NovelToon NovelToon
Sistem Check-in Petani Sultan

Sistem Check-in Petani Sultan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:12k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Gagal total merantau di kota, Arga terpaksa pulang kampung dengan dompet kosong dan niat setengah hati untuk bertani di lahan tua peninggalan kakeknya. Namun, nasib sialnya mendadak berbalik 180 derajat ketika sebuah layar biru hologram muncul di pagi buta, mengaktifkan "Sistem Check-in Harian" yang terus memberinya hadiah gila-gilaan setiap hari, mulai dari saldo puluhan juta rupiah, benih super ajaib, hingga barang-barang mustahil lainnya. Kini, dengan cangkul di tangan dan sistem overpower di sisinya, Arga bersiap menampar mulut julid para tetangga, menendang tengkulak serakah, dan membangun kerajaan bisnis pertaniannya sendiri untuk menjadi petani paling sultan yang pernah ada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28

Siska mengusap perutnya yang kini terasa sangat ringan dan nyaman seolah dia baru saja terlahir kembali menjadi manusia baru.

"Sekarang Anda percaya kan kenapa saya berani mematok harga lima ratus ribu rupiah untuk satu buah cabai kecil itu." Arga membalas tatapan Siska dengan senyum arogan andalannya.

Siska langsung menganggukkan kepalanya dengan sangat antusias membuang segala keraguan bisnisnya.

"Jangankan lima ratus ribu Mas, para pejabat dan pengusaha kaya di kota pasti rela membayar jutaan rupiah demi khasiat kesehatan instan seperti ini."

"Jadi berapa banyak stok cabai ajaib ini yang Mas Arga miliki sekarang untuk bisa saya bawa pulang ke restoran." Siska langsung mengeluarkan insting memborongnya.

Arga sengaja memberikan jeda dramatis yang cukup lama sebelum menjawab pertanyaan penting Siska tersebut.

"Saya baru saja melakukan panen pagi ini dan berhasil mengumpulkan sebanyak dua ratus buah Cabai Api Naga kualitas super."

Siska kembali terbelalak kaget mendengar jumlah panen yang cukup fantastis untuk ukuran tanaman ajaib yang baru ditanam tersebut.

"Dua ratus buah cabai dikali lima ratus ribu, berarti total harganya adalah seratus juta rupiah pas." Siska menghitung dengan sangat cepat menggunakan otak bisnisnya yang brilian.

"Tepat sekali hitungannya Nona, apakah restoran Anda sanggup membayar tunai untuk transaksi sebesar itu hari ini juga." Arga memberikan tatapan menantang untuk menguji kekuatan finansial pihak pembeli.

Siska tersenyum lebar menanggapi tantangan itu lalu langsung merogoh tasnya untuk mengeluarkan sebuah buku cek tebal.

"Saya mungkin tidak bawa uang tunai sebanyak itu di dalam mobil Mas, tapi selembar cek dari perusahaan kami dijamin langsung cair hari ini juga tanpa masalah."

Siska segera menuliskan nominal seratus juta rupiah di atas kertas cek tersebut dengan tulisan tangannya yang sangat rapi dan luwes.

Dia merobek cek itu dengan hati-hati lalu menyodorkannya ke hadapan Arga dengan gaya seorang bos besar sejati.

"Ini cek senilai seratus juta rupiah Mas Arga, silakan dicairkan di bank cabang mana saja di kota ini." Siska menyerahkan kertas berharga itu dengan senyum manis.

Arga menerima lembaran kertas berharga itu dengan tangan yang sedikit bergetar menahan euforia kegembiraan di dalam dadanya.

Hanya dalam waktu kurang dari seminggu sejak dia dipecat dia sudah berhasil meraup uang ratusan juta rupiah murni dari bertani di halaman belakang.

"Pak Bowo tolong ambilkan keranjang bambu milik Mas Arga di dalam rumah dan masukkan dengan sangat hati-hati ke bagasi mobil." Siska memberikan instruksi tegas kepada sopir pribadinya.

