NovelToon NovelToon
Terpikat Pesona Suami Cadangan

Terpikat Pesona Suami Cadangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam / Perjodohan
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Sejak kecil, Mili selalu menjadi anak yang dianaktirikan, sementara Gea, adik kesayangannya, selalu mendapatkan segalanya. Saat perjodohan keluarga mempertemukan mereka dengan Andrew dan David, Mili terpaksa menikah dengan David yang dingin, sedangkan Gea memilih Andrew yang dianggap sempurna.
Namun, kenyataan berbalik. Andrew jauh dari harapan, sementara David justru menjadi suami yang tulus mencintai Mili. Diliputi penyesalan, Gea tanpa malu meminta Mili menceraikan David agar bisa merebutnya. Kali ini, Mili menolak mengalah. Dengan satu kalimat yang menohok, ia menatap adiknya dan berkata, "Kamu kira suamiku barang?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Keesokan paginya, sinar matahari pantai Bali menerobos masuk melintasi celah tirai penthouse.

David perlahan membuka matanya, merasakan kepalanya masih sedikit berat.

Namun, rasa hangat di lengan kirinya membuat pandangannya langsung tertuju pada sesosok wanita yang tertidur pulas dengan kepala bersandar di tepi ranjangnya.

"A-apakah aku sedang bermimpi?" bisik David dengan suara parau, hampir tak percaya melihat Mili ada di sana.

Mili yang terbangun oleh suara halus itu perlahan membuka matanya.

Bukannya tersenyum manis, ia malah mengerucutkan bibirnya penuh kekesalan yang menggemaskan, menatap David dengan mata yang sedikit sembab.

"Iya, kamu sedang bermimpi dan aku hantu istrimu," sahut Mili ketus sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.

David tertawa kecil, suara tawa rendahnya terdengar sangat lega.

Rasa hangat memenuhi dadanya saat menyadari kehadiran Mili nyata.

"Kemarilah, Sayang..." bisik David seraya mengulurkan tangannya yang bebas.

Namun, gerakan itu terhenti saat David melihat tangannya yang terpasang selang infus.

Dahinya berkerut dalam, memori samar tentang rasa terbakar di tubuhnya semalam mulai berputar di kepalanya.

"Bagaimana ceritanya kamu ada di sini... dan di mana adik kamu?" tanya David dengan nada suara yang mendadak berubah serius dan dingin.

Mili menarik napas panjang, merapikan duduknya lalu menggenggam jemari David dengan erat sebelum menjelaskan semuanya.

"Semalam perasaanku benar-benar tidak enak setelah kamu berangkat, David. Firasatku bilang ada hal buruk yang bakal terjadi kalau aku cuma diam di rumah. Jadi aku paksa Jonas untuk terbangkan aku ke Bali pakai jet pribadi kedua," jelas Mili dengan raut wajah yang masih

menyisakan kekesalan.

"Dan, firasatku benar. Begitu kami sampai di depan kamar hotelmu, pintu kamarmu sudah diganjal. Jonas mendobrak pintu dan aku lihat... Gea hampir saja melakukan hal melampaui batas padamu saat kamu pingsan!"

Mili meremas tangan David lebih kuat, matanya berkilat menahan amarah saat mengingat kejadian semalam.

"Dia menyelinap ke dapur hotel dan memasukkan obat perangsang dosis tinggi ke makanan serta minumanmu. Aku yang emosi langsung menjambak dan menamparnya berkali-kali. Aku tidak peduli lagi dia adikku atau bukan, dia sudah seperti iblis! Sekarang Jonas sudah menyerahkan Gea ke kantor polisi lokal atas tuduhan percobaan pemerkosaan dan peracunan berencana. Sedangkan kamu, dokter hotel langsung memasang infus ini untuk menetralkan racun keras di tubuhmu."

Mili menatap David tajam, menuntut penjelasan sekaligus perlindungan.

