(RATE18+)
📢 UPDATE : SENIN/RABU/JUMAT/MINGGU
Saat dua orang mengalami trauma dan rasa sakit dengan status hubungan, Friend With Benefit adalah salah satu opsi berbahaya yang bisa diambil agar tak terlalu merasa sepi. Tapi bagaimana jadinya jika hubungan tersebut justru menjerumuskan mu kedalam lubang hubungan paling berbahaya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maraa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
netizen
Eris melangkah gontai kedalam kantor. Fikirannya masih terpaku dengan chat yang dikirim unknown padanya semalam, yang membuat Eris benci dengan dirinya sendiri sekaligus ketidakjelasan Leon.
Semakin masuk kedalam, Eris merasa semua orang kantor membicarakannya. Terlihat dari arah mata mereka, ada yang diam diam melihat kearah Eris lalu tertawa, ada yang terang terangan melihat sinis sambil berbisik agak keras sampai terdengar jelas di telinganya.
"Dasar j*lang"
"hahaha mahalan juga l*nte,dibayar. Lah ini tidur bareng cuma buat naik jabatan"
"najis murah banget"
"paling dijadiin fwb. Yang penting naik jabatan."
"hai eris ssemalem berapa nih? Gue emang gabisa kasih lo jabatan. Tapi service gue gakalah mantep dari Leon. "
kumpulan laki - laki tertawa menimpali Reza yang dengan lantang menawar Eris untuk menemani nya.
Eris langsung menghentikan langkah lalu menampar pipi Reza.
"lo gatau apa apa. Jadi jaga bacot lo! Gue cukup diem soal rumor yang kalian omongin, Gue sama sekali ga manfaatin Leon buat naik jabatan"
Eris menahan tangis nya. Dengan suara lantang dan sedikit bergetar, Eris buru buru membalikan badan yang langsung ditahan oleh Reza.
"ko ngegas? Ngerasa ya tidur bareng CEO? Lo butuh duit, iya kan? Makanya gue tanya, Tarif lo semalem berapa? Biar gue bayarin"
Semua orang yang ada di loby tertawa mendengar suara Reza yang tak kalah keras.
Eris melepas kasar tangan Reza lalu buru buru masuk kedalam lift. Mati matian Eris menahan tangis dengan langsung menyibukkan diri di meja kerja nya, Gita datang melempar tumpukkan kertas dan note ke meja Eris.
Brak
"selamat buat kenaikan jabatan lo, walaupun hasil tidur bareng CEO"
Gita sedikit berbisik lalu menekan kata terakhir sambil tersenyum sarkas kearah Eris. Pandangan mata nya sangat terlihat ia sedang merendah kan Eris saat ini.
"maksud lo apa? " Eris mengerutkan alisnya sambil membereskan meja kerja.
"gimana service CEO kita? Atau lo yang terus ngemis buat tidur bareng? Hahahaha"
Gita segera pergi kearah meja nya. Suara tawa Gita mengundang banyak tanda tanya staff lain.
Padahal terror unknown baru diterimanya tadi malam, tapi rumor sudah ramai di kalangan staff andromade. Dan Gita? Dari mana dia tau soal hubungan Eris dan Leon, apalagi soal dia yang tidur bareng dengan Leon.
Eris menarik nafas lalu memejamkan mata nya, terus membatin dalam fikirannya sampai tidak sadar seseorang sudah berada didepan meja nya sekarang.
"Eris" Ms. Kath memanggil pelan Eris yang masih menggelengkan kepala sambil terlihat berfikir keras.
"Erisca" dua kali, Eris masih belum juga merespon Ms. Kath.
"Erisca yunanda" suara Ms. Kath sedikit mengeras, membuat Eris langsung membuka mata
"E, eh miss maaf saya tadi-"
"keruang saya, sekarang" Ms. Kath menepuk bahu Eris lalu berjalan duluan kearah ruangannya. Yang langsung Eris ekori, terdengar jelas banyak bisik bisik bahkan dari staff bidang lain.
Kath melihat kearah Eris lalu memegang bahu nya.
"Eris, kamu tau soal foto kamu bersama Leon di sebuah klub?"
Eris mengerjapkan mata, lalu menggeleng. Ia sedikit bingung karna darimana mereka tau malam itu Eris dan Leon di club
Kath menunjukkan foto Eris yang mencium Leon. Selanjutnya foto Leon yang tampak mencium leher Eris. Terlihat sangat jelas, padahal mereka duduk ditempat yang minim penerangan.
"kamu tau rumor ini sudah menyebar ke seluruh staff kantor kita? Dan yang disalahkan adalah kamu, saya ingin dengar penjelasan kamu soal ini"
"Miss, malam itu kita ga bener - bener berdua dan soal itu. Kita lagi TOD miss,iya! tapi soal tidur bareng CEO itu privasi yang saya sendiri bingung kenapa semua bisa tau" Awalnya Eris menjawab asal lalu mulai serius menanggapi masalah tidur bareng CEO.
