NovelToon NovelToon
Jodoh Titipan

Jodoh Titipan

Status: tamat
Genre:Patahhati / Perjodohan / Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Obsesi / Romansa / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 5
Nama Author: Sept

Taqi Bassami, hanya karena ia seorang anak angkat, pria itu harus mengorbankan hidup selamanya. Taqi menukar kebebasannya demi membayar balas budi. Berkat sang ayah angkat, hidupnya yang terpuruk di jalan, kini menjadi sukses.
Bila balas budi bisa dibayar dengan uang, Taqi pasti melakukan hal itu. Tapi bagaimana, jika Taqi harus menikahi wanita pilihan keluarga angkatnya itu untuk membalas jasa. Belum lagi latar belakang Taqi yang perlahan mencuat ke permukaan. Siapa sebenarnya Taqi? Ketika banyak pihak mengincar nyawanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SKAKMAT

Jodoh Titipan Bagian 11

Oleh Sept

Di sebuah rumah sakit besar yang ada di jantung kota. Sudah sekitar seminggu ini Anisa dirawat di sana. Gadis kuat itu akhirnya tumbang karena beban pikiran yang ia coba tahan beberapa bulan terakhir.

Tidak peduli seberapa keras ia melupakan sosok Taqi, sampai sekarang ternyata jauh di lubuk hatinya masih mendamba pria tersebut. Taqi adalah calon imam yang selama ini nisa harapkan. Dan ia pun selama ini salah, karena terlalu berharap pada hati manusia.

Rasa rindu dan kecewa yang menumpuk terlalu lama, membuat Anisa drop dan akhirnya tumbang. Gadis itu pun jatuh sakit dan sekarang sedang menjalani perawatan di sebuah rumah sakit besar di sana.

Kabar kunjungan dari sosok pria yang ia rindui, nyatanya malah membuatnya tambah sakit hati. Menambah luka yang bahkan sebelumnya belum kering. Anisa kembali tertampar oleh kenyataan bahwa keduanya tidak bisa menikah dan bersatu dalam ikatan suci perkawinan, membuatnya marah dan kecewa.

Marah pada Taqi, Anisa kabur meninggalkan ruang rawat tersebut. Ia memilih pergi karena tidak tahan dengan semua. Dengan kenyataan yang membuat hatinya semakin sakit.

Dalam kaburnya itu, Taqi mengejar dan menangkapnya. Pria itu mendekap Anisa yang tidak bisa menahan emosi jiwanya.

"Tolong jangan seperti ini, Nisa!" ucap Taqi lirih. Suaranya sendu, karena ia merasa tidak kuasa melihat keadaan Anisa.

Taqi dilema, bila bisa ia pun tidak ingin menyakiti hati gadis itu. Dan ia juga tidak bisa tidak menuruti mau abah Yusuf. Abah Yusuf adalah sosok ayah pengganti yang selama ini ada untuk Taqi dan tangan dermawan abah sudah mengangkat drajat Taqi. Ia jadikan Taqi seperti sekarang ini. Abah sudah banyak berjasa dalam hidupnya.

Abah sudah mengorbankan banyak hal untuk Taqi, lalu bagaimana bisa Taqi tidak membayar balas budi yang bahkan tidak bisa dihitung dengan materi tersebut. Taqi benar-benar tidak bisa melakukan apapun yang ia mau sekarang ini. Mengorbankan perasaanya dan hati Anisa, sekarang sudah menjadi pilihannya.

***

Beberapa saat kemudian.

Gadis itu sudah kembali berbaring di atas ranjang, dengan ditemani Taqi dan juga tante Wini. Infus pun sudah kembali dipasang oleh perawat. Anisa sudah tenang, tidak selabil beberapa saat yang lalu.

Anisa bahkan sudah tidur, setelah dokter memberikan suntikan padanya. Sepertinya obat penenang atau apa, yang jelas agar Anisa tenang.

Karena Anisa sudah tidur, tante Wini pun meminta bicara empat mata pada Taqi. Ia ingin mereka keluar, agar Anisa tidak mendengar.

Di depan kamar ruang rawat Anisa, keduanya terlihat duduk dan berbicara serius. Akhirnya Taqi bisa jujur pada tante Wini, setelah ibunda Anisa itu meminta Taqi bicara yang sejujurnya. Tante Wini terus mendesak agar ia juga bisa mencari solusi terbaik.

Karena Taqi juga sebenarnya sangat berat menyimpan semuanya seorang diri, ia pun menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Tentang perjodohan yang sudah ia setuju dengan abah, ayah angkatnya itu.

***

"Tante kecewa sama kamu, Taqi!"

Mendengar response spontan tante Wini, Taqi tertunduk lesu, sembari memegangi kepalanya. Terlihat sekali kalau Taqi masih sangat pusing.

"Kenapa harus kamu, Taqi? Bukankah kamu sudah menganggap istri Zain seperti adik sendiri?" tanya tante Wini, mungkin dia kecewa campur kasihan pada nasib Anisa. Sebab ia rasa permintaan abah Taqi tidak masuk akal bagi tante Wini.

"Maafkan saya, Tante." Taqi menyesal atas apa yang terjadi. Tapi ia juga tidak bisa tetap bersama Anisa lagi.

"Kalau sudah begini? Lalu Tante harus bilang apa sama Anisa?" tanya tante Wini yang kini jadi sama galaunya dengan Taqi.

Ini lebih parah ketimbang alasan Taqi punya wanita lain. Jika Anisa tahu, maka putrinya itu tidak akan mundur. Sedangkan Taqi sepertinya akan memenuhi permintaan abahnya.

