NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Datang Season 2

Ketika Cinta Datang Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Supernatural / Tamat
Popularitas:622.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: novia avianti sakinah

Kematian Laras, membuat seorang Azka begitu terpukul. Azka sampai harus pindah kota untuk menghapus semua kenangan indah bersama Laras.

Azka begitu kehilangan Laras. Azka baru saja mengetahui perasaan Laras yang sesungguhnya saat Laras sudah benar-benar pergi dari hidupnya.


Laras pergi untuk selamanya. Untuk menyelamatkan nyawa Azka. Karna, dendam seseorang kakak yang adiknya ditolak Azka. Itu yang selalu Azka sesali. Kehilangan Laras untuk selamanya.


Kehilangan Laras membuat Azka defresi berat. Sampai Azka harus pindah kota. Untuk bisa melanjutkan hidupnya. Azka begitu terpukul saat kehilangan Laras. Rasa cinta Azka datang terlambat saat Laras sudah pergi. Baru Azka menyadari perasaan pada Laras.


Kehilangan Laras, Membuat hati Azka kosong, hampa dan sepi dan sendiri. Banyak gadis yang memcintai Azka. Selalu Azka tolak. Sampai adik kedua Azka menikah terlebih dahulu. Melangkahi Azka.


Namun takdir berkata lain.
Azka bertemu dengan seorang yang membuat Azka jatuh cinta. Dan gadis itu, ternyata seseorang dari masa lalu Azka.

Perjalanan Azka mencari cinta penuh dengan lika-liku hidup yang membuat Azka harus berjuang untuk menemukan cintanya itu.


Namun cinta itu, yang menemukan jalanya sendiri. Untuk bersama Seseorang yang sudah di Takdirkan dengan Azka.


Siapa gadis itu?...
Akankan Azka bahagia pada akhirnya?

Dan setelah 20 tahun kisah mereka di mulai kembali bersama tiga anak laki-laki Azka dan Darania bagaimana kisah mereka.... Sekarang Kisah ke tiga putra mereka yang mencari cinta? Bagaimana cara Ben, Bumi dan Bima mendapatkan cinta mereka masing-masing di tengah cobalah yang selalu saja datang pada keluarga mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novia avianti sakinah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11 Mamah Yesa

Mulai sekarang, hidup Darania berubah 360 derajat. Dulu ia, seorang putri yang dengan mudah bisa mendapatkan apapun yang ia mau, tinggal tunjuk sana-sini, semua akan datang padanya. Tiap hari, belanja ke luar negeri pun bukan masalah. Berapapun, uang yang ia butuhkan, Papah dan Mamahnya akan memberikannya. Namun kini, kebalikannya! Semua yang Darania punya, hilang begitu saja. Jangan kan untuk jalan-jalan ke luar negeri, untuk makan sehari-hari pun tak ada uang. Sekarang, Darania harus mencari kerja untuk biaya hidup sehari-harinya.

Walaupun Darania, anak orang kaya, namun kedua orang tuanya sekali mengajarkan Darania untuk hidup mandiri, melakukan semua pekerjaan, yang biasa dilakukan oleh asisten rumah tangga. Darania bisa melakukannya. Karna mamahnya, mau Darania tidak manja dan tergantung pada asisten rumah tangga. Makanya, begitu hidupnya berbalik arah, Darania bisa melakukan pekerjaan rumah, yang biasa dilakukan oleh asisten rumah tangga.

Dunianya jungkir balik karna, mantan tunangannya. Dia sudah membuat Darania dan Mamahnya terusir dari rumahnya sendiri, semua milik Darania direnggut oleh mantan tunangannya dan sahabat baiknya. Merampas semua milik Darania, sampai kini, Darania dan Mamahnya harus tinggal di Kontrak-an sempit .

Sudah hampir sebulan ini, Papahnya menghilang tanpa jejak. Darania tak tau, harus mencari ke mana?. Kehilangan suaminya, dalam kondisi terburuk membuat kesehatan mamahnya drop. Sehingga penyakit vertigo-nya kambuh. Mamahnya mengalami, sakit kepala yang begitu hebat, membuatnya tak bisa bangun dari tempat tidur.

"Dara," panggil Mamah Yesa, memcoba bangun dari tempat tidur beralaskan tikar di Kontrak-an itu.

"Iya Mah," sahut Darania, masih belum selesai mengerjakan pekerjaan rumahnya.

Sudah sebulan ini, Darania hidup di Kontrak-an . Mereka tak ada tempat lagi untuk tinggal, setelah diusir mantan tunangannya. Dari sisa tabungan yang ada, Darania mengontrak rumah untuk, mereka tinggal. Mamahnya, tak punya saudara atau kerabat, tempat mereka menumpang sementara. Begitu di ambil alih, semua milik Darania. Tak ada lagi yang, mau membantu Darania dan Mamahnya. Mereka tak ingin membantu keluarga Darania, setelah apa yang Keluarga Darania lakukan untuk mereka. Semua sahabat dan teman dekat, pergi meninggalkan Darania, saat ia terpuruk. Mereka tak tulus berteman dengan Darania. Mereka berteman karna, ada maunya.

