NovelToon NovelToon
Pesona Sang Penoda

Pesona Sang Penoda

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Duda / Identitas Tersembunyi / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:25.8k
Nilai: 5
Nama Author: El Geisya Tin

Pria itu bertemu seorang wanita yang merubah pandangannya pada dirinya sendiri, tapi, ternyata cinta sulit di raih, siapkah mereka menghadapi cobaan dan bisakah mereka bersama?

Ini kisah tentang Lexi dan Lela yang terikat karena hal yang justru membuat kesalah pahaman di antara mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Geisya Tin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kartu Kredit

Kartu Kredit

 

Lela melakukan yang diinginkannya dan mengikuti kata hati untuk sekedar melihati-lihat saja. Ia tidak tahu ke mana perginya Lulu setelah izin pergi ke toilet, sampai sekarang wanita itu tidak menampakkan batang hidungnya.

Keengganannya membeli barang, bukan karena tidak butuh dan tidak ingin, melainkan ia belum tahu harus disimpan di mana, barang yang sudah di beli nantinya. Rumah Lulu bukanlah rumahnya, apalagi rumah Lexsi pun, ia tidak ingin tinggal di dalamnya. Jadi, untuk apa membeli banyak barang padahal tempat untuk menyimpannya pun ia tidak punya.

Akhirnya Lela membeli sebuah tas ransel kecil berbentuk unik dan cocok, dengan penampilan femininnya yang memakai dress terusan. Saat mengenakan tas itu dan berkaca, ia justru terlihat seperti anak remaja yang masih sekolah saja.

Gadis itu tidak membawa barang apa pun dari rumah kecil di tengah hutan. Oleh karena itu, ia membeli tas untuk membawa beberapa perlengkapan penting, yang akan dibelinya sekarang seperti ponsel dan jam tangan.

Sebenarnya saat melarikan diri dari rumahnya sendiri, Lela ingin melihat bagaimana hasil kebun jeruk itu di panen dan ke mana hasil penjualannya. Ia ingin tahu bagaimana cara kerja orang-orang kepercayaan ibunya selama ini.

Ia geram karena seharusnya sudah melihat hasil panen dari kebun ibunya sekarang kalau Lexsi tidak menahannya. Oleh karena itu, Ia mendendam padanya. Kalau saja bertemu nanti, ingin sekali Ia mencekik pria yang diduganya sudah membius dengan sengaja.

Lela melangkah keluar Toko tas sambil memasukkan kartu kredit Lexsi yang diberikan oleh Lulu tadi, ke dalam tas. Ia ingin membeli sebuah smartphone. Dua wanita itu sudah saling mengenal dan menghargai sehingga Lulu mempercayakan kartu kredit itu pada Lela.

“Lela!” tiba-tiba terdengar seseorang yang memanggil dari belakang. Lela menoleh dan di saat yang bersamaan bahunya di tepuk dengan keras, membuatnya. Antara sadar dan tidak saat itu Lela melihat bibinya, Lein, yang sedang tersenyum dan menelisik penampilannya dari ujung rambut sampai ujung kaki.

“Kau benar-benar Lela, kan? Ke mana saja, kau? Hah! Ayo ikut aku!” kata Lein sambil menarik tangan Lela kasar tanpa memberi kesempatan pada Lela untuk menghindar.

“Lepaskan aku sekarang juga! Jangan Bibi pikir aku tidak bisa melawan!” tolak Lela sekuat tenaga, berusaha melepaskan diri dari cengkeraman tangan Lein yang sangat kuat.

“Kau harus berteriak kalau ingin melepaskan diri dariku hai gadis nakal! Jangan coba-coba melarikan diri dari tanggung jawab untuk membayar kami atau—“

“Atau apa?” kata Lela sambil mencoba menarik tangannya.

“Aku gali makam Ibumu dan kubuang tulang belulangnya ke laut!”

“Kau tega sekali Bibi!”

“Aku tega kalau kau juga tega padaku!”

“Kalian sekeluarga sudah tinggal di rumahku dan masih saja bilang aku tega?”

