10 juta orang berusia 18-25 tahun dengan tingkat kecerdasan, kekuatan fisik, ketangguhan mental dan kemampuan beradaptasi di atas rata rata, serta berstatus lajang, dipilih untuk menjadi penghuni planet baru bernama subiru selama 5 tahun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ponny Sagita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ADAPTASI
Karena hari sudah beranjak sore, aku segera membangun tenda.
Selesai dalam 15 menit.
Kupasang kain kanvas sebagai alas tambahan.
Kuhampar sleeping bag dan bantal pisang dari amelia.
Tak lupa kugantung lampu emergency dengan panel surya pada rangka tenda. Kipas portable kutaruh di sebelah sleeping bag.
Kukeluarkan sebotol air dan handuk dari inventory, kubasahi handuk, dan kuusap ke wajah dan tanganku yang lengket karena keringat.
Aku hampir lupa. Belum ada jemuran.
Aku segera mencari dua batang kayu, kusambung menggunakan tali nilon, lalu kupancang di sebelah tenda. Kujemur handukku di sana.
Matahari mulai terbenam.
Aku mulai menyalakan api unggun yang rangkanya sudah kubuat sebelumnya.
Api mulai menyala, merambat naik, dan sedikit demi sedikit melahap kayu besar.
Api unggun mulai stabil. Aku mengangguk puas.
+20 poin system.
+3 poin kecerdasan.
+2 poin fisik.
+2 poin mental.
+5 poin adaptasi.
Aku mengeluarkan ransum tentara, memasak sesuai petunjuk pada kemasan.
Sembari menunggu matang, aku memanaskan air, membuat secangkir susu. Memakan sebatang energy bar.
Tidak sampai 10 menit, makanan siap dilahap.
Saking sibuknya aku seharian, rasa lapar akhirnya baru terasa.
Perut agak nyeri, tapi untunglah tidak parah. Apalagi setelah aku menenggak jamu sachet, terasa nyaman setelahnya.
Semua sampah kukumpulkan, kumasukkan dalam kantong ransum. Kutaruh di sebelah tenda.
"Kayaknya butuh bikin tempat ngumpulin limbah non alami sih ya." Ucapku pada diri sendiri.
System kembali memberikan poin atas usahaku hari pertama menjadi penyintas dan naik level.
+20 poin system.
+10 kecerdasan.
+10 fisik.
+10 mental.
+10 adaptasi.
1 hadiah acak untuk kenaikan level.
"Celia, buka hadiah acak."
Aku mendapatkan 1/3 gulungan konstruksi tungku api.
"Harus dapet 3 gulung ya. Celia, ada market gak di system?"
"Market system akan terbuka saat penyintas mencapai level 3 atau saat chat regional dibuka besok, dimana penyintas bisa saling bertukar barang."
"Untuk dapat skill tanah, sudah bisa gak?"
"Skill tanah bisa didapatkan dengan setelah penyintas memenuhi syarat tertentu. Poin kehidupan hanya bisa digunakan jika penyintas hendak meng-upgrade skill yang dimiliki."
...----------------...
Sebelum tidur, aku mengeluarkan katana dari inventory dan mulai berlatih. Kurang lebih satu jam kuulangi gerakan dasarnya hingga terbiasa dan cengkeramanku lebih mantap.
System memberiku beberapa poin lagi. Termasuk skill tambahan baru : pertarungan.
Aku mengambil buku jurnal dan alat tulis.
Mulai menceritakan yang kujalani hari pertama sejak terdampar di pulau tropis 25 planet subiru.
Tentang kegiatanku seharian.
Tentang mas Ben.
Tentang poin kehidupan, level dan skill yang kudapatkan.
Tentang barang dan tumbuhan yang kutemukan.
Tentang apa yang kumakan.
...----------------...
Aku melepas sepatu combat dan kaos kaki. Memakai sandal jepit.
Menuju tepi pantai, membasuh kakiku dan tanganku.
"Celia, aman gak kalo aku ganti baju di luar tenda?"
"Disarankan lakukan di dalam tenda."
Aku masuk ke dalam tenda, melepas semua pakaianku, mengelap tubuhku dengan handuk yang kembali kubasahi.
Lalu memakai deodorant dan memakai pakaian bersih.
