NovelToon NovelToon
Kunodai Pernikahanku

Kunodai Pernikahanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Angst
Popularitas:39.1k
Nilai: 5
Nama Author: ShasaVinta

Karena suatu perjodohan, Ayline menikahi Oswald. Seorang pengusaha muda, sukses di banyak negara yang diidam-idamkan oleh banyak wanita.
Musibah menimpa saat usia pernikahannya masih seumur jagung.

Dalam keputusasaan, Ayline bertemu dengan seorang pria pengertian yang mampu membuat Ayline berdebar di tiap pertemuan keduanya.

Bagaimana kelanjutan kisah Ayline dalam mencari kebahagiaan dan cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShasaVinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KP 11 - Pindah

“Haruskan kita pindah? Haruskah kita menjauh?” gumam Oswald lirih.

Sebenarnya Ayline belum benar-benar tertidur. Samar-samar ia masih mendengar pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan suaminya. Namun Ayline memilih bungkam. Ia biarkan saja Oswlad memikirkan dan memutuskan ini sendiri. Dia merasa sudah cukup memberi ide, biarkan keputusan semuanya berasal dari Oswald agar pria itu nantinya tak merasa terpaksa seandainya mereka benar-benar pindah.

Sebenarnya ada alasan lain di balik ide Ayline yang ingin pergi menjauh. Semua demi kebaikan suaminya. Jika, tetap di sini Ayline tak yakin jika suaminya itu tidak akan menjadi gila karena mendapat tekanan dari banyak pihak. Ayline juga khawatir, jika stres akan memperburuk keadaan suaminya.

Berbekal informasi dari dunia maya, Ayline menyimpulkan jika ej*kul*si dini yang diderita suaminya dipicu oleh gangguan psikis dari diri Oswald sendiri.

Kondisi kakinya yang kini lumpuh, mempengaruhi psikisnya. Oswald selalu cemas jika apa yang dia lakukan dengan kondisinya yang sekarang, hasilnya tak akan sebaik dan sesempurna dahulu. Hal itu sungguh mengganggu untuk seseorang yang perfeksionis seperti Oswald.

Setelah banyak membaca informasi dari berbagai sumber, ide untuk pindah dan menjauh sejenak menjadi pilihan akhir Ayline.

...…...

Waktu berlalu, rupanya Oswald benar-benar mengikuti saran istrinya. Sudah sebulan ini, baik Oswald maupun Ayline berusaha meminta izin kepada kedua orang tua masing-masing untuk pindah ke salah satu kota kecil.

Kota pilihan mereka adalah suatu Kota bernama Kota Lando. Namun, keduanya tak akan tinggal di Kota itu, melainkan di salah satu desanya yang bernama Desa Kald. Di desa itu terdapat salah satu pabrik tekstil milik keluarga Pallas, Oswald beralasan akan mengurus pabrik tersebut selama mereka tinggal di sana.

Jika kedua orang tua Ayline setuju-setuju saja dengan keputusan anak dan menantunya, berbeda dengan Mommy Raya yang menolak dan butuh waktu sebulan untuk akhirnya ia setuju. Sebenarnya beliau belum setuju seratus persen, jika bukan karena Daddy Jay yang memintanya. Bahkan hingga hari keberangkatan Ayline dan Oswald tiba, Mommy Raya masih terus berusaha membujuk keduanya agar membatalkan niatnya.

“Kalian yakin ingin pindah ke sana?” tanya Mommy Raya saat ikut mengantar Oswald dan Ayline ke Bandara.

“Jika tak yakin, dibatalin sekarang juga boleh kok.” Bujuk Mommy Raya yang sebenarnya masih sangat sulit merelakan putra semata wayangnya tinggal jauh darinya.

“Mom … kumohon,” balas Oswald. “Seperti pembicaraan kita sebelumnya, aku dan Ayline butuh ketenangan.”

Ayline tak menimpali ucapan suaminya. Dia hanya menunduk, menjadi pendengar pembicaraan Ibu dan Anak.

“Aku juga sudah terlalu lama bergantung pada kalian,” lanjut Oswald memberi pengertian. “Izinkan aku dan Ayline belajar mandiri untuk membangun rumah tangga kami.”

“Mandiri? Kurang mandiri apa lagi kamu, Nak?” Bahkan setelah sebulan waktu yang dihabiskan Oswald dan Ayline untuk meminta izin, Mommy Raya seakan belum rela jika putranya harus pindah ke kota kecil yang lokasinya cukup jauh dari dirinya.

“Kamu itu-“ Mommy Raya akhirnya berhenti bicara saat pundaknya ditepuk lembut oleh Daddy Jay.

“Mom, kita sudah bicarakan ini,” bisiknya membuat Mommy Raya bersungut-sungut.

