NovelToon NovelToon
My Lovely Presdir From The Mars

My Lovely Presdir From The Mars

Status: tamat
Genre:CEO / Playboy / Pengantin Pengganti / Romansa / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Gadis cantik ber'dress bunga itu adalah Cut Aisyah Zahra Ananta, lulusan universitas keperawatan yang harus menerima takdir perjodohan akibat kelakuan absurd kakak keduanya. Dipertemukan di sebuah pusat perbelanjaan, membawa keluarga Zahra pada keputusan menjodohkannya dengan salah satu dari 2 orang saudara kembar seorang pengusaha ternama.
Siapa sangka, si kembar berbeda sifat ini adalah teman dan musuh kecilnya dulu. Lantas siapakah yang akan menjadi pendamping sejati Zahra.

"Abi, Umi! Zahra ngga mau sama dia! Yang tampilannya kaya alien dari Mars, kelakuannya minus kaya kacamata umi!"

"Cewek cerewet bin harimau, gembul gitu jauh dari tipe gue. Buat lu aja!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BEBAN YANG DIPIKUL

Berkali-kali jakun itu naik turun demi menelan saliva sulit. Ganesha menyenderkan badannya di sandaran kursi kebesaran. Besar kemungkinan ia harus pergi ke luar kota demi mengecek lahan konstruksi pembangunan apartement di luar pulau Jawa. Tak bisa lagi ditunda karena pembangunan yang hampir mangkrak.

Sejumlah file tentang adanya korupsi di badan perusahaan bertumpuk tak karuan di atas meja, bikin kepala mumet dan nyut-nyutan. Ia mengusap wajahnya kasar, pikirannya dipenuhi oleh gadis perawat itu, senyuman Ganesh mengembang mengingat Zahra tapi sedetik kemudian senyumnya padam, mengingat semua beban yang ada di pundaknya saat ini, Ganesha hanya bisa meloloskan nafas lelah.

"Bang, ke ruangan gue!" ia menaruh kembali gagang telfon, tapi hingga jarum jam telah berganti jadi jarum jahit, sosok Dewa tak muncul jua di hadapannya.

Ganesha berdecak, "ngambeknya mirip betina!" terpaksa ia beranjak meski tubuh terasa malas, seumur-umur baru sekarang CEO nyusulin bawahan.

"Pak, kemana?" tanya Yahya.

"Ruang bang Dewa," jawabnya singkat.

"Lo ngga usah ikut Ya, kerjakan saja tugas lo," lanjut Ganesh berlalu dari depan Yahya dan Gea.

Langkahnya memasuki lift untuk turun ke lantai dimana Dewa berada. Tapi baru saja di ruangan pertengahan, Miki terlihat sedang sibuk berjongkok di depan ruangan Dewa yang tertutup rapat seraya menempelkan kepalanya di daun pintu, macam maling motor.

"Ekhem!" Ganesha berdehem membuat lelaki itu terkejut.

"Ayam--eh ayam!" ia langsung membekap mulutnya dan refleks membawa tangan Ganesha untuk menjauh dari pintu ruangan Dewa.

"Pak, barusan ada cewek yang masuk ruangan pak Dew---sexy sih. Tapi kaya triplek! Tipis! Kalah bohay lah sama Miki," akuinya.

Ganesha mengerutkan dahinya, "siapa?" Miki menggeleng, "masih diselidiki!" angguknya pasti.

Ganesha langsung saja berlalu meninggalkan Miki di belakang dan nyelonong membuka handle pintu ruangan Dewa yang tak terkunci.

"Pak! Ih si bapak----" gumam Miki mengekor.

Ceklek!

Sepasang manusia itu tengah duduk di kursi sambil cekikikan dengan posisi si wanita yang duduk di pangkuan Dewa.

"Astaga!"

Bukannya beranjak, Melody malah anteng saja seperti tak ada lagi kursi di ruangan itu.

"Whattt! Heh cacing kalung! Turun! Lo pikir ini metromini pake pangkuan segala! Ganjen amat jadi cewek, turun!" bukan Ganesha tapi Miki yang bereaksi. Ganesha kini sedang menatap Dewa dengan tatapan yang tak bisa diartikan.

"Woyy ah!" Dewa yang berasa seperti sedang kena grebek meski tak melakukan apapun merasa privasinya diganggu oleh kedua makhluk di depannya.

"Eh!" Melody mengeluh saat Miki menariknya kasar dari pangkuan Dewa hingga tertarik kencang san hampir terjerembab.