“Biaya perawatan Ibumu tidak sebanding dengan biaya hidup kami di rumahmu!”

“Omong kosong! Bibi, Paman dan anak-anak kalian sudah tinggal selama satu tahun di sana gratis, dan masih bilang aku tega? Bibi keterlaluan!”

“Hah! Kau sudah pandai bicara sekarang ya? Apa karena penampilan konyolmu ini sekarang kau jadi berani melawan? Dari mana kau mendapatkan pakaian ini, apa dari hasil menjual diri?”

“Aku bukan wanita seperti itu!”

“Dasar pembohong! Ayo ikut!”

Lein wanita bertubuh tinggi dan besar, ia terlahir sempurna dengan kekuatan fisiknya, mirip seperti lelaki. Namun, ia memiliki wajah yang manis dan berbibir sensual. Mungkin kebanyakan orang tidak akan menyangka kalau ia memiliki sifat kasar dan culas.

Sementara Lela masih terus memberontak sambil berjalan mengikuti keinginan Lein, mereka sudah menjadi pusat perhatian.

“Lepaskan! Bibi ... kumohon, biarkan aku pergi!”

“Lela, kau bisa pilih mau menurut padaku, atau aku berteriak kau pencuri dompetku sekarang juga!” Lein berkata di dekat kepala Lela, mencoba menekan dan mengintimidasi gadis dalam cengkeramannya itu.

Lela terdiam sesaat, sebelum akhirnya ia akhirnya menurut pada bibinya itu. Air mata yang tidak pernah menetes, selain saat kematian ibunya, pun kini mengalir juga.

Lein baru mendapatkan kiriman uang hasil panen kebun jeruk dari Lolo, seorang  kepercayaan Lesira—kakak Sulungnya—ibu dari Lela.  Ia akan menggunakan uang itu sepuasnya, tapi belum sempat belanja, ia melihat wanita yang sangat mirip dengan Lela.

Wanita itu pun membatalkan keinginannya, lalu memanggil dan menangkap gadis itu. Ia pun lega karena benar orang itu adalah, Lela—keponakannya yang pergi dari rumah sebulan yang lalu. Kini ia tidak perlu lagi repot-repot mencari orang yang bisa dijadikan pembantu di rumahnya sendiri.

Lela dan Lein naik mobil bekas yang baru saja dibeli Lein saat hendak pergi ke mal untuk berbelanja. Kini mereka dalam perjalanan pulang ke rumah di mana keluarga Landu tinggal dengan segala fasilitas milik Lela.

Lein, wanita berusia 40 tahunan itu begitu puas dengan semua kemudahan yang diperolehnya, setelah bersabar mengurus sang kakak hingga tiada. Ia tidak menyangka kalau simpanan Lesira begitu banyak, padahal jumlah warisan yang diberikan oleh kedua orang tua mereka sama.

Setelah kakaknya tiada, ia pikir tidak ada salahnya menikmati semuanya sebab ia akan mengurus Lela, dan dulu sudah mengurus kakaknya itu secara cuma-cuma.

Ia senang karena sebelum tiada, Lesira memberikan semua uang simpanan dan juga buku rekening, serta pin kartu kredit kepadanya.

Lambat laun ia menjadi gelap mata sehingga tidak peduli kalau Lela—keponakannya, harus menderita. Lela tetap harus ada di rumah agar terlihat kalau ia mengurus keponakannya dengan baik, hingga berhak atas rumah dan segala fasilitas serta uangnya. Biar bagaimanapun nama baik tetap harus dijaga.

Beberapa kali sudah Lela berusaha kabur darinya, tetapi, sekuat tenaga ia mencari. Lela tidak boleh pergi, sebab kalau sampai hal itu terjadi maka akibatnya akan sangat buruk. Orang-orang di sekitarnya bisa menuduhnya dengan tuduhan merebut semua harta warisan Lela dari ibunya.

Sekarang Lela sudah dalam kekuasaannya lagi, Lein akan lebih hati-hati. Ia menyeringai saat melirik gadis itu sekilas, sambil terus mengemudi.