"Kamu hampir saja dijebak, David. Kalau aku terlambat satu menit saja..."

David mencoba untuk duduk perlahan, menahan sisa rasa pening yang masih hinggap di kepalanya.

Tanpa mengindahkan rasa nyeri selang infus di tangannya, ia menarik tengkuk Mili dan langsung mencium bibir istrinya dengan lembut namun penuh penekanan.

"Terima kasih, Sayang... dan biarkan adikmu yang gila itu mendekam di penjara," bisik David tepat di depan bibir Mili, suara seraknya memancarkan kepemilikan mutlak dan rasa lega yang luar biasa.

Ia mengusap pipi Mili yang masih menyisakan raut kekesalan, lalu menyunggingkan senyum tipis yang hangat.

"Sekarang kamu ada di sini, jadi kita bulan madu dan temani aku bekerja proyek Bali ini," lanjut David dengan tatapan mata yang dalam dan memikat, menolak melepas pandangannya dari sang istri.

Mili menganggukkan kepalanya dengan senyum manis yang akhirnya terukir di wajah cantiknya.

Rasa cemas dan amarah yang menyiksanya sejak semalam mendadak luluh oleh kehangatan suaminya.

Mili mendekatkan wajahnya kembali dan mencium bibir suaminya dengan lembut, menyalurkan seluruh rasa cinta serta kelegaannya karena David sudah kembali aman dalam pelukannya.

"Janji ya, setelah urusan proyek dan polisi selesai, kamu cuma milik aku selama di Bali," bisik Mili manja di sela ciuman mereka.

David tertawa rendah, merengkuh pinggang Mili makin erat.

"Aku selalu milikmu, Mili. Dulu, sekarang, dan selamanya."

Kedatangan dokter tak lama kemudian memecah keheningan romantis mereka.

Dengan sigap dan profesional, dokter memeriksa kembali kondisi fisik David yang sudah jauh membaik, lalu dengan perlahan melepaskan selang infus dari pergelangan tangannya.

Begitu dokter pamit dan pintu kamar terkatup rapat, David tidak membuang waktu.

Tanpa peringatan, ia langsung membopong tubuh istrinya ke dalam dekapan hangatnya, membuat Mili terkejut dan refleks melingkarkan lengan di leher David.

"Ayo kita mandi dan berolahraga sedikit di kamar mandi," bisik David dengan nada suara serak nan menggoda tepat di telinga Mili.

Mili memukul pundak suaminya pelan, wajahnya memerah padam menahan malu.

"David! Kamu ini baru saja lepas infus!"

"Sisa racun obat ini harus dihilangkan, Sayang... dengan caraku," balas David dengan senyum miring yang sarat akan dominasi dan gairah yang kembali membara.

"Ishh... dasar!" gerutu Mili, walau ia tak benar-benar menolak sentuhan suaminya.

David melangkah mantap membawa Mili masuk ke dalam kamar mandi super mewah di penthouse tersebut.

Tanpa mengalihkan pandangannya dari manik mata Mili, David menutup pintu kamar mandi dengan tumit kakinya dan mulai melakukannya—mencurahkan seluruh kerinduan, gairah, dan cinta mendalam di bawah gemercik air hangat yang mulai membasahi tubuh mereka berdua.

Selesai mandi kurang lebih setengah jam, udara di dalam kamar penthouse terasa jauh lebih segar.

Sisa-sisa racun dan kelelahan yang sempat menguasai tubuh David seolah lenyap, berganti dengan kebugaran penuh.

David melangkah keluar kamar mandi dengan handuk melilit pinggangnya, lalu dengan telaten mengenakan jas mahalnya yang terpotong rapi.

Garis wajahnya kembali tegas, memancarkan aura kepemimpinan yang dingin dan tak tersentuh seperti sedia kala.

Tok! tok! tok!

Ketukan teratur di pintu depan memecah suasana. David melangkah mendekat dan membukanya sedikit.

