NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Elmira

Cinta Untuk Elmira

Status: tamat
Genre:Romansa / Selingkuh / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:335.8k
Nilai: 5
Nama Author: Vita Zhao

Elmira Revalina Putri. Dia merasa sangat bahagia karena bisa menikah dengan laki-laki yang sangat dia cintai. Meskipun laki-laki tersebut tidak pernah mencintai dirinya, dan hanya mencintai wanita pilihannya.

Edgar Emilliano Addison. Demi kedua orang tuanya, ia terpaksa harus menikahi gadis yang sama sekali tidak ia cintai. Dalam pernikahan itu, Edgar memperlakukan Elmira dengan sangat buruk. Elmira selalu sabar dalam menghadapi sikap Edgar.

Akan tetapi, ada kalanya hati Elmira merasa lelah dengan sikap Edgar yang terlalu semena-mena terhadapnya, dan tidak pernah menganggap dirinya ada.

Akankah Elmira bertahan dengan sikap Edgar? Atau memilih berpisah dengan laki-laki yang sangat ia cintai itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vita Zhao, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11. Permintaan Maaf

Happy Reading🥰

Malam ini Elmira dan Edgar terpaksa harus menginap di kediaman Addison. Alana memaksa mereka agar menginap di sana. Berbagai alasan sudah Edgar berikan, namun tidak mempan untuk Alana yang bersikukuh dengan keinginannya.

Elmira merasa senang karena bisa tidur satu kamar dengan Edgar. Ya mana mungkin mereka pisah kamar di rumah itu, bisa ketahuan sama Alana dan Addison kalau mereka tidak pernah tidur satu kamar.

"Pasti semua ini adalah rencana kamu 'kan? Kamu sudah menghasut mama agar kita bisa menginap di sini!" teriak Edgar penuh amarah. Suaranya menggema di kamar itu. Beruntung sekali kamar Edgar kedap suara, jadi kedua orang tuanya tidak akan mendengar teriakannya.

"Pikiranmu terlalu kotor, Mas! Meskipun aku sangat ingin tidur satu ranjang dengan kamu. Tapi aku tidak selicik itu!"

"Cih! Aku tahu wanita macam apa kamu ini. Jangan kira aku akan sudi menyentuh tubuh jelek mu itu. Pasti sudah banyak pria yang menjamahnya!"

Plak!

"Jaga bicara mu, Mas! Kamu pikir aku ini wanita murahan! Asal kamu tahu, aku tidak pernah menjajah kan tubuhku kepada laki-laki lain." Dada Elmira naik-turun. Dia tidak terima di rendahkan seperti itu oleh suaminya sendiri.

"Berani sekali tangan kotormu menampar pipiku!" desis Edgar tepat di hadapan Elmira. Matanya memerah, tangannya terkepal kuat. Ia benar-benar marah atas tindakan Elmira.

Edgar telah dikuasai oleh api amarah, ia mendorong tubuh Elmira hingga menempel pada dinding kamar. Tangan kanannya mencekik leher sang istri dengan sangat kuat. Sedangkan tangan kirinya ia gunakan untuk mengunci kedua tangan Elmira agar tidak bisa melawannya.

Wajah Elmira memerah, menahan rasa sakit di lehernya. Ia terus memberontak agar terlepas dari cengkraman Edgar. Namun usahanya sia-sia, tenaganya tidak sebanding dengan tenaga Edgar yang seolah kesetanan.

"Lep-pas! Ed-gar!" Ucap Elmira terbata. Ia kesulitan untuk berbicara, apalagi dia juga tidak bisa bernapas.

Edgar seolah tuli dengan permohonan Elmira. Bibirnya menyeringai menatap remeh ke wajah sang istri. "Wanita j*lang sepertimu tidak pantas melayangkan tamparan di wajahku. Alexa saja yang jelas-jelas kekasihku tidak pernah menamparku!"