Aku menggunakan ember lipat untuk merendam kaos dan pakaian dalam. Sedikit kukucek lalu kujemur bersama handuk. Aku harus hemat air, jadi belum kugunakan detergen.
Aku masuk ke dalam tenda. Mengecilkan penerangan lampu emergency.
Masuk ke sleeping bag. Menaruh hp di sebelah kipas portable.
Sebelum tidur, aku mendoakan semua orang yang kusayang dan mengucapkan selamat malam.
Kugenggam ketiga bandul kalungku. Dan aku mulai terlelap.
...----------------...
Alarm hp ku berbunyi. Jika mengikuti waktu kota Jaya, sekarang jam 05.30.
Keluar tenda. Meregangkan badan.
Aku berteriak "SELAMAT PAGI DUNIA! TETAP SEMANGAT! "
Aku menggunakan sedikit air untuk membasuh wajahku.
Memakan sebatang energy bar.
Mulai melakukan gerakan streaching selama 5 menit.
Gerakan cardio 15 menit.
Berlari 2 putaran mengelilingi pulau. Sembari menemukan 2 kotak bantuan.
Gerakan tendangan dan pukulan kickboxing 15 menit.
Latihan menggunakan katana 15 menit.
Lalu pendinginan 5 menit.
System memberiku poin.
Rejeki anak solehah pagi pagi ya.
Aku menenggak setengah botol air minum dan sebatang energy bar.
Membuka 2 kotak yang kutemukan dan membongkar kotaknya menjadi bilah kayu.
12 bilah kayu.
2 tali rami.
Kedua macam item itu ku satukan dengan yang sebelumnya.
* 1 botol air minum 1000ml.
* 2 botol air minum 600ml.
* 2 bungkus roti kering.
* Segulung kawat.
Kumasukkan ke inventory.
"Hhmm.. Kayaknya makin tinggi level, isi kotak bantuan jadi makin gede atau makin bermutu. Bener gak celia?"
"Benar Naya, level penyintas juga dapat menentukan jenis barang yang didapat dari kotak bantuan."
"Ok. Faham."
"Nangkep ikan tar aja, rada sorean. Sekarang targetku adalah itu!"
Aku menunjuk pohon kelapa.
Di pulau ini terdapat 3 batang pohon kelapa.
Aku bermaksud menanam bibitnya. Tapi sebelum itu aku harus menaklukan setidaknya satu pohon.
"Pohon kelapa dari ujung atasnya hingga bawahnya semua dapat dimanfaatkan. Jadi aku harus bisa nebang hari ini."
Dengan kapak di tangan, aku mulai mengukur bagian mana yang harus kubabat dengan kapak, seberapa dalam aku harus memotong batangnya, dan ke mana arah jatuhnya.
Karena aku tak memiliki kemampuan memanjatnya, jadi cara brutal dengan menjatuhkannya.
Aku mulai bergerak dinamis mengampak batang pohon kelapa.
Setelah 15 menit aku rehat sejenak. Memperhatikan sejauh mana kemajuan ku, tehnik yang kugunakan dan seberapa dalam lagi harus kukapak.
Kulanjutkan sampai 15 menit kemudian.
Sisa terakhir, batang mulai goyah. Dengan beberapa kali tendangan aku menjatuhkannya.
BUM! Akhirnya tamat riwayatnya. Aku tertawa senang.
Bias tipis muncul pada batang kelapa.
* 8 buah kelapa didapatkan.
* 100 daun kelapa di dapatkan.
* 20 batang kayu di dapatkan.
"Wuhuuu...!" Aku berteriak sambil mengangkat tangan.
Semua kubawa dan kukumpulkan di dekat tenda.
System memberiku poin.
Aku membuka 1 butir kelapa, menenggaknya hingga habis. Membelahnya dan menikmati dagingnya yang juicy.
Aku memisahkan sabut kelapa dari batoknya.
"Sabutnya bisa buat media tanam, batoknya buat jadi mangkok." Aku berbicara sendiri.
Aku mulai membuat patok area untuk bercocok tanam. Ukuran lahan 3x4, kubuat 3 jalur tanam. Lalu mulai mencangkuli lahan.
Aku bergerak ke dalam hutan. Mencari kotak bantuan.