Selesai mengerjakan pekerjaan rumahnya, Darania berjalan ke tempat mamahnya berbaring. Darania menyewa, satu rumah dengan dua kamar, untuk tempat tinggalnya sementara ini. Darania tak tau harus, tinggal di mana lagi.

Nadia, satu-satunya teman yang masih mau berteman dengannya. Nadia, sudah menyarankan untuk tinggal di rumah miliknya. Namun Darania menolak, ia merasa tak enak untuk tinggal di sana. Darania hanya, meminta untuk dicarikan kerja. Karna, uang tabungannya sudah mulai menipis untuk biaya pengobatan mamahnya.

Beberapa hari yang lalu, Mamah Yesa baru pulang di rumah sakit karna, penyakitnya. Harusnya mamah Yesa di rawat di rumah sakit. Namun ia menolak, Mamahnya ingin rawat jalan saja. Mamah Yesa tak ingin, membuat Darania semakin terpuruk dengan kondisi kesehatan mamahnya. Mamah Yesa, begitu stres, dengan apa yang terjadi padanya? Membuatnya shock, sehingga mempengaruhi kesehatannya.

Darania, sedikit berlari begitu melihat mamahnya hendak bangun untuk mengambil air minum. Kondisinya begitu lemah, untuk bangun saja, mamah Yesa tak sanggup. Darania membantu mamahnya bangun.

Mamah Yesa, menatap wajah putrinya sendu. Sepasang matanya, sudah berkaca-kaca. Ia tak tahan, membuat air matanya keluar dengan sendirinya.

"Maafkan Mamahnya," guman Mamah Yesa pelan, dengan air mata yang terus mengalir.

Dengan lembut, Darania menghapus air mata mamahnya dengan ujung jarinya. "Kenapa mamah harus minta maaf?" tanya Darania, menahan semua rasa sakit hatinya, untuk tak menangis didepan Mamahnya.

"Kamu seorang putri, namun sekarang kamu harus mencari kerja untuk biaya hidup sehari-hari," ucap mamahnya sedih. Mengingat kondisinya sekarang sudah tak berbalik.

Darania tersenyum kecut. Semua ini, terjadi karna, ia begitu mempercai laki-laki brengsek itu. Dia yang harus bertanggung jawab untuk hidupnya kini. Sekarang, ia menyesal! Jika tahu bakal seperti ini, Darania tak akan pernah menjadi budak cintanya selama sepuluh tahun ini. Karna, dia sudah menipunya dan keluarganya. Rasa sakit mulai merasuki hatinya bila teringat dengan laki-laki yang tak ingin ia sebut namanya.

Darania tak ingin mengingat rasa sakit itu, ia bersiap untuk kerja hari ini. Dengan setelan baju merah muda yang ia kenakan membuat Darania terlihat cantik dan anggun.

Darania menoleh ke arah Mamahnya, "Jadwal kontrolnya hari ini kan?" tanya Darania, masih bersiap untuk berangkat kerja pagi ini.

"Sudah, tak usah memikirkan mamah. Kamu kerja saja, biar mamah yang berangkat sendiri," guman Mamah Yesa pelan, tak ingin merepotkan putrinya ini.

"Mamah tidak boleh berangkat sendiri, aku akan mengantar mamah! Aku tidak ingin mamah kenapa-kenapa di jalan!" seru Darania tegas, tak mengizinkan mamahnya berangkat sendiri.

"Tapi, kamu baru saja, kerja? Bagaimana...." Mamah Yesa menghentikan ucapannya begitu Darania memotongnya.

"Pokoknya aku, akan minta izin pada Bos aku untuk mengantar mamah kontrol, pukul 03.00 sore nanti. Aku tak mengizinkan mamah berangkat sendiri?" potong Darania segera bergegas berangkat ke tempat kerjanya.

Mamah Yesa, hanya bisa terdiam, y

tak bisa berbuat apa-apa. Karna, Mamah Yesa begitu mengenal putrinya. Bila ia sudah berkata, tak ada yang bisa menentangnya.

🍀🍀🍀

Darania, datang lebih pagi dari yang lain. Ia hanya ingin, beristirahat sejenak untuk melepas semua beban di dalam pikirannya. Sebelum ia bekerja, namun Darania terkejut begitu melihat mobil Azka sudah terparkir di Resto.

Darania melihat jam tangannya, waktu menunjukan pukul 06.45 pagi. "Bos Azka sudah di sini, aku yang kesiangan atau dia yang ke pagian," gumanya sendiri. Melirik sekitar belum ada seorang pun di Resto hanya ada mobil Azka dan juga Darania.