Kedatangan Daddy Jay bersamaan dengan waktu keberangkatan mereka tiba. Ayline dan Oswald sekali lagi memeluk kedua orang tua mereka untuk berpamitan. Ayline dan Oswald tentunya tak hanya pergi berdua, ada Denis yang sudah pasti akan ikut ke mana bosnya pergi.

...…...

Setelah mengudara selama lima jam lamanya, pesawat jet pribadi milik keluarga Pallas akhirnya mendarat dengan sempurna di Bandar Udara Kota Lando. Dua orang pria berpakaian setelan jas hitam menyambut. Oswald menjabat tangan keduanya bergantian, setelahnya ia tak lupa memperkenalkan Ayline sebagai istrinya.

Ayline mendorong kursi roda Oswald, walau sebelumnya Denis sudah menawarkan untuk mengambil alih tugas itu. Hingga keduanya masuk ke dalam mobil mewah yang akan membawa mereka ke Desa Kald.

Perjalanan akan ditempuh dalam tiga jam. Tak ada kemacetan seperti yang biasanya mereka alami. Sepanjang jalan, dua pria yang tadi menyambut di Bandara terus menjelaskan tentang kondisi perusahaan cabang pada Oswald.

“Tuan, kenapa Tuan tak bekerja saja di kantor cabang? Kenapa harus di pabrik?” tanya seorang pria yang sedang mengemudi.

Oswald menatap keluar melalui jendela mobil. Ia amati gedung-gedung pertokoan yang mereka lewati. “Denis yang akan bekerja di kantor cabang. Tujuanku ke sini memang untuk mengawasi kerja pabrik,” elak Oswald.

Kedua pria yang duduk di depan mengangguk tanda ia mengerti. “Baiklah, Tuan. Kami sudah menyiapkan segalanya di Desa Kald. Tempat tinggal dan kendaraan semuanya sudah siap. Para pekerja juga sudah tak sabar menanti kehadiran Tuan dan Nyonya.”

“Terima kasih. Aku tahu kalian bekerja keras untuk menyiapkan semuanya,” ucap Oswald sebelum ia menyandarkan kepalanya ke kursi lalu memejamkan matanya.

Melihat itu, tak ada lagi yang berani membuka suara. Mereka tak ingin mengusik Oswald yang sedang beristirahat. Begitu juga dengan Ayline. Tiga jam perjalanan tak ada sepatah kata pun yang terucap dari bibirnya. Ia sengaja menggunakan air pods dan menikmati alunan musik dari ponsel pintarnya.

Tiga jam akhirnya berlalu. Gerbang selamat datang ke Desa Kald terlihat di depan mata. Kening Ayline mengernyit saat melihat di gerbang itu ada logo perusahaan Pallas.

“Gerbang itu adalah salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan untuk Desa Kald. Sebagai wujud terima kasih dan penghargaan pada desa ini, perusahaan memberi banyak bantuan untuk pembangunan infrastruktur,” jelas Denis saat melihat raut wajah bingung dari Nyonya-nya.

Mobil terus melaju, namun lajunya lebih pelan dari sebelumnya. Sepanjang jalan, warga keluar dari rumahnya lalu melambaikan tangan seraya menundukkan kepala. Belum bertemu saja, Ayline sudah merasa sungkan melihat sikap warga yang menurutnya berlebihan. Mereka hanyalah pemilik pabrik yang beroperasi di desa itu, mengapa penyambutannya seperti penyambutan pemimpin negara, pikir Ayline.

“Mengapa mereka tampak sangat hormat?” gumam Ayline.

“Karena hampir sebagian besar warga di sini bergantung hidup pada perusahaan kita,” jawab Oswald.

Ayline masih tampak bingung. Mobil sudah berhenti, setelah melewati gerbang besar dengan ukiran logo dan nama perusahaan Pallas dan jalan kecil yang cukup jauh.

Denis yang duduk di kursi belakang, turun lebih dulu. Ia menyiapkan kursi roda milik Tuannya. Setelah Oswald duduk di kursi rodanya, Ayline mengambil alih untuk mendorongnya.

Di hadapan mereka ada sebuah bangunan bertingkat yang sangat besar. Bagunan itu tampak sangat megah dengan desain bagaikan istana kerajaan pada zaman dahulu.

Dua pria yang tadi menyambut di Bandara tampak bergegas membuka pintu yang sangat lebar dan tinggi. Begitu pintu terbuka, mereka disambut dengan belasan pelayan yang berjejer sangat rapih.

Tak lama seorang pria paruh baya menyapa. “Selamat sore Tuan dan Nyonya Pallas. Perkenalkan saya, Albert. Saya adalah kepala pelayan yang akan melayani semua yang Tuan dan Nyonya butuhkan.”

“Terima kasih. Panggil saja Oswald. Ini istri saya Ayline dan asisten saya, Denis.”

