Raisa Maheswari, gadis muda belia yang memiliki kecantikan di atas rata-rata. Kulitnya putih langsat dengan dengan lesung pipit dan rambut coklat keemasan. Sangat sempurna untuk ukuran seorang wanita.
Namun nasibnya berbanding terbalik dengan kecantikan nya. Terlahir dari keluarga kaya dan terpandang, namun dirinya sangat menderita.
Sejak ayahnya meninggal, dan ibu nya menikah lagi, hidup Raisa seperti di neraka. Ayah tiri yang kejam dan suka bermain judi, hingga menghabiskan harta keluarganya.
Kakak perempuan satu-satunya sudah di nikahkan dengan keluarga kaya sebagai penebus hutang.
Nasib yang sama mungkin juga akan di alami oleh Raisa. Namun dia bukan wanita lemah seperti kakaknya. Dia akan memperjuangkan hidup nya, bukan hanya sebagai gadis penebus hutang.
Lika-liku asmara Raisa akan di kemas secara apik, sehingga membuat pembaca terhanyut di dalam ceritanya. Bagaimana kisah cinta Raisa selanjutnya??.
Apakah dia harus pasrah atau kah akan melawan kekejaman ayah tirinya itu??.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annasya Fayra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 11.
Sudah hampir jam 1 malam. Hujan semakin deras mengguyur kota. Sedari sore, Raisa masih belum bisa memejamkan mata. Dari lantai bawah terdengar suara berisik jejak sepatu yang beradu dengan lantai.
Raisa keluar dari kamarnya untuk memeriksa.
Di lihatnya David menaiki tangga dengan baju basah. Raisa menghampirinya. Dengan memakai baju tidur transparan berwarna merah, Raisa kelihatan sangat cantik. Lekuk tubuhnya terlihat jelas, menggoda iman David.
"David, kau baru pulang??".
"Aku tidak lama Raisa, aku pulang hanya untuk mengganti baju ku saja".
"Sebaiknya kau masuk ke dalam, udara di luar sangat dingin".
"Apa kau akan pergi ke klub malam ini?".
"Tentu saja,, apa yang bisa ku lakukan di sini".
"Maksud ku, di luar sedang hujan dan.....".
"Dan apa,,,ayo katakan Raisa,, apalagi yang harus ku perbuat untuk mu".
"Tolong lah...jangan ganggu aku, tidurlah dengan damai di kamar mu, dan biarkan aku mengurus diri ku sendiri".
"Mereka bilang kau punya wanita lain di luar sana".
"Lalu apa masalah mu, mereka selalu bisa menyenangkan hati ku".
"Aku yakin aku lebih baik dari mereka atau pun dari mendiang istri mu".
"Percaya diri sekali kau, kualitas mu sebagai istri belum dibuktikan".
"Kau sendiri yang melarang ku untuk menyentuh mu bukan?".
"Jadi, terserah pada ku kalau harus menemui wanita lain di luar sana".
"Kau cukup beruntung menjadi istri ku karena tinggal di rumah ini dengan fasilitas yang mewah".
"Dan aku cukup bodoh untuk tidak menyentuh diri mu".
"Aku ingin malam ini kau jangan pergi David, jangan mencari wanita lain".
"Apalagi yang kau mau aku lakukan Raisa, aku sudah........".
Raisa terdiam dan menunduk. Pasti David sudah menyadari arah pembicaraan Raisa kepadanya. Pria itu langsung mendekatinya.
Tatapan mata liarnya menyapu lekuk tubuh Raisa yang tercetak jelas dari balik baju tidur nya.
"Maksud mu, kau sudah siap menjadi istri ku seutuhnya?".
"Iya David,,dan aku tak ingin kau mencari wanita lain".
David tak menghiraukan kata-kata istrinya.
Dia sudah sibuk menjelajahi bibir ranum Raisa yang terlihat menggoda. Seperti tak sabar, David rasanya ingin menciumi bibir istrinya tersebut.
Perasaan Raisa campur aduk menjadi satu.
Antara gugup, cemas, takut dan bayangan buruk lain nya. Namun dia sudah bertekad kalau dirinya bukan anak kecil seperti ucapan suaminya.
Malam ini dia akan menjadi istri David seutuhnya. Menikmati sentuhan dan belaian David yang membuatnya melayang. Seketika laki-laki itu menggendongnya ke kamar.
Raisa membuka kancing kemeja David dan menyentuh kulit nya. David mendesah lirih, menikmati sentuhan Raisa. Diam-diam Raisa mengagumi kemampuan nya membangkitkan gairah David.
Tangan Raisa terus bermain di dada bidang David. Sementara David menjelajahi leher istrinya dengan bibirnya. Gaun tidur Raisa sudah teronggok di tempatnya berdiri. Sementara David masih menyisakan celananya.
"Raisa, aku ingin kau tahu, sejak menikah dengan mu, aku tak pernah lagi mencari wanita lain".