Jarak Resto dan rumahnya, memang tidak terlalu jauh. Membutuhkan waktu dua puluh menit, sampai dua puluh lima menit, untuk sampai resto. Darania datang lebih pagi, agar ia tak terjebak macet dan bisa pulang cepat pada sore harinya.

Resto buka pukul 10.00 pagi sampai pukul 10.00 malam. Namun bagi staf kantor diharuskan masuk pukul 8.00 pagi, dan bagian lapangan, masuk pukul 9.00 pagi. Bagian masak, pelayan dan bagian antar makanan, di bagi jadi dua siff, pagi dan sore. Dari jam 9.00 pagi, sampai jam 5.00 sore. Teruntuk siff sore dari jam 4.00 sore sampai jam 11.00 malem. Sedangkan bagian staf nonsiff masuk jam 8.00 sampai jam 4.00 sore. Kalau tak ada lembur. Bagian staf hanya berjumlah enam orang, termasuk Azka. Ruangan Azka berbeda dengan ruang staf. Ruang Azka mempunyai ruang sendiri di tengah dan ruang staf ada di paling ujung dekat toilet. Darania sendiri, bekerja di ruang staf bersama ke empat temanya bekerja di bagian administrasi. Ada Lilian, ia sudah lama bekerja bareng Azka. Ibu dengan dua anak ini, bertugas bagian HRD. Mengurus, karyawan baru dan kinerja karyawan lainya. Shintia bekerja di bagian hitungan pemasukan dan pengeluaran keuangan resto dan juga menghitung gaji karyawan di resto. Soni mengurus gudang, mengecek bahan makanan dan mengecek kualitas bahan makanan yang akan diberikan kepada pelanggan. Dan satu lagi Elis berkerja di bagian absen karyawan dan terkadang membantu para koki di dapur untuk mengatur makanan, membantu di bagian kasir bila resto penuh. Dan Darania membantu pekerjaan Azka Dan Lilian tentang penghitungan semua barang masuk

pengeluaran, pemasukan dan segala yg menyakut Resto serta mengatur semua jadwal Azka, seperti membantu menyiapkan dokumen dan memikirkan menu baru di Resto.

Darania masih berdiri mematung. ia sendiri tak berani masuk, karna belum ada staf yang datang. Ia tak ingin hanya berdua dengan Azka, walaupun keduanya berbeda ruangan.

Brem Brem Brem

Suara motor terdengar dari jauh, dan berhenti tepat didepan Darania.

Soni membuka helmnya, "Dara!" serunya terkejut melihat Darania sudah berada di resto se-pagi ini.

Darania tersenyum.

"Kamu, tidak masuk?" tanyanya, melihat Darania masih berdiri di luar.

"Bos Azka, sudah datang!"

"Terus kenapa? Kalau Azka sudah datang?"

"Aku, tidak enak kalau hanya berdua dengannya di dalam."

Soni tersenyum. Kemudian mengajak Darania masuk ke dalam ruang Staf bersamanya. Darania mengganguk mengikuti Soni. Tanpa Darania sadari, sepasang mata sedari tadi memperhatikan di balik jendela ruangannya.

Bersambung....

1
Maria Kilis
Luar biasa
Winggar Widayat
sayanggilah orang yang kamu sayang sebelum arti mejelaskan apa itu kepergiaan ):
Desii Bune Arka
cerita bagus sebenernya tp cara penyampaiannya aja yg perlu di evaluasi...
cerita masalalu harap di beri tanda kak di beri flasbck.. biar gak pusing sama alur ceritanya...
revisi kak...
semangat buat karya nya... moga kedepannya jadi lebih baik
Rini Haryati
lanjut thor
bagus
sukses
semangat
Rini Budiyati
ini sebenarnya critanya gmn... knp ga mulai dr flashback aja
Mega Biru
adeganya jahat smua,merenggut ke sucian cewe"mulu
aini
mampir jg d novelku
petaka struk belanja
May Saa
season 1 yg judul apa ?? kok gak ada ak cari2
Erni Fitriana
mampir
meilan🐸💐🌸
kata2nya ribet amat ya..
Kendarsih Keken
Tamat ya thorr
💪💪💪 thorrr
Nurma Sagita
b!!! haji kak 6k*md(j(@
arandita
ceritanya bagus dan konfliknya g terlalu berat.. tapi ceritanya terlalu panjang dan detail.. sedangkan dialognya hanya sedikit.. harusnya kasih aja " flasback on versi azka dan versi dara" perbanyak dialognya biar g keskip 🙏🙏

trus semnagat kak.. aq favorit kok mesti banyak yg keskip bacanya😊😊
Kendarsih Keken
ho ' oh
Kendarsih Keken
koq jadi teka tiki yaak
Kendarsih Keken
hik hiks 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Kendarsih Keken
💪💪💪💪💪thorrr
Kendarsih Keken
kerennn
tapi mirip 2 sm buku tentang rasa
Kendarsih Keken
aq hadirrr thorrr
Rokhmi Nh
rasanya masih disimpan dihati masing"🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!