NovelToon NovelToon
Terjebak Dalam Obsesi Putra Mahkota

Terjebak Dalam Obsesi Putra Mahkota

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Fantasi
Popularitas:33.8k
Nilai: 5
Nama Author: Saasaa

Elisa tidak pernah menyangka novel yang baru semalam ia baca akan menjadi awal petaka hidupnya. Saat membuka mata, ia sudah berada di tubuh Lady Nandikara, putri bangsawan dari Wilayah Timur yang terkenal cantik, tapi angkuh, bermulut tajam, dan paling dibenci semua orang.

Tapi bagusnya, Lady Nandikara itu hanya karakter pendukung saja, yang Elisa ingat, dia muncul hanya sesekali, tokoh yang tidak penting.

Ketika mengetahui posisinya dalam novel, Elisa mengambil satu keputusan. Dia tidak akan ikut campur dalam alur cerita. Cukup hidup tenang, menjadi gadis pendiam, lalu bertahan sampai akhir.

Namun, rencananya mulai berantakan. Ketika sepasang mata tajam dan sedingin es milik Putra Mahkota mulai terpaku padanya. Sejak saat itu, kedamaian yang selama ini ia rencanakan dengan matang perlahan hancur, Elisa terseret ke dalam obsesi seorang pria yang tak pernah menerima penolakan.

Semakin Elisa berusaha menjauh dari alur cerita, semakin takdir menyeretnya ke pusat konflik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saasaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menuju Istana

"Kau ingat tidak, Suri, waktu kita membicarakan betapa berlebihannya dandanan para gadis bangsawan sewaktu di pameran seni?" tanya Elisa sambil menoleh ke arah kakaknya yang sedang duduk tegak. Cani masih sibuk merapikan pita-pita kecil yang menghiasi rambut Suri.

Suri mendesah panjang."Tentu saja aku ingat. Dan sekarang..." Ia melirik pantulan dirinya di cermin kecil yang dibawa salah satu pelayan."Kita justru melakukan hal yang sama seperti mereka."

Elisa menahan tawa."Setidaknya kita jadi mengerti perasaan mereka."

"Mengerti?" Suri mendengus."Aku malah semakin kasihan pada mereka."

Cani terlihat kembali menyelipkan pita kecil berwarna putih di antara helaian rambut Suri, karena majikannya yang satu ini terus melepaskan satu persatu pitanya.

"Astaga, aku benci pita ini."

Cani langsung membungkuk gugup."Maaf, Nona. Ini perintah Nyonya Winter."

"Bukan salahmu Cani," ujar Suri cepat."Yang harus disalahkan adalah orang yang memiliki ide menempelkan puluhan pita di kepalaku."

Elisa tidak mampu lagi menahan tawanya."Kata ibu, itu sedang trend dikalangan para gadis."

"Jangan tertawa. Rambutmu juga tidak kalah parah."

"Aku tahu."

"Kalau begitu berhenti tertawa."

"Tidak bisa. Ekspresi wajahmu sangat lucu Suri."

Suri hanya memutar bola matanya pasrah.

Nandikara dan Suri sedang dalam perjalanan menuju istana untuk memenuhi undangan Raja. Keluarga Winter datang dengan rombongan yang cukup besar. Lebih dari empat kereta kuda ikut dalam perjalanan itu. Satu kereta khusus untuk Tuan dan Nyonya Winter, satu lagi untuk kedua putri mereka, sedangkan dua kereta lainnya dipenuhi koper, peti pakaian, aksesori, serta berbagai barang pribadi yang menurut Nyonya Winter sangat penting dibawa.

Sebelum berangkat, Tuan Winter sempat menghela napas panjang melihat banyaknya barang yang diangkut para pelayan.

"Kita hanya menghadiri acara berburu, bukan pindah rumah."

Nyonya Winter sama sekali tidak menoleh."Justru karena acara berburu diadakan di istana, kita tidak boleh terlihat kurang siap."

"Empat peti gaun? Untuk apa?"

"Bagaimana kalau cuacanya berubah?" Tanya Nyonya Winter.

"Masih masuk akal, tapi enam kotak sepatu?"

"Setiap gaun membutuhkan pasangan sepatu yang berbeda."

Tuan Winter mulai memijat pelipisnya."Lalu tiga koper aksesori?"

"Kalau suasana acara berubah?"

"Berubah menjadi apa?" Suara tuan Winter sedikit meninggi.

"Entahlah. Yang penting berjaga-jaga."

Tuan Winter akhirnya menyerah."Baiklah. Aku belajar satu hal hari ini."

"Apa?"

"Pria sebaiknya tidak berdebat dengan istrinya ketika membahas pakaian."

"Itu baru suami yang bijaksana," balas Nyonya Winter dengan senyum puas.

Urusan barang memang belum selesai. Setelah itu, perhatian Nyonya Winter sepenuhnya tertuju pada kedua putrinya. Sedikit demi sedikit ia mengatur rambut, memilih pita, mengganti bros, bahkan meminta pelayan mengganti anting sebanyak dua kali karena merasa ukurannya kurang sesuai.

Yang paling mengejutkan, Suri yang biasanya dibiarkan berdandan sesukanya pun kali ini tidak luput dari pengawasan.

Pada akhirnya, Suri dan Elisa hanya bisa pasrah. Keduanya duduk diam layaknya dua patung hidup yang sedang dipersiapkan untuk dipajang. Mereka tahu, sekali saja membantah, murka Nyonya Winter akan jauh lebih mengerikan daripada seluruh perjalanan menuju istana.