"Lo siapa sih! Kaya ikan buntal! Main tarik-tarik orang aja ngga ber-etika," sarkas Melody menepis tangan Miki.

"Jangan ngomongin etika sama gue! Lo pikir dua-duaan di dalem ruangan tertutup kerjaan orang alim gitu?!" sengaknya beradu argumen dengan Melody.

"Lo yang siapa, maen duduk di pangkuan---dia presdir bukan kakek Gepeto yang suka gendongin pinokio---minggir!" omelnya macam nenek lampir.

"Lo!" tunjuk Dewa.

"Minggir, jangan ganggu cewek gue!" bela Dewa.

"Udah gue usir juga dari sini---" Dewa menarik kembali Melody ke belakang badannya.

"Pak, saya ini sekertaris bapak. Jadi wajar kalo saya ngusir gangguan hama yang bisa ganggu kinerja pekerjaan bapak!" ujar Miki tak ingin kalah oleh sang presdir, bukannya takut ia malah lebih galak mirip Ica.

"Sejak kapan?! Lo udah gue usir. Gue pecat---lagian ini!" tunjuk Dewa pada Melody, "dia sekertaris gue yang baru!"

Ganesha yang memperhatikan sejak tadi hanya bisa menthesah.

"Oh ngga bisa semudah itu ferguso! Saya disini atas mandat tertinggi dari bapak Ganesha sebagai CEO. Jadi kalaupun dia sekertaris baru bapak, itu artinya dia junior saya---ada di bawah kendali saya! Minggir ngga lo!" galak Miki melotot pada Melody.

"Bi*tchhhh! Dewa!" sengit Melody.

"It's oke honey--dia cuma gulma. Aku maunya kamu!" bujuk Dewa yang sebenarnya tak suka-suka amat pada gadis ini hanya butuh sebagai penghibur saja ketimbang bersama siluman ker bau seperti si Minnie.

"Nesh! Usir nih uka-uka dari ruangan gue!" teriak Dewa.

"Pergi ngga lo?!" Dewa mengepalkan tangan bersiap untuk melayangkannya pada Miki.

"Bang, sudah cukup dengan kasus pak Indra kemarin, lo pukul Miki---gue ngga akan nolong lo kalo sampe masuk bui,"

"Dan lo diem!" tunjuk Ganesh datar pada Melody.

"Dia bakalan gue acc bang, tapi gue mau lo ikut gue sekarang! Ada surat perjanjian buat lo sebagai syarat kalo nih perempuan mau kerja disini!" ujar Ganesh menghentikkan kerusuhan yang lebih heboh dari kasus mei '98.

"Perjanjian apa lagi?! Damnnn, gue berasa dizolimi disini sama keluarga sendiri!" geramnya.

"Bang," pinta Ganesh memberikan kode agar Dewa keluar ruangan.

"Dewaaaa," rengek perempuan itu menggelayuti lengan Dewa, meminta presdir satu itu untuk tidak pergi.

"Bentar honey, aku mau ngomong sebentar sama Ganesh---biar kamu bisa tetep disini bareng aku!" akhirnya Melody melepaskan tangan Dewa.

"Apa lo?!" sengit Melody pada Miki.

"Apa! Gue senior, dan lo siap-siap jadi junior terjajah!"

"Ihhhh! Shitttt!" geram Melody menjerit ingin rasanya ia menjambak pria gemuk itu, andai ia tidak menyukai Dewa setengah mati mungkin ia sudah pergi sejak tadi. Suatu keajaiban baginya sang Dewa menelfon dan mencarinya, meminta ia untuk jadi sekertaris pribadi.

"Nesh, gue udah cukup sabar. Mulai dari momy sama daddy yang ambil fasilitas, terus gue yang cuma jadi bawahan lo, dan sekarang kesabaran gue udah ada di ujung---" kali ini Dewa serius, tak pernah seserius ini.

"Sampe kapan lo mau dikelilingi cewek-cewek ngga bener bang? Ngga berpikir buat serius jalanin hidup? Mumpung momy sama daddy masih ada umur buat kita bahagiain?" tanya Ganesha.

"Sampai kapan lo begini bang? Coba liat orang-orang yang mandang lo, bukan segan---tapi lebih kepada takut dan menganggap rendah. Apa itu yang lo pengenin?"

Dewa mengepalkan tangannya, "ini hidup gue Nesh---ngga usah banyak ngatur, gue tau apa yang harus gue lakuin!"

"Terserah lo deh bang, gue dah capek. Ini---beberapa file yang nantinya harus lo kerjain, dan Miki tetap jadi sekertaris utama lo! Satu lagi tugas penting, yang lebih penting diatas segalanya, gue titip Zahra selama gue ke luar kota."

