Hal yang paling di nantikan bagi wanita lajang yaitu melanjutkan hubungan dengan pria yang ia cintai ke jenjang pernikahan. Louisa dan Morgan, dua insan yang saling mencintai.
Setelah sekian lama berhubungan mereka akhirnya memutuskan untuk menikah. Namun satu hari sebelum pernikahan, Louisa melakukan sebuah kesalahan terbesar dalam hidupnya.
Ia tanpa sengaja melakukan one night stand dengan pria yang tidak ia kenal. Merasa dirinya tidak pantas untuk Morgan, ia memutuskan untuk membatalkan pernikahan mereka.
Bagaimana reaksi Morgan ketika Louisa membatalkan pernikahan? Sementara segala persiapan pernikahan sudah siap.
Bagaimana reaksi Morgan saat ia tahu Louisa menghabiskan malam bersama musuh bebuyutannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda FK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kehidupan Baru Louisa
Pagi mulai menyapa, sang mentari muncul dengan malu-malu. Cahaya nya menerobos masuk ke dalam jendela kamar. Suara kicauan burung yang saling bersautan seolah membangunkan seorang wanita yang masih setia di balik selimut.
Louisa baru sampai di Indonesia tadi malam. Ia kini menempati apartemen Arumi yang baru saja di renovasi. Apartemen miliknya dahulu sudah di jual karena ia tidak menyangka akan kembali ke Indonesia.
Manik mata Louisa menerjap, ia meregangkan tubuhnya. Ia merasa begitu kelelahan, namun ia harus merapikan barang bawaannya. Louisa bangkit dari tempat tidur untuk membersihkan diri. Kedua matanya sedikit membengkak karena ia terlalu banyak menangis.
Louisa masih merasa bersedih harus berpisah dengan pria yang paling ia cintai. Kata-kata yang keluar dari mulut Morgan masih selalu terngiang di benaknya.
Guyuran air shower membasahi tubuhnya seolah menutupi air mata yang ikut terjatuh membasahi pipinya. Louisa menghapus air matanya, ia tidak boleh menjadi lemah. Ia harus bangkit, ia harus memulai hidupnya yang baru.
Setelah ritual mandinya, ia berjalan menuju walk in closet untuk berpakaian. Louisa mulai merapikan semua barang-barang yang ia bawa. Untungnya apartemen Arumi sangat terawat sehingga tidak ada debu atau kotoran meskipun tidak pernah di tempati.
Siang ini ia harus menemui Tuan Reyhan yang kebetulan sedang berada di Indonesia. Tuan Reyhan mengurus perusahaan keluarga Salim yang berada di Indonesia dan London. Namun, sejak kehadiran putra pertama mereka Regan, Reyhan lebih sering berada di Indonesia.
Ketika ia sedang sibuk merapikan pakaiannya, tiba-tiba saja ponselnya berdering. Ternyata itu panggilan video dari Arumi dan Jessie, saat ini mereka berada di kantor sehingga Andrew tidak mengetahui apabila istrinya sedang menghubungi Louisa.
"Kau sudah sampai?" tanya Arumi ketika ia melihat Louisa sedang berada di apartemen miliknya.
"Maaf, semalam aku terlalu lelah jadi belum sempat menghubungi kalian," jawab Louisa merasa bersalah karena ia lupa mengabari para sahabatnya.
"Kau tahu? Morgan saat ini sedang me...," belum sempat Jessie melanjutkan ucapannya Arumi terlebih dahulu mencubit Jessie agar ia tidak melanjutkan ucapannya.
"Morgan kenapa?" tanya Louisa penasaran.
"Dia sedang mencari mu ke sana ke mari," kilah Jessie terpaksa berbohong ketika melihat kode dari Arumi.
Louisa terdiam sejenak, ia lalu melihat jam tangan yang ia kenakan di pergelangan tangannya. "Aku sepertinya harus bergegas menemui Kak Reyhan, aku tidak mau membuat ia menunggu," pamit Louisa lalu mengakhiri sambungan telepon.
Ia harus mencoba mengabaikan apapun yang terjadi dengan Morgan, ia tidak boleh lengah. Arumi memukul lengan Jessie yang selalu keceplosan.
"Kau ini? Kalau Louisa mengetahui apabila Morgan saat ini sedang mengurung diri, ia akan merasa bersalah," protes Arumi. Sementara Jessie hanya menjawab dengan senyum lebar ala iklan pasta gigi.
"Maaf, terkadang aku suka sulit mengerem mulutku ini untuk menggibah," timpal Jessie membuat Arumi menggelengkan kepalanya.
Siang ini Louisa bertemu dengan Kak Reyhan di sebuah kafe. Louisa dapat mulai bekerja besok, hari ini ia harus membiasakan diri tinggal di kota ini.
Setelah bertemu dengan Kak Reyhan, Louisa memilih untuk berdiam diri di taman kota. Ia melihat begitu banyak pemuda yang sedang asyik berpacaran. Ia kembali mengingat kenangannya bersama Morgan apabila mereka bermain di taman.
"Mengapa begitu sulit melupakanmu?" gumam Louisa berbicara sendiri.
"Kenapa kau berbicara sendiri? Apa kau baru saja di campakkan oleh kekasihmu?" tanya seorang gadis yang memiliki bola mata berwarna biru. Bola mata yang mengingatkan Louisa pada seseorang, seseorang yang entah mengapa mengingatkan Louisa pewaris keluarga Walker.
Ya, pria itu. Pria yang memutuskan kontrak dengan perusahaan Andrew, karena kesalahannya. Namun, beda nya gadis ini lebih mending banyak tersenyum daripada pria itu yang sangat sulit tersenyum.
"Kenalkan aku Wilona," ucap Wilona memperkenalkan diri.
"Aku Louisa," jawab Louisa ramah.
"Hidup itu indah apabila kau nikmati, aku berkali-kali patah hati berkali-kali mencoba untuk bangkit. Ketika ia bukan jodohmu sekuat apapun kalian berusaha untuk bersatu tetap akan terpisahkan," cerocos gadis itu panjang lebar.
Louisa terkekeh mendengar ucapan Wilona, gadis ini terlalu banyak bicara berbeda dengan seseorang yang memiliki manik mata yang sama dengannya. Oh astaga mengapa Louisa jadi mengingat pria menyebalkan itu.
"Kenapa kau malah tertawa?" tanya Wilona sambil mengkerutkan keningnya.
"Aku ingat seseorang yang memiliki manik mata yang sama denganmu, namun ia menyebalkan berbeda denganmu," celoteh Louisa terkekeh.
Mereka berdua berbincang cukup lama seolah memiliki banyak kesamaan. Mereka menjadi semakin akrab.
Sejak itu keseharian Louisa ia awali dengan bekerja di perusahaan keluarga Salim. Ia berusaha mencoba move on dari Morgan dan mulai kembali melanjutkan hidupnya.
Kata-kata Wilona membuatnya bangkit dari keterpurukannya. Berbeda dengan Louisa, Morgan sekarang menjadi dingin kepada siapapun. Ia kembali menjadi Morgan yang kejam, ia tidak lagi ingin mengenal cinta. Baginya cinta hanya omong kosong belaka, Morgan kembali menjadi mafia yang kejam.
ngerasa kehilangan kan
wilona wilona penculikan membawa nikmat ya