NovelToon NovelToon
Bayi Mungil Kesayangan Keluarga Petani

Bayi Mungil Kesayangan Keluarga Petani

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:30.7k
Nilai: 5
Nama Author: Salsabila mbil

Di desa xixiang, seluruh penduduk tahu bahwa keluarga Zhao baru saja memungut seorang gadis kecil. Gadis itu berusia tiga tahun, berkulit putih dan bertubuh montok menggemaskan. semua orang berkata bahwa anak perempuan hanyalah beban merugikan. namun keluarga Zhao justru memperlakukan nya bagai permata berharga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salsabila mbil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Zhao Heng menarik sudut bibirnya, tetapi tidak menjawab.

Wang chunniang mendongak menatapnya. Ia mengulurkan tangan hendak mencubit lengan Zhao Heng. Merasakan rasa sakit yang menjalar di lengannya, barulah Zhao Heng membuka suara, "nanti kau akan tahu sendiri."

"Aku mau tahu hari ini juga," Wang chunniang mengerutkan kening, "Kau dulu tidak pernah sebaik ini, sampai melompat turun menyelamatkan orang. Katakan, Ayah A Bao!" Wang chunniang sengaja menekan tiga kata terakhir itu.

"Yang Dabao adalah raja anak-anak," ujar Zhao Heng sambil berdiri tegak, "Menyelamatkannya, A Bao tidak akan diganggu lagi."

"Kedua keluarga Yang pasti tidak akan tinggal diam, mereka pasti akan banyak membantu sebagai balas Budi"

"Terakhir, akhir-akhir ini aku sedang memikirkan sebuah benda. Mungkin hanya tukang besi Yang yang bisa membuatnya. Bagaimanapun, dia adalah seorang tukang besi."

Wang chunniang terkejut sesaat, lalu berkata, "Kau ini benar-benar sekali mendayung tiga pulau terlampaui."

Zhao Heng mengangkat alis, dan pasangan suami istri itu pun tertawa lepas di halaman. Saat itu, Wang chunniang sempat tertegun. Dulu, saat ia baru pertama kali mengenal Zhao Heng, suaminya tidak sepesimis sekarang, tetapi otaknya sudah secerdas ini. Orang biasa yang menyinggungnya pasti akan dihitung habis sampai tidak tersisa apa-apa.

" Dua hari lalu kau bukan malah mendidik putrimu untuk mandiri dan kuat? Kenapa sekarang malah mulai menghitung untung rugi dengan keluarga Yang?" Wang chunniang mulai mencari celah.

Zhao Heng menggeleng, "Dia terlalu bodoh, tidak ada yang bisa di pelajari darinya."

Lagi pula, mana ada makanan gratis di dunia ini? Karena keluarga Yang sudah di selamatkan, wajar jika mereka harus memberikan sesuatu sebagai imbalan.

A Bao sama sekali tidak tahu-menahu tentang perhitungan ayah dan ibunya. Ia hanya makan lalu tidur, tidur lalu makan lagi. Meskipun usianya lebih muda dua tahun dari Jiang Ting, berat badannya dua kali lebih gemuk dari Jiang Ting.

Meskipun Zhao Heng sudah berhenti mengajarinya menggunakan ketepel dan memanah, ia tetap tidak bisa melewatkan lari pagi setiap hari.

Pagi itu, A Bao di seret keluar dari selimut dengan rambut acak-acakan. Ia duduk di ambang pintu, tubuh mungilnya bersandar ke dinding di samping, hampir tertidur pulas.

Jiang Ting keluar dari kamar. Melihat rambut A Bao yang acak-acakan seperti anak gila yang sedang mengantuk, ia pun mendekat dan menyisir rambut A Bao.

"Kakak kecil, hari ini aku mau pakai pita bunga yang hijau," kata A Bao dengan nada mengantuk.

"Duduklah di halaman, jangan di ambang pintu. Aku akan mengambilkannya untuk mu," Jiang Ting menariknya masuk ke halaman. Ia ingat kakak sulung pernah bilang, A Bao di culik saat duduk di ambang pintu.

A Bao bergumam "oh" dan berdiri dengan patuh di halaman. Perut kecilnya berbunyi kruyuk karena lapar.

