Kisah ini berawal dari pernikahan Gisella Aurora Prastowo, seorang manager accounting di sebuah perusahaan multinasional dengan Sekala Langit Nalendra, seorang CEO perusahaan konstruksi. Kehidupan pernikahan keduanya sangat harmonis dan romantis sampai akhirnya mantan pacar Sekala yang bernama Syeira hadir kembali di kehidupan Sekala, sehingga membuat keharmonisan rumah tangganya terganggu.
Syeira bukan hanya ingin merebut Sekala kembali, namun ia juga ingin menyingkirkan Aurora dari jabatannya di kantor.
Bagaimana kelanjutan kisah Gisella Aurora Prastowo? Kelanjutan kisahnya ada di Novel Perfect Wife
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB - 11
Setelah hampir sebulan lamanya Aurora berfikir dan mempersiapkan segala sesuatunya, seperti konsep dekorasi, properti, menghitung kembali tambahan modal yang harus ia keluarkan hingga promosi ulang mengenai perpindahan lokasi usahanya. Akhirnya Aurora menerima tawaran Sky untuk menempati ruko milik keluarganya.
"Gimana sudah sesuai dengan dekorasi yang kamu mau?" tanya Sky.
"Ini jauh lebih bagus dari konsep yang aku kirim ke kamu. Terima kasih banyak ya, atas semua banyuannya." ucap Aurora.
"Sama-sama Ra, tapi maaf ya tiga hari kemarin aku harus ke luar kota, jadi enggak bisa bantu kamu pindahan."
Sky menatap mata Aurora, ia seperti melihat awan sendu dalam bingkai mata wanita cantik itu. Rasanya ia sudah lama tak melihat tawa ceria yang selalu menghiasi wajah catik Aurora.
"Enggak apa-apa kok, para pegawaimu banyak banget yang bantuin aku. Pasti kamunyang menyuruh mereka, sekali lagi terima kasih banyak ya." ucap Aurora sambil tersenyum "Oh iya kamu mau makan atau minum apa? Aku buatin sebentar ya!!"
Aurora hendak beranjak dari tempat duduknya, namun Sky menahan Aurora dengan memegang tangannya "Enggak usah Ra, nanti saja aku nunggu mama" Sky langsung melepaskan tangannya, ia tak ingin membuat Aurora menjadi tidak nyaman terhadapnya karena Sky sangat hafal jika Aurora sangat membatasi dirinya untuk bergaul dengan lawan jenis.
"Mama?!! Mama mau ke sini?"
"Tadi pagi saat telepon sih bilangnya gitu, mau arisan katanya."
Seketika wajah Aurora menjadi panik "Kok kamu enggak bilang sih kalau mama mau arisan di sini!!"
"Loh memangnya kenapa?" tanya Sky bingung.
"Ya paling tidak aku harus menyiapkan makanannya, tempatnya dan yang lainnya." Mata Aurora bergerilya mencari bagian mana dulu yang akan ia kejakan. "Berapa orang dan jam berapa?" tanya Aurora.
"Sekarang, tuh mama udah sampai!!" ucap Sky dengan santainya sambil menunjuk ke arah mamanya yang baru saja turun dari mobil.
"Hah?!" wajah Aurora semakin panik karena ia belum mempersiapkan apa-apa. Butuh waktu 6 hingga 10 menit untuk memanggang masing-masing sisi daging sapi agar menghasilkan steak dengan tingkat kematangan medium, alat pemanggang yang ia punya hanya cukup menampung 5 sampai 6 potong daging, ia tak ingin membuat pelanggannya lama menunggu, maka dari itu ia sangat panik.
"Hai Ra, apa kabar?" Sapa Kinara, Ibunda Sky. Ia memeluk dan mencium Aurora dengan hangat. "Loh wajahmu kenapa Ra? Kamu sakit?" Kinara melihat wajah Aurora nampak sedikit agak pucat.
"Enggak kok tante, aku baik baik-baik saja. Teman-teman arisan tante datang jam berapa?" Aurora membalas pelukan hangat Kinara.
"Ooh, Sky sudah cerita ya." Kinara mengajak Aurora kembali duduk "Maaf ya arisannya enggak jadi hari ini dan enggak di sini juga. Tadi teman tante bilang kalau arisannya di rumahnya, kebetulan ia baru pulang dari luar negeri. Katanya sih mau bagi oleh-oleh gitu. Tante pesan 150 bowl saja ya untuk besok siang, nanti alamatnya tante chat ke kamu." terang Kinara.
Aurora menghembuskan nafas leganya, "Baik tante. Tante mau minum dan makan apa? Aurora bikinin."