Elmira hanya bisa menangis, melawan pun tak ada gunanya. Semakin lama pandangan matanya semakin buram. Telinganya juga tidak mendengar apa yang di katakan oleh Edgar. Lambat laun mata Elmira tertutup, tubuhnya mendadak lunglai. Hingga tiba-tiba ...

Bruk!

Tubuh Elmira ambruk, beruntung Edgar dengan sigap menangkapnya setelah melepaskan cengkraman tangannya.

Edgar sangat panik dengan keadaan Elmira. Ia mengangkat tubuh Elmira membawanya ke atas ranjang yang berukuran king size. Edgar menepuk-nepuk pipi Elmira, berharap wanita itu akan sadar dari pingsannya. Pingsan? Entah itu pingsan atau mati Edgar tidak tahu.

"Apa yang sudah aku lakukan! Semoga dia tidak mati, bisa-bisa keluarga Winata menuntut ku. Mama sama papa pasti juga akan marah, jangan sampai mereka tahu. Aku tidak mau mereka mencoret namaku dari kartu keluarga, dan mencabut hak warisku." monolog Edgar seraya mondar-mandir di dekat ranjang layaknya setrikaan.

Edgar mempunyai ide, ia memasuki bathroom serta membawa ember yang tersedia di dalam sana. Edgar mengisi ember itu dengan air lalu membawanya ke dalam kamar.

Tanpa ba-bi-bu Edgar menyiramkan satu ember air itu tepat ke wajah Elmira. "Bangun!" tanpa perasaan Edgar melakukan itu. Bukannya merasa bersalah, kelakuan Edgar semakin menjadi.

Elmira reflek terbangun dari posisi tidurnya. "Uhuk ... Uhuk ..." Elmira menepuk-nepuk dadanya yang terasa sesak.

"Jangan banyak drama! Cepat turun! Bersihkan kamar ini jangan lupa di pel juga." Edgar menarik pergelangan tangan Elmira menyeretnya turun dari atas ranjang.

"Cukup Edgar! Dasar monster gila! Kenapa aku bisa menikah dengan manusia sepertimu! Jangan selalu menyalahkan aku dalam hal ini. Kamu kira aku akan diam saja setelah kamu memperlakukan aku layaknya binatang! Tidak Edgar! Sekarang juga aku akan pergi dari kehidupan kamu!" Elmira menatap Edgar dengan mata menyala. Tatapannya menyiratkan luka yang teramat dalam.

Elmira menghapus air matanya yang sejak tadi terus mengalir di kedua pipinya. Ia pergi keluar dari kamar lalu meninggalkan Edgar seorang diri di sana.

Hati Elmira sangat hancur, harapan yang sempat tumbuh di hatinya saat makan malam berlangsung. Kini telah musnah. Ia sudah tidak sanggup lagi mengahadapi sikap Edgar yang temperamen. Elmira tidak akan menunggu 2 minggu lagi untuk bercerai dengan Edgar. Malam ini juga Elmira akan pergi dari rumah Edgar.

Elmira keluar dari kamar Edgar dengan langkah tergesa-gesa. Ia harus pergi dari sana dan menuju kerumah Edgar. Elmira harus mengambil semua barang-barangnya yang ada di sana.

Karena suasana sudah malam Alana dan Addison sudah istirahat. Ia tidak menyadari bahwa ada pertikaikan di rumahnya. Elmira terus melangkahkan kakinya menyusui jalan sepi di luar sana. Beruntung Elmira bisa mengelabuhi petugas yang menjaga gerbang di kediaman Addison, akhirnya Elmira bisa keluar dari rumah itu.

Di sepanjang jalan Elmira terus menangis. Ia tidak menyangka bahwa Edgar juga akan melukai fisiknya. Tidak cukupkah Edgar menyakiti hati Elmira? Elmira tidak bisa membayangkan jika dirinya terus bersama dengan Edgar akan seperti apa hidupnya.