Tepat saat A Bao mengucek mata dan hendak pergi ke dapur mencari makanan, seseorang benar-benar datang ke depan pintu mereka.

Seorang wanita berbaju kain sederhana, berwajah rupawan, berdiri di depan pintu keluarga Zhao, sambil mengulurkan kepala mengintip. Melihat itu, A Bao berjalan menuju rumah dengan kewaspadaan tinggi. Sambil berjalan, ia bertanya dengan suara lantang, "Kau cari siapa?"

Lin Xiang yang sedang menyalakan api di dapur mendengar suara itu. Ia segera mengambil tongkat kayu pendorong api dan bergegas keluar. Ia menyembunyikan A Bao di belakangnya, tidak bicara sepatah kata pun. Ia hanya menatap tajam ke arah wanita di luar pintu. Sementara tangan yang memegang tongkat api itu sedikit gemetar.

A Bao melihat Lin Xiang gemetar ketakutan. Ia segera memeluk kaki Lin Xiang dan berkata lantang, "Bibi, aku baik-baik saja, aku ada di sini! Jangan takut! Biar aku yang akan mengusir orang jahat itu."

"Aduh, kau pasti A Bao, ya? Adik ipar, kau ibu A Bao kan?" wanita muda itu langsung masuk melewati pintu keluarga Zhao. Ia tersenyum manis ke arah Lin Xiang, "Ibu A Bao, aku bukan orang jahat. Kita ini masih kerabat dekat. Aku bibi dari Jiang Ting, Songhua adalah kakakku, dan aku Zhuhua."

"Aku tidak peduli kau bunga apa, kau terlihat bukan bunga yang baik," kata A Bao sambil melangkah mundur. A Bao mengendus hidung kecilnya. Dari jarak sejauh ini, ia bisa mencium aroma bedak tebal yang berasal dari tubuh Zhuhua.

Teori " bukan bunga yang baik" ini membuat Zhuhua tertawa terbahak-bahak, ia tidak bisa menahan tawanya.

" Ayah, dia bilang dia bibi kandung kakak kecil," Zhao Heng keluar. Begitu melihat Zhao Heng, A Bao segera menarik Lin Xiang bersembunyi di belakang punggung Zhao Heng. Ia juga berbisik kepada Lin Xiang, " Bibi, ayahku sangat hebat, kita bersembunyi di belakangnya."

Zhao Heng: "...... "

Zhuhua langsung terkesima begitu melihat Zhao Heng. Ia menatap Zhao Heng terang-terangan, bahkan berjalan mendekat. Matanya penuh kekaguman.

Ia kemudian melirik Lin Xiang yang bersembunyi di belakang Zhao Heng. Mengira Lin Xiang adalah istri Zhao Heng, ia menggelengkan kepala dalam hati, berfikir tidak pantas.

Wanita itu terlalu lemah, sementara pria itu terlalu kuat.

"Sudah puas melihat?" Zhao Heng duduk di kursi. Meskipun tidak melihat, ia bisa merasakan tatapan wanita itu. Ia menyandarkan tubuhnya ke belakang. Salah satu lengannya ia letakkan di atas kepala A Bao, menjadikan kepala A Bao sebagai sandaran lengan kursi.

Merasa di tegur oleh Zhao Heng, Zhuhua terkejut, lalu tertawa kecil, "Kakak, kau ayah A Bao kan? Aku bibi kandung Jiang Ting. Hari ini aku datang ingin melihat Jiang Ting, sekalian membawanya pulang untuk ku urus."

Jiang Ting berdiri di samping A Bao, wajahnya tanpa ekspresi, tetapi matanya menunjukkan sedikit kebingungan dan kegelisahan. Lin Xiang melihatnya, lalu segera menarik Jiang Ting ke sisinya.

"Mengurus? Bagaimana cara kau mengurusnya?" Zhao Heng tertawa sinis mendengar ucapan Zhuhua.

"Aku...." Zhuhua terkejut. Pria ini hanya mengucapkan beberapa kata, tapi ia sudah merasa sesak napas.