"Kita ini wanita, sangat rentan disalahkan. Saya percaya kamu pasti punya alasan untuk ini dan salah satu nya bukan karna untuk menaikkan jabatan" Kath memeluk Eris lalu membiarkan Eris diam diruangannya.
"Eris kita gabisa menghentikan rumor yang sudah tersebar luas dari mulut ke mulut ini. Walaupun menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi,mereka gabakal denger."
Kath melepas pelukannya pada Eris lalu tersenyum. Memberi Eris semangat ditengah skandal yang ramai menimpanya.
"Kamu sendiri yang harus membuktikan bahwa kamu memang pantas naik jabatan,bukan karna Leon. Kamu harus lebih tingkatkan lagi kinerja kamu"
Eris mengangguk, menguatkan diri nya keluar dari ruangan Kath.
Tatapan Eris terkunci pada Leon yang menuruni tangga dan melihat kearah nya. Buru buru Eris mengalihkan pandangan lalu berjalan cepat kearah meja kerjanya.
Ya, satu satu nya cara untuk saat ini adalah menghindari Leon. Bahkan ketika Leon menelfon nya agar mengantarkan note untuk ia rekap, Eris menyerahkannya pada Samuel untuk selanjutnya diberikan pada Leon.
"kenapa ga lu aja yang anter? Kalian marahan? " Samuel berjalan ke meja Eris setelah mengantar note pada Leon.
Sam menarik kursi lain kedekat kursi Eris lalu menopang dagu.
"Gue jadi curiga lo yang sebar rumor soal kedekatan gue sama Leon." tatapan Eris menyelidik pada laki - laki disampingnya.
"loh? Ko gue? Gue gamungkin sebar aib orang apalagi aib temen sendiri. "
Samuel tak kalah ngotot karna merasa tak bersalah soal rumor yang sudah ramai tersebar.
"Cuma lo yang tau soal kedekatan gue sama Leon. Dan lo, satu satu nya orang disini yang mergokin gue sama Leon waktu itu."
"Tapi bukan gue yang nyebar. Sumpah"
Samuel memasang peace didepan muka nya dengan muka serius yang sama sekali tak merubah prasangka Eris terhadapnya.
"ck. Minggir! gue makin gabisa fokus kalo ada lo."
Eris melirik sinis pada Samuel lalu kembali menyibukkan diri dengan pekerjaannya.
Mati matian Eris menghiraukan Sam dan pesan dari unknown yang kembali menghiasi notif ponselnya.
unknown.id
To : me
Masih berani ya dateng ke kantor? Bener bener jadi cewe gaada malu nya bgt sih, bicc. Lol
"f*ck! "
Samuel terperanjat saat Eris mengumpat cukup keras, membuat beberapa pekerja melirik kearah mereka.
"kenapa,Ris?" Samuel berdiri mendekatkan kepalanya pada ponsel Eris yang masih menampilkan pesan dari unknown.
Leon mengetuk keras kaca ruangannya melihat Samuel yang begitu dekat dengan Eris. Membuat Samuel dan beberapa staff mendongak melihat tatapan horor Leon.
Sam segera mengatur jarak aman dengan Eris lalu melambai dan memaksakan senyum pada Leon yang langsung membalikkan badan di ruangannya.
"Unknown siapa?"
Eris mengedikkan bahu nya sambil menyandarkan tubuh, mencoba lebih rileks tapi gagal.
"Gue kira yang kirim email itu lo,Sam."
"Gue aja gatau email lu apa." Samuel ikut mendudukkan badan dan bersandar di punggung kursi.
"dari kapan? "
Eris membalikkan badannya ke pinggir melihat Samuel yang juga melihat serius kearahnya.
"dari kapan apanya?"
"teror itu. Lo udah bilang ke Leon,Ris? "
Eris menggeleng, karna tak ada guna nya ia mengadu pada orang yang tidak jelas statusnya.
"ya buat apa gue bilang? Ini kan masalah gue"
"dia harus tau lah, ini kan nyangkut soal dia juga"Samuel beranjak membuat Eris sontak memegang tangannya agar tak keruang Leon.
"Sam! gue aja yang bilang."
o...o...o...
maksudnya udah tamat apa blom😊😊🙏🏻🙏🏻🙏🏻
sumpah gereget tau,,,,
"HEY,,,,,,, LO LO LO NGGA TAU MASALAHNYA JADI NGGA USAH BANYAK B*COD,,,,, URUS AJAA HIDUP LO B*NGSRUD,,, "!!!
ini teh mereka saling suka apa gimana? pernah pacaran,,,?
sungguh membuatku bertanya sendiri,,,,, 🥴🥴
Kutunggu kedatanganmu.
Terima kasih