JANGAN DIBACA!!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shanum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kisah Nyata 11
STOP PLAGIAT, HARGAI KELUARGA SAYA SEBAGAI PEMILIK KISAH ATAU AKAN KAMI LAPORKAN.
Di dalam ruang kerja, Dimas menyelesaikan semua pekerjaan dan mulai mergangkan tubuh. Ia mengakhiri semua pekerjaannya malam ini, memutuskan untuk beristirahat karena rasa lelah juga kantuk mulai mendera kuat.
Ia keluar dari ruang kerja usai mematikan laptop, tanpa lupa menutup rapat ruang kerja berada dilantai dasar. Tak terlihat putri juga istrinya yang tadi menonton Tv, hanya ada asisten rumah tangga saja disana.
"Rena sama Aulia kemana Bi?" tanya Dimas pada asisten rumah tangga tengah membereskan dapur.
"Ibu sama Non Aulia sudah ke kamar atas pak," jawab Bi Ijah menghentikan pekerjaan sejenak dan menghampiri majikannya.
"Kalau begitu Bibi istirahat juga, jangan lupa kunci semua pintu dan jendela. Itu pekerjaannya bisa besok saja dilanjutka," ucap Dimas sopan pada Bi Ijah.
"Baik, Pak." Sahut Bi Ijah lebih sopan seraya sedikit membungkuk.
Dimas menapaki satu per satu anak tangga untuk menuju kamar, dengan sesekali ia memijat mijat tengkuk yang terasa lelah. Setibanya di kamar, Dimas membuka pintu di hadapannya dan mengembangkan senyum lebar mendapati Istri dan anaknya tertidur pulas di atas ranjang dengan posisi saling memeluk.
Perlahan tangan Dimas menutup pintu kamar dan berjalan menghampiri . Dimas duduk di ranjang sembari terus menatap lekat pada istri dan anaknya. Senyum terukir indah pada wajah tampannya, masih setia mengamati kedua orang terlihat sangat lelap saling mendekap erat.
"Terimakasih, Rena. Kamu sudah menyayangi Aulia melebihi seorang Ibu kandung, Aku dan Aulia sangat beruntung memiliki Kamu sekarang ini. Aku harap, kamu akan terus berada di sisi kami dan selalu menemani Kami." batin Dimas merasa sangat beruntung karena memiliki Rena sebagai istrinya.
Ia pun mulai merebahkan dirinya di samping Aulia yang kini berada di tengah antara dia dan Rena. Dimas menaikkan selimut pada tubuh Rena dan mencium kening putrinya lalu mulai memejamkan kedua mata yang sudah terasa berat untuk tetap terjaga.
Tanpa Dimas sadari, ia telah sedikit demi sedikit membuka pintu hati untuk istrinya. Dengan semua kasih sayang dan perhatian yang selalu tanpa lelah Rena berikan untuk dirinya juga Aulia, membuat Dimas merasakan sesuatu yang berbeda ketika ia melihat Rena.
Beruntung untuk bisa mengenal Rena setelah banyak hal dilalui, Dimas tetap membiarkan nama lain dihatinya meski ia berusaha memasukkan Rena didalam. Tetap saja orang itu tak mempu untuk tergantikan, karena ketulusan melebihi siapapun baginya. Bahkan ia takkan bisa dibandingkan dengan sosok Rena meski menganggap jika Rena seseorang berhati baik.
Bukan berniat menutupi, tapi memang keadaan memaksanya melakukan semua itu. Ingin sekali Dimas membuka semua kisah tapi hati dan logika bekerja sama untuk menghentikan. Ketika segalanya terungkap, bukan hanya keluarga ataupun Rena tapi juga Aulia pasti menjadi korban didalamnya.
Restu dalam ucapan bernada tulus untuk dirinya menikahi Rena, membuat Dimas semakin kagum pada sosok orang yang lebih dulu singgah. Sebuah perasaan bahkan tak pernah dirasakan pada Kiara, mampu dengan cepat dirasakan Dimas pada orang itu dan kini berusaha mencintai juga menerima Rena tanpa mau membuat pengorbanan seseorang menjadi sia sia. Ia tahu semua memang dilakukan orang berarti dalam hidupnya itu dengan tujuan membahagiakan Aulia juga dirinya.
****
Tidak terasa lima bulan sudah mereka menikah, dengan hubungan yang selalu harmonis dan canda yang menghiasi keluarga kecil itu setiap hari. Rena semakin menyayangi putrinya dan selalu membimbingnya ke ilmu agama yang baik. Ia pun perlahan mulai dekat dengan Dimas, meskipun ia tidak tahu apakah suaminya itu telah menerima sepenuhnya atau belum.
Namun bagi Rena perhatian Dimas kepadanya, dan kesempatan yang Dimas berikan untuk menjadi Ibu Aulia itu sudah cukup membuatnya sangat bahagia dan merasakan adanya keluarga utuh untuk hidupnya. Memang Rena adalah seorang anak yang besar tanpa seorang Ibu, karena Ibu nya meninggal ketika ia masih kecil.
Tidak terasa akhirnya Aulia akan naik ke kelas B dan mulai memasuki liburan sekolah. Aulia lebih memilih untuk liburan bersama Om dan Tate nya yang baru kembali dari Paris, untuk tinggal bersama mereka di sebuah Pulau di Indonesia.
Pulau yang sangat cantik dan indah. Meski tidak begitu rela untuk ditinggalkan Aulia berlibur, tetap saja Rena harus mengijinkan buah hatinya itu pergi karena memang ia tidak pernah bisa menolak keinginan putri yang sangat menyayanginya.
Sebelum Aulia dijemput oleh om dan tante nya yang memang sengaja datang dari Paris langsung menuju rumah Dimas, Rena tidak pernah absen untuk menghabiskan waktu bersama putrinya. Rena selalu bangun pagi untuk bisa rutin memandikan dan menyiapkan makan untuk suami dan anaknya sebelum ia berangkat magang.
Sebelum berangkat pun Rena selalu berbincang dengan putrinya yang setiap hari selalu menunggu dirinya di kamar untuk bersiap. Kecerewetan ketika menanyakan tentang setiap make up yang Maminya gunakaan, untuk apa dan apa namanya. Begitu juga Rena setiap harinya berusaha pulang lebih cepat agar lebih banyak waktu yang habiskan bersama Aulia.
Rena dan Aulia memang seakan tidak pernah terlihat tidak bersama sama, kasih sayang antara anak dan Ibu itu kian hari kian membuat isi rumah begitu berwarna dan penuh tawa karena canda mereka berdua. Terkadang hal itu selalu saja membuat Dimas merasa cemburu karena putrinya kini lebih dekat dan selalu menceritakan tentang apa yang ia lakukakan pada Rena.
Setiap malam pun Aulia hanya ingin memeluk Rena daripada Dimas, dan memaksanya mengalah. Ya, Dimas memang sudah mampu berkompromi dengan kehidupan dijalani, menerima seutuhnya Rena sebagai seorang istri walau rahasia tetap tersimpan rapat entah sampai kapan waktu yang pas mengungkapkan.
Msh puyeng dg Ceritanya dan tingkah Mc nya
Yg ada makan ATI.. Ujung2nya anakmu yg jd korban..
Baper bngt aq thor