Kini, di dalam kereta mereka sendiri, Elisa terus cekikikan melihat Suri yang diam-diam berusaha menarik salah satu pita kecil dari rambutnya.

"Suri berapa kali pun kau berusaha mencopotnya, Cani akan memasangnya lagi."

"Yang penting aku sudah berusaha."

"Bagaimana kalau kita kabur saja, Suri? Masih ada waktu. Kita bisa menerobos keluar sebelum kereta memasuki gerbang istana."

Suri langsung menatap adiknya seolah baru saja mendengar usulan paling gila sepanjang hidupnya."Simpan ide kriminalmu itu."

"Ayolah."

"Tidak."

"Kita pura-pura diculik?"

"Tidak."

"Atau pura-pura sakit?"

"Ibu akan memanggil lima tabib sekaligus."

Elisa mengangguk pelan."Benar juga."

"Jadi berhentilah mencari cara."

Elisa menyandarkan punggungnya ke kursi."Aku hanya tidak ingin menjadi pajangan berjalan."

"Kita memang sedang menjadi pajangan berjalan."

Keduanya saling berpandangan, lalu tertawa kecil bersamaan.

Sebenarnya Elisa pun tidak jauh berbeda. Rambut panjangnya digerai dengan rapi, dihiasi pita-pita bunga kecil yang ditempelkan di bagian belakang. Gaun yang dikenakannya berlapis-lapis dengan bordiran halus serta kain yang menjuntai anggun hingga hampir menyentuh lantai kereta.

Penampilan mereka lebih pantas menghadiri pesta penobatan daripada sekadar melakukan perjalanan.

Agak tidak waras memang Nyonya Winter, batin Elisa sambil menghela napas.

Beberapa jam kemudian, rombongan akhirnya tiba di ibu kota. Suasana jauh lebih ramai dibanding biasanya. Di sepanjang jalan utama, warga telah berbaris di kanan dan kiri jalan. Anak-anak kecil duduk di pundak ayah mereka, sementara para pedagang menghentikan aktivitasnya hanya untuk menyaksikan iring-iringan kereta bangsawan yang datang dari berbagai wilayah.

"Bagi rakyat, melihat puluhan kereta bangsawan lewat mungkin menjadi hiburan tersendiri." Jelas Suri ketika matanya melirik sekilas keluar jendela.

"Kalau aku jadi mereka, mungkin aku juga akan menonton."

Suri tersenyum tipis."Semoga saja mereka tidak melihat betapa banyak pita yang menempel di kepalaku."

Elisa kembali tertawa pelan.

Tak lama kemudian, gerbang istana yang megah mulai terlihat di kejauhan. Iring-iringan kereta keluarga Winter perlahan memasuki halaman istana bersama puluhan kereta bangsawan lainnya, menandai dimulainya acara besar yang telah lama dinantikan seluruh penghuni kerajaan.

1
aku
jangan maafin. anggap aja kentut tuh human suri. 😁
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
itu deep!!!!!
Yuliana Hakim
jangan terlalu lama up ya Thor...
selalu ditunggu episode selanjutnya
Saasaa: Siap, udah di up
terimakasih ya udah nunggu, selamat baca
total 1 replies
Lauren Florin Lesusien
maaf thur jngan tersinggung bisa ga kreakter elisa ini dibuat tegas dan jngan terlalu naif dia kan jiwa moderen tau intrik istana gimna
kok ini elisanya terlalu lembek dan tetpaku pengen jadi orang baik terlalu naif
padahal udh diperingatkan sama pemilik tubuh aslinya
Saasaa: Wah terimakasih masukannya 😄
Karakter Elisa memang dibuat berbeda dengan Nandikara. dan Elisa bukan cewe lembek, tapi cewe moderen yang mageran🤭 males debat, males ribut, males cari perkara, tapi karena Erlan itu sulit dihindari jadilah kalo sama Erlan ribut Mulu terpaksa dia 🤣 makasih udah baca ya
total 1 replies
Yuliana Hakim
up donk
Saasaa: sudah di up, maafkan baru up ya lagi sibuk 🤭 selamat baca
total 1 replies
Natasya
👌
Saasaa: Terimakasih sudah baca 😍
total 1 replies
Yuliana Hakim
up lagi
Saasaa: siap, selamat baca
total 1 replies
Yuliana Hakim
up donk Thor
Saasaa: Sudah di up, selamat baca
total 1 replies
aku
bisalah kak elisanya ganti Kara aja gt? biar lbh enak bacanya 🙏😁
Saasaa: terimakasih sudah baca ya
total 1 replies
aku
dih!! jangan mau digosipkan sm singa!
kok aq yg masih dendam sm singa. jengkel gt.
usir dah usir 😁
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
mekasih Thor 🧁
Saasaa: sama-sama
total 1 replies
Lauren Florin Lesusien
ya thur ini kreakter elisa jngan dibuat terlalu naif thur klw bisa 🤣🤣🤣
Saasaa: terimakasih sudah baca ya
total 1 replies
Yuliana Hakim
d tunggui episode selanjutnya,semakin seru
Saasaa: siap, udah di up ya 🤭
total 1 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
jangan lama-lama update nya Thor..aku tidak sabar orangnya
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari: 🍬🍭 mekasih Thor
total 2 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
bagus!!!! itu barulah raja sebenarnya
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
woww, kejam aku suka!!!
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
bergitu yakin kamu erlan.
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
aku rasa ingin menjerit! aahhhhhhhhhhhhh
Yuliana Hakim
up..up
Saasaa: besok lagi ya 🤭
total 1 replies
Amiera Syaqilla
hey author
Saasaa: Hallo
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!