Pak Albert menunduk hormat saat menatap Ayline juga Denis secara bergantian. Setelahnya beliau juga memperkenalkan satu per satu dari dua belas pelayan yang akan bekerja di rumah itu.

Walau jarang menemukan yang seperti ini, pengenalan singkat bersama para pelayan sudah tak asing lagi bagi Ayline. Saat pertama kali mereka menempati rumah yang dulu, juga para pelayan menyambut seperti ini.

Namun ada yang berbeda. Perhatian Ayline tertuju pada sosok seorang wanita yang tak dikenalkan oleh Pak Albert. Wanita itu terus mengikuti, bahkan saat Oswald dan Ayline menuju ruang keluarga.

“Satu lagi, Tuan,” ucap Pak Albert.

“Ada apa?”

“Perkenalkan, ini Dokter Siska. Beliau adalah dokter dari Kota yang akan membantu Anda terapi,” jelas Pak Albert.

“Dokter? Terapi apa?”

Ayline yang bertanya lebih dulu. Ia merasa bingung, sebab adanya seorang dokter wanita tak pernah ada dalam pembahasan sebelumnya.

...————————...

1
Shifa Burhan
bukti betapa munafiknya wanita kalau buat novel
kita bongkar
saat membuat novel konflik pemeran utama pria (suami) salah maka istri dibuat tegas pergi dan tidak memaafkan dan menerima kembali, suami dibuat nangis menyesal ngemis maaf, berjuang keras dapat kesempatan, dan akan dihadirkan lelaki lain yang baik pada istri dan dipuja2

tapi banding
novel yang pemeran utama wanita salah bahkan selingkuh sekalipun bahkan kayak pelacur tebar pesona dengan banyak pria, apa yang terjadi itu bukan dianggap kesalahan, mala dibela dibilang romantis (menjijikan), bahkan author berjiwa munafik ini malah membenarkan semua kelakuan menjjijikan pemeran utama wanita (yang artinya sama saja dia membenarkan kelakuan menjijikan dirinya sendiri), sang suami dibuat kayak orang bodoh harus Terima saja diperlakukan kayak gitu

dan karya2 mu kita bisa sifat aslimu yaitu munafik dan murahan

saat suami salah kau laknat tapi kau membenarkan semua kelakuan mu bahkan selingkuh dan kayak wanita murahan tebar pesona pada banyak lelaki kau benarkan,
Fenti
aku mampir, masih mau nyicil..

jika berkenan mampir dikaryaku judulnya Karena Amin Yang Sama🙏
🍒⃞⃟🦅🥑⃟gaibfarm🦉𝐕⃝⃟🏴‍☠️
bolak blik ksni blm da up mncul,🤔
☠ѕнαqυєєηα💋👻ᴸᴷ
sioswald benar2 suami yg egois lihat saja nanti penyesalan mu seumur hidup
☠ѕнαqυєєηα💋👻ᴸᴷ
walh dikit2 tersingggung kaya abg
☠ѕнαqυєєηα💋👻ᴸᴷ
sioswald mah baperan dikit2 marah🙄
ᄂ⃟ᙚRahma💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
tunggu peyesalanmu Oswald,,
ᄂ⃟ᙚRahma💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
betuuuuul bangeeeet👍👍
ᄂ⃟ᙚRahma💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
tenang pak Albert anakmu udah aku anggap saudara ku🤣🤣🤣
Hearty 💕
Oswald salah nih kesuksesan dan materi bukan segala²nya
Hearty 💕
Setuju sekali
Hearty 💕
Dia assistant yang tepat Mr. Albert
Hearty 💕
Tidak sama sekali
Hearty 💕
Harus bisa diubah rencana aneh itu
Hearty 💕
Kayaknya nggak ada yang sehat disekitar Ayline
Hearty 💕
Semua pria akan seperti itu kalau sedang berburu
🍒⃞⃟🦅🥑⃟gaibfarm🦉𝐕⃝⃟🏴‍☠️
bsa ga sntil jantung ny si Oswald, biar dia sdkit sdr gtu, jgn mmksa istriny utk mlkan hal ktor
☠ѕнαqυєєηα💋👻ᴸᴷ
yakin kamu akan hidup bahagia yang ada kamu bakal menyesal seumur hidup mu oswald
☠ѕнαqυєєηα💋👻ᴸᴷ
andra jutek banget sama ayline🤣
ᄂ⃟ᙚRahma💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
udah Ayline terima aja rencana gila suamimu, biar kapook nantiiinya, carilah orang yang bisa membuat mu nyaman dan bahagia, lupakan suamimu yang begoook itu, semakin lama semakin kayak ibliiis aja suamimu itu, dari pada nanti kamu sakit hati berlebihan lebih sekarang menjaga jarak dan menjaga hati..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!