Az Kim Alexandria nama gadis itu, wajahnya yang tenang, tatapannya yang tajam sikapnya yang dingin, membuat salah satu CEO miliarder terkenal di kota Seattle merasa terhantui oleh paras gadis itu.
Siapakah sebenarnya gadis itu?
Tanpa gadis itu ketahui ada seseorang yang ingin mengetahui rahasia apa yang dia sembunyikan.
Jangan lupa teman-teman readers beri Coment, like and Votenya yaaaa🙋😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayzani01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menguntitnya..
"Siapa pria itu?" kata riley pada ronan di dalam mobilnya yang sedang menuju rumahnya. Dia melihat andria dan chris yang sedang berjalan di seberang jalan. Dan tanpa dia sangka Andria menatap mobil yang dikendarai ronan di sebelahnya dan dengan dingin tidak menyapanya dan tetap berjalan bersama chris.
"Wah wah, dia dingin sekali ronan, dia kan tinggal dirumahmu, Emm bukankah itu sedikit tidak sopan?" sambil memandangi ronan yang terjebak pada pikirannya sendiri.
Andria sedang berada di dapur dengan celemek hitamnya yang sedang membantu Mrs. weltson menggoreng ayam-ayam yang akan diantarnya lagi.
Ronan dan riley akhirnya sampai di rumah setelah bertemu dengan teman mereka di sebuah cafe. "Aku pulang mom", Ucap ronan yang langsung mencium pipi ibunya dan memandang andria yang tepat di samping ibunya.
"Kau datang ronan, aku pikir minggu ini kau tak datang sayang." dengan senyum keibuannya.
"Hai andria", kata ronan menyapanya, andria hanya mengangguk pada ronan.
"Mom dimana dad?" dia duduk di meja makan sambil membuat kopi.
"Ayahmu sedang mengerjakan hobby barunya." dia menggeleng memikirkan Mr welson yang sedang pergi memancing bersama tetangganya sejak pagi tadi di sungai.
Andria yang mendengar dering telepon dari sakunya lalu mengangkatnya dan menjawab di dekat jendela tanpa peduli Mrs weltson dan Ronan sedang memperhatikannya yang heran, siapa kira-kira yang menghubungi Andria kita ini?
"Halo, hai chris,...ada apa?" Dia terdiam sebentar sambil mendengarkan chris yang berbicara di telepon.
Mereka tak sadar sedang memperhatikan andria yang berinteraksi dengan seorang cowok, tanpa sadar Mrs weltson membelalakkan mata pada ronan dengan tersenyum hangat yang terpeta di wajahnya.
'Dia tersenyum?'….Ronan yang tidak menyangka gadis tanpa ekspresi itu bisa tersenyum secantik ini?
Kalimat tersebut berulang dikepalanya untuk kesekian kalinya, dia tersenyum dengan cantik tapi…apa yang membuatnya tersenyum seperti itu? Pikir ronan yang tengah berbaring di kamarnya dan memandang langit-langit kamarnya.
~
"Aku mengetahui lokasi buku yang sedang kau cari andria." Ucap chris meneleponnya sore itu dan mereka akan berangkat besok di tempat yang dijanjikan oleh chris.
Sore itu chris menepon dan bertanya pada andria buku apa yang di carinya, dengan asal andria menyebut buku yang dicarinya dan tak di sangka chris mengetahui lokasi buku itu.
"Percayalah padaku buku yang kau cari takkan dijual di toko manapun andria, besok aku akan mengantarmu aku mengetahui di mana buku itu berada." Sontak andria tersenyum tipis tanpa mengetahui Mrs Weltson dan Ronan memeperhatikannya sejak tadi.
Malam itu angin bertiup kencang dan udara semakin dingin, sebentar lagi musim gugur akan tiba, andria yang sedang berada di balkon rumah sedang menatap kalung yang dipakainya, dan memandangnya sedih,…tak disangka air mata menetes di matanya.
"Ayah, ibu..." dia mengenggam kalung itu dan kembali masuk ke kamarnya. Tanpa menyadari Ronan tepat di samping jendela kamarnya menatapnya penuh dengan pertanyaan. Dan ide itupun terlintas di kepalanya, meskipun hal yang akan dilakukannya bertentangan dengan sikapnya, tapi dia tak mampu lagi membendung berbagai pertanyaan yang ada dikepala Ronan.
Pagi itu andria sedang bersiap-siap berangkat di tempat yang dijanjikan oleh chris. Sebelum berangkat Mrs weltson tidak setuju dengan pakaian yang dikenakan andria, mulutnya mengerucut dan memandang rambut andria yang diikat sekenanya saja.
"Andria sayang", kata mrs welson hati-hati padanya.
"maukah kau menolongku?" Andria mengangguk saja tanpa mengetahui apa yang diinginkan Mrs Weltson.
"maukah kau mengenakan pakaian ini?" Dia merentangkan sweater biru malam yang sedikit tertulis di tengah baju 'mind' di depan hidung andria. Dia menatap sweater itu dengan mata heran lalu memandang Mrs weltson yang sangat berharap Andria memakainya di tengah musim dingin begini.