"Nanti aja Ra, ada yang mau tante omongin sama kamu." Kinara menahan Aurora untuk beranjak dari tempat duduknya.
"Ada apa tante?"
Wajah Kinara berubah menjadi serius, ia menatap Aurora "Keponakannya asisten rumah tangga tante datang dari kampung, ia sedang mencari pekerjaan di Jakarta. Di rumah tante sudah penuh, dan Sky juga tidak mau mempekerjakannya di apartementnya." wajah Kinara beralih ke putra bungsunya.
"Di apartementku sudah ada ART mah." protesnya.
"Tante lihat kamu hanya di bantu oleh satu orang untuk mengurus usahamu, bagaimana jika Ani untuk sementara bekerja sama kamu dulu? Dia bisa bantu-bantu beres-beres, cuci piring atau memanggang." Kinara kembali menatap Aurora untuk melihat reaksinya, ia tak ingin asistenya malah menjadi beban bagi Aurora. "Untuk masalah tempat tinggal, dia masih akan tinggal di rumah tante, dan untuk masalah gaji, kamu gaji semampunya saja karena ia hanya mencari pengalaman sambil menunggu panggilan kerja di pabrik." lanjut Kinara.
"Kamu coba terima saja untuk sementara waktu, kalau di rasa tidak cocok nanti biar dia aku taruh di tempat lain." Sambung Sky.
"kamu ini sembarangan saja main taruh-taruh anak orang, memangnya dia barang." protes Kinara sembari memukul tangan putranya, kemudian ia beralih ke Aurora "Kamu kan lagi hamil Ra, jangan terlalu capek kasihan bayi yang ada di dalam perutmu" Kinara mengelus perut Aurora dengan lembut.
"Baiklah tante, Ani boleh kok bekerja di sini. Tapi mungkin untuk saat ini aku belum bisa memberikan gaji yang sesuai UMR." ucap Aurora.
"Itu gampang Ra, sebentar ya tante panggil dulu anaknya." Kinara beranjak dari tempat duduknya untuk memanggil Ani yang telah menunggunya di luar kemudian ia memperkenalkannya dengan Aurora.
Tanpa menunggu waktu lama Aurora langsung mengajak Ani memperkenalkan pekerjaannya sembari ia membuatkan makanan dan minuman untuk Sky dan Kinara.
"Thanks ya Mah." ucap Sky kepada ibundanya.
"Kamu ini dari dulu enggak pernah berubah, setiap kali mau bantu Aurora pasti bawa-bawa mama."
"Acting mama kan keren haha..." ucap Sky sambil tertawa.
Sementara itu Sekala yang baru saja terbangun dari tidurnya, nampak mencari-cari keberadaan Aurora.
"Punya istri ngilang terus kerjaannya" gerutunya, ia berjalan ke arah meja makan untuk mengisi perutnya yang sudah keroncongan, wajar saja jam sudah menunjukan pukul 13.00 siang sehingga perut Sekala sudah harus di isi.
Begitu membuka tudung saji, Sekala di kejutkan dengan adanya foto-foto USG, baju baju setra topi dan tulisan 'Oh baby boy' Sekala meraba foto USG dengan jari jemarinya "Sebentar lagi aku akan punya bayi laki-laki?" air matanya tiba-tiba saja menetes di pipinya, ada perasaan sakit dalam hatinya mengingat dirinya yang hampir tidak pernah mengantar Aurora periksa kandungan.
Sekala menaruh kembali foto USG tersebut kemudian ia berlari ke kamarnya untuk mengambil handphone dan kunci mobil, dan bergegas menyusul Aurora di ruko tempatnya berjualan.
Tanpa memperdulikan para pelanggan yang sedang makan termasuk Sky dan Ibundanya, Sekala menghampiri Aurora yang tengah membuat jus dan kemudian memeluk Aurora dari belakang. "Apakah di dalam sini, baby boy?" bisik Sekala di telinga kiri Aurora sembali mengelus perut istrinya.
Sekala semakin mempererat pelukannya sembari melirik ke arah Sky, seolah berkata 'Ini adalah istriku!'
Aurora tersenyum menganggukan kepalanya, perlahan ia melepaskan pelukan Sekala "Malu mas lagi rame." Aurora membalikan tubuhnya memperhatikan Sekala yang masih mengenakan pakaian tidur. "Mas Sekala baru bangun?"
Drrrt... Drrrtt...
Belum sempat ia menjawab pertanyaan istrinya, getar handphone di sakunya mengalihkan perhatiannya. "Sebentar ya, aku angkat telepon dulu." Sekala berjalan keluar ruko mencari tempat yang aman untuk menerima panggilan masuk dari Syeira.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
astaghfirulloh