Sementara Lela menjadi lebih putus asa, pembalasan dendamnya pada Lexsi pasti akan tertunda. Ia tidak tahu harus bagaimana bertemu dengan pria itu kembali, untuk mencekiknya suatu hari nanti.

 

 

$$$$$$$$$$$$$

 

Di tempat yang berbeda.

“Jadi, kau membiarkan Lela belanja sendiri?” kata Lexsi dari seberang telepon Lulu saat ia menghubungi pria itu setelah keluar dari toilet.

“Ya.” Sahut Lulu penuh percaya diri.

“Apa kau memberinya ponsel?”

“Aku baru akan membelikannya sekarang, bodoh!”

“Kau yang bodoh, Madam Lu!”

“Apa maksudmu, dasar anak kurang ajar!”

“Cukup bicaranya, lihat apakah dia masih ada di sana atau tidak!”

“Memangnya kau pikir apa? Dia akan kabur? Itu tidak mungkin! Kami sudah membangun persahabatan selama ini, dia mau menuruti semua instruksi tanpa banyak pertanyaan dan semua berjalan dengan baik!”

“Ah! Yang benar saja?” Terdengar suara Lexsi yang tidak percaya pada Lulu.

“Itu benar! Aku yakin dia tidak akan menipuku, Lex!”

Setelah berkata begitu, Lulu menutup sambungan telepon dan pergi ke toko yang menjual smart phone, masih di dalam mal itu, tak jauh dari lokasi di mana ia meninggalkan Lela untuk memilih barang yang diinginkannya.

Lulu sempat mendengar suara keras seseorang dikejauhan dan terjadi keributan, tak lama sesudahnya, tetapi cuma sebentar. Ia pun mengabaikannya. Namun, setelah keluar dari toko itu, ia melihat seorang wanita yang mirip dengan Lela berjalan dengan cepat ke arah luar mal, bersama seorang wanita bertubuh tinggi besar.

 

💗💗💗

1
KUROTA AYUNISA
lanjuuttt seruu ceritanya
Dede
cerita yang bagus harus baca ini
Zed Analytical Number Nine
cepat banget ka, novelnya tiba-tiba udah end aja. sukses selalu yaa
Lee
Selamat berkarya y kak..
semoga sukses jg. 🤗😍
El_Tien: terima kasih
total 1 replies
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
Terima kasih untuk karya bagusnya kakEl
El_Tien: lope sekebon ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
total 2 replies
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣... cemburu lela salah alamat..
El_Tien: iya.... habis namanya pake nama cewek 🤣🤣🤣 ah lexsi mah gitu
total 1 replies
Noviana Lestari𖣤᭄
lela siapanya Leimena adiknya kah
El_Tien: iya beda ibu
total 1 replies
Noviana Lestari𖣤᭄
sabar lasio semoga kamu dapet jodoh
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
setidaknya kamu punya saudara, lela
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
welcome to the world baby boy, leriando
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
lela punya abang. juga warisan berlimpah
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
akhirnya lela kentut🤣🤣
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
bahagianya lexi tak terkatakan
El_Tien: 😎😎🥰🥰🥰🥰 iya
total 1 replies
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
lasio lelaki baik. semoga pun akan dapat yg baik
El_Tien: siiiip 👍👍👍👍 bikin lah cerita soal Lasio ya, kayaknya seru, tapi apaan? belum ada ide
total 1 replies
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
makasih lexi. darahmu nyelametin lela
Nagumo
semangat luar biasa semoga sukses
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
leriando akan dibesarkan dengan penuh cinta
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ: 😁😁😁😁😁😁
total 4 replies
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
yes. gitu dunk. saling memaafkan & menerima kesalahan masing-masing.
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ: berasa lebaran ya🤭
total 2 replies
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
lela pun tak sendiri lagi. ada leimena abang kandungnya
El_Tien: ho oh, 🥰
total 1 replies
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
semoga setelah ini mereka semua bahagia
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ: hihi... iya kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!