Baru saja Dewa akan melayangkan protesnya lagi, Ganesha sudah kembali berucap, "diantara semua orang yang gue kenal, cuma lo yang gue percaya. Sebagian dari diri gue!" pungkasnya membuat Dewa diam. Sejak dulu Ganesha memang begitu, sekalipun ia tau bahwa Dewa se-br3ng sek ini, tapi Ganesha sepercaya itu padanya, membuat Dewa dibebani rasa tanggung jawab yang teramat, karena pada dasarnya lelaki ini adalah sosok yang baik, humble, dan bertanggung jawab hanya casingnya saja yang bar-bar bin nyebelin.

"Ck! Nesh---lo kan tau gue sama calon tunangan lo itu kaya kucing sama an jinkk, ngga pernah bisa akur!" Dewa meloloskan helaan nafas berat dan kasar.

"Cocok dong, dengan kaya gitu lo ngga mungkin ambil Zahra dari gue---begitupun Zahra yang ngga mungkin suka lo," jawab Ganesha tersenyum miring.

"Kapan lo ke luar kota?" tanya Dewa.

"Lusa." Ganesh melirik jam di tangannya lalu berdiri dari duduk, "gue mau makan siang bareng Zahra hari ini, dan ngomongin ini, biar dia ngga kaget harus ketemu lagi rival abadi," kekehnya sumbang keluar dari ruangan meninggalkan Dewa sendiri disana dan memanggil Yahya.

Dewa menjatuhkan punggungnya begitu saja di sandaran kursi, lalu memejamkan mata dan mengusap kasar wajahnya, "ampun si Ganesh! Yang tunangannya tuh siapa sih!"

Ia menegakkan kepala, lantas pandangannya tertumbuk pada lembaran kertas yang tersusun di atas meja kerja Ganesh.

"MIRACLE Project," tangannya meraih lembar paling atas, Dewa bukan tak tau tentang project yang hampir mangkrak karena kecurangan salah satu pegawai mereka.

"Udah gue bilang, tuh orang bermasalah. Tapi lo sama daddy ngga mau denger," gumamnya.

"Lo tuh harusnya bagi beban lo sama gue Nesh, jangan lo pikul sendiri---" hatinya mencelos demi mengingat beban yang Ganesha pikul.

.

.

.

.

1
Maritanias
😘😘😘😘😘
Dicky Sugandi
kereen
Sri Ariyanti
aku mampir lagi thor
Mini Amora
ucapan adalah doa loh Dewa...
istri yaaaa

nahhh zahra gak mau pnya kk ipar kayak dewa... lah nanti kan jadinya suami yaaaa😄😄😄
Mini Amora
ya Alloh author ku sayang... aku padamu bgtttttttt dehhhh... bener² yaaa kerennnnn lahhh mommy ica besanan sama umi salwa😍
Mini Amora
klan Ananta ini tuh justru saya bacanya dari Sagara dulu baru abi Zaky umi Salwa, lanjut al fath Fara trus Rayyan Eirene skrg si bontot Ananta dehhh de Zahra.... 😍
Ganendra Dimitri
iya bener mana ada perawat sampe segitunya. apalgi cuma pasien bpjs. urusan minum obat ya urusan keluarganya. mau pasien minum obat apa g perawat g ngurus. 😄
Nani Haryatiyati
astaga 🤣🤣🤣🤣🤣
Nayra Apriliani
ngarang lu ya bang...😆😆😆
Netiihsan
tes mental buat dewa🤣🤣
Hani Ekawati
Owh Panji disini masih di cebokin😂🤭 aku malah baca kisah Panji dulu yang sekarang masih on going. Berarti Zahra istrinya dewa itu tantenya Panji ya😁
Ida Hamidah
haddeuh cape iiih baca novel KA sin...ketawa terooss...😄😄
Diaz Nayla Az Zahra
itu hanya berlaku untuk RS eksklusif dan pasien VVIP,kalo perawat di RS tingkat kabupaten kok boro2 selembut dan seperhatian Zahra,nusukin jarum aja gak pake perasaan plus muka jutek bermasker
Triana Oktafiani
Terrrrr The Best 👍
Yuli wiji Rahayu
Luar biasa
Bunda Fiya
/Good//Good//Good//Good//Good/
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
itumah mau lu aja🤣
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
🤣🤣🤣
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
sabar ya om miki🤣
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
astaghfirullah🤣🤣astaghfirullah🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!