"Mereka sedang membangun jembatan di desa mu. Aku mendayung perahu dari sana pagi-pagi sekali. Jiang Ting adalah anak kakak ku, sudah seharusnya aku yang mengurusnya." Karana tertekan oleh aura Zhao Heng, Zhuhua muali bicara terbata-bata.

"Aku bertanya, bagaimana cara kau mengurusnya?" Zhao Heng menepuk kursi di sampingnya dengan tangan yang lain. Suaranya sedikit lebih keras dari tadi.

"Aku...."

" Aroma bedak di tubuhmu sangat pekat. Kau pasti berbisnis di antara tumpukan pria. Bagaimana kau akan mengurus Jiang Ting?" Zhao Heng mendengus, "Saat Jiang Ting di pukuli hingga hampir mati, aku tidak melihat kau muncul untuk mengurusnya."

Dua kalimat singkat itu berhasil membuat Zhuhua kehabisan kata-kata karena marah. Ia mengulurkan jari menunjuk Zhao Heng, " Kau ini, wajahmu sangat tampan, kenapa bicara mu begitu keji?"

"Menghadapi orang kotor seperti mu, wajar jika kata-kata ku harus keji." Zhao Heng tertawa kecil.

Jiang Ting menoleh menatap Zhao Heng. Ia merasa paman Zhao hari ini aneh sekali. Paman Zhao seolah sengaja memprovokasi bibi kandungnya yang baru ia temui ini.

" Kau boleh membawa Jiang Ting, asalkan kau sudah menjadi orang yang bersih. Baru setelah itu kau boleh datang menjemputnya," Zhao Heng masih duduk dengan santai, tetapi kata-kata yang keluar dari mulutnya semakin pedas. Zhuhua gemetar menahan amarah.

Ia ingin sekali mengumpat keras-keras, tetapi ia tidak berani. Ia hanya bisa menunjukkan kelemahan dengan mulai menangis pelan.

" Jangan menangis di rumah kami, nanti lantai kami kotor." mendengar tangisan itu, Zhao Heng melanjutkan serangan kata-katanya.

Hingga akhirnya, Zhuhua menyerah. Ia pergi meninggalkan rumah keluarga Zhao dengan penuh kemarahan.

" Kakak kecil, apa benar itu bibi kandung mu?" tanya A Bao sambil menarik lengan Jiang Ting.

Jiang Ting menggeleng, "Aku tidak tahu." ibunya pernah bilang, ia memang punya adik perempuan, tapi sudah pergi kawin lari bertahun-tahun lalu, jadi, ia belum pernah bertemu dengannya.

"Zhao Heng, kau kenal dia?" Wang chunniang yang sedari tadi menguping dari dalam rumah keluar. Ia langsung menjewer telinga Zhao Heng.

" Tidak kenal," jawab Zhao Heng jujur.

"Lalu, kenapa kau sengaja memprovokasi dia?"

1
Ai
A bao cuma pinter disaat2 kepepet 🤣🤣
Putri Syadila
a bao lucuu bgt sih selalu nungguin cerita ini up terus jangan tamat dulu plss😭
Alexioporto87 Alexis
ok
Alexioporto87 Alexis
punya jurus baru ternyata A bao selain kepala besi🤣
Rlyn
lgi kk😗🤭
Ai
kalau sampai A bao knp2 aku jadi ikutan sedih
Datu Zahra
akhirnya, Zhao Heng sembuh 🥳
Fauziah Daud
seru.. trusemangattt
Hema Line Aritonang Ajha
up
Datu Zahra
Kurang banyak kak up'y
Rlyn
boleh 1lgi gk kk🤭😗
keyza formoza
ah Thor mksh udah double up
Ai
A bao hebat sekarang jadi ketua para serigala😄
Ai
A Bao cepet sembuh/Sob/
lin sya
smga a bao baik2 aj, gak seru klo pemeran bocahnya knp napa, psti ada jalan kluarnya💪, knp update dikit thor
Rlyn
A bao/Cry/
Datu Zahra
enggak sabar nunggu Zhao Heng bisa melihat lagi
Fauziah Daud
lanjuttt
Rlyn
mau lgi kk😗
Datu Zahra
A Bao kocak, jangan gede² ya A Bao, gemes lucu bacanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!