Arga segera bangkit dan mengarahkan sopir itu mengambil keranjang spasialnya yang sudah disiapkan di ruang tamu.

Tentu saja keranjang bambu itu sudah diatur sedemikian rupa agar efek spasial gaibnya tidak terlihat terlalu mencolok oleh mata orang awam.

Setelah semua barang pesanan masuk ke dalam mobil dengan aman Siska kembali menjabat tangan Arga dengan sangat erat.

"Saya benar-benar menantikan panen-panen menakjubkan Anda selanjutnya Mas Arga, Anda adalah aset pemasok paling berharga bagi restoran kami."

"Sama-sama Nona Siska, selamat menikmati hari yang menyegarkan tanpa ada lagi sisa racun di tubuh Anda." Arga membalas dengan kedipan mata jahil yang membuat Siska sedikit tersipu malu memalingkan wajah.

Mobil MPV mewah itu pun kembali melaju meninggalkan pekarangan rumah Arga membelah jalanan desa.

Mobil itu membawa ratusan cabai penyembuh yang dipastikan akan segera mengguncang dunia kuliner dan pengobatan di kota besar.

Arga berdiri tegak di teras menatap lembaran cek seratus juta di tangannya lalu mencium kertas wangi itu dalam-dalam.

Ting.

Suara notifikasi sistem berbunyi nyaring memberikan apresiasi atas pencapaian luar biasa yang baru saja diraih Arga hari ini.

[Misi Tersembunyi Selesai: Transaksi Ratusan Juta Pertama Berhasil Dicapai Oleh Host.]

[Hadiah Pencapaian Khusus: 2.000 Koin Sistem dan Fitur Peningkatan Level Tanah Kebun telah resmi terbuka.]

Arga mengepalkan tangannya tinjunya ke udara merayakan kemenangannya yang gemilang sendirian di teras rumah.

"Luar biasa, sistem ini benar-benar tahu persis bagaimana cara memanjakan tuan rumahnya dengan hadiah fitur yang tepat waktu."

Dia berencana pergi ke bank di kota siang ini juga menggunakan motor barunya untuk mencairkan cek tersebut ke rekening pribadinya.

Arga masuk ke dalam kamar mengambil jaket kulit murahan dan helm full face miliknya bersiap untuk membelah jalanan.

Sekitar empat puluh lima menit kemudian Arga sudah memarkirkan motor KLX miliknya di depan sebuah bank swasta terbesar di pusat kota.

Dia melangkah masuk melewati pintu kaca otomatis dan langsung mengambil nomor antrean di mesin cetak.

Suasana bank cukup ramai namun Arga mendapat giliran cukup cepat menuju meja teller nomor tiga.

Seorang pegawai bank wanita berparas cantik menyambut Arga dengan senyum profesional yang sedikit meremehkan penampilan kasual Arga.

"Selamat siang Bapak, ada yang bisa saya bantu untuk transaksi hari ini." Pegawai wanita itu menyapa dengan nada standar bank.

"Siang Mbak, saya mau mencairkan cek ini dan langsung mentransfer seluruh dananya ke rekening pribadi saya di bank ini." Arga menyerahkan selembar kertas cek itu beserta buku tabungannya.

Pegawai wanita itu menerima cek tersebut dan membaca nominal angka yang tertera di sana dengan tatapan meremehkan.

Namun sedetik kemudian matanya membelalak lebar hingga riasan maskaranya terlihat hampir luntur saking kagetnya.

"S-seratus juta rupiah dari rekening korporat Restoran Bintang Lima." Pegawai itu tergagap membaca nama perusahaan raksasa yang menandatangani cek tersebut.

Dia menatap wajah Arga berulang kali mencoba mencocokkan penampilan pemuda berjaket lusuh ini dengan lembaran uang seratus juta.

"Iya Mbak nominalnya seratus juta pas, tolong diproses agak cepat ya karena saya masih ada urusan mengurus ladang di desa." Arga menjawab santai sambil mengetuk-ngetukkan jarinya di meja teller.

"B-baik Bapak Arga, mohon ditunggu sebentar saya akan memverifikasi keaslian cek ini kepada manajer cabang kami." Pegawai wanita itu langsung berdiri dan setengah berlari menuju ruangan kaca di belakang.

Arga hanya tersenyum simpul menikmati pemandangan perubahan sikap drastis dari orang-orang kota ketika melihat kekuatan uang tunai.

Lima menit kemudian manajer cabang bank itu sendiri yang keluar melayani Arga dengan sikap membungkuk hormat layaknya melayani seorang pejabat.

Proses pencairan dana berjalan sangat lancar dan saldo di buku tabungan Arga kini resmi bertambah menjadi seratus tiga puluh satu juta empat ratus ribu rupiah.

Sementara Arga sedang menikmati euforia kekayaannya di kota sebuah pemandangan lucu namun menjijikkan sedang terjadi di desa.

Di warung kopi Mak Ijah komplotan preman Kardi sedang dipojokkan oleh warga karena bau badan mereka yang tidak kunjung hilang sejak malam.

Mereka bertiga duduk di pojok warung dengan pakaian yang masih meninggalkan noda lumpur sawah yang mengering.

"Kardi kamu ini sebenarnya habis berendam di septic tank mana sih, baunya bikin selera makan orang hilang semua." Mak Ijah mengomel sambil menutup hidungnya dengan lap kotor.

"Sumpah Mak Ijah kami habis dicegat siluman tomat raksasa di belakang rumah si Arga tadi malam." Kardi mencoba membela diri dengan cerita halusinasi konyolnya.

Bapak-bapak yang sedang minum kopi langsung tertawa terbahak-bahak mendengar alasan yang sama sekali tidak masuk akal tersebut.

Tanpa mereka sadari Pak Bowo sedang melintas di depan warung menggunakan sepeda motor bebeknya dan mendengar ocehan Kardi.

Wajah Pak Bowo langsung menjadi sangat gelap menahan amarah karena preman bodoh sewaannya itu malah menyebarkan kegagalan mereka di tempat umum.

"Berengsek kalian semua, tunggu saja pembalasanku yang sesungguhnya nanti malam." Pak Bowo mengutuk di dalam hati sambil memacu motornya menjauh dari keramaian warung.

Rahasia tentang kebun berhantu Arga kini mulai menyebar luas di kalangan ibu-ibu desa menciptakan tameng mistis tidak langsung bagi bisnis pertanian sang pemuda miliarder tersebut.

1
irena
hancurkan wiratama sampai ke akarnya thor.. Arga dilawan
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
irena
seru banget thor.. kapok si baskoro... klo perlu kasih jadi gembel si baskoro kusuma
Cherlly: iya kaka nanti tunggu bab selanjut nya ya kaka😍
total 1 replies
Cherlly
sangat menarik dan kejutan tk terduga oleh sistem
Gege
emas dunia 1 gram sudah 2.7juta paling murah Thor...🤣
Gege
duit Baru ratusan juta kok bangun villa mewah..🤣
Cherlly: ya kaka, kan itu uang dr awal dia dapet sistem di kumpulin sampe bisa bangun villa mewah,dan masih ada lanjutaan bab yg mengejutkan si pembaca😊
total 1 replies
Gege
perasaan masih ratusan juta belom milyaran kok disebut milyarder Thor..🤣
Sayekti 0519
waah ... udah bisa bantu bikin rumah sakit khusus kanker gratis,mesjid panti.kan udah punya pohon uang
Sayekti 0519
lah rumah nya g d bagusin,klw d dobrak orang jahat gmana??
Cherlly: dia kan punya sistem yg bisa menghasil kan uang dan bisa buat beli rumah baru kaka
nanti di tunggu bab selanjut nya kaka semakin seru nanti nya,saya lagi mikir untuk bab selanjut nya biar lebih menarik😊
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!