Syukurlah dalam 10 menit aku mendapatkan salah satunya.
Kubuka, berisi 1 botol air minum 1 liter, 1 plat logam, 1 botol nutrisi tanaman. Semua kumasukkan ke inventory.
Kotak kugunakan untuk mengangkut tanah ke lahan kebunku.
Setelah beberapa kali bolak balik, lahan sudah siap untuk digunakan.
Aku mulai memproses pembibitan melon, wortel, tomat dan cabai.
Dalam waktu satu jam, pekerjaan ku selesai.
System memberiku poin, skill khusus tanah, dan skill tambahan : tumbuhan.
2 kotak hadiah menanti untuk dibuka. Aah... kerja keras yang tak sia sia. Aku tertawa lebar.
...----------------...
Dong! Dong!
Kepada semua penyintas.
Hari ini adalah hari kedua kalian berada di planet subiru.
Perhitungan mundur hingga 5 tahun ke depan di mulai sejak kalian sampai di area masing-masing.
Sejak kalian meninggalkan planet bumi, system menyediakan fasilitas bagi semua penduduk bumi untuk melihat aktifitas harian kalian.
Untuk keperluan privasi, system tidak akan menampilkan kegiatan di dalam ruangan, atau jika ada tindakan tidak pantas untuk dilihat, maka system akan menonaktifkan layar selama waktu tertentu.
Keluarga kalian di planet bumi berkesempatan mengirimkan pesan kepada kalian setiap periode 30 hari yang akan ditampilkan pada layar system.
Chat regional dapat di akses mulai saat ini.
Kalian dapat melakukan transaksi pertukaran items dengan sesama penyintas.
Untuk informasi lebih detail, silahkan bertanya kepada masing-masing system yang mendampingi kalian.
Tring!
...----------------...
Aku terkesima.
Berarti perilaku gilaku sejak kemarin sudah ditonton orang semuka bumi?
OMG!! Aku berjongkok dan menutup wajahku.
Sumpah! Malu maluin banget sih lo, Nay! Untung aja gak ganti baju di luar tenda semalem.
Aku kembali berdiri. Ah.. Ya sudah lah!
Aku menatap langit dan berteriak.
"YANGKUNG! YANGTI! NAYA PASTI PULANG 5 TAHUN LAGI! JANGAN BOSEN NUNGGU YA! LOPE LOPE SEKEBON!"
"Yangti, yangkung, skill nay nambah lagi. Nay udah level 1 loh. Sekarang Nay punya skill khusus tanah, selain skill ruang. Skill tambahan Nay ada 3 loh. Analisa, pertarungan sama tumbuhan. Doain Nay sukses jadi penyintas ya. Nanti kalo Nay pulang, Nay bawain oleh oleh monster aja kali ya, buat jadi peliharaan. Hehehe..."
...----------------...
Jauh di planet bumi sana.
Kedua sepuhnya Kanaya, serta Amelia, pak Budi dan bu Imah, menonton Kanaya sejak kemarin. Mereka tertawa, menangis, tersenyum dan bangga dengan apa yang dilakukannya serta pencapaiannya.
Terbahak dengan kekonyolan Kanaya.
Kanaya membuktikan bahwa dia memang setangguh itu menghadapi ujian dan misi di planet antah berantah.
Meski sempat melow, tapi semangat nya kembali membara dan melanjutkan misinya.
"Bener kan, yangti. Mba Nay pasti bisa. Liat aja kelakuannya. Gak ada depresi depresinya. Malah makin gacor semangatnya." Ucap Amelia. Bangga dengan mba nya itu. Yangti mengangguk setuju.
Tak ketinggalan Celia, yang dengan bangga membuat status di medsosnya.
(Soulmate gw dooong... Kanaya pradipta, ganti nama system jadi nama gw. Oh em jeeeh... Segitu sayangnya dia sama gw.)
Keluarga Celia pun memantau kondisi Ben, yang ternyata terdampar di pulau batu 20.
...----------------...
Dengan minimnya vegetasi, Ben mampu bertahan dan menaikkan level 0 (pemula) ke level 1 (pemula lanjutan).
Mendapatkan skill tambahan analisa, pertarungan dan tehnik.
Selain skill ruang yang dipilih sejak masih di bumi, dia sudah mendapatkan skill khusus lainnya, yaitu api.