Kemungkinan paling buruk adalah Anisa akan tetap menunggu. Atau malah pernikahan itu akan tetap terlaksana. Tapi Anisa akan jadi kedua. Dan tante Wini sama sekali tidak mau anaknya dimadu.

"Tidak bisahkan istri Zain menikahi pria lain?" tanya tante Wini sekali lagi. Ia sekaan mencari harapan di tengah ketidakpastian.

Taqi mengusap wajahnya dengan kasar, sungguh ia tidak punya kuasa atas semua ini.

"Bagaimana nasib Anisa, Taqi? Bagaimana?"

Akhirnya tante Wini tidak bisa menahan untuk tidak menangis. Karena Taqi sepertinya tidak mau memperjuangkan putrinya itu.

"Maafkan saya, Tante."

Wanita paruh baya itu kemudian mengusap pipinya. Lalu menarik napas panjang. Seolah sedang menata hati yang beberapa saat lalu hancur karena memikirkan nasib Anisa, putri kesayangannya tersebut.

"Pulanglah ... sebaiknya kamu kembali ke Indonesia. Jangan pernah muncul lagi di hadapan Anisa."

"Tante ...!"

"Biar Anisa saya urus sendiri!" Ada kemarahan di setiap katanya. Wanita itu kemudian beranjak dan langsung masuk kamar perawatan.

Tanpa menoleh, Tante menutup pintu. Ia benar-benar kecewa pada sosok pria yang menjadi sumber kebahagian putrinya itu. Kini sudah berganti, menjadi sumber derita yang pasti tidak berkesudahan bila keduanya masih tetap berjumpa.

Dari pada bertemu hanya menimbulkan rasa sakit karena tidak bisa memiliki. Lebih baik keduanya jangan bertemu sekalian. Keputusan tante Wini pun sudah bulat. Ia akan melarang Anisa atau Taqi untuk bertemu lagi. Ia sudah sangat kecewa berat.

***

Taqi pun pergi dengan perasaan campur aduk tentunya, ia meninggalkan rumah sakit ketika tante Wini mengusirnya. Ia tidak marah ketika tante Wini memintanya untuk menjauhi Anisa. Ia malah menyesal, jika bisa waktu diputar, Taqi memilih tidak pernah hadir dalam kehidupan Anisa.

Sebab ia merasa hadir hanya untuk menyakiti perasaan gadis itu. Bila saja waktu benar-benar bisa dikembalikan, Taqi akan mencoba untuk menghindar agar cinta mereka tidak pernah ada. Agar tidak menciptakan rasa sakit yang membuat semua orang jadi terluka.

***

Enam bulan kemudian.

Rumah Sakit Harapan.

"Masyaallah ... cantiknya cucu Ummi," ucap ummi dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Ia gendong bayi munggil yang baru lahir beberapa saat yang lalu.

Ummi merasa terharu, akhirnya cucu yang selama ini digadang-gadang telah terlahir ke dunia. Lahir dengan selamat, tanpa kurang satu apapun.

"Abah ... lihat, Bah. Matanya mirip sekali dengan Zain, Bah."

Abah tersenyum, tapi matanya nampak sendu. Mungkin memikirkan nasib cucunya tersebut. Harusnya Zain ada bersama mereka. Mengumandangkan suara adzan untuk putri kecilnya itu.

Sementara itu, Nada masih ada di ruang pemulihan. Sedangkan Taqi, sejak tadi hanya duduk sambil melamun.

"Taqi ... apakah mau gendong sebentar?" tanya ummi sambil berjalan ke arah pria tersebut.

Taqi mendongak, ia reflect beranjak dari sofa. Mau menolak, tapi tubuhnya malah langsung bangkit berdiri tegap sempurna.

"Ikut ayah ya, Sayang," ucap ummi.

Taqi langsung mati kutu. Taqi bahkan belum menikahi ibu si bayi. Tapi ummi langsung skakmat begitu saja. Ia pun tidak bisa lari kemana-mana.

BERSAMBUNG

Untuk novel DIPAKSA MENIKAH, besok Sept umumkan ya pemenangnya. Dan jangan lupa, ikuti give away JODOH TITIPAN. Semangat yaaa ...

Terima kasih supportnyaaaa.

Ikuti juga IG Sept ya : Sept_September2020

Ada Dua cerpen yang sudah terbit. Tunggu part 3 ya. Cerpen Prince of Wolf

Kalau nggak ketemu cerpennya, bisa klik profile Sept. Oke. Tengkyu bestie. Hehehe

1
Jhon Kuni Wong
Luar biasa
Surati
bagus ceritanya👍🙏🏻 semangat thor 💪👍
Churin iin
Luar biasa
@bimaraZ
taqi salahjuga..meskipun cuma menena gkan g harus memeluk juga...
@bimaraZ
hhh tagi jadi ketagihan tuh...😍
@bimaraZ
anggap saja nisa dan taqi tidak berjodoh...
@bimaraZ
sampai g bisakomen bacanya ..g kebayang di posisi taqi
jawab iya salah jawab tidak juga berat
RL
Luar biasa
Zumi Zauhair
seruu
indah
😭😭😭😭😭😭
indah
Maa shaa Allaah Gemes ny 😍😍
indah
Hem Rumit nih
indah
Bawang Bombay
😭😭😭
Safitri Agus
jodoh othor yg menentukan 😁🤭
komalia komalia
ooh iya apa nada engga pakai hijab ya
komalia komalia
mas taqi mau bulan madu
komalia komalia
umii iis bukan nya diem bikin orang jadi malu aja
komalia komalia
umi kaya nya engga pernah bikin cap si abah
komalia komalia
udah baca
komalia komalia
itu lah kalau kita punya hutang budi bagai buah si malakama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!