Di sisi lain Edgar menyusul kepergian Elmira. Ia tidak boleh membiarkan Elmira mengacaukan segalanya. Edgar tidak ingin kehilangan warisan dan juga Alexa dalam hidupnya. Ia harus melakukan berbagai cara agar bisa membuat Elmira mengurungkan niatannya untuk berpisah dengannya.

Edgar menyusuri jalan dengan kepala yang celingak-celinguk mencari sosok Elmira. Hingga atensinya tertuju kepada seorang wanita yang tengah duduk di sebuah kursi dekat teman.

Edgar mendekat ke arah Elmira lalu di sisinya. Kehadirannya membuat Elmira terkejut sekaligus takut. Ia masih trauma dengan perbuatan kasar dari sosok laki-laki yang berstatus suaminya.

"Mau apa kamu ke sini, huh?" tanya Elmira dengan tatapan sinis. Ia sudah tidak lagi bertutur kata lembut dan sopan kepada Edgar.

Edgar tidak langsung menjawab ia menatap Elmira dengan tatapan yang sulit diartikan. Setelah cukup lama membisu akhirnya Edgar membuka suara saat melihat Elmira akan beranjak dari posisi duduknya.

"Tunggu Elmira. A-aku minta maaf atas kejadian tadi. aku benar-benar menyesal." Edgar menundukkan kepala tak berani menatap wajah Elmira.

Elmira sontak terkejut dengan permintaan maaf dari Edgar. Baru kali ini dia mendengar seorang Edgar meminta maaf kepadanya. Elmira duduk kembali di kursi itu. Ia menatap tak percaya kepada Edgar.

"Maafkan aku, Elmira. Aku mohon jangan pergi dari hidupku. Aku tahu perbuatanku sangat keterlaluan. Itu semua diluar kendaliku. Aku mohon berikan kesempatan buat aku menebus kesalahanku. Aku janji setelah ini akan menjadi suami yang baik buat kamu asalkan kamu mau memulainya dari awal." Edgar menatap manik mata Elmira dengan tatapan penuh penyesalan.

Elmira masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar dari mulut Edgar. Apakah dia sedang bermimpi? Melihat tatapan teduh dari Edgar membuat hati Elmira tersentuh.

...----------------...

Jangan lupa tekan like, dan tinggalkan jejak di kolom komentar. 😘😘😘

1
Ran Aulia
terima kasih kak, ceritanya bagus 👍👍👍
Nok Denok
mampir baca,,tp kayaknya kebanyakan POV othor,,
Niken Hapsari
nanti klo emosi di pukul lagi tuh bini
Niken Hapsari
jgn mau balik
jane m pandelaki
Elmira jangan mau , rugi, , iiii tinggalin aja edgarnya.
jane m pandelaki
Ayo Emma ganti aja si Edgar yang galak sama Evan.He he.
Fay
mampir baca
Rin Manuk
sangat tertarik
Rin Manuk
sangat bagus
Rin Manuk
ceritanya bagus
Rin Manuk
bagus.
Enung Samsiah
tom &jeri kompak dulu lah napa demi utun, wkwkwk
Enung Samsiah
d rumah pda nunggu eehhh,,, pasutri bucin mlh main tusuktusukan d mobil,,, saking nggk kuat nahaannn hadeeh,,, wkwkwk
Enung Samsiah
aduh tor gontaganti nama (tanam-tanaman skrg renang-renangan)
Enung Samsiah
cara jitu menyelesaikan masalah ( jleb bercinta)
Enung Samsiah
waduuuhhh,,ada gempa pagi nih smpi getaran ke 2
Enung Samsiah
Elmura bodoh +lemah, masa di katain jalang diam aja tampar ke' tuh siegar
Ririn Nursisminingsih
syukurin edgar
Ririn Nursisminingsih
ceo kok bodoh bangett☹️☹️
Lilis Fiska
elmira mending edgar di cuekin aj biar taw rasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!