Sebelum tidur, disaksikan banyak mata di planet bumi, Ben memandang langit.
"Kalian semua baik baik ya. Aku janji aku bakal pulang 5 tahun lagi. Aku bakal bawa balik Naya. Dan aku bakal lamar dia saat itu juga."
"Selamat tidur semua. Selamat beristirahat."
"Selamat tidur Naya. Tunggu mas ya. Kita pasti bakal ketemu lagi."
...----------------...
Semua anggota keluarga dan kerabat yang melihat dan mendengar ucapan Ben sampai tertegun dan terharu.
Pria yang selalu dikenal dingin dan datar, ternyata menyimpan cinta untuk sobat adiknya.
Dami sampai bertepuk tangan di depan tv, "Wah.. Wah.. Gak nyangka ya mas Ben. Mendam berapa tahun dia?"
"4 tahun." Jawab Alex.
"HAH!! Asli beneran mas?" Tanya Dami.
Alex mengangguk. Lista yang duduk disebelahnya ikut mengangguk.
"Pemicunya apa? Jangan bilang karena Kanaya cewe banget. Asli dia gak ada tingkah cewenya. Malah lebih jeger dari pada gw." Ujar Dami.
Alex tersenyum geli, "Pas liat dia lagi ngoprekin bonsai mama. Sambil ngomong sendiri."
Dami ternganga, "Random amat."
Celia sudah terbahak sejak tadi.
"Emang random kan dia ya. Tapi dari situ mas Ben mulai merhatiin Naya diem diem. Pernah ke gep sama aku, sampe kupaksa ngaku."
"Tapi Naya emang keren loh, bonsai mama jadi tambah cakep abis dia utak atik. Gak tau diapain." Sahut mama Gia.
"Pantes kan kalo dia dapet skill khusus tanah dan skill tambahan tumbuhan. Turunan kakeknya." Tambah papa Bas. Mereka semua mengangguk setuju.
...----------------...
Back to Naya.
Aku membuka layar hologram, satu menu baru muncul : chat.
Di dalam terdapat 5 panel, chat global, regional, grup, personal dan market. Namun yang bisa dibuka saat ini hanya chat regional.
"Celia, apa syarat membuka chat global, grup dan personal?"
"Chat global dapat diakses jika penyintas mencapai level 3. Chat grup dapat dibentuk saat penyintas yang bertindak sebagai admin mencapai level 4, dengan anggota grup minimal level 3 berjumlah maksimal 20 orang. Chat personal dapat dilakukan saat kedua penyintas mencapai level 2."
"Level berapa penyintas bisa bertemu langsung?"
"Sesama penyintas dapat bertemu jika salah satunya mencapai level 4. Dan penyintas memiliki kendaraan untuk melintasi lautan."
"Ok."
Aku membuka chat regional. Sudah banyak penyintas saling berkirim pesan. Bahkan sudah ada yang membuka lapak pertukaran items.
Pada kolom search aku mengetik kode system mas Ben.
Chat terfilter.
(5.050.505 : looking for 5.051.510)
(5.050.505 : searching for 5.051.510)
Omg! Mas Ben beneran nyari aku.
Aku memakai fitur balas.
(5.051.510 : here i am, 5.050.505)
(5.051.510 : 5.050.505, ayo naik level 2, biar bisa chat personal)
Penyintas lain bereaksi dengan chatku.
(5.124.505 : dih, 5.051.510 mainnya personal aja dia. Ajak ajak dong kita.)
(5.222.211 : 5.051.510 cewe bukan sih? Yuk kenalan sini. Siapa tau jodoh.)
(5.230.123 : aku pengen tukeran items, bro. Ada yang punya buah buahan atau obat sembelit gak? Perut gw sakit, kurang serat. Lupa gw bawa buah dari bumi.)
Hhmm.. Btw, aku juga belum bab sejak kemarin. Tar makan mangga deh.
Yang jelas aku takkan menukar buah sebelum menanam dan memanennya.
Aku membalas 5.230.123
(5.051.510 : fyi, kalau ada tanaman patikmas, bisa direbus, airnya diminum, jadi obat cuci perut.)
Aku menutup chat regional. Belum ada balasan dari mas Ben.
...----------------...