Jonas berdiri di sana dengan sikap sempurna, memegang beberapa kantong belanja bermerek mewah di tangannya.

"Tuan, ini pakaian untuk Nyonya Mili," ujar Jonas penuh hormat.

Jonas membelikan pakaian di butik terbaik di Bali, mengingat kepergian Mili kemarin yang sangat mendadak tanpa sempat membawa

koper maupun persiapan apa pun.

"Bagus," sahut David singkat seraya menerima kantong-kantong tersebut.

"Bagaimana perkembangan di kantor polisi terkait Gea?"

"Proses hukum sudah berjalan, Tuan. Tidak ada celah bagi pihak keluarga untuk menyuap atau menarik laporan. Nyonya Gea dipastikan akan ditahan untuk waktu yang lama," lapor Jonas tegas.

David menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan kejamnya pembalasan.

"Pastikan dia menikmati setiap detiknya di dalam sana."

Setelah Jonas undur diri, David menutup pintu kembali dan melangkah menuju tempat tidur.

Ia meletakkan gaun-gaun indah pilihan Jonas di atas perlakuan lembut untuk istrinya yang masih membalut tubuh dengan borat mandi di dalam.

"Sayang, pakaianmu sudah siap. Bersiaplah, hari ini kamu harus menemaniku ke lokasi proyek," panggil David dengan nada suara yang mendadak berubah hangat dan penuh kelembutan khusus untuk Mili.

Mili tersenyum tipis lalu mengambil pakaian warna biru muda pilihan Jonas dari atas ranjang—sebuah gaun anggun berpotongan elegan yang sangat pas di tubuhnya.

Mili membelakangi David, membiarkan rambut panjangnya yang masih sedikit basah disibakkan ke satu sisi, menyingkap punggung mulusnya.

"David, tolong kancingkan," ucap Mili dengan suara manja yang halus, melirik suaminya melalui pantulan cermin rias.

David melangkah mendekat, matanya menggelap menatap tengkuk dan punggung istrinya.

Jemari kokohnya bergerak perlahan menyusuri deretan kancing di bagian belakang gaun biru muda itu, menautkannya satu per satu dengan gerakan sengaja dipelankan.

Namun bukannya langsung menyelesaikan tugasnya, jemari David justru berhenti di kancing terakhir, meremas pelan pinggang Mili dan menarik tubuh wanita itu merapat ke dadanya.

"Mili, kamu selalu menggoda monster ini," bisik David dengan suara berat yang serak dan sarat akan ancaman berbahaya namun penuh gairah.

Ia mendaratkan kecupan panas dan gigitan kecil yang membuat Mili merinding di perbatasan leher dan bahunya.

Mili tertawa kecil, memegang lengan David yang melingkari perutnya.

"David, stop... Kita harus berangkat ke lokasi

proyek sekarang. Kamu sudah janji!"

David menghela napas berat, menahan diri dengan sekuat tenaga agar tidak menyeret istrinya kembali ke ranjang.

Dengan enggan, ia menyelesaikan kancing terakhir gaun Mili, lalu membalikkan tubuh istrinya dan mengecup singkat bibir manis itu.

"Hanya karena ini urusan bisnis, aku lepaskan kamu sekarang," geram David terkekeh pelan.

"Ayo sayang, sebelum aku berubah pikiran."

Mili menggelengkan kepalanya dan segera ia menggenggam tangan suaminya.

1
Yensi Juniarti
lanjuuut ya say 😘😘
Yensi Juniarti
ayo mili tunjukan ke gea kalau km lebih dari segala galanya .... 🥰🥰🥰
Yensi Juniarti
bahagia menyertai mu Mili...🥰🥰
Yensi Juniarti
🥰🥰🥰🥰 semuanya milik Mili
Yensi Juniarti
lanjutkan 🙏🙏
Rian Moontero
lanjooott👍😍👍
my name is pho: terima kasih kak 🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!