"Aku tahu itu, David".
Gairah David sudah sampai ke puncaknya. Dia tak sabar untuk segera memiliki Raisa.
Gadis itu mematung dan memperhatikan tubuh nya di depan cermin. David mendatanginya dan memeluknya dari belakang.
Sentuhan panas di kulitnya menghilangkan keraguan Raisa. Pria itu menyentuh kedua p******a nya, kemudian turun menyapu perutnya. David membawanya ke tempat tidur.
"Gerai kan rambut mu,, kau akan terlihat jauh lebih cantik".
Keduanya larut dalam kemesraan sebagai pasangan suami istri. Malam pertama yang dulu tertunda, akhirnya Raisa bersedia menyerahkan dirinya seutuhnya kepada David.
Hasrat yang sudah lama terpendam di antara David dan Raisa, malam ini mereka lampiaskan bersama. Saling mencium,menyentuh dan mencintai satu sama lain.Keduanya sedang di mabuk asmara.
Setelah beberapa lama mereka saling bersentuhan dan melakukan aktivitas intim suami istri, David masih tetap memperhatikan
keadaan Raisa.
David menghentikan gerakan nya melihat wajah istrinya. Dia mencium bibirnya dan membisikkan sesuatu di telinga Raisa.
"Pejamkan matamu, nikmati semuanya".
"Rasanya akan lebih baik".
"Aku janji pada mu".
Raisa menuruti perintah David. Laki-laki itu melanjutkan gerakan nya dengan pelan dan penuh kelembutan. Raisa menikmatinya.
Dia akhirnya berhasil menjadi istri David,hingga tak terasa sampai menetes air matanya.
Raisa merasakan hal yang baru baginya. Beginilah rasanya bercinta di malam pertama.
Perlakuan David begitu lembut mengajarinya.
Raisa bahagia, akhirnya menjadi istrinya seutuhnya.
"Terimakasih Raisa, aku bahagia sekali malam ini".
"Kau juga sangat hebat David,,aku mencintai mu".
David bangkit dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi. Dia membawa air hangat dan melayani Nisa minum. David lihat Nisa kehilangan tenaga karena aktivitas keduanya malam ini.
Setelah selesai, David menarik selimut Raisa dan menyuruhnya tidur. Raisa menutup mukanya karena malu. David berbaring di sampingnya dan memeluk tubuhnya.
"Istirahat lah,,ini sudah larut malam".
"David, berjanjilah kalau kau akan selalu di samping ku".
"Aku berjanji Raisa".
Hujan deras disertai petir yang menggelegar di luar sana, tak sama sekali menakutkan bagi Nisa. Dia sudah nyaman, bersandar di bahu bidang suaminya. Apa pun yang akan terjadi, Raisa tidak menyesal. Hati dan cintanya sudah di berikan kepada orang yang tepat.
Hari sudah hampir pagi. Nisa menemukan dirinya terbangun dengan selimut terbuka. Buru-buru dia menarik kembali selimut untuk menutupi tubuhnya.
"Aku yakin kau sudah terlambat melakukan nya".
"Sejak tadi aku sudah melihat tubuh mu".
"Kau memang keterlaluan David".
"O,,ya....ini karena kau Raisa".
"Entah kenapa aku tak pernah puas menikmati diri mu".
"Aku tak menyangka masih bisa merasakan ini setelah terakhir kalinya dulu bersama Resty".
David menarik selimut Raisa dan kembali mencumbunya. Setelah semalam tadi dan pagi ini, Raisa yakin kalau dia tidak akan kuat berdiri. David sungguh lelaki yang sangat sempurna. Bahkan walau tubuhnya sudah lecet, Raisa tetap tak bisa menolak dirinya.
Setelah bercinta sekali lagi dengan Raisa, David memakai piyamanya dan langsung ke kamar mandi. Dia mengenakan pakaian nya untuk pergi ke kantor.
Raisa masih ada di atas tempat tidur, saat bi Ima membawakan kopi untuk David. Wanita itu tersenyum senang mendapati Raisa ada di kamar majikan nya.
Raisa membayangkan kehebohan yang pasti akan terjadi di meja makan. Mereka pasti sudah mengetahui dari BI Ima kalau David dan Raisa sudah tidur bersama.
Benar saja,,semua orang tampak aneh memandangi wajah Raisa. Romi bahkan berkomentar sinis kepada ibu sambungnya tersebut.
"Jadi Raisa,,,apakah kami harus memanggilmu ibu, karena kau dan ayah sudah tidur bersama semalam??".
"Romi,, lekas berangkat sekolah,, kau sungguh tidak sopan".
"Tak apa Bu,, kau boleh memanggil ku apapun Romi, terserah kepadamu saja".
David bahkan tidak berkomentar sama sekali. Dia menghabiskan sarapan nya dan langsung pergi. Kedua adik laki-lakinya ikut bersama
nya. Tinggal Hilda dan Raisa di meja makan.
...****************...