Mengorbankan segalanya dan bahkan mendonorkan ginjalnya untuk sang ibu mertua.
justru membuat dirinya dibuang seperti sampah oleh sang suami dan keluarganya.
Karna dianggap penyakitan dan tidak dibutuhkan lagi.
Apa yang akan dilakukan pada si wanita cantik,untuk membalaskan dendamnya pada sang mantan suami dan juga keluarganya??
Follow Ig Me : Mitha_shin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ovelia.shin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11-Tidak Berguna Lagi
Beberapa hari setelah keadaan Zia mulai berangsur membaik,Zia pun akhirnya diperbolehkan pulang.Dan Randy pun ikut mengantar Zia kembali pulang kerumahnya.
Sedangkan sang ibu mertua lebih memilih pulang ke apartemen milik Rania.
Tiba di rumah,Zia tampak senang dan bahagia.Karena akhirnya dia bisa pulang dan menjalani aktifitasnya seperti biasa.
"Woah..akhirnya kita pulang ke rumah juga."seru Zia dengan perasaan senangnya.
"Iya,sudah cukup lama kita tidak berada di rumah." sahut Randy sembari meletakkan seluruh barang Zia selama di rumah sakit.
"Lalu kenapa ibu tidak ikut kita saja??sejak operasi itu,aku belum pernah melihat ibu."tanya Zia yang penasaran.
"Ah,soal itu kak Rania yang memintanya.Agar dia saja yang merawat ibu.Dia merasa tidak enak jika kamu yang merawat ibu,sementara kondisi mu juga dalam pemulihan." ujar Randy menjelaskan.
"Oh begitu,semoga ibu cepat sehat dan kita bisa berkumpul lagi." kata Zia yang berharap.
"Iya sayang tenang saja,yang penting kamu sehat dulu..Kalau begitu aku harus pergi."
"Kemana?" tanya Zia yang heran.
"Euh..aku mau melihat keadaan ibu dan mungkin aku akan pulang besok.kamu tidak keberatan kan?" jawab Randy menjelaskan lagi.
"Jadi kamu mau meninggalkan aku sendirian??" tanya Zia dengan raut wajah yang sedih.
"Hanya malam ini saja sayang,besok aku pasti akan pulang dan menemani mu.ok." ucap Randy sambil memegangi kedua pipi Zia dengan manja.
"Ya sudah,tidak apa-apa."jawab Zia yang memilih mengalah dan menuruti perkataan Randy.
Randy langsung mengecup dahi Zia dan pergi.Zia hanya memandang dengan wajah yang kecewa.
"Tidak apa-apa,kesehatan ibu lebih penting dan perhatian Randy pasti lebih dibutuhkan ..Aku tidak boleh cemburu." ujarnya bicara sendiri.
Zia pun membereskan barang-barangnya untuk dipindahkan ke kamar.Tapi baru akan mengangkatnya,Zia tiba-tiba merasakan perutnya yang nyeri.
"Akh..sakitnya.. apakah ini efek habis operasi kemarin??" lirihnya sambil memegangi perutnya dan mencoba untuk menahan rasa sakitnya.
...****************...
Apartemen Rania..
Randy langsung datang mengunjungi apartemen milik Rania.Tiba di sana,ia melihat kakak dan ibunya sedang berada di ruang tamu,sambil mengobrol.Dan ternyata ia juga melihat Cintya bersama sang bayi.Yang ikut berkumpul dan mengobrol dengan mereka.
"Halo.."sapa Randy pada mereka.
Mereka pun menoleh secara bersamaan.
"Ah,kau sudah pulang..Lihat ini cucu ibu,dia lucu dan menggemaskan sekali kan..hehe."ujar ibu Randy sambil menggendong bayi Randy dan menimangnya.
"Satu lagi bu,tampan seperti ku..haha." sambung Randy sambil tertawa dan menghampiri sang bayi untuk digendong.
"Cih..Kau terlalu percaya diri." sindir Rania.
"Apa kalian sudah memberi nama untuk bayi kalian??" tanya ibu Randy.
"Sudah bu,nama bayi kami adalah Deo Dharmendra,artinya keberuntungan dan keberkahan dari Tuhan..bagus kan??" jawab Randy langsung menyebutkan nama bayinya.
"Nama yang sangat bagus,semoga cucu nenek selalu diberkahi dan beruntung ya." ucap ini Randu yang menyukai nama bayinya.
"Iya,cocok dipanggil baby Deo..Dan untuk sementara kalian tinggal lah disini,supaya aku ada temannya..bagaimana ??" ujar Rania memberi saran.
"Aku terserah Cintya saja,yang penting dia nyaman dan juga baby Deo..bagaimana sayang??" tanya Randy pada Cintya.
"Ya boleh,aku setuju saja." jawab Cintya mengangguk dan menyetujuinya.
"Iya,kau juga tidak akan repot Cintya,akan ada Rania yang bisa membantu mu menjaga baby Deo..Dan sepertinya ibu juga ingin tinggal disini,apa boleh Rania?" sahut ibu Randy yang juga ingin tinggal bersama.
"Tentu saja bu,kenapa ibu harus bertanya seperti itu."ujar Rania memperbolehkannya.
"Tapi ibu sesekali harus ada pulang untuk melihat Zia,supaya dia tidak begitu curiga.Selagi menunggu waktu yang pas,saat aku mengusirnya dari sana."ujar Randy memberitahu ibunya.
"Soal itu kau atur saja dan tenang saja dia tidak akan curiga."jawab ibunya.
"Tapi kau harus cepat membereskan nya,jangan terlalu lama menunda waktu.nanti kau malah jadi tidak tega untuk melepasnya." ujar Rania mengingatkan.
"Soal itu kakak tenang saja,mama mungkin aku akan bersimpati padanya.tujuan ku hanya untuk memanfaatkan ginjalnya.kita sudah berhasil untuk apa lagi mempertahankannya.Dia sudah tidak berguna lagi untuk kita." jawab Randy dengan kejamnya.
puaskan balasdendanmu Zia