Andria tak memiliki pilihan lain selain menuruti wanita tua yang memohon ini. Diapun mengenakan sweater biru itu, terlihat sangat kontras dengan kulitnya yang cantik, dan dengan percaya diri karena andria menerima pemberiannya, langsung saja menata rambut andria yang membelalakkan matanya, tahu Mrs weltson sedang bereksperimen dengan rambutnya .
"Selesai, bagaimana andria kau suka sayang?"
Andria menatap wajahnya di cermin dan memperhatikan kalau rambutnya hanya di sisir rapi oleh Mrs Weltson, andria menghembuskan napas lega dan mengangguk ke arahnya.
"kalau begitu berangkatlah sayang, semoga harimu menyenangkan."
"Thanks Mrs Weltson", kata andria kaku. Dia mengantar andria sampai dipintu depan dengan tersenyum senang.
Andria berjalan menuju taman sekolah tanpa mengetahui seseorang sedang mengikutinya. Dia sedikit terkejut dengan pakaian yang dikenakan andria, dia terlihat modis dan sangat cantik.
Ronan menggelengkan kepalanya dan menolak ide bahwa sekarang ini dia sedang membuntuti seorang gadis remaja.
"Penasaran ini akan membuatku tak tenang, aku harus mengetahui apa yang terjadi pada andria dan apa yang dicarinya." Dengan duduk diam memperhatikan andria yang berjalan menuju taman, mobil yang dikendarainya pun perlahan mengikutinya dari belakang lalu berhenti ketika melihat seseorang yang di kenalnya tengah menunggu andria di taman.
"Dia adalah salah satu teman andria di sekolah, apakah mereka sedang janjian." Ronan masih menyedekapkan tangannya ingin mengurungkan niatnya yang hendak ingin mengikuti andria.
"apa yang kulakukan? Hal gila ini kulakukan demi mengurangi rasa penasaranku padanya, Membuntuti dua remaja yang sedang janjian, aku sudah gila."
Ronan hendak memutar balik mobil yang dikendarainya, sebelum dilakukannya tampak seseorang sedang mengawasi andria dari kejauhan. Lalu hal tersebut mengurungkan niat Ronan untuk kembali, dan yang ia dapat adalah salah satu pengusaha milyarder di Seattle sedang berada di mobilnya dan juga sedang mengawasi...? Ronan berbalik dan mendapati mata dari Mr.Alec tertuju kepada Andria yang sedang berbincang dengan chris.
Hal ini lebih membuat Ronan penasaran ingin mencari tahu tentang Andria lebih jauh lagi.
~
Hari ini Andria dengan berat hati melangkah ke taman, udara dingin menyambutnya, sweater biru yang dikenakannya sedikit lebih membuatnya nyaman, ya…berkat Mrs Weltson.
Kepeduliannya membuat andria canggung berada di tengah-tengah keluarga mereka, tidak ada yang Andria harapkan dari mereka, dia hanya pekerja di sana, tapi…..sikap mereka membuat Andria lebih tidak tenang.
Chris tengah menunggu di taman dengan mengenakan sweater coklat dan jeans biru, dia tersenyum ketika melihat andria berjalan ke arahnya, senyum mengembang di wajahnya. "
"Apa yang dia harapkan dengan membantuku? Dia mengetahui buku yang kucari, dengan tidak sengaja kusebutkan buku yang kumaksud dan dia mengetahuinya." gumam Andria.
"Hai andria", senyumnya cerah pada andria. Andria membalas dengan sedikit membentuk senyum di wajahnya. "Hai chris." Dia berdiri menyambut andria.
"Sudah siap?" tanya chris.
"Tentu". jawabnya.
"Wow, kau tampak, ya maksudku kau cantik andria." Sambil terbatuk dan sedikit salah tingkah.
"Oh." Andria ingin sekali memutar matanya pada chris, yang melihat tingkah konyol chris kepadanya.
"Oke, berangkat." kata andria, mereka berjalan sepanjang jalan, lalu menunggu bus yang lewat. Sepanjang jalan chris tak berhenti berbicara pada andria.
Mobil hitam Cameron itu berhenti perlahan, begitupun tak jauh dari seberang jalan mobil biru sport tengah berhenti memandangi Andria.
Bus itu melaju setelah beberapa penumpang telah naik, mata Chris terus memandangi andria dengan mata bersinar-sinar.
"Apakah buku itu sangat penting? semoga saja buku yang kau cari masih ada di sana, tidak semua toko buku bekas memilikinya, buku itu betul-betul sudah tua dan sangat sulit di temukan."
Andria menatap manik mata Chris. "Aku harus menemukannya buku itu sangat penting bagiku."
Sementara Kedua mobil itu terus membuntuti Andria bersama dengan Chris, mereka ingin mengetahui apa yang sebenarnya di cari gadis dingin itu...