Nicole Louisa Edgar mendapatkan surat undangan dari kekasih pertamanya yang merupakan raja dari kerajaan Artaleta.
Tapi ia harus merasakan pernikahan dengan sahabat raja Artaleta sendiri yang merupakan musuhnya ketika mereka masih bersekolah diluar negeri.
Apakah pernikahan itu akan berlangsung lama?
Apakah ia akan jatuh cinta pada suaminya yang sangat menyebalkan itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nipi Nupu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apakah aku pantas merindukanmu?
Siang itu Vale pulang ke istana Arsy tidak seperti biasanya. Sudah seminggu ini ia disibukkan dengan urusan istana. Menurut pengawal diistana, Ratu Zest sangat manja ketika hamil. Ia tidak pernah mau ditinggalkan oleh suaminya. Terpaksa Vale yang menggantikan pekerjaan Juan. Ia harus mengunjungi beberapa daerah sehingga ia tidak pulang. Itu menurut beberapa sumber yang Elissa ketahui.
Kebencian Vale pada Nicole tidak dapat dielakkan lagi. Selama ini ia telah berfikir, pernikahan mereka adalah kesalahan terbesar. Tapi Vale menyadari jika ia pula yang membiarkan Nicole berada pada takdirnya yang seperti itu.
Vale masuk kedalam halaman Istana Arsy. Istana itu tampak sangat sepi. Bagaimana bisa Nicole hidup tanpa banyak orang-orang disisinya. Ia menjadi penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Nicole sekarang. Iapun keluar dari ruangan dan masuk kekamar istrinya. Tidak terlihat Nicole disana. Hanya beberapa pelayan yang tengah merapikan isi lemari.
"Selamat siang, Tuan." Ucap salah seorang pelayan. "Nyonya sejak tadi pagi berada dikebun." Tambahnya. Vale seperti tidak peduli. Ia berbalik dan menutup pintu ruangannya.
Namun sebenarnya ia bukan tidak peduli, ia hanya takut jika perasaan itu akan muncul kembali. Hampir seminggu ia berada diluar Arsy dan ada perasaan sedikit rindu pada Nicole. Apa yang dilakukannya saat ia tidak ada? Apakah ia makan dengan baik? Tapi sisi hatinya sering berkata jika ia tidak pantas merindukan wanita yang telah banyak menyakitinya.
Perlahan ia berjalan kedepan jendela yang menghubungkannya kekebun belakang. Ia dapat melihat Nicole tengah sibuk dengan bunga-bunga ditangannya. Padahal sebelumnya kebun itu hanya kebun biasa. Iapun baru menyadari jika istana ini berbeda dengan istana sebelum mereka menikah. Berbagai bunga disimpan didalam pot dengan baik. Dan mungkin Nicole yang melakukannya.
Wajah Nicole tampak lelah. Tapi senyumnya itu mengalihkan dunianya. Ia tampak menikmati semuanya. Apakah benar Nicole telah berubah?
Iapun memutuskan untuk mengetahuinya.
Nicole mengusap keringat yang berada didahinya. Ia begitu lelah sejak pagi berada ditengah kebun. Nicole seorang diri dan ia telah terbiasa karenanya. Terkadang tiap malam ia menangis karena kesepian. Apakah Vale tidak merasakan kesepiannya? Untuk apa menikah jika mereka sering terpisah. Bahkan sejak pernikahan mereka berlangsung, tidak pernah sepatahpun kata terucap dari bibir suaminya itu. Setiap perkataan Vale disampaikan oleh pelayan padanya.
Iapun menyimpan beberapa bunga dan duduk dirumput sambil mengipasi wajahnya. Ia lelah. Benar-benar kelelahan. Gaunnya sudah kotor oleh tanah. Tanpa sadar iapun langsung merebahkan tubuhnya dirumput.
"Untuk apa kau petik bunga sebanyak itu?"ucap Vale tiba-tiba. Ia sedikit geli melihat Nicole terkejut oleh ucapannya. Ia menoleh pada Vale. Tapi kemudian ia bangkit dari tidurnya dan memberikan salam padanya. "Maafkan aku mylord karena tidak menyambutmu dengan baik."ucap Nicole ramah. Vale terdiam bukan karena ia tidak dapat menyampaikan jawabannya. Ia bingung melihat wajah polosnya yang tampak tidak pernah terjadi sesuatu padanya. Ia terlihat menikmatinya. Nicole tersenyum padanya. Jantung Vale berdetak sedikit kencang.
"Bagaimana kabarmu?"tanya Vale akhirnya.
Nicole tersenyum. "Aku baik-baik saja."
"Jangan panggil aku mylord, panggil aku Vale." ucap Vale sambil berdeham. Ia tidak mau menatap Nicole.
"Baiklah." Nicolepun menghampiri Vale sambil tersenyum.
"Diam disitu! Jangan dekati aku!" Ketus Vale.
"Kenapa? Bukankah aku istrimu?"tanya Nicole bingung. Kenapa sikap Vale sangat dingin seperti itu? Sejak mereka menikah, ini adalah kali pertama bagi mereka berbincang. Dan Nicole sudah sangat senang. Orang yang paling dirindukannya saat ini ada dihadapannya.
"Aku tidak suka, itu mengingatkanku pada kebencianku padamu!" Ucapnya sadis.
Nicole membalikkan tubuhnya. Ia tidak dapat mengucapkan apapun karena hatinya begitu sakit. "Baiklah. Aku minta maaf karena membuatmu begitu membenciku. Aku akan menyimpan bunga ini dahulu." Ucap Nicole dengan terbata-bata. Ia berjalan menjauh dari Vale yang masih mematung tanpa menolehkan wajahnya kembali kebelakang. Bunga yang dipegangnya seketika jatuh. Ia gugup dan bingung. Vale hanya bisa menatap Nicole tanpa membantunya.
Jangan lupa mampir di karya ku juga!☺️Mari kita saling mendukung semua karya anak bangsa🇮🇩😎
_
Terima Kasih🙏 @Karolinly🤓
Tema rumah tangga angsat. Makasih