekukan darah di pembuluh nadi siapa saja yang mendengarnya. "Kamu hidup bernapas menggunakan fasilitas mewah keluarga Sterling, memakan makanan yang dibeli dari kekayaan kami, dan tumbuh besar di bawah bayang-bayang nama besar kami. Jangan pernah lancang berbicara tentang privasi di hadapan pemilik mutlakmu, Ceira."
Jemari besar Kaiser yang kokoh naik perlahan, menyentuh rahang Ceira dengan ibu jarinya yang mengusap bibir gadis itu penuh penguasaan dan klaim teritorial yang mengerikan.
"Semua kerja kerasmu, kode peretasanmu, lukisan-lukisan surealis milikmu... itu semua ada semata-mata karena celah yang sengaja kami izinkan untuk kamu masuki. Kamu hanya seekor kucing kecil yang berlari di atas roda putar mainan yang sengaja kami pegang kendalinya dari luar," bisik Kaiser telak, menghancurkan sisa-sisa pertahanan psikologis Ceira tanpa menyisakan secercah pun harapan.
Dia benar... aku merasa hebat, aku merasa pintar karena mereka memang membiarkanku merasa Seperti ini sejak awal, batin Ceira merasa seluruh fondasi dunianya runtuh berkeping-keping seketika, air mata panas mendesak keluar menembus bingkai kacamata tipisnya. Aku terjebak dalam permainan psikologis mereka sejak hari pertama aku menginjakkan kaki di mansion ini. Aku hanyalah boneka bodoh
King melangkah mendekat, berdiri di sisi lain dari posisi Ceira, melengkapi kurungan fisik tersebut. Jemari dingin King dengan terbiasa menyusup ke sela-sela rambut panjang bergelombang Ceira, membelainya dengan kelembutan yang terlampau mengerikan, layaknya seorang pawang berpengalaman yang tengah menenangkan hewan buruannya sebelum dikurung selamanya di dalam sangkar besi.
"Jadi, simpan sisa tenaga dan amarahmu untuk hal lain yang lebih berguna, Adik Kecil," ujar King lembut sambil menyunggingkan senyuman miring yang menampilkan sisi psikopat begitu mematikan. "Dua bulan ke depan adalah waktu eksklusif kita untuk saling mengenal lebih dekat... tanpa ada gangguan dari siapapun di rumah ini."
Di hadapan dua monster berwajah malaikat yang kini mengepung seluruh dunianya, Ceira akhirnya terdiam seribu bahasa. Bibirnya terkunci rapat.
Matanya memanas menahan sesak yang teramat sangat di dalam rongga dadanya. Jerat rantai besi tak kasat mata kini telah melilit lehernya secara permanen, mengunci sang kucing kecil di dalam sangkar emas berduri yang dibangun khusus oleh kedua penguasa kegelapan untuknya seorang.
aku tunggu👍👍👍👍
semangat......
gak jdi tuker tempat ma kamu ah..atutt 🤣🤣🤣🤣 jiwa halu ku meronta 😩😩
aahhh...gak sabar up lgi